
"Jadi, bagaimana? Apa tebakanku benar? Dengan menjadikan pasangan putrimu Patriarch, maka tidak akan ada kesempatan bagi para tetua itu untuk membuat alasan. Karena bagaimanapun, pasangan putrimu memiliki ikatan denganmu.
Jika kau memilih muridmu tanpa adanya ikatan apapun, hanya karena dia muridmu, maka para tetua pasti akan bisa beralasan. Sementara bila dia menjadi pasangan Nuan, maka mereka tidak akan bisa mengatakan alasan apapun untuk menolak. Ditambah muridmu memiliki kekuatan yang cukup." Lanjut Li Xiang.
Bai Wei terdiam karena terkejut, "B-bagaimana bisa anak sepertimu menebak semuanya dengan tepat? Terlebih kau mengetahui bila aku mendapatkan racun." Ucapnya tanpa sadar.
"Hee? Jangan berpikir bila aku anak anak. Sangat menyebalkan. Aku sudah besar." Li Xiang menggelembungkan pipinya, "Asal kau tahu saja. Selain merupakan kultivator, aku juga seorang alkemis. Kau terlihat sedikit pucat. Orang lain mungkin tidak menyadarinya. Ditambah aku juga bisa merasakan denyut nadimu yang tidak normal saat kau memberikan kunci kamar padaku tadi. Aku memeriksa nadimu disaat aku menyentuh pergelangan tanganmu. Lalu aku tahu kau terkena racun dari ular lembah tengkorak.
Racun yang sangat sulit disembuhkan. Racun ini memakan sedikit demi sedikit energi kehidupan seseorang. Orang yang terkena racun akan mati dalam 1 tahun setelah terkena racun jika dia tidak segera meminum penawarnya. Seseorang yang baru saja terkena racun akan pingsan selama 1-3 hari. Sejak kapan kau terkena racun ini?"
Bai Wei terdiam. Ia merasa tak percaya bila Li Xiang adalah seorang alkemis. Namun penjelasan dari Li Xiang membuatnya yakin bila remaja itu memiliki sedikit pengetahuan tentang racun. "10 bulan lalu."
"Berarti kau hanya memiliki kesempatan untuk hidup 2 bulan lagi. Kau akan mati bila tidak mendapatkan penawarnya segera–"
"Kenapa ayah tidak pernah mengatakan ini padaku?!"
Bai Wei terkejut ketika mendengar suara seseorang yang baru saja masuk ke dalam. Ia melihat ke arah kanannya. Di sana berdiri Bai Nuan yang awalnya tadi ingin menjenguk Xiao Xing Fu. Namun saat mendengar bila Bai Wei sedang berbicara dengan seseorang, ia mengurungkan niat. Namun ia tanpa sengaja mendengar percakapan yang dikatakan Li Xiang tentang racun yang ada di dalam tubuh Bai Wei.
Bai Wei tidak menyangka bila putrinya akan masuk tiba tiba seperti ini. Ia tidak tahu bila seseorang mendengarkan apa yang sedang ia obrolkan. Karena semenjak terkena racun, ia memang menjadi tidak peka dengan keadaan sekitar. Ia sulit menyadari kehadiran seseorang, walaupun dirinya kultivator yang kuat.
Sementara untuk Li Xiang, ia memang sudah mengetahui bila ada seseorang yang mendengar pembicaraan. Namun ia membiarkannya karena tak peduli.
Bai Wei berdiri dari duduknya dan menghadap Bai Nuan, "N-Nuan'er, s-sejak kapan kau datang?"
Mata Bai Nuan berkaca kaca. Ia kini sudah tahu alasan mengapa ayahnya tiba tiba ingin ia segera menikah. Ia juga kini sudah tahu apa yang dialami Bai Wei. Ia berpikir bila ayahnya egois. Berpikir bila ayahnya ingin menikahkannya dengan Lin Hao karena ayahnya sangat menyayangi murid pribadinya. Tapi ternyata dugaannya salah. "Kenapa ayah tidak pernah mengatakan ini padaku?! Kenapa ayah menyembunyikannya dariku?!"
Bai Wei berekspresi sedih, "Nuan'er.." Ia berjalan mendekati Bai Nuan. Namun, gadis itu malah mundur beberapa langkah ke belakang dengan mata yang mengeluarkan air.
"Jangan dekati aku!" Bai Nuan segera pergi berlari, keluar dari dalam ruang tamu. Ia merasa kesal dengan dirinya sendiri karena tidak menyadari semuanya sejak awal.
__ADS_1
"Nuan'er!"
"Biarkan saja dia. Biarkan dia menenangkan dirinya sendiri." Ucap Li Xiang dengan santai. Ia mengambil teh yang dibuat oleh Bai Wei tadi dan memperhatikannya dengan mata berbinar, "Kau tahu saja aku menyukai teh krisan." Ia langsung menyeruputnya sambil merasakan sensasi dari aroma ringan bunga dalam teh.
Teh krisan memiliki warna keemasan dengan bunga krisan yang berada di atasnya. Teh ini memiliki rasa bunga yang ringan. Selain dapat menenangkan pikiran karena aromanya yang wangi, teh ini pula bisa mengobati berbagai penyakit.
Bai Wei melirik ke arah Li Xiang. Tatapannya terlihat khawatir, "Aku harus menyusulnya."
Li Xiang berhenti menyeruput teh. Ia melirik Bai Wei, "Lalu setelah itu, apa yang akan kau lakukan? Kau akan meminta maaf padanya dan menjelaskan semuanya disaat seperti ini?
