Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
80 -Pemuda Misterius


__ADS_3

"Tetua.." seorang pemuda yang baru saja masuk ke dalam ruangan terkejut melihat Tetua di sektenya tergeletak di lantai dengan banyak darah. Ia melihat seorang anak remaja di dekat gurunya, "Kau.." Tanpa basa basi, ia langsung berlari ke arah Li Xiang dan memukulnya hingga remaja itu terjatuh.


Li Xiang tersadar dari lamunannya saat tubuhnya jatuh terduduk di lantai. Ia mendongak ke atas, melihat orang dengan pakaian yang sama dengan apa yang dipakai oleh pria yang baru saja dibunuh olehnya.


Pemuda itu terkejut saat melihat mata Li Xiang yang berwarna merah, "Kau pasti menggunakan teknik kultivasi iblis," ia langsung menarik pedang yang tergantung di pinggangnya dan mengarahkannya pada Li Xiang dengan ekspresi marah. "Apa kau memiliki kata kata terakhir?"


Li Xiang hanya menatap ujung pedang yang kini terarah padanya, "Maaf..." Ucapnya dengan pandangan kosong.


Pedang terangkat ke atas, siap menusuk tubuh remaja itu.


Tempat berubah menjadi gelap. Tidak ada satupun cahaya yang terlihat. Sangat gelap.


"Apa yang terjadi?" Gumam seorang pemuda. Ia adalah Lin Hao. Sejak tadi, ia melihat semua masa lalu yang diingat oleh Li Xiang. Ia juga bisa merasakan semua perasaan yang Li Xiang rasakan pada saat itu. Sebenarnya ini terlalu menyakitkan untuknya merasakan bagaimana semua perasaan itu. Ia rasanya ingin semua ini segera berakhir.


Lin Hao pun sebenarnya sangat terkejut ketika melihat mata Li Xiang berubah menjadi merah. Padahal ia melihat sendiri bila Li Xiang tidak menggunakan kultivasi iblis. Jangankan kultivasi iblis, Li Xiang saja jarang berkultivasi. Kebanyakan dari ingatan ini banyak yang baru ia lihat. "Apa pada saat ini, dia.. dibunuh?"


Tempat yang awalnya gelap kini berubah menjadi pemukiman yang terbakar. Li Xiang saat ini terbaring di depan banyak pemukiman itu. Langit terlihat masih gelap.


Remaja itu membuka matanya perlahan. Banyak darah di pakaiannya saat ini. Ada seorang pemuda yang berjongkok di sampingnya, namun wujudnya saat ini transparan.


"Hai~ kau sudah sadar?" Ucap pemuda itu sambil tersenyum. Ia memiliki wajah yang tampan dengan matanya yang berwarna emas.


Li Xiang terkejut. Ia refleks duduk dan sedikit menyeret tubuhnya ke belakang, "K-kau siapa?"


"Jangan takut seperti itu. Aku hanya sedang 'mampir' saja kemari. Tapi ternyata keadaan sudah seperti ini."


"Hah?" Li Xiang nampak tak mengerti. Namun ia merasa waspada ketika melihat pemuda itu, "Kau salah satu dari orang orang sekte itu?"


"Ah, tentu saja bukan. Aku tidak berada di pihak siapapun."


Li Xiang tiba tiba teringat dengan ayahnya dan Yan Cheng, "Ayah dan kak Cheng!" ia langsung berdiri dan hendak pergi masuk kembali ke pemukiman. Ia terhenti saat melihat kobaran api besar yang membakar tempat tinggal klan Li. "Kak Cheng?!"

__ADS_1


Belum sempat Li Xiang melangkah kembali, suara dari pemuda tadi kembali terdengar, "Semua orang yang ada di dalam sana sudah mati. Bahkan sebelum api membakarnya. Kau sudah lihat sendiri tadi."


Li Xiang melirik ke belakang, "Tidak mungkin kak Cheng juga.. sebelum aku pergi, tadi dia masih bertarung dengan mereka. Jangan mengada ada!"


"Kau tidak lihat? Jika saja dia masih hidup, apa dia bisa keluar dari dalam sana? Api sangat besar. Jika dia tidak mati karena diserang, mungkin dia mati terbakar oleh api. Sebaiknya kau menjauh dari sana. Mungkin saja akan ada banyak orang yang datang ke tempat ini setelah melihat api itu. Jadi sebaiknya kau pergi, sebelum ada orang yang melihatmu dan membunuhmu 'lagi'."


Li Xiang tidak mendengarkan ucapan pemuda itu. Ia mengepalkan tangan dengan perasaan campur aduk. Ada rasa sedih, marah, dan merasa tidak berdaya. Ia tidak bisa melindungi dua orang tersisa yang ia sayangi. Kenapa hal seperti ini harus terjadi padanya? Kenapa hal buruk selalu mengikutinya? Apa ia tak pantas mendapatkan kebahagiaan?


"Jika seperti itu, untuk apa aku di sini? Bila mereka sudah tidak ada, lebih baik aku juga mati bersama mereka." Li Xiang jatuh terduduk. Lagi lagi ia hanya bisa menangis melihat satu persatu orang di sampingnya yang pergi meninggalkannya.


