
Setelah mendengar ucapan penduduk tadi, Li Xiang, Xiao Xing Fu dan Xiao Lei pergi ke pusat desa untuk melihat patung dari 'Sayap Pelindung'.
Terlihat sebuah patung berbentuk manusia yang berdiri di atas patung persegi panjang di telapak kakinya. Ukuran persegi panjang itu setinggi lutut Li Xiang. Lalu patung utamanya sendiri memiliki tinggi 2,5 meter. Patung terbuat dari batu yang dipahat oleh seorang ahli, karena bentuknya yang tampak seperti nyata.
Patung manusia itu terlihat memakai topeng kucing yang menutupi seluruh wajahnya. Bahkan tidak ada lubang untuk matanya. Sementara rambutnya memiliki panjang sampai pinggul. Terdapat pedang yang dipegang di tangan kanan dekat dada, seperti satu tangan yang menyilang. Sementara pedang itu sendiri ada di samping kiri kepalanya. Seperti apa yang dikatakan penduduk yang ditemui Li Xiang dan yang lainnya, terdapat sebuah lukisan di leher bagian kiri patung.
Beberapa anak anak pun sedang melihat patung seperti apa yang dilakukan Xiao Xing Fu sekarang. Walaupun mereka setiap hari melihat patung yang berada di pusat desa ini, namun mereka selalu saja kagum. Di tempat itu juga terdapat orang orang dewasa yang merupakan pengunjung maupun warga setempat.
"Saat besar nanti, aku ingin menjadi sepertinya! Aku ingin menjadi kuat seperti dia!" Ucap seorang anak.
"Aku ingin tau wajahnya."
"Apa benar ini adalah 'Sayap Pelindung' yang mereka bicarakan? Cih, terlihat lemah. Aku tidak percaya. Dia juga terlihat seperti bocah ingusan."
"Dia terlihat keren dengan pedang itu!"
"Iya, dia seperti seorang Jenderal yang akan membunuh lawan lawannya jika mereka mendekat."
"Entah kenapa.. tapi aku merasa 'Sayap Pelindung' ini seperti ingin bunuh diri saja. Pedangnya sangat dekat dengan lehernya seakan dia ingin memenggal lehernya sendiri." Gumam Xiao Xing Fu sambil memperhatikan patung. Ia melirik ke samping, "Dan karena itu aku jadi berfikir 'Sayap Pelindung' itu adalah dia." Batinnya sambil memperhatikan Li Xiang.
Merasa diperhatikan, Li Xiang langsung melirik ke samping, "Ada apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?"
Xiao Xung Fu melihat patung kembali, "Hmph! Siapa yang melihatmu? Aku hanya memperhatikan patung sejak tadi." Cueknya.
Li Xiang tersenyum percaya diri, "Heh, aku benar benar melihatmu tadi menatapku. Kenapa? Apa sekarang kau menyadari bila aku ini sangat tampan?"
"Cih, terlalu percaya diri."
Xiao Lei melirik cucunya dan Li Xiang. "Kurasa ada perubahan dari dirinya setelah aku bertemu dengannya kembali saat itu."
"Satu malam kita akan menginap di sini, kakek. Aku ingin lihat festival malam nanti." Xiao Xing Fu berekspresi memelas.
__ADS_1
Xiao Lei tersenyum, "Tentu saja. Apapun yang kau mau akan kakek kabulkan."
"Selama menunggu festival nanti malam, apa yang akan kau lakukan?" Li Xiang menatap Xiao Xing Fu.
"Entahlah.. mungkin aku akan membaca sejarah legenda 'Sayap Pelindung' yang dikatakan orang tadi. Aku tertarik untuk membacanya. Yah.. walaupun salinan, itu tidak masalah, asalkan aku bisa membacanya."
"Aku akan ikut dengan cucuku. Karena aku juga ingin membacanya." Ucap Xiao Lei.
"Pak tua, siapa yang bertanya padamu?" Ketus Li Xiang.
Xiao Lei menjadi kesal, "Cih, kau sendiri orang tua!"
Li Xiang memutar bola mata malas. "Kalau begitu aku akan pergi melihat lihat tempat ini." Ia langsung meninggalkan sepasang kakek dan cucu itu.
Sementara Xiao Lei dan Xiao Xing Fu pergi mencari perpustakaan yang ada di desa dengan bertanya pada penduduk setempat. Setelah mengetahui dimana letaknya, mereka pergi ke sana.
Keduanya duduk di kursi pajang yang saling berhadapan dan terbuat dari kayu. Di depan mereka terdapat meja panjang yang juga terbuat dari kayu. Perpustakaan yang mereka datangi memang tidak begitu besar. Namun di perpustakaan ini cukup banyak orang. Untuk masuk ke dalam mereka bahkan harus membayar sebanyak 50 koin perak per orang. Mahal untuk orang biasa.
Xiao Xing Fu hanya bisa mendapatkan satu buku salinan yang dikatakan. Karena buku ini sedang dibaca banyak orang yang ada di perpustakaan. Jadi hanya tersisa satu.
"Em.. Kakek, berapa lama kakek sudah kenal dengan guru? Kakek sepertinya akrab dengannya." Ucap Xiao Xing Fu sambil mengalihkan pandangannya pada Xiao Lei.
"Kami tidak akrab. Mungkin aku terlihat seperti akrab dengannya, tapi sebenarnya tidak." Balas Xiao Lei. "Dia menyebalkan dan licik. Dulu uangku sampai habis karena melakukan banyak taruhan dengannya. Dia melakukan hal hal licik agar menang. Bahkan aku sampai berhutang uang padanya dan aku baru mengembalikannya saat kita bertemu lagi.
