
Selamat Tahun Baru 2022 Semuanya! Semoga tahun ini, menjadi tahun yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.
Hidup adalah sebuah seni dalam menggambar tanpa adanya penghapus. Jadikanlah masa lalumu sebagai sebuah kenangan yang tidak boleh kamu lupakan, tapi jadikan itu semua sebagai pembelajaran. Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Sekian, Terimakasih. Welcome New Year 2022
Setelah kepergian Tian Rou, Li Xiang dan Xiao Xing Fu memutuskan untuk berjalan jalan dan melihat perayaan yang dikatakan oleh gadis itu.
Xiao Xing Fu melihat sekitar dengan takjub, "Aku tidak pernah pergi ke sebuah perayaan sebelumnya. Di tempat tinggalku dulu pun tidak ada perayaan. Jadi ini adalah pertama kalinya untukku." Ucapnya antusias.
Li Xiang memutar bola matanya malas, "Astaga.."
"Lihat itu! Lihat itu! Mereka memiliki roti daging!" Ucap Xiao Xing Fu sambil menunjuk penjual yang berjualan roti daging. "Dan lihat itu! Mereka juga bahkan menjual manisan! Banyak sekali manisan di sana!" Ia menunjuk kedai lainnya. "Wahh, lihat itu juga! Mereka memainkan alat musik dengan indah!"
Li Xiang tersenyum mengejek, "Heh, kau bertingkah seperti anak kecil berumur 4 tahun saja."
Xiao Xing Fu pun menyadari perilakunya tadi. Ia berpura pura batuk, "Uhuk.. uhuk.. Ekhem.. maksudku, ternyata banyak penjual di tempat ini. Kau lihat sendiri 'kan? Ada penjual roti daging, manisan.. Um.. dan banyak lagi."
Li Xiang malah tertawa, "Kau malah terlihat aneh ketika mengatakan itu. Katakan saja bila kau ingin membeli makanan di sini. Jangan hanya menunjukkan semua itu padaku."
"E-eh.. t-tidak. Aku hanya terlalu senang tadi. Bukan berarti aku ingin membeli makanan yang kusebutkan tadi." Ucap Xiao Xing Fu dengan gugup. "L-lagi pula aku tidak suka manisan!"
Li Xiang berjalan menuju sebuah kedai yang menjual tanghulu. Xiao Xing Fu sendiri masih diam di tempatnya sambil memperhatikan sekitar dengan perasaan antusias.
Setelah beberapa saat, Li Xiang menghampiri muridnya dengan tanghulu di tangannya. "Kau suka makanan manis, bukan?"
Xiao Xing Fu menatap Li Xiang ketika mendengar ucapan gurunya. Ia melihat tanghulu yang disodorkan Li Xiang padanya. "T-tidak.. m-maksudku ya.. eh.. t-tidak.. tidak.." Ia menggelengkan kepala dengan cepat.
"Ayolah, jangan malu malu seperti itu. Kau sebenarnya ingin membeli manisan 'kan? Matamu dan ucapanmu tadi sudah menjawabnya." Li Xiang berekspresi sombong.
Xiao Xing Fu melihat ke arah lain sambil menutup mata. "Aku tidak mengatakan bila aku menyukai makanan manis. Tapi aku juga tidak mengatakan bila aku tidak menyukai–"
"Kalau begitu, makan ini. Aku sudah membelikannya untukmu." Li Xiang langsung memasukkan tanghulu ke mulut Xiao Xing Fu sebelum muridnya menyelesaikan kalimatnya.
"Hmp! Uhuk.." Xiao Xing Fu terbatuk. Ia langsung menarik tusukan pada tanghulu yang ada di mulutnya. Satu manisan buah yang ditusuk paling atas sudah termakan olehnya, bahkan sebelum ia kunyah. "Uhuk.. uhuk.. kau–"
"Shuutt, kau ingin berterimakasih bukan? Hah.. baiklah.. baiklah.. itu tidak masalah. Sekarang kau habiskan saja tanghulu itu. Aku akan pergi sebentar." Li Xiang langsung melarikan diri dari Xiao Xing Fu. "Selamat tinggal, bersenang senanglah!" Teriaknya setelah jauh dari Xiao Xing Fu.
