Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
46 -Perayaan Sayap Pelindung II


__ADS_3

Kini hari semakin larut. Semua makanan yang diberikan ketiga pedagang pada Li Xiang sudah habis dimakan oleh remaja itu sendirian.


"Hah.. kenyangnya~ Yang lebih menyenangkan, semua makanan itu gratis." Ucap Li Xiang.


"Dasar pelit!" Kesal Xiao Xing Fu. "Setidaknya berikan aku satu dari roti yang kau dapatkan!"


"Sudah habis. Kau mau aku mengeluarkannya?" Li Xiang membuka mulut dan seolah akan memasukkan tangannya ke dalam.


"Cih, tidak perlu! Aku tidak mau memakannya!" Xiao Xing Fu memakan tanghulu di tangannya. Ia membelinya tadi dengan uang Xiao Lei.


"Yasudah, kalau begitu jangan protes," Li Xiang mengangkat kedua bahunya, tidak peduli.


"Pertunjukan drama akan diadakan sebentar lagi. Bagaimana? Apa kau ingin melihatnya, Fu'er?" Ucap Xiao Lei.


"Drama? Aku ingin tahu. Sepertinya akan menyenangkan." Xiao Xing Fu tersenyum.


"Kalau begitu sudah diputuskan. Kita akan langsung ke tempat itu sekarang juga. Drama tidak akan diadakan di atas panggung teater. Hanya di sebuah lapangan. Jadi kita harus cepat ke sana agar bisa melihatnya dari dekat." Ucap Xiao Lei sambil berjalan lebih dahulu bersama dengan Xiao Xing Fu.


"Heh, kalian tidak bertanya padaku? Kalian meninggalkanku begitu saja." Li Xiang menyusul keduanya.


"Aku tidak peduli dengan pendapatmu. Jika kau tidak ingin melihatnya, kau pergi saja ke tempat lain." Ketus Xiao Lei.


"Cih"


Xiao Xing Fu menghentikan langkahnya sambil menatap ke arah samping, "Kakek, aku ingin membeli itu terlebih dahulu." Ia menunjuk penjual topeng di dekatnya.


Xiao Lei ikut berhenti dan melihat ke arah dimana Xiao Xing Fu menunjuk, "Untuk apa? Kau ingin bermain?"


"Y-yah.. begitulah. Topeng kucing berwarna hitam itu terlihat bagus. Dan juga, topeng itu memiliki bentuk yang sama dengan topeng yang dipakai oleh Sayap Pelindung itu."


"Baiklah." Xiao Xing Fu dan Xiao Lei akhirnya menghampiri tempat penjual topeng.


"Hah.. kalian selalu saja mengabaikanku. Jika saja aku tau akan seperti ini, lebih baik aku tidak menyetujui keinginanmu untuk ikut selama sebulan," bibir Li Xiang melengkung ke atas. Ia berjalan mendekati keduanya.


"Berapa?" Ucap Xiao Lei.


"Ah, ini tidak mahal Tuan. Hanya 10 koin emas saja." Ucap penjual sambil tersenyum.


"Hah? Kau pikir itu tidak mahal? Untuk orang biasa pasti mahal. Hanya untuk sebuah topeng kau menjualnya 10 koin emas." Xiao Lei mengerutkan dahinya.


"Tuan, topeng ini memiliki bentuk yang sama seperti apa yang dipakai oleh Sayap Pelindung. Jadi harga topeng ini pun mahal." Ucap Penjual.


"Kalau kakek tidak memiliki uang, tidak masalah. Kita langsung pergi saja ke tempat itu," Xiao Xing Fu merasa tak enak karena meminta sesuatu pada Xiao Lei. Walaupun Xiao Lei kakeknya, namun karena ia belum lama bertemu dengannya, ia menjadi segan untuk meminta sesuatu padanya.


"Tidak masalah Fu'er, berapapun harganya–"

__ADS_1


"Aku yang akan membelinya. Berikan topeng itu." Li Xiang memberikan 10 koin emas pada penjual.


