
Xiao Xing Fu langsung berdiri dan langsung melemparkan pakaian luar Li Xiang yang ada padanya ke tanah. Walaupun kepalanya terasa sedikit pusing dan kakinya terasa sakit, ia tetap saja berdiri dan langsung berjalan pergi meninggalkan Li Xiang yang masih terdiam.
Setelah Xiao Xing Fu pergi beberapa detik lalu, Li Xiang tersadar dari lamunannya. Ia segera melihat ke arah dimana Xiao Xing Fu pergi. Ia pun melihat pakaian luarnya yang ada di tanah. Setelah itu, ia segera memakainya dan pergi menyusul Xiao Xing Fu. "Tunggu, kenapa kau pergi?"
Xiao Xing Fu melirik ke belakang tanpa berhenti berjalan. "Jangan dekat dekat denganku!" Ia pun berjalan lebih cepat.
Melihat itu, Li Xiang semakin menambah kecepatannya berjalan untuk menyusul Xiao Xing Fu, "Ayolah.. jangan marah seperti itu. Aku minta maaf bila perbuatanku menyakitimu." Bujuknya.
Xiao Xing Fu semakin menambah kecepatan ketika melihat Li Xiang semakin dekat, "Aku sudah mengatakan padamu. Jangan mendekatiku!" Ia melirik ke belakang sebentar. Lalu melihat ke depan kembali.
Li Xiang semakin mempercepat jalannya, "Jangan marah padaku seperti itu. Aku akan memberimu permen jika kau memaafkanku." Bujuknya.
"Kau kira aku anak kecil?!" Xiao Xing Fu semakin mempercepat jalannya.
Li Xiang pun tak mau kalah. Ia semakin mempercepat jalannya, "Kalau begitu, aku akan memberikanmu tanghulu sebanyak yang kau mau. Kau menyukai manisan, bukan?"
"Aku tidak mau! Menjauh dariku! Apa kau tidak mengerti juga?! Aku tidak mau memaafkanmu!" Xiao Xing Fu mulai berlari.
"H-hei, jangan seperti itu. Maafkan aku.." Li Xiang ikut berlari hingga keduanya nampak bermain kejar kejaran.
"Jangan marah terus seperti itu padaku. Aku akan memberikan banyak permen dan tanghulu untukmu." Ucap Li Xiang.
"Jangan mendekatiku! Aku tidak mau memaafkanmu!" Teriak Xiao Xing Fu. Ia semakin mempercepat larinya.
"Rupanya kau mau bermain kejar kejaran ya? Kalau begitu, aku akan menangkapmu." Li Xiang tiba tiba saja menghilang dengan cepat dan muncul tepat di depan Xiao Xing Fu.
Xiao Xing Fu terkejut dengan kemunculan Li Xiang yang tiba tiba ada di hadapannya. Dengan segera ia berhenti agar dirinya tidak menabrak gurunya. Ia terdiam beberapa saat. Namun tak lama, ia berbalik dan hendak pergi.
"Aku menangkapmu!" Li Xiang memeluk Xiao Xing Fu dari belakang sebelum anak itu menjauh darinya lagi. "Kau mau kemana lagi? Aku sudah menangkapmu."
"Lepaskan aku! Jangan menyentuhku!" Teriak Xiao Xing Fu dengan marah. Ia memberontak untuk lepas. Namun Li Xiang tidk mau melepaskannya.
"Permainan kejar kejaran sudah berakhir. Jangan lari lagi. Dengarkan aku."
Xiao Xing Fu berhenti memberontak ketika mendengar ucapan Li Xiang. Namun ekspresinya masih tetap marah.
Li Xiang tersenyum ketika melihat Xiao Xing Fu tidak memberontak lagi. "Aku minta maaf bila aku sudah menyakiti perasaanmu. Tapi aku benar benar tidak berniat menyakitinya. Aku tidak berpikir bila kau akan seperti ini. Aku hanya bercanda saja saat itu."
Xiao Xing Fu melepaskan tangan Li Xiang yang melingkar di perutnya. Ia pun berbalik menghadap pada gurunya, "Bercandamu itu sudah keterlaluan! Apa kau tidak memikirkannya?!" Bentak Xiao Xing Fu.
"Maka dari itu, aku minta maaf padamu. Aku akan memberimu permen jika kau mau memaafkanku." Ucap Li Xiang dengan ekspresi memelas.
Xiao Xing Fu malah bertambah kesal. Ia langsung menginjak kaki Li Xiang, "Aku bukan anak kecil yang bisa kau bujuk dengan sebuah permen!"
__ADS_1
"Kalau begitu, kau ingin tanghulu?" Ucap Li Xiang semangat.
"Aku tidak mau! Aku tidak mau memaafkanmu!" Bentak Xiao Xing Fu.
Li Xiang berekspresi sedih, "Katakan apa yang kau mau agar kau mau memaafkanku."
Kruyuukk
Perut Xiao Xing Fu tiba tiba berbunyi. Ia pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kau lapar?" Ucap Li Xiang.
Xiao Xing Fu mendengus. Ia tidak mengatakan apapun. Rautnya tetap kesal.
"Hehe, kalau begitu aku akan membuatkanmu makanan. Jika aku membuatkannya, kau akan memaafkanku 'kan?" Ucap Li Xiang semangat.
Xiao Xing Fu tidak mengatakan apapun.
