
Keesokan paginya, Lin Hao, Xiao Xing Fu dan Li Xiang pergi keluar dari sekte sambil membawa surat izin dari Patriarch yang memperbolehkan mereka keluar. Dengan begitu, maka penjaga gerbang akan memperbolehkan mereka keluar dengan cepat.
Mereka pergi menuju kota yang berada dekat dengan sekte. "Hah~ ini terasa seperti udara kebebasan. Aku jadi merasa terkurung dibalik jeruji besi saat berada di tempat Wei selama ini," Li Xiang menghirup udara pagi yang terasa sedikit dingin dalam dalam.
Xiao Xing Fu tidak berekspresi, "Ya, seharusnya aku menaruhmu dalam kandang burung agar kau benar benar berada di balik jeruji."
"Uh, jahatnya.. bagaimana bila ada orang yang mengambilku dan menjualku saat aku berada di dalam sana? Kau ingin tanggung jawab?"
"Mn, aku kasihan dengan orang yang ingin mengambilmu. Dia pasti akan sangat kesulitan menanganimu."
Li Xiang menggelembungkan pipinya dengan kesal, "Kau..."
"Hehe, sudahlah. Ming, kau ingin makan apa? Kau juga, Xing Fu?" Ucap Lin Hao.
"Eh? Aku? Memangnya kita ke kota untuk apa?" Heran Xiao Xing Fu.
"Aku akan mentraktir kalian berdua. Jadi aku membawa kalian ke kota. Aku juga akan mengajak kalian berjalan jalan di sini."
"Dia tidak mengatakan apapun padaku kemarin tentang makan," Xiao Xing Fu melirik Li Xiang.
"Ini kejutan. Bagaimana? Apa kau terkejut?" Li Xiang tersenyum percaya diri.
"Tidak sama sekali," datar Xiao Xing Fu.
***
"Apa ini Patriarch?! Apa yang Anda lakukan?! Kenapa Anda ingin menahan saya?" Ucap Tetua Ling dengan kesal. Kedua tangannya ditahan oleh dua Tetua lain di depan kediamannya sendiri. Awalnya Bai Wei mendatangi rumahnya bersama dengan Bai Nuan dan dua Tetua lain. Namun tiba tiba Patriarch memerintahkan agar kedua Tetua menahannya. Lalu Patriarch mengatakan jika dirinya akan ditahan.
__ADS_1
"Kau sudah berkhianat. Kau bekerja sama dengan sekte aliran hitam! Dan kau masih memiliki keberanian menanyakan hal itu di depan Patriarch?!" Ucap salah satu Tetua dengan kesal. Di sekte ini memang ada beberapa Tetua yang ingin mengambil alih posisi Patriarch, tapi mereka takkan menjatuhkan pemimpin mereka sendiri. Juga, tidak semua Tetua menginginkan posisi itu.
"Hah? Apa buktinya?! Jangan menduduhku sesuka kalian!" Kesal Tetua Ling.
"Apa kau bisa menjelaskan ini, Tetua Ling?" Patriarch menyodorkan kertas perjanjian pada Tetua Ling dan langsung dibaca oleh pria itu.
"A-apa maksud Patriarch? I-ini pasti.. ada yang menuduhku melakukannya! Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu padamu, Patriarch."
"Tetua Ling, kau masih saja tidak mengaku! Bahkan di depan ayah! Ayah sendiri yang memberikan bukti itu padamu dan kau mengatakan bila ayahku salah?" Kesal Bai Nuan.
"T-tidak, Nona Bai, ini memang bukan aku yang melakukannya! Patriarch, siapa yang memberikan itu?"
Bai Wei melihat setiap perubahan ekspresi yang diperlihatkan pria itu. Sudah jelas bila dia sedang gugup dan tidak tenang. "Jangan mengelak. Kau sudah terbukti melakukan pengkhianatan. Sekarang lebih baik kau merenungkan semua yang sudah kau lakukan di penjara. Tetua, bawa dia ke penjara bawah tanah."
"Baik, Patriarch," kedua Tetua menarik Tetua Ling dengan paksa, walaupun pria itu terus memberontak.
Bai Wei tersenyum miring, "Sekte racun sudah tidak ada. Kau belum mendengar beritanya ya, Tetua Ling? Ada seseorang yang menghancurkan tempat itu sekitar 2 hari yang lalu dan dia menghabisi semua orang orang di sana dalam satu malam, tak terkecuali pemimpin sekte. Tidak akan ada seorangpun yang menolongmu, Tetua Ling. Lebih baik kau renungkan saja apa yang sudah kau lakukan."
