Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
23 -Tes Bertahan Hidup IV


__ADS_3

Xiao Xing Fu menyalurkan Qi nya pada pedang dan menambahkan elemen angin pada pedangnya. Ia pun bergerak dengan cepat menebas kepala salah satu monster serigala yang kini hanya memiliki 3 kaki. Karena monster itu kehilangan satu kakinya, jadi pergerakannya lebih lambat dari pada keempat monster serigala lainnya.


Sreettt Bruuukk


Kepala serigala itu seketika terpisah dari tubuhnya. Kepala dan tubuhnya terjatuh ke tanah dengan darah yang menggenanginya.


Ggggrrr


Empat serigala yang tersisa semakin marah ketika melihat teman mereka mati di tangan Xiao Xing Fu. Walaupun mereka sudah mendapatkan beberapa luka di tubuhnya, namun mereka tak mempedulikan itu. Mereka segera menyerbu ke arah Xiao Xing Fu.


Xiao Xing Fu membalikan tubuhnya ke belakang. Kini ada dua serigala yang berniat mencakarnya. Sementara dua serigala lain bersiap untuk serangan bola api. "Cih!"


"Sebaiknya kuakhiri dengan cepat." Gumamnya kesal. Ia melapisi pedangnya dengan Qi dan putaran angin yang cukup kuat, hingga pedangnya semakin tajam.


Gggrrr


Saat kedua serigala dari empat serigala hampir mengenai tubuhnya, Xiao Xing Fu segera mengayunkan pedangnya ke depan, hingga gerakannya menimbulkan luka sayatan bagi kedua serigala. Monster monster itu termundur ke belakang setelah mendapatkan serangan. Mereka juga tampak menyingkir.


Tak lama, dua bola api dilemparkan dua serigala yang berdiri paling belakang. Kedua bola api mengarah dengan cepat ke arah Xiao Xing Fu. Bukannya menghindar, anak itu malah berlari mendekat dan langsung menebasnya dengan cepat.


Boomm Boomm


Asap menutupi pandangan para serigala. Sementara, dari dalam asap Xiao Xing Fu tetap berlari maju dan menebas satu persatu serigala dengan cepat saat asap belum menghilang.

__ADS_1


Darah menyembur keluar dari setiap potongan daging serigala. Mereka mati setelah kepala mereka terpenggal oleh pedang milik Xiao Xing Fu.


"Hah.. hah.. hah.."


Asap yang muncul karena ledakan api kini perlahan menghilang, memperlihatkan Xiao Xing Fu yang berdiri diantara mayat mayat para serigala. Anak itu langsung jatuh tengkurap setelah selesai menghabisi kelima serigala.


Walaupun Xiao Xing Fu menang, namun ia juga mendapatkan beberapa luka. Ia sangat kelelahan. "Hah.. Aku sangat lelah.. hah.. hah.."


"Aku ingin tidur.. tapi aku tidak boleh terus berada di tempat ini. Aku juga harus makan terlebih dahulu untuk mengisi perutku.. Lapar sekali.." Gumam Xiao Xing Fu lirih.


Tubuh Xiao Xing Fu banyak terdapat percikan darah. Entah itu darah monster maupun darahnya sendiri. Namun untuk saat ini ia tidak mempedulikannya. Ia sangat lelah. Namun keadaan membuatnya tak bisa beristirahat dengan tenang. Ia harus terus bersiap siap.


Karena itu, Xiao Xing Fu pun akhirnya berdiri setelah beberapa saat beristirahat. Ia memotong sedikit bagian dari daging serigala dan membersihkan daging di danau. Ia tidak akan mengambil inti monster serigala itu, karena monster itu hanya di tingkat sedang. Ia tidak mau membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan tes pelatihan akhir.


"Sekarang bagaimana aku memasaknya? Aku tidak tahu caranya." Gumam Xiao Xing Fu. Ia menyarungkan pedang yang ia letakan di sampingnya. Setelah itu, ia memperhatikan sekitar. "Apa aku bakar saja langsung?"


***


"Tidak ada rasa. Ini juga pahit. Aku terlalu matang membakarnya." Gumam Xiao Xing Fu setelah mencoba masakannya sendiri. Ia menghela nafas lelah dan melihat ke atas langit. Bintang bintang bertaburan di langit yang gelap saat ini. Terlihat indah.


"Jika saja dia ada di sini, aku bisa memintanya membuatkan makanan enak. Ternyata susah juga jika aku hanya sendiri."


Xiao Xing Fu jadi mengingat ingat bagaimana gurunya selalu membuatkannya makanan lezat. Ia juga tidak perlu repot repot membantunya memasak. Ia hanya perlu mendapatkan daging dan makan jika Li Xiang sudah membuatkannya. Ia jadi merasa kesulitan sekarang saat gurunya tidak ada.

__ADS_1


"Hahaha, sudah kukatakan. Kau tidak akan bisa jauh jauh dariku. Sekarang kau lihat? Kau hanya bisa makan makanan gosong seperti itu saat aku tidak ada, hahahaha!"


Xiao Xing Fu berekspresi kesal kala membayangkan Li Xiang mengatakan hal itu dengan wajah sombong dan mengejek. "Cih, dia itu menjengkelkan sekali!" Ia langsung menggigit daging yang dipegangnya dengan kasar.


Tanpa Xiao Xing Fu sadari, seekor gagak saat ini terus memperhatikannya dari atas sebuah dahan pohon. Bukan hanya saat ini saja, namun gagak itu sudah mengikuti Xiao Xing Fu sejak kemarin dan itu tanpa disadari Xiao Xing Fu.


***


Hari terus berjalan dengan cepat. Sudah 12 hari Xiao Xing Fu berada di kedalaman hutan Yuelong ini. Ia awalnya memang beruntung karena terus bertemu dengan monster targetnya dengan waktu cepat. Namun kini keberuntungan itu hilang. Sudah lama ia hanya bertemu dengan monster tingkat sedang saja. Sementara, monster dengan tingkat tinggi ia membutuhkan banyak waktu untuk menemukannya. Namun ia bisa menemukan dan mengalahkan semua monster tinggi yang ditemuinya itu hingga ia bisa mengumpulkan 3 bukti bila dirinya telah mengalahkan 3 monster tingkat tinggi. Kini dirinya hanya perlu menemukan dan mengalahkan 2 monster tingkat master.


"Huft.. lelahnya.." Ucap Xiao Xing Fu. Tubuhnya saat ini terlihat sangat kotor. Banyak darah kering di pakaiannya. Pakaiannya juga robek di beberapa bagian. Ia jadi terlihat seperti pengemis jalanan yang tidak memiliki harta sama sekali. Ia juga mendapat luka di beberapa bagian tubuhnya. Namun tidak begitu parah.


Hari harinya tidaklah selalu baik. Ia harus selalu bertarung dengan monster. Makan dan tidur tidak pernah tenang baginya. Ia selalu dihantui dengan rasa waspada dan sedikit takut. Sangat melelahkan.


"Aku hanya perlu mendapatkan 2 monster tingkat master." Gumam Xiao Xing Fu. "Setelah itu, maka selesai."


"Tak kusangka ternyata selelah ini berada di hutan terdalam Yuelong. Aku tidak pernah bisa benar benar tenang saat di tempat ini." Gumamnya. Ia pun tiba tiba teringat dengan kubah pelindung yang dibuat oleh Li Xiang yang mana kubah itu melindungi bagian terluar dan tengah hutan Yuelong.


Jika monster di hutan terdalam ini ada banyak, lalu memiliki kekuatan yang besar bila bersatu, maka kenapa mereka tidak menghancurkan kubah pelindung yang dibuat Li Xiang? Mungkin saja karena kubah itu, mereka tak bisa bergerak bebas atau merasa wilayah kekuasaannya direbut oleh manusia. Bukankah seharusnya mereka bertindak? Atau mungkin mereka tak peduli dengan hal itu?


Xiao Xing Fu membuang jauh jauh pikirannya. Ia mengubah posisinya menjadi duduk. "Sudahlah, lagi pula untuk apa aku memikirkan itu?" Gumamnya. Ia melihat ke atas langit yang gelap dan dipenuhi bintang.


"Aku merindukan ibu dan ayah.." Gumam Xiao Xing Fu. "Jika saja aku tidak pergi saat itu, jika saja aku tidak meninggalkan mereka, semua kejadian ini tidak akan pernah terjadi padaku. Bila saja.. bila saja monster monster itu tidak datang, keluargaku akan tetap utuh. Aku tidak akan sendirian seperti ini." Ia memeluk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya pada lutut.

__ADS_1


"Ini semua salahku.. seharusnya kejadian ini tidak pernah terjadi padaku. Dengan begitu, aku akan tetap bahagia bersama orang tuaku saat ini. Tapi kenapa takdir begitu kejam padaku? Semua yang kumiliki direnggut begitu saja!"


"Aku merindukan mereka.." Lirih Xiao Xing Fu.


__ADS_2