
"Hm.. kira kira aku mulai darimana ya?" Li Xiang pun duduk di kursi yang berada dekat jendela tertutup. "Ah! Baiklah. Kurasa aku katakan dimulai dari sana saja."
Li Xiang tersenyum sambil memandang Bai Wei, "Sepertinya ucapanmu saat itu benar. Ada seseorang di dalam sektemu yang berkhianat."
Bai Wei mengangkat sebelah alisnya, "Tapi aku hanya berpikir kemungkinannya saja. Aku tidak benar benar berpikir bila hal itu benar."
"Tapi sayangnya itu memang benar. Saat malam dimana awal kau tidak sadarkan diri, ada penyusup yang masuk ke dalam sekte. Aku melihat plakat nama yang digunakan salah satunya. Di sana aku melihat nama sekte racun. Mereka mengincarmu dan ingin membunuhmu.
Mereka sepertinya tau dengan kondisimu dan mereka mengatakan padaku bila salah satu Tetua di sekte ini'lah yang memberitahukan tentang kondisimu."
Bai Wei sedikit terkejut, "Jadi maksudmu, salah satu Tetua di sini bekerja sama dengan sekte racun?"
Li Xiang mengangguk angguk, "Ya, begitulah. Orang yang memberikan racun padamu juga pasti orang yang sama."
***
Lin Hao berjalan menuju pintu keluar, meninggalkan Xiao Xing Fu dan