"Ah, kalau begitu, ini menjadi milikmu Tuan Muda." Penjual memberikan topeng yang ia pegang pada Li Xiang.


"Hmph! Katakan saja jika kau tidak sanggup membelinya, Lei." Sombong Li Xiang.


Xiao Lei menjadi kesal, "Siapa yang kau katakan tidak sanggup? Aku sanggup membelinya! Apa masih ada topeng yang sama seperti itu?"


"Maafkan saya, Tuan. Hanya tersisa itu saja." Ucap penjual yang merasa bersalah.


"Heh, kau tidak bisa mendapatkannya lagi. Semua sudah habis." Li Xiang tersenyum sinis. Ia pun memperhatikan topeng yang digenggamnya. "Ini untukumu." Ia menyodorkannya pada Xiao Xing Fu.


Xiao Xing Fu mengangkat sebelah alisnya, "Kau yang membelinya. Jadi itu milikmu. Jangan pedulikan aku."


"Tidak, aku membelinya untukmu. Karena kakekmu itu tidak punya uang untuk memberikan kebahagiaan pada cucunya," Li Xiang melirik Xiao Lei dengan sinis.


"Jangan seenaknya mengatakan itu! Kau diam saja!" Xiao Lei mengepalkan tangannya dengan gigi yang menggertak.


"Astaga, jangan memancing keributan. Kau selalu saja mengajak ribut kakek." Kesal Xiao Xing Fu.


Li Xiang mengangkat bahunya tak peduli. Ia mendekat pada Xiao Xing Fu dan memakaikannya topeng yang ia pegang.


"Apa yang kau lakukan?" Ucap Xiao Xing Fu tanpa melakukan apapun.


Xiao Xing Fu memegang topeng yang ia kenakan. "Tapi ini milikmu. Kau saja yang pakai."


"Tidak. Aku sudah mengatakannya tadi. Aku membelinya untukmu. Sekarang ayo cepat kita pergi," Li Xiang langsung pergi setelah mengatakan itu.


"Hah.. tidak apa. Pakai saja." Ucap Xiao Lei saat melihat Xiao Xing Fu menatapnya. "Sekarang kita harus segera pergi agar bisa mendapatkan tempat paling depan di pertunjukan itu."


Xiao Xing Fu mengangguk dan langsung mengikuti kakeknya. Ia menghela nafas, "Padahal aku ingin membelinya agar dia memakainya. Aku ingin lihat seperti apa dia bila memakai topeng ini. Huft.. tapi bukannya dia yang pakai, malah aku yang memakainya."


***


Pertunjukan yang ditunggu akhirnya dimulai. Terlihat seseorang memakai topeng kucing hitam sedang bertarung dengan beberapa orang di depannya. Pertunjukan sudah akan segera berakhir, karena pertunjukan dimulai sejak tadi. Jadi Xiao Lei, Li Xiang dan Xiao Xing Fu sudah telat. Mereka bahkan hanya bisa melihatnya dari jarak yang cukup jauh.


"Hah.. maafkan kakek. Kakek lupa bila pertunjukan akan dimulai lebih awal dari yang dijadwalkan." Ucap Xiao Lei yang tampak menyesal.


"Huh, dasar pak tua. Kau sudah mulai pikun ya sekarang?" Ketus Li Xiang.


"Kau juga sudah tua. Dasar tua bangka." Kesal Xiao Lei.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak dengar. Suara mereka terlalu berisik, jadi aku tidak bisa mendengar suaramu yang kecil seperti semut." Li Xiang menempelkan tangannya ke dekat telinga, seolah ia benar benar tak bisa mendengar ucapan Xiao Lei.


"Pasti karena kau sudah menjadi tua bangka, telingamu tidak bisa berfungsi dengan baik." Datar Xiao Lei.

__ADS_1


"Hah? Apa yang kau ucapkan? Aku tidak dengar." Li Xiang mengorek telinganya.