"Kau tunggu di sini. Aku akan pergi berburu terlebih dahulu. Setelah itu, aku akan memasak makanan dan kau akan memaafkanku setelahnya!" Dengan semangat, Li Xiang langsung pergi dengan cepat.
***
"Ini, makanlah." Li Xiang menyodorkan daging bakar pada Xiao Xing Fu setelah selesai membuatnya.
"Enak bukan? Bagaimana? Kau akan memaafkanku 'kan? Aku sudah membuatkanmu daging bakar." Li Xiang nampak masih bersemangat.
"Tidak." Ketus Xiao Xing Fu.
Bibir Li Xiang melengkung ke atas. Tampak kecewa, "Kenapa? Aku sudah membuatkanmu ikan bakar."
"Jika kau memberikan semua daging bakar yang tersisa, mungkin aku akan memikirkannya kembali." Ketus Xiao Xing Fu.
Senyuman mengembang di bibir Li Xiang. Ia mengangguk dengan cepat, "Kau bisa mengambilnya. Termasuk bagianku. Asalkan kau mau memaafkanku."
Xiao Xing Fu hanya mengangguk. Akhirnya rasa marah dan kesalnya luluh dengan makanan enak. Ini 'lah salah satu teknik Li Xiang dalam menenangkan orang yang marah, dengan memberikan makanan enak.
Disela makannya, Xiao Xing Fu melirik Li Xiang. Gurunya terus saja menatap ke arahnya dengan senyum, membuatnya menjadi risih. "Kenapa kau terus menatapku?!"
"Aku hanya senang saja karena kau mau memaafkanku." Senyuman Li Xiang semakin mengembang.
Xiao Xing Fu fokus kembali pada makanannya setelah mendengar ucapan Li Xiang. Ia pun kembali membuka suara setelah menelan daging yang baru ia telan, "Apa semua yang kau ucapkan saat malam semuanya hanyalah kebohongan?" Ucapnya pelan.
"Ya. Tapi ada sebagian yang merupakan kebenaran." Ucap Li Xiang santai.
__ADS_1
Xiao Xing Fu langsung menatap Li Xiang ketika mendengar ucapannya. Ia menelan ludah, "Bagian mana yang merupakan kebenaran?"
"Bagian tentang kau bukan sepenuhnya manusia." Jawab Li Xiang enteng.
Xiao Xing Fu terkejut. "Jadi maksudmu, aku memang benar benar sudah mati dan tubuh ini bukan tubuh asliku, melainkan–"
"Bukan itu. Kau memang sudah mati. Aku membangkitkanmu. Tapi tubuhmu saat ini memang asli tubuhmu sendiri. Bukan tumpukan mayat. Bagian itu hanya karanganku saja."
Xiao Xing Fu kembali terkejut. "Jadi aku benar benar.. sudah mati?"
"Begitulah.." Ucap Li Xiang enteng. "Lalu alasan kenapa jumlah mayat hanya ada sedikit saat kita ke sana adalah karena aku membakarnya sebagian. Aku juga memadamkan semua apinya sebelum pergi. Karena jika tidak, maka hutan di dekat desa Yunxu akan terbakar."
Xiao Xing Fu terdiam beberapa saat. Ia menenangkan dirinya sebentar. Setelah itu, ia kembali menatap Li Xiang, "Lalu bagaimana caramu membangkitkan orang yang sudah mati sepertiku? Semua orang tahu, tidak mungkin seseorang yang sudah mati bisa hidup kembali." Ucapnya serius.
"Mudah saja. Aku menemukan benda yang bisa menghidupkan seseorang kembali. Lalu aku memasukannya ke dalam mulutmu." Ucap Li Xiang dengan enteng.
"Tidak mungkin ada benda seperti itu! Jangan mencoba membohongiku lagi!" Kesal Xiao Xing Fu.
"Aku tidak mencoba membohongimu. Tidak peduli kau percaya ataupun tidak dengan ucapanku, tapi kenyataannya memang seperti itu."
Xiao Xing Fu terdiam. Ia pun menatap Li Xiang serius, "Lalu apa alasanmu membangkitkanku? Aku tidak pernah menanyakan hal ini padamu sama sekali. Kenapa kau mau membangkitkanku padahal kau tidak mengenalku sama sekali. Begitupun denganku."
"Aku mengenalmu."
"..." Xiao Xing Fu menyimak apa yang akan dikatakan Li Xiang selanjutnya.
"Kau yang pertama kali mendatangiku dan memberikanku roti dengan koin perak. Jadi aku mengenalmu." Li Xiang tersenyum kekanakan.
"Tidak mungkin hanya karena itu!" Sanggah Xiao Xing Fu. "Katakan, sebenarnya apa alasannya? Apa tujuanmu melakukan itu? Apa yang kau inginkan dariku?" Ucapnya serius.
"Hah~ kenapa kau jadi banyak bertanya? Aku malas menjawabnya." Li Xiang menghela nafas.
"Jawab saja!"
Li Xiang menatap tepat pada mata Xiao Xing Fu. Ia tersenyum, "Karena kau mirip dengan seseorang yang kukenal."
"Siapa?" Ucap Xiao Xing Fu dengan penasaran.
"Kera." Ucap Li Xiang enteng.
Xiao Xing Fu menjadi kesal ketika mendengar ucapan Li Xiang. Ia pun melemparkan daging bakar yang baru ia makan setengah ke wajah gurunya, "Kau menjengkelkan!"
"Aakhh, mataku!"
__ADS_1