Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
69 -Kembali


__ADS_3

Di tempat lain, di kediaman Patriarch. Setelah merasakan sakit yang luar biasa, Lin Hao akhirnya berhenti merasakan penderitaan itu. Ia terduduk dengan tubuh bersandar di dekat pintu kamar Li Xiang. Tubuhnya dibasahi oleh keringat. Nafasnya tersenggal senggal. Rasanya ia tidak kuat melakukan gerakan apapun, bahkan hanya untuk menggerakkan mulutnya saja ia merasa tidak sanggung. Rasanya sangat lelah.


Walaupun begitu, ia merasakan kekuatannya meningkat cukup pesat hanya dalam beberapa jam saja. Yang awalnya ia sudah sampai tingkat jenderal bintang 1, kini menjadi jenderal bintang 5, setara dengan kekuatan Xiao Xing Fu saat ini.


"S-sebenarnya.. apa yang dia.. lakukan.. padaku?" Batin Lin Hao.


Saat memikirkannya sambil mengatur nafas, Lin Hao mendengar adanya suara langkah kaki yang berada di dalam ruang tamu. "Siapa.. orang yang masuk.. ke dalam? Aku harus.. memeriksanya. Tapi.. aku tidak kuat berdiri."


Pintu kamar Li Xiang tiba tiba terbuka, yang membuat Lin Hao sedikit menoleh ke arahnya.


"Hm.. mereka sudah kembali?" Gumam Li Xiang. Ia pun menoleh ke arah Lin Hao dengan mata yang masih tertutup oleh kain hitam, "Oh! Kau masih hidup. Sudah kuduga kau tidak akan mati hanya karena itu," ia tersenyum lebar. "Mungkin lebih baik kau diam saja di sini. Aku yang akan menemui Xing Fu."


Li Xiang langsung pergi setelah mengatakannya. Lin Hao sendiri hanya bisa menatap kepergian Li Xiang.


***


"Xing.. Fu.." Saat sampai di ruang tamu dimana Xiao Xing Fu dan Bai Nuan berada saat ini, Li Xiang menjadi sedikit terkejut ketika melihat keadaan dari dua orang di depannya.


Xiao Xing Fu mendapatkan sayatan di dada dan perut yang cukup parah. Belum lagi goresan goresan luka lainnya. Di sudut bibirnya pun terdapat darah. Sementara, Bai Nuan juga mendapatkan luka luka goresan cukup dalam di seluruh tubuhnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Li Xiang mendekati keduanya.


"Uhuk.. kami melawan banyak roh jahat tingkat menengah. Aku juga sempat melawan roh jahat tingkat tinggi." Ucap Xiao Xing Fu dengan sedikit kesulitan.


"Tck, lebih baik kau menjelaskannya nanti. Bagaimana dengan bunga itu?"


"Kami mendapatkannya, Nuan?" Xiao Xing Fu melirik Bai Nuan, seakan meminta gadis itu untuk memberikan bunga harapan di tangannya pada Li Xiang.


Bai Nuan tidak merespon. Kepalanya terus tertunduk dengan pandangan kosong.


Xiao Xing Fu menyentuh satu bahunya dengan ekspresi bingung dan cemas, "Nuan?"


Bai Nuan melirik pemuda di sampingnya secara perlahan. Ia tiba tiba saja mencengkram leher Xiao Xing Fu dengan satu tangan dan langsung mendorongnya sampai ke tembok ruang tamu.


Boomm

__ADS_1


Pergerakannya cepat dan tidak bisa dihindari oleh Xiao Xing Fu. Jarak tempatnya berdiri dan tembok pun cukup jauh, namun gadis itu bisa mendorong Xiao Xing Fu dengan cepat sampai ke tembok. Bahkan tembok yang terkena hantaman tubuh Xiao Xing Fu menjadi retak dengan adanya percikan darah yang keluar dari kepala pemuda itu.