"A-apa?!" Tetua Ling terkejut.
***
"Yeah! Selamat makan!" Ucap Li Xiang dengan senang. Ia langsung menyantap chow mein yang tersaji di atas meja.
Berbagai makanan terlihat di atas meja. Seperti jianbing, hainan jifan, wonton dan baozi. Kebanyakan makanan makanan di atas meja adalah pesanan dari Li Xiang. Remaja itu memakan makanannya dengan rakus dan cepat.
"Dia seperti sedang dirasuki roh jahat. Lihat saja bagaimana dia makan." Gumam Xiao Xing Fu. "Makananku tidak cukup disimpan di meja."
__ADS_1
Lin Hao menegak ludahnya kala melihat semua makanan yang dipesan oleh Li Xiang. "Banyak sekali.. uangku akan habis bila seperti ini. Aku tak menyangka dia akan banyak makan." Bahkan karena itu pula, ia hanya memesan air putih.
Xiao Xing Fu pun hanya memesan 1 porsi jianbing. Ia merasa sedikit tidak enak dengan Lin Hao, "M-maaf dia makan banyak. Jika kau keberatan untuk membayarnya, biarkan aku saja yang membayar semua yang dia makan."
Lin Hao melirik Xiao Xing Fu dengan canggung, "Apa aku terlihat keberatan dengan ini? Walaupun itu sedikit benar. Aku yang mentraktir. Jadi tidak perlu khawatir. Aku yang akan membayarnya."
"Baiklah kalau begitu. Tapi kenapa senior Lin hanya memesan air putih?"
"Ah, aku sudah makan sebelum berangkat tadi. Jadi aku masih kenyang." Lin Hao tersenyum.
Xiao Xing Fu mengangguk angguk, "Begitu.."
"aku sangat lapar. Sejak kemarin aku belum sempat makan," batin Lin Hao dengan sedih. Ia pun memperhatikan bagaimana Li Xiang yang makan dengan lahapnya. "Tidak salah lagi. Pasti dia adalah orang itu. Orang yang sering muncul di mimpiku.
Dia memberikan sebagian kekuatannya padaku. Maka dari itu, mimpi yang kulihat sebenarnya adalah kenangan buruknya. Itu adalah masa lalunya. Dia.. Li Xiang."
Sebenarnya, Lin Hao memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu seseorang yang diingat oleh orang tersebut. Syarat untuk bisa melihat masa lalunya hanyalah orang tersebut harus mentransfer sedikit energinya pada Lin Hao. Namun biasanya, disaat seseorang mentrasfer energinya pada Lin Hao, disaat itu juga seharusnya Lin Hao bisa langsung melihat masa lalunya.
Tapi apa yang terjadi padanya saat ini berbeda. Ia tidak melihat masa lalu Li Xiang saat remaja itu memberikan kekuatan padanya. Melainkan semua itu terlihat di dalam mimpinya. Itupun tidak terjadi setiap ia tidur.
Selain itu, saat melihat masa lalu seseorang, Lin Hao juga akan merasakan perasaan yang dirasakan oleh orang tersebut. Ia bisa mendengar isi hati orang tersebut disaat melihat masa lalunya. Misalnya saja saat seseorang itu mendapat perlakuan kasar dari orang tuanya pada umur 8 tahun. Maka Lin Hao bisa mendengar suara hatinya disaat kejadian itu diperlihatkan padanya.
Hanya Bai Wei yang mengetahui tentang kemampuan Lin Hao yang satu ini. Karena kemampuannya yang unik dan bisa digunakan untuk mendapat informasi tentang seseorang, maka Patriarch melarangnya untuk mengatakan hal seperti ini pada orang lain.
"Jika dia benar benar Li Xiang, lalu kenapa dia masih hidup selama ratusan tahun ini? Klan Li pun seharusnya sudah musnah karena dibantai oleh sekte sekte aliran putih." Batin Lin Hao. "Jika seperti ini, berarti dia yang tersisa dari klan Li. Apa aku harus mengatakannya pada guru kalau dia berasal dari klan Li?
Tapi jika seperti itu, apa guru akan langsung melawannya dan mencoba untuk membunuhnya? Bagaimanapun, orang orang klan Li dinyatakan sebagai pengguna kultivasi iblis yang mana itu bertentangan dengan sekte aliran putih. Bahkan di sekteku pun itu dilarang."
__ADS_1