Sebenarnya aku tidak mau membayarnya. Karena bagaimanapun dia melakukan hal licik agar menang saat itu. Tapi karena dia sudah membuatku bisa bertemu dengan Fu'er, maka aku memberikannya.
Dia adalah orang yang sangat sulit ditebak. Bahkan setelah bertahun tahun bersamanya, aku tidak pernah mengerti bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Dia mungkin selalu tertawa, tersenyum dan kesal. Tapi bukan berarti dia benar benar seperti itu.
Aku selalu bisa mengetahui bagaimana perasaan seseorang dengan melihat tepat pada matanya. Biasanya aku selalu bisa mengetahuinya. Tapi dia adalah orang yang paling sulit kuketahui. Saat itu aku pernah melihat bagaimana perasaannya yang asli. Tapi hanya tatapan kosong yang kulihat dibalik senyumannya. Dia benar benar sulit diketahui."
Xiao Xing Fu sedikit terkejut, "Tapi kulihat dia baik baik saja. Dia kesal, ya karena kesal. Dia tertawa, karena senang."
__ADS_1
Xiao Lei tersenyum lirih, "Kau belum tau apapun tentang Jian, Fu'er. Dia pak tua yang bersikap seperti anak kecil. Sangat menyebalkan."
Xiao Xing Fu mengerutkan kening, "Bukankah pak tua yang bersikap seperti anak kecil adalah kau sendiri, kakek?"
Xiao Lei tersenyum kesal, "Jangan katakan aku pak tua. Jian bahkan lebih tua dariku. Kau belum tau? Umurnya sekarang sekitar 750 tahun."
Xiao Xing Fu terkejut, "Tidak mungkin. Dia baru saja berumur 17 sekarang... menurutku.."
Xiao Lei menggelengkan kepala dan tersenyum, "Sepertinya kau juga mengira dia baru saja berumur 14 tahun, sama sepertiku saat dulu. Aku juga dulu mengira dia hanyalah anak remaja. Hanya saja memiliki kekuatan yang besar. Tapi ternyata pikiranku salah. Dia mengatakannya sendiri padaku beberapa hari lalu.
Aku juga terkejut saat mendengarnya. Aku bahkan tidak percaya ketika memdengar perkataannya. Tapi setelah semua yang dia lakukan, menurutku itu bisa saja terjadi. Dia abadi dan tidak bisa mati. Itulah yang baru saja kuketahui beberapa hari lalu."
Xiao Xing Fu semakin terkejut, "Dia.. 750.. tahun? Lalu kenapa dia bersikap seperti anak kecil yang menyebalkan?"
"Menurutku itu pasti dipengaruhi karena bentuk fisiknya. Tapi sifatnya bahkan lebih kekanakan daripada wujud fisiknya."
Xiao Xing Fu terdiam. Ia menenangkan diri beberapa saat. Setelahnya, ia kembali menatap Xiao Lei, "Lalu apa lagi yang kakek ketahui tentang guru? Dan.. sejak kapan kakek mengenalnya?"
"Aku mengenalnya saat ayahmu baru berumur 2 tahun. Kejadiannya sudah puluhan tahun yang lalu. Sementara untuk apa yang kuketahui tentang Jian.. dia adalah orang berbahaya yang tidak segan pada musuhnya. Bahkan orang yang mengganggunya sedikit saja. Dia membenci kultivator yang berasal dari sekte aliran putih. Karena dia adalah–" Xiao Lei tiba tiba berhenti berbicara.
"Jika kau berani mengatakan identitasku pada Fu'er, maka aku akan membunuhmu dan Fu'er. Ingat itu."
Xiao Lei tiba tiba teringat dengan ucapan Li Xiang saat itu. Jika ia memberitahukan identitas remaja itu, maka bukan hanya nyawanya yang akan menghilang. Tapi nyawa cucunya juga.
Xiao Xing Fu memiringkan kepalanya dan mengerutkan dahi, "Kenapa? Kenapa kakek berhenti? Ayo lanjutkan."
Xiao Lei tersadar dari lamunannya. Ia tertawa canggung, "A-hahaha.. tidak ada. Tidak perlu memikirkan ucapanku tadi, Fu'er. Aku tadi hanya sedang menceritakan tentang tokoh di buku novel yang kubaca saat itu. Namanya pun Jian. Jadi aku tanpa sadar malah menceritakan bagaimana sifat tokoh yang kubaca."
Xiao Xing Fu semakin mengerutkan kening. "Kakek berbohong 'kan? Sebenarnya ada apa? Kenapa kakek tidak mau memberitahuku?"
"A-hahaha bukan apa apa, Fu'er. Aku sudah mengatakannya tadi. Aku hanya sedang menceritakan bagaimana sifat tokoh dalam novel yang kubaca saat itu. Tidak perlu memikirkan ucapanku.
__ADS_1
Ah, aku ada urusan sebentar. Aku akan memesan kamar di penginapan. Karena kita akan menginap di desa Xiling ini selama semalam. Jadi pasti kita harus memiliki tempat untuk beristirahat. Tunggu di sini, aku akan kembali nanti." Xiao Lei berdiri dan langsung pergi tanpa mengatakan banyak hal.
Xiao Xing Fu menatap kepergian kakeknya dengan curiga, "Sudah jelas kakek berbohong. Apa yang disembunyikan kakek dariku?" Gumamnya.