Bai Nuan masih mencengkram lehernya. Tatapannya berubah menjadi tajam, seakan seekor pemangsa yang kelaparan sedang menatap mangsa yang akan dimakannya. Iris matanya pun sudah berubah menjadi merah, menandakan bila dirinya telah dirasuki.


Xiao Xing Fu menjadi kesulitan bernafas karena Bai Nuan mencengkram lehernya. Ia memegang tangan gadis itu dan berusaha melepaskan tangan ramping itu dari lehernya, "N-nuan.. apa yang.. terjadi? Apa yang.. kau lakukan?"


Bai Nuan tersenyum menyeringai, "Aku bukanlah gadis itu. Kau sudah mengambil sesuatu yang ada di wilayah kami dan masuk ke wilayah kami tanpa izin. Maka dari itu, kau harus mati."


"Ap–" Xiao Xing Fu semakin sesak untuk bernafas, karena cengkraman Bai Nuan semakin kuat. "Dia sedang dirasuki. Tapi sejak kapan?"


"Untung saja aku sempat masuk ke dalam tubuh gadis ini sebelum kalian pergi. Jadi kau tidak bisa lolos dariku, bocah."


"Jangan dekati dia." Ucap Li Xiang.


Bai Nuan yang sedang dirasuki mengerutkan kening kala mendengar ada suara orang lain yang berada di ruang tamu. Ia pun melirik ke belakang tanpa melepaskan cengkramannya.


Dilihatnya seorang remaja dengan mata yang ditutupi oleh kain hitam. "Ternyata bocah sepertimu berani mengatakan hal seperti itu padaku."


"Lepaskan dia sekarang juga." Ucap Li Xiang dengan tak acuh.


"Gu.. ru.." Xiao Xing Fu memperhatikan Li Xiang dari jauh dengan kesulitan.


"Padahal aku tidak mau menunjukkannya. Tapi terpaksa untuk kali ini saja." Batin Li Xiang. Ia pun mengulurkan tangannya ke depan dan seketika itu pula, terdapat cincin api yang melingkar di kedua pergelangan tangan Bai Nuan, namun sedikit ada jarak di sana. Bukan itu saja, namun terlihat pula cincin api melingkari tempat Xiao Xing Fu berada.


"A-apa ini.. aarghh.." Bai Nuan langsung melepaskan cengkramannya pada leher Xiao Xing Fu dan langsung menjauh dari pemuda itu. Sementara, Xiao Xing Fu tergeletak di lantai sambil terbatuk. Api yang mengelilinginya berwarna putih, sama seperti dua cincin api yang mengelilingi kedua tangan Bai Nuan.


Bai Nuan menghadap Li Xiang dengan marah sekaligus kesakitan, "Apa yang kau lakukan?! Aargghh.." Kini kedua pergelangan tangannya menjadi merah, seolah sudah terkena air panas.


"Keluar dari tubuhnya sekarang juga." Ucap Li Xiang tanpa menghiraukan rintihan kesakitan yang keluar dari mulut Bai Nuan.


"Aku tidak akan keluar dari tubuh gadis ini, aargh.."


Li Xiang tersenyum miring, "Itu adalah api penyucian. Roh jahat apapun yang mendapatkan serangan api itu akan musnah. Termasuk roh jahat yang merasuki tubuh seseorang. Dia akan musnah bersama dengan orang yang dirasuki. Kau ingin aku membakarmu bersama dengannya?"


Bai Nuan terlihat sedikit terkejut, "Heh, kau mencoba mengancamku agar aku keluar dari tubuh ini? Hmph! Sayangnya itu tidak akan berhasil. Lebih baik bila aku membawanya juga bersamaku. Tapi menurutku, kau tidak mungkin menyerang gadis ini."

__ADS_1


"Kau pikir begitu?" Li Xiang tersenyum miring. Dua api putih yang mengelilingi tangan Bai Nuan kini melekat pada kulitnya, memberikan sensasi terbakar yang sangat menyakitkan dan merusak.


