Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
37 -Identitas Pelaku


__ADS_3

"Kau pernah mengatakan padaku nama anakmu. Kalau tidak salah namanya adalah Xiao Shen?"


Xiao Lei mengangguk ketika mendengar ucapan Li Xiang, "Kau ternyata masih ingat, walaupun sudah puluhan tahun."


"Heh, jangan meremehkan ingatanku yang tajam." Ucap Li Xiang sombong. "Aku memiliki berita baik dan buruk untukmu. Bagaimana? Berita apa yang ingin kau dengar terlebih dahulu?"


Xiao Lei menatap Li Xiang dengan aneh. "Berita untukku? Apa ini tentangmu?"


Li Xiang mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi santai, "Entahlah.. kau akan mengetahuinya bila sudah memilih."


"Berita buruk, kurasa?" Xiao Lei berucap dengan ragu.


Li Xiang tersenyum, "Seperti Lei yang kukenal. Kau akan memilih berita buruk terlebih dahulu. Baiklah, aku akan mengatakannya."


Xiao Lei semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan Li Xiang padanya. Ia pun memperhatikan dengan seksama.


"Berita buruknya adalah... putramu, Xiao Shen sudah meninggal." Li Xiang menyipitkan mata sambil menatap Xiao Lei. Ia ingin tahu bagaimana reaksinya.


Xiao Lei diam tak berekspresi, "Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu? Kau sendiri tidak tahu bagaimana wajah putraku."


"Sudah kuduga kau tidak akan mempercayainya tanpa ada bukti. Maka dari itu, aku membawa sesuatu untukmu." Li Xiang tersenyum. Ia pun mengambil sesuatu dari dalam cincin ruangnya dan menunjukkan itu pada Xiao Lei. "Ini pasti milik putramu, bukan?" Ia menyodorkan sebuah token kayu berbentuk persegi panjang pada Xiao Lei.


Xiao Lei terkejut dan langsung mengambil token yang ada di tangan Li Xiang. Tertulis nama Xiao Shen dengan warna emas di sana. Terdapat juga tulisan lain dibaliknya, yang bertuliskan giok bulan dengan gambar bulan emas. Token sekte giok bulan tidak bisa dibuat sembarangan dan tidak bisa dipalsukan. Jadi tidak mungkin ada token yang dipalsukan oleh orang lain. "B-bagaimana.. bagaimana kau bisa mendapatkannya?"


"Akan kukatakan nanti. Yang jelas sekarang, Xiao Shen sudah mati. Kau lihat sendiri, hampir sebagian lukisan bulan pada token itu menghilang. Bukankah itu artinya dia sudah mati?" Li Xiang tersenyum. "Kudengar bila lukisan bulan pada token sekte giok bulan tidak akan menghilang kecuali bila pemiliknya sudah mati. Dan kau sudah melihatnya sendiri sekarang, sebagian darinya menghilang yang menandakan dia sudah mati."

__ADS_1


Xiao Lei menatap token di tangannya dengan tak percaya, "Shen'er.. sudah mati? Bagaimana.. mungkin?" Gumamnya.


Xiao Lei tiba tiba langsung mencengkram kerah Li Xiang dengan satu tangan. Ia menatap Li Xiang dengan marah, "Apa kau yang membunuhnya?! Kau membunuh putraku?! Aku tahu kau membenci sekte aliran putih, tapi bukan berarti kau bisa membunuh Shen'er, Jian!"


Li Xiang mengerutkan kening, "Aku tidak membunuhnya. Jangan asal menuduhku begitu saja!"


"Kalau begitu, bagaimana mungkin kau memiliki tokennya?!" Ucap Xiao Lei dengan keras.


"Aku bisa menjelaskannya padamu. Tapi lepaskan aku, sebelum aku memotong tanganmu." Ucap Li Xiang datar.


Xiao Lei langsung melepaskan cengkramannya pada Li Xiang. Tatapannya masih terlihat marah. Ia masih tidak percaya bila anaknya sudah mati. Ini pasti bohong!


"3 tahun lalu, saat aku berada di kota Taiyang. Di sana aku bertemu dengan seorang anak yang mengingatkanku padamu." Li Xiang berucap tanpa ekspresi. "Lalu saat itu, aku berniat kembali ke hutan Yuelong setelah menyelesaikan urusanku di kota itu. Namun secara kebetulan, saat aku melewati sebuah desa, bernama desa Yunxu, terjadi pembantaian di sana." Ia berhenti sejenak.


Xiao Lei masih memperhatikan setiap ucapan Li Xiang. Ia meremas token yang digenggamnya.


Saat pembunuh itu akan membunuh kedua orang tua dari anak yang kutemui, anak itu terus menghalanginya dan akhirnya tertusuk oleh pedang dari pembunuh. Tak lama setelahnya, kedua orang tua dari anak itu mencoba melarikan diri tanpa mempedulikan anak mereka. Namun pembunuh itu langsung membunuh keduanya sebelum mereka pergi.


Setelah melakukan semua pembantaian di desa dalam semalam, pembunuh dari pembantaian itu langsung pergi begitu saja. Pembunuh itu mungkin berpikir bila semua orang di sana sudah mati, bahkan untuk anak yang baru saja dibunuhnya.