__ADS_1
Xiao Xing Fu menjadi kesal. Tenggorokannya menjadi sedikit sakit gara gara Li Xiang. "Dia itu..!" Ia menggeram kesal.
Xiao Xing Fu akhirnya meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal. Di tangannya masih ada tanghulu. Ia tidak membuangnya, karena jika ia melakukannya, sama saja ia membuang buang makanan dengan sia sia.
"T-tolong.. j-jangan.."
Xiao Xing Fu mendengar suara seseorang dengan samar. Ia melihat sebuah rumah yang baru saja ia lewati. Sepertinya orang lain tak mendengarnya karena terlalu sibuk dengan urusan masing masing dan mungkin karena tak mendenganya.
Xiao Xing Fu yang sudah menghabiskan tanghulu miliknya langsung pergi menuju sumber suara. Saat ia mendekati rumah tadi, ia tidak mendengar suara lagi. Ia pun tanpa izin langsung mesuk ke dalam rumah begitu saja.
"Ada apa ini?" Ucap Xiao Xing Fu secara tiba tiba setelah membuka pintu. Ia langsung terkejut ketika melihat hal di depannya.
"Kau siapa?! Berani beraninya masuk ke tempat ini tanpa izin!"
"Apa yang kalian lakukan?!" Bentak Xiao Xing Fu. Bukannya menjawab, ia malah bertanya balik.
"Apa yang kami lakukan? Bukankah sudah jelas?! Kau mengganggu kami berlatih!"
Di dalam rumah yang besar ini tidak terdapat banyak benda. Di dalamnya pun hanya ada 5 orang pria dan 3 orang wanita. Ketiga wanita itu diikat di 3 buah kursi yang saling berdempetan. Letak mereka ada di tengah ruangan. Sementara di belakang mereka terdapat 3 orang pria dan 2 orang pria lainnya berdiri di samping mereka. Ketiga orang pria yang berdiri di belakang ketiga wanita nampak memegang pisau yang berlumuran dengan darah. Salah satu pakaian dari ketiga wanita juga memiliki bercak darah.
"Apa maksudmu berlatih untuk melukai orang lain?!" Bentak Xiao Xing Fu. Ia masuk lebih dalam ke rumah.
"Apa maksudmu, bocah? Kami berlatih untuk pertunjukan nanti. Lalu kau mengganggu kami!" Ucap salah satu pria dengan kesal.
Xiao Xing Fu berhenti mendekat. Ia berkedip beberapa kali, "Pertunjukan?"
"Ya. Akan ada pertunjukan tengah malam nanti dan kami saat ini sedang berlatih untuk pertunjukan di teater yang sudah disediakan di desa ini." Ucap seorang wanita yang duduk di antara wanita lainnya.
"Sebelum akhirnya kau mengacaukan latihan kami semua!" Ketus seorang pria.
"A-aku.. aku tidak tahu. Maafkan aku karena sudah mengacaukan latihan kalian!" Xiao Xing Fu menundukkan kepala dengan raut menyesal. "Aku tadi mendengar suara seseorang meminta tolong. Jadi aku langsung pergi kemari. Aku tidak tahu bila itu hanyalah latihan untuk pertunjukan kalian. Sekali lagi, aku minta maaf."
"Cih, kalau begitu sekarang pergilah. Jangan mengacaukan latihan kami lagi. Kau mengganggu!" Kesal seorang wanita yang duduk di bagian kanan. "Sudah berkali kali kami terus berlatih, tapi selalu dikacaukan oleh orang orang sepertimu yang tidak tahu apa apa!" Ia dan teman temannya tampak marah dan kesal.
"Sekali lagi maafkan aku. Aku akan segera pergi." Xiao Xing Fu berjalan keluar dan menutup pintu kembali.
Xiao Xing Fu segera pergi menjauh dari rumah yang ia masuki. Ia menghela nafas lesu. "Huft.. belum lama aku sampai di sini, tapi orang orang sudah marah denganku. Seharusnya aku tidak masuk secara tiba tiba seperti tadi, hah.."