"Sepertinya kau tidak akan pergi dari sini ya? Padahal orang orang mungkin akan segera kemari sebelum api juga membakar hutan di sekitarnya. Kau bisa mati bila mereka melihat ada orang klan Li yang masih hidup." Ucap pemuda itu lagi.


Li Xiang tidak menjawab.


"Hah~ keras kepala sekali. Dengar ya.. aku bahkan sudah sering melihat orang orangku yang mati. Lebih banyak dibandingkan denganmu. Banyak dari mereka yang mati di tangan iblis.


Tapi apa kau pikir dengan menangisi mereka sepanjang hari akan membuat mereka hidup lagi? Akan kujelaskan sesuatu sebelum aku 'pergi'."


"Sebelum itu, kita pergi dari sini terlebih dahulu." Pemuda itu menjentikkan jarinya dan seketika, Li Xiang bersama dirinya berada di sebuah hutan dengan danau di sampingnya.


Pemuda itu berjalan memutari Li Xiang agar bisa berada di depannya. Setelah ada di depan remaja itu, ia pun berjongkok dan mengusap air mata yang tersisa di pipi Li Xiang. Remaja itu hanya terdiam dengan mata yang memperlihatkan kesedihan.


"Kau seharusnya sudah mati tadi. Kau ingat, seseorang menusuk jantungmu pada saat itu?"


Li Xiang tertegun. Karena terlalu memikirkan ayah dan pengawalnya, ia melupakan hal itu. Pemuda itu memang benar. Ia seharusnya sudah mati dan ia juga seharusnya berada di kamar ayahnya. Namun kenapa ia tiba tiba berada di sini?


"Lalu kenapa.. aku masih hidup?"


Pemuda itu menurunkan tangannya dari wajah Li Xiang setelah tidak ada air mata tersisa di wajahnya, "Sebenarnya bukan mati. Namun kau sekarat tadi dan hampir mati. Tapi aku langsung 'menyembuhkanmu' dan menutup lukamu sebelum itu terjadi. Untung saja orang yang menusukmu sudah pergi pada saat itu dan meninggalkanmu di sana. Jadi tidak ada yang melihat keberadaanku. Aku sudah melihat semua yang terjadi melalui ingatanmu."


"Dia bisa melihat ingatan seseorang?! Bagaimana caranya? Apa caranya sama sepertiku?" Gumam Lin Hao. "Dia sebenarnya siapa? Semenjak melihat dia melalui ingatan ini, rasanya aku sedikit sesak."

__ADS_1


***


Di dunia nyata...


"Hah?! Apa katamu?!" Kaget Xiao Xing Fu setelah mendengar apa yang dikatakan Li Xiang.


Li Xiang saat ini duduk di atas sebuah peti mati yang tertutup, "Dia sejak semalam tidak mau bangun. Jika aku memasukkannnya ke dalam peti, mungkin saja dia akan segera sadar." Ucapnya santai.


"Kau ingin kak Lin mati?!" Xiao Xing Fu langsung menarik tangan Li Xiang untuk menjauhkannya dari atas peti.


"Heh, apa yang kau lakukan? Kenapa menarikku seperti itu?!" Kesal Li Xiang.


Xiao Xing Fu langsung membuka peti mati dan melihat Lin Hao berada di dalamnya. Ia pun mengecek nadi dan langsung menghela nafas saat tau bila Lin Hao masih hidup. Namun nafasnya terlihat sedikit tidak stabil. Dia seperti merasakan sesak nafas, "Untung saja aku datang ke sini. Jika tidak, mungkin kak Lin sudah mati dan penyebabnya adalah bocah bodoh. Patriarch pasti akan marah."


"Hah?! Apa katamu?! Kau mengataiku bocah bodoh, hah?!" Li Xiang terlihat tidak terima dikatai oleh seorang bocah yang bahkan umurnya berbeda jauh dengannya.


***


"Tapi sekarang aku tidak merasa sesak lagi." Gumam Lin Hao yang masih melihat ingatan Li Xiang. "Apa yang terjadi?"


"Ingatanku?" Li Xiang mengulangi ucapan pemuda di depannya setelah terdiam beberapa saat.


"Ya," ia berhenti sejenak, "Kau seperti yang dikatakan."


"Dikatakan? Apa maksudmu aku adalah anak pembawa sial? Apa menurutmu, yang dikatakan mereka benar?" Li Xiang bersuara dengan pelan.


"Bukan itu. Tapi kau seperti yang dikatakan. Dua jiwa dan dua sifat yang bertolak belakang."


"A-apa maksudmu?"


"Dua jiwa? Dua sifat?" Gumam Lin Hao, "Apa maksudnya dia adalah dua jiwa dalam satu tubuh? Tapi bagaimana mungkin?"

__ADS_1


"Bisa dikatakan, kau seperti memiliki 2 jiwa dalam satu tubuh. Tapi jiwamu memiliki sifat bertolak belakang dengan jiwamu yang lain. Kau adalah jiwa suci. Sementara jiwa lainnya adalah jiwa asing yang seharusnya tidak ada di dalam dirimu. Itu adalah jiwa iblis."


__ADS_2