Kau tidak perlu terburu buru. Kau harus mengerti dengan perasaannya dan membiarkannya menenangkan diri. Bagaimanapun, dia bukan marah padamu. Dia hanya kesal dengan dirinya sendiri bila dilihat dari reaksinya."
Bai Wei menghela nafas dan melihat ke arah pintu keluar. Ia pun akhirnya memilih untuk tetap diam karena apa yang dikatakan Li Xiang ada benarnya.
"Oh! Kau datang!" Li Xiang melirik ke samping dimana seseorang baru saja sampai di ruang tamu.
"Kenapa? Ayo duduklah. Wei sudah membuatkan teh juga untukmu." Li Xiang tersenyum dengan gigi yang ia perlihatkan. Ia menepuk nepuk kursi di sampingnya, seakan menyuruh Xiao Xing Fu duduk di sana.
"Tidak, terimakasih." Xiao Xing Fu mengalihkan perhatiannya dengan melihat ke bawah. Setelah beberapa saat, ia kembali mengangkat kepalanya. Namun ia melihat Bai Wei, "Apa sesuatu terjadi, Patriarch? Aku tadi mendengar suara Nuan berada di sini."
Bai Wei menatap Xiao Xing Fu dengan ekspresi yang masih khawatir, "Dia mendengar semua yang kubicarakan dengan gurumu dan dia sepertinya marah padaku karena mendengar apa yang kubicarakan dengan gurumu. Lalu dia pergi begitu saja. Aku khawatir dengannya."
Xiao Xing Fu mengerutkan dahinya. Ia tidak mengerti sama sekali dengan masalah yang terjadi. Namun ketika melihat orang tua yang khawatir dengan anaknya, membuatnya ingin membantu Bai Wei. "Kalau begitu, aku akan menyusulnya." Ia berjalan pergi menuju pintu.
"Tidak perlu mengejarnya. Biarkan dia untuk merenungi apa yang terjadi sendiri." Ucap Li Xiang.
Xiao Xing Fu tak mengatakan apapun dan tetap pergi.
"Haish.. anak nakal itu." Li Xiang menggelengkan kepala dan kembali menyesap teh yang ada di tangannya. "Kau ingin segera menikahkan putrimu karena kau tidak akan bisa hidup lebih lama lagi. Lalu bagaimana bila racun ditumbuhmu menghilang dan kau sembuh? Apa kau tetap akan menikahkannya diumurnya yang saat ini?"
__ADS_1
Bai Wei duduk kembali di tempatnya. "Tidak, jika aku bisa menyembuhkan racun yang ada di tubuhku."
Li Xiang menarik senyum, "Aku bisa melakukannya. Hanya saja aku tidak memiliki satu bahan langka untuk membuat penawarnya. Jika ada bahan itu, maka aku bisa membuatkannya dengan syarat."
***
"Dia dimana?" Gumam Xiao Xing Fu sambil memperhatikan sekitar. Ia sudah berlari sejak tadi untuk menemukan Bai Nuan. Namun karena ia tidak tahu tempat dan tidak tahu kemana Bai Nuan pergi, maka ia saat ini tersesat. Terlebih tidak ada orang yang berlalu di dekatnya. Jadi ia tidak bisa bertanya pada siapapun.
"Hah.." Saat Xiao Xing Fu akan pergi dari sana, ia tidak sengaja melihat pakaian seseorang yang ada di balik rerimbunan pohon bambu di depannya. Ia segera berjalan mendekat ke arah tempat itu walaupun kini langit sudah gelap. Ia mengenal siapa pemilik dari kain itu.
Xiao Xing Fu mengintip ke balik rerimbunan pohon bambu dan melihat seorang gadis yang saat ini memeluk lututnya dengan suara isakan yang ia dengar. Ia segera mendekati gadis itu dan berhenti di depannya. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
Isakan gadis itu berhenti ketika ia mendengar suara seseorang yang dikenalnya. Ia mendongak ke atas dan melihat wajah Xiao Xing Fu. Matanya terlihat sembab saat ini. Pipinya pun basah oleh air mata.
"Aku baru pertama kali melihatnya menangis seperti ini. Kukira dia memiliki sifat pemarah dan tidak mungkin bisa menangis." Batin Xiao Xing Fu.
"Pergilah.." Ucap gadis di depan Xiao Xing Fu dengan suara sedikit serak seperti habis menangis. Ia tak lain adalah Bai Nuan.
Bukannya pergi, Xiao Xing Fu malah berlutut di hadapan Bai Nuan, "Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?"
"Apa pedulimu? Ini bukan urusanmu. Pergi dan tinggalkan aku!"
Xiao Xing Fu menghela nafas, "Kau masih saja pemarah walaupun sedang menangis seperti ini." Ia hendak menyentuh wajah Bai Nuan. Namun gadis itu menepis tangannya.
"Jangan menyentuhku! Pergi! Jangan pedulikan aku!" Bai Nuan kembali menenggelamkan wajahnya diantara lutut.
"Ayahmu khawatir denganmu. Aku tidak bisa mengacuhkan Patriarch. Karena dia mengkhawatirkan anaknya. Maka dari itu aku menyusulmu."
Bai Nuan mengangkat wajahnya dan menatap Xiao Xing Fu kembali ketika mendengar apa yang telah dikatakan oleh pemuda itu.
__ADS_1