Karena aku sedang tidak memiliki pekerjaan apapun, aku langsung pergi mengikuti orang itu. Tidak jauh dari desa, aku melihatnya tanpa menggunakan topeng yang dipakainya saat pembantaian. Jadi aku tahu bagaimana wajahnya. Lalu dia bunuh diri dengan menusuk jantungnya. Bodoh bukan? Setelah membantai orang orang, dia malah membunuh dirinya sendiri." Li Xiang tersenyum sinis.


"Lalu? Apa maksudmu, Xiao Shen adalah salah satu dari orang tua yang kau katakan tadi?" Xiao Lei semakin meremas token yang dipegangnya.


Li Xiang menggelengkan kepala, "Bukan. Tapi anakmu 'lah pembunuhnya. Lalu setelah melakukan pembantaian dalam semalam, dia langsung bunuh diri."

__ADS_1


Xiao Lei terkejut mendengar ucapan Li Xiang, "Tidak mungkin Shen'er akan melakukan hal seperti itu! Dia tidak pernah membunuh manusia! Tidak mungkin dia melakukannya! Kau pasti berbohong!"


"Untuk apa aku berbohong? Dan bagaimana mungkin kau mengatakan bila salah satu dari orang tua yang kusebutkan adalah anakmu? Padahal keduanya tidak mempedulikan anak yang kutemui. Apa kau pikir, jika putramu memiliki anak, dia tidak akan mempedulikan keselamatan anaknya dan hanya akan pergi melindungi dirinya sendiri?" Ucap Li Xiang dengan sinis.


Xiao Lei dibuat bungkam oleh ucapan Li Xiang. Anaknya tidak mungkin seperti itu. "Lalu.. bagaimana mungkin Shen'er membunuh? Terlebih dia membantai seluruh penduduk desa? Tidak mungkin dia melakukan itu hanya untuk sebuah kesenangan!"


"Aku tidak mengatakan bila dia melakukannya untuk bersenang senang." Li Xiang tersenyum miring. "Alasannya karena dia marah dengan penduduk desa Yunxu. Kau tahu, orang orang di desa itu berniat menjadikan anaknya sebagai persembahan sebuah ritual yang diadakan satu tahun sekali. Lalu apa kau tahu, siapa anak dari putramu?"


Xiao Lei terdiam. Ia tidak menyangka bila putranya sudah memiliki anak.


"Anak yang kuceritakan tadi. Anak yang kutemui di kota Taiyang. Dia adalah anak dari Shen'er, putramu. Putramu tanpa sengaja membunuhnya, lalu putramu bunuh diri karena penyesalan. Jadi bisa dikatakan, cucumu mati karena anakmu. Lalu anakmu mati karena cucumu. Jadi apa kau sekarang mengerti, bagaimana Shen'er mati?"


Xiao Lei terkejut. Mulutnya bungkam, seolah tak bisa mengatakan apapun setelah mendengar penjelasan Li Xiang. Benar benar tidak terduga! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi pada anaknya?!


"Bagaimana aku bisa tahu bila itu adalah anakmu? Bagaimana aku bisa tahu bila anak yang kutemui adalah cucumu? Bagaimana aku bisa tahu tentang ritual yang akan diadakan di desa Yunxu, padahal selama ini aku selalu ada di hutan Yuelong? Dan bagaimana aku bisa mengetahui alasan putramu bunuh diri? Apa kau memikirkan tentang itu semua?"


Xiao Lei langsung berlutut di lantai. Ia merasa sangat sedih ketika mendengar cerita Li Xiang. Kenyataan yang begitu menyakitkan untuknya!


"Apa kau masih ingin mendengar penjelasanku atau tidak, Lei? Jika ya, maka aku akan menjelaskannya satu persatu dan menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam pikiranmu." Ucap Li Xiang. Ia langsung berdiri dari posisi duduknya.


***


Di lantai bawah, Xiao Xing Fu sudah menghabiskan makanannya. Bahkan makanan milik gurunya yang belum habis. Namun sampai saat ini pun, gurunya belum kembali. "Sebenarnya apa yang dia lakukan? Kenapa lama sekali? Bahkan setelah aku menghabiskan makanan miliknya, tetap saja dia belum kembali! Menyebalkan! Dia lambat sekali. Apa yang dia cari?!" Kesal Xiao Xing Fu.


Xiao Xing Fu berdiri. Ia sudah lelah menunggu dan memutuskan untuk pergi menemui gurunya. Bukan hanya karena gurunya terlalu lama, tapi juga karena makanan yang ia makan belum dibayar. Jika pelayan di penginapan ini menagihnya, ia tidak akan bisa bayar.

__ADS_1


Namun sebelum Xiao Xing Fu pergi ke lantai atas, suara dari pelayan wanita terdengar. "Tuan Muda, makanan Anda–"


"Aku akan pergi menyusul temanku terlebih dahulu. Dia yang akan membayarnya. Tenang saja, aku tidak akan melarikan diri." Potong Xiao Xing Fu. Setelah mengatakan itu, ia langsung pergi ke lantai atas.


__ADS_2