Kedua pergelangan tangan Bai Nuan melepuh seperti terkena air panas. "Aaarrgghh.."


Xiao Xing Fu terkejut ketika melihat apa yang terjadi, "Hentikan! Jangan melukai Nuan!!" ia pun langsung berdiri dan keluar dari lingkaran api yang mengelilinginya. Setelahnya, ia berdiri di depan Bai Nuan dengan kedua tangan terentang, seolah sedang melindungi gadis itu.


Li Xiang menyipitkan matanya. Dalam sekejap, api yang melingkari kedua pergelangan tangan Bai Nuan merenggang, sedikit menjauh dari pergelangan gadis itu, "Kenapa aku tak boleh melakukannya? Dia sedang dirasuki. Jadi lebih baik aku segera membakarnya."


"Tapi kau juga akan membakar Nuan! Aku tidak akan membiarkan kau melakukannya!" Ucap Xiao Xing Fu dengan serius.


Bai Nuan yang dirasuki dan melihat semua itu tersentum miring, seolah merasa menang. Mungkin bila Xiao Xing Fu melindunginya seperti ini, maka kemungkinan Li Xiang tidak akan memusnahkannya. Karena bagaimanapun, ia tidak bisa mengatasi api putih penyucian milik Li Xiang yang benar benar bisa memusnahkannya dalam sekejap saja.


"Kalau begitu baiklah. Aku akan menanganinya nanti tanpa membakar tubuh Nuan juga. Sekarang lebih baik kita mengobati lukamu terlebih dahulu." Li Xiang berjalan mendekati Xiao Xing Fu.


"Sebelum itu, kau atasi Nuan terlebih dahulu. Keluarkan roh jahat itu dari tubuhnya."


"Aku akan mengatasinya nanti. Lukamu lebih diutamakan."


"Tapi, kau harus mengatasinya terlebih dahulu. Bagaimana bila dia benar benar mengambil alih tubuh Nuan?!" Ucap Xiao Xing Fu dengan keras kepala.


"Kenapa kau sangat keras kepala? Apa kau tidak bisa menurut saja padaku sekali ini?"


Xiao Xing Fu mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Sembuhkan Nuan terlebih dahulu."


"Benar benar keras kepala," Li Xiang tiba tiba muncul di samping Xiao Xing Fu dan langsung memukul tengkuk pemuda itu. Seketika itu pula, Xiao Xing Fu kehilangan kesadarannya. Ia melirik Bai Nuan, "Aku akan mengatasimu nanti. Jangan pikir bila aku melepaskanmu." Dengan cepat, di tangannya muncul bunga harapan. Tidak, bukan ia yang membuatnya. Tapi ia mengambilnya dari Bai Nuan tanpa disadari gadis itu.


Li Xiang membawa tubuh Xiao Xing Fu di punggungnya. Walaupun tubuh pemuda itu lebih besar darinya, ia bisa membawanya dengan mudah. Ia melirik kembali ke belakang dimana Bai Nuan berdiri. Seketika lingkaran api putih mengelilingi tubuh gadis itu hingga setinggi perut. Sementara, cincin api yang mengelilingi kedua tangannya menghilang. "Jika kau mencoba melangkah keluar dari lingkaran api itu, maka kau akan langsung mati. Ingat itu."


Li Xiang pergi meninggalkannya di ruang tamu tanpa menghiraukan amarah dari roh jahat yang merasuki Bai Nuan.


***


"X-xing Fu..?!" Lin Hao yang kini sudah merasa lebih baik terkejut melihat Li Xiang membawa Xiao Xing Fu di punggungnya dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Jangan pergi kemanapun. Diam saja di situ." Ucap Li Xiang. Setelahnya, ia masuk ke dalam kamar bersama Xiao Xing Fu dan menutup pintunya.

__ADS_1


"Sebenarnya.. apa yang terjadi tadi? Lalu kenapa Xing Fu.. terluka seperti itu? Bagaimana dengan adik Nuan?" Batin Lin Hao.


__ADS_2