__ADS_1
Setelah puluhan menit, akhirnya Xiao Xing Fu berhenti berjalan jalan di perayaan desa. Ia saat ini duduk di sebuah kursi yang ada di bawah pohon. Sekitar tempatnya duduk tidak begitu ramai orang. Jadi ia bisa bersantai di sini. "Kenapa dia belum juga kembali? Apa mungkin dia tersesat?" Gumamnya. "Huft.. jika saja aku memiliki uang, aku ingin membeli manisan lagi."
"Apa kau suka makanan manis?"
Xiao Xing Fu mengangguk ketika mendengar suara seseorang, "Aku sangat menyukai makanan manis."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis, karena tikus akan mengambil gigimu nanti."
"Heh, mana mungkin seperti itu. Untuk apa tikus mengambil gigi? Mereka ingin memakannya? Huh, lelucon yang bagus." Xiao Xing Fu mendengus.
"Tapi benar. Kau tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis. Kau ingin gigimu ompong seperti kakek kakek?"
Xiao Xing Fu mulai mengerutkan kening. Ia sejak tadi membalas ucapan seseorang tanpa sadar. Ia pun melihat ke belakang dengan perlahan. "Akhhhk!" Ia yang terkejut langsung memukul sebuah wajah yang mengerikan di belakangnya, hingga orang itu terdorong dengan kepala belakang membentur pohon di belakangnya.
"Aduduh.. Sshhh.. wajahku.."
Xiao Xing Fu langsung berdiri ketika melihat orang itu membuka topeng seram yang dipakainya. Ia berekspresi kesal, "Kau lagi, kau lagi! Kenapa kau selalu saja menggangguku?!"
Xiao Xing Fu melihat Li Xiang terduduk di bawah pohon dengan tangan yang masih mengelus wajahnya. Di tangan gurunya terdapat topeng dengan wajah menyeramkan seperti mayat dengan kulit terkelupas dan otak yang terlihat.
Li Xiang perlahan berdiri, masih dengan mengelus wajahnya. "Kau tega sekali memukul wajahku. Rasanya sakit sekali.."
Xiao Xing Fu masih berekspresi kesal, "Kau yang memulai terlebih dahulu! Kau mengejutkanku. Jadi ini bukan salahku. Salahmu sendiri, karena datang tiba tiba dengan penampilan seperti itu!"
Li Xiang cemberut, "Tapi jangan langsung memukulku seperti itu."
"Jangan salahkan aku." Xiao Xing Fu membuang muka. Ia pun kembali melirik Li Xiang ketika melihat sesuatu dari sudut matanya, "Hidungmu berdarah."
Li Xiang yang mendengar ucapan muridnya langsung menyentuh bawah hidung. Ia pun melihat darah di tangannya setelah menyentuh bawah hidungnya.
"Apa kau baik baik saja? Apa ini karena pukulanku tadi?" Ucap Xiao Xing Fu dengan rasa bersalah.
Namun Li Xiang tidak mengatakan apapun dan malah melihat ke arah lain sejak Xiao Xing Fu mengalihkan pandangan darinya tadi.
Melihat itu, Xiao Xing Fu langsung membalikkan tubuhnya, melihat ke arah sesuatu yang dilihat oleh Li Xiang. Seorang wanita yang berumur sekitar 20 tahunan tampak memakai pakaian yang cukup mencolok. Terlihat lumayan mewah, memiliki panjang tidak sampai lutut, hingga memperlihatkan sedikit bagiann pahanya yang putih mulus, tanpa cacat. Seperti kurang bahan. Begitupun di bagian atasnya. Terlebih pakainnya terlihat tipis dan sedikit transparan.
Xiao Xing Fu kembali melihat gurunya. Ekspresinya menjadi tambah kesal, "Bodoh!" Teriaknya.
__ADS_1
"Sial, untung saja aku tidak melewatkannya. Aku sangat beruntung sekali." Ucap Li Xiang dengan ekspresi yang tampak senang.
"Guru bodoh!" Xiao Xing Fu langsung memukul wajah Li Xiang, hingga remaja itu terjatuh.