
"Mati? Kenapa? Memangnya apa yang bisa kulakukan? Apapun itu! Katakan saja padaku. Aku akan melakukannya, walaupun aku harus mati karenanya."
"Jawaban yang bodoh."
"Apa katamu?" Lin Hao menaikkan sebelah alisnya.
"Kau bodoh." Ketus Li Xiang.
Lin Hao mengerutkan kening dengan tatapan tak suka, "Apa maksudmu mengatakan itu padaku? Lagi pula, guru adalah guruku. Dia sudah mengajarkan banyak hal dan merawatku selama ini. Tidak ada yang lebih berharga dari guru bagiku. Maka dari itu, aku akan melakukan apapun agar dia tetap hidup."
"Maka dari itu, aku mengatakan kau bodoh!" Ketus Li Xiang, "Kau pikir Wei tidak akan sedih bila kau mati? Apa dia akan bahagia bila sehat karena pengorbanan yang kau lakukan untuk mengulur waktu? Kau hanya menuruti keinginanmu tanpa memikirkan perasaan orang lain, kau egois. Lebih menyakitkan menjadi orang yang ditinggalkan dibandingkan orang yang meninggalkan. Jadi, jika kau ingin dia bahagia, maka jangan sampai mati."
Lin Hao tertegun oleh ucapan yang baru saja diucapkan Li Xiang. "Tapi jawaban apapun yang kau katakan, aku tidak peduli."
Setelah Li Xiang mengatakan itu, telapak tangan kanannya menyentuh dada Lin Hao tanpa aba aba, "Dengan izinku, tetapkan'lah seluruh kekuatan ini padanya. Terbukalah segel waktu." Gumamnya.
"A–engh..." Lin Hao langsung terduduk di lantai. Ia menggertakkan gigi dengan keras sambil memeluk tubuhnya sendiri. Urat urat di wajahnya menegang. Rautnya menggambarkan rasa sakit yang seolah tak bisa ia tahan. Namun ia tidak mengeluarkan suara teriakan apapun. Ia hanya terus menahannya.
Banyak Qi yang masuk ke dalam dantiannya secara tiba tiba dan hal ini membuatnya kesakitan. Peningkatan Qi tiba tiba dalam jumlah besar seperti ini bisa merusak dantiannya atau bahkan nyawanya pun bisa menghilang. Ini seperti yang dilakukan Li Xiang pada Xiao Xing Fu sesaat setelah dirinya menunjukkan hutan Yuelong yang sebenarnya pada anak itu.
Namun perbedaannya, Li Xiang membantu melindungi Xiao Xing Fu. Ia membantu agar rasa sakit yang dirasakan oleh anak itu berkurang dan juga menjaga dantiannya agar tidak rusak. Sementara Lin Hao, Li Xiang tidak membantu melindungi dantiannya ataupun membantu mengurangi rasa sakitnya. Sehingga Lin Hao menggunakan usahanya sendiri agar bisa bertahan dalam peningkatan Qi yang secara tiba tiba ini masuk ke dantiannya.
Lin Hao adalah salah satu dari dua orang selain Xiao Xing Fu yang mendapatkan sebagian kekuatan Li Xiang. Jika ia semakin kuat, maka kekuatan Li Xiang yang tersegel dalam tubuhnya akan masuk ke dalam dantian dengan sendirinya semakin banyak dan hal ini menjadi kekuatan baginya. Jika saja Li Xiang hanya memberikan kekuatan itu padanya tanpa menyegelnya dengan segel waktu, maka Lin Hao akan langsung mati jika pondasi dasarnya lemah.
Satu orang lainnya yang juga memiliki sebagian kekuatan Li Xiang pun mendapatkan segel waktu di dadanya seperti Lin Hao dan Xiao Xing Fu.
__ADS_1
Segel waktu yang digunakan Li Xiang adalah segel yang dapat menyegel kekuatannya pada tubuh orang lain dan mengeluarkan kekuatannya, memberikannya pada orang yang diberinya kekuatan secara perlahan, tergantung dengan kemampuannya menahan Qi tambahan darinya. Jika orang itu semakin kuat, maka Qi yang tersegel dalam tubuh orang tersebut akan masuk lebih banyak hingga suatu saat semua kekuatan yang diberikan Li Xiang masuk ke dantian dan menjadi kekuatannya sendiri.
Namun jika seseorang itu dinilai bisa menghadapi lonjakan Qi secara tiba tiba sebanyak kekuatan yang diberikan Li Xiang pada seseorang, maka semua kekuatan yang diberikan remaja itu akan langsung masuk ke dalam dantiannya secara sekaligus.
"Ternyata kau kuat juga. Keinginan yang besar." Li Xiang berjalan ke samping dan tepat berada di samping Lin Hao, hanya saja wajahnya menghadap pada pintu kamar, "Jika sudah selesai, kau bisa menemuiku. Itupun bila kau masih hidup." Setelah mengatakannya, ia masuk ke dalam kamar.
Lin Hao semakin kuat memeluk tubuhnya sendiri. Begitupun dengan giginya yang semakin menggertak kuat. Ia benar benar tidak mau mengeluarkan teriakan. Keringat bahkan terlihat di dahinya.
***
Xiao Xing Fu dan Bai Nuan yang saat ini sudah selesai dengan para roh jahat membantu membawa satu persatu korban yang telah pingsan ke balai desa.
Setelah semua korban telah dievakuasi, keduanya berniat untuk pergi. Namun, Shao Gang berdiri di hadapan mereka dengan senyum tipis, "Terimakasih karena sudah membantu. Kalian juga membantuku saat aku hampir terkena serangan mereka."
"Ah, itu tidak masalah. Kami hanya ingin membantu saja." Jawab Xiao Xing Fu.
Bai Nuan tertegun. begitupun dengan Xiao Xing Fu. Bukankah Shao Gang sudah memperkenalkan dirinya saat di restoran tadi? Tapi kenapa dia memperkenalkan diri lagi seolah dirinya belum pernah memperkenalkan namanya sama sekali pada mereka? Ia pun seakan tak pernah bertemu keduanya sama sekali dan ini baru pertama kalinya.
"Kau sudah memperkenalkan dirimu." Ucap Xiao Xing Fu.
Shao Gang memiringkan kepala dengan ekspresi heran, "Kapan? Kita baru saja bertemu. Jadi bagaimana bisa aku memperkenalkan diriku pada kalian sebelum aku bertemu kalian?"
Xiao Xing Fu ikut heran dengan jawaban yang diberikan pemuda itu. "Apa dia baru saja membenturkan kepalanya ke tembok karena Nuan tidak mau berkenalan dengannya?" Bai Nuan sendiri tidak mau mengambil pusing dengan apa yang terjadi, "Kami salah orang, maaf. Namaku Bai Nuan dan ini adalah temanku, Xiao Xing Fu. Kami masih memiliki urusan, karena itu kami tak bisa berlama lama berada di sini."
"Ah, aku mengerti. Senang bertemu dengan kalian. Kuharap kita bisa bertemu kembali," Shao Gang menyodorkan tangannya seolah mengajak untuk berjabat tangan.
__ADS_1
Xiao Xing Fu langsung menjabat tangan pemuda itu, "Senang bertemu denganmu." Ia memaksakan senyum.
"Bila kalian mencari bunga harapan, aku tahu dimana letaknya. Walaupun ini hanya rumor, tapi mungkin saja benar." Shao Gang masih tersenyum, "Bunga itu banyak tumbuh di hutan dekat desa ini di arah timur. Terletak di halaman depan sebuah kuil tua yang sudah tak terawat. Tapi kalian akan sulit mengambilnya." Ia melepaskan jabat tangan.
Bai Nuan dan Xiao Xing Fu terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan Shao Gang. Padahal mereka tidak mengatakan apapun tentang bunga harapan pada pemuda itu, "B-bagaimana kau tahu jika kami sedang mencarinya?"
Shao Gang memiringkan kepala dengan mulut yang mengulum, "Em.. memangnya apa yang aku tahu?"
Xiao Xing Fu mengerutkan kening, "Apa kau tadi hanya menebak? Kau mengatakan tentang bunga harapan."
Shao Gang menggelengkan kepala, "Tidak. Aku tidak mengatakan apapun tentang itu."
"Kalau begitu, kami akan pergi sekarang. Sampai jumpa." Bai Nuan menarik tangan Xiao Xing Fu agar ikut dengannya.
"Sampai jumpa, sampai bertemu lagi," Shao Gang melambaikan tangannya.
"Kenapa kau menarikku?" Bisik Xiao Xing Fu.
"Kau lihat sendiri. Dia aneh. Dia seakan menjadi orang lain dalam sekejap dan berubah lagi menjadi dirinya tanpa mengingat apapun. Terlebih dia bisa mengetahui apa yang sedang kita cari. Lebih baik kita tidak dekat dekat dengan orang sepertinya."
"Aku mengerti. Tapi bisakah kau melepaskan tanganku?"
Bai Nuan berhenti dan langsung melihat tangannya yang menggenggam tangan Xiao Xing Fu, "M-maaf," ia langsung melepaskannya dan membuang muka.
"Jadi, apa kita akan tetap ke tempat itu? Seperti yang dikatakan olehnya?" Tanya Xiao Xing Fu.
__ADS_1
"Hah? Oh, y-ya." Bai Nuan berjalan mendahului Xiao Xing Fu seolah menghindari bertatap muka dengannya. Pemuda di belakangnya pun mengikutinya tanpa mengatakan apapun.