Xiao Lei mengepalkan tangannya dan memperlihatkan itu pada Li Xiang, "Kau.."


"Apa? Kau ingin mengajakku berkelahi? Ayo. Aku akan memperlihatkan bagaimana aku akan mengalahkanmu." Li Xiang juga memperlihatkan kepalan tangan kanannya.


Xiao Xing Fu yang berdiri diantara Li Xiang dan Xiao Lei menjadi risih. Ia menatap satu persatu orang itu dibalik topeng yang ia pakai, "Apa kalian tidak bisa diam? Kita sudah sampai di sini dan kita sudah telat. Jadi kalian tetaplah diam! Jangan mengganggu orang lain!"


"Apa yang kau katakan? Seharusnya yang kau katakan mengganggu orang lain adalah kakekmu. Dia yang memulai terlebih dahulu," Li Xiang menatap Xiao Lei sinis.


"Jangan melempar kesalahanmu padaku!" Kesal Xiao Lei.


"Jangan terus bertengkar." Xiao Xing Fu menatap Xiao Lei dan Li Xiang bergantian dengan tatapan tajam.


Li Xiang dan Xiao Lei langsung diam. Mereka melihat ke arah pertunjukan diadakan. Melihat itu, Xiao Xing Fu tersenyum dan kembali melihat ke arah pertunjukan juga.


Setelah hari sudah sangat larut, ketiganya pergi kembali ke penginapan yang sudah dipesan oleh Xiao Lei. Hanya 2 kamar yang ia pesan.


"Kau tidur di luar." Ucap Xiao Lei datar sambil memandang Li Xiang.


Li Xiang berkedip, "Hah? Aku tidur di luar? Kenapa? Kau sudah memesan 2 kamar. Jadi aku bisa masuk ke salah satu ruangan yang kau pesan. Kenapa aku harus di luar?"


"Jika kau tidak mau tidur di luar, kau pesan sendiri dan bayar penginapan dengan uangmu sendiri."


"Kenapa kau jahat sekali? Aku saja selalu membayar ruang penginapan untuk cucumu itu. Lalu sekarang kenapa kau tidak mau membayarkannya untukku?" Li Xiang berekspresi sedih.


"Kau selalu memesan satu kamar agar uangmu hemat. Lalu aku selalu kau suruh tidur di lantai." Ucap Xiao Xing Fu datar.


"Di lantai?" Xiao Lei menatap Li Xiang dengan tajam.


"Heh, aku hanya menyuruhnya tidur di lantai. Bukan di atas tumpukan mayat. Jadi tidak perlu khawatir." Ucap Li Xiang dengan santai.


"Fu'er, kau cepat masuk. Tidak perlu pedulikan orang seperti dia. Langsung saja istirahat." Xiao Lei mendorong pelan punggung Xiao Xing Fu untuk masuk ke dalam kamar yang ada di sebelahnya.


Xiao Xing Fu mengangguk, "Baiklah kakek." Ia segera membuka kunci pintu dan langsung masuk ke dalam sambil menutup pintu kembali.


Setelah membuka kunci pintu, Xiao Lei berniat masuk. Namun tangannya ditahan oleh Li Xiang, "Aku bagaimana?" Ucapnya dengan wajah memelas.


"Jika kau tidak ingin tidur di luar, pesan kamarmu sendiri. Tapi bukan di penginapan ini. Karena di sini sudah penuh." Ketus Xiao Lei. Ia melepaskan tangan Li Xiang darinya dan langsung masuk ke dalam.


Mata Li Xiang berkaca kaca, "Huh, kalian sama sama jahat padaku. Cucu dan kakek memang tidak ada bedanya."


Pintu Xiao Xing Fu yang awalnya tertutup kini sedikit terbuka, "Masuk jika kau tidak mau tidur di luar." Ucapnya datar.


Li Xiang memandang Xiao Xing Fu dengan mata berbinar. Ia mengangguk semangat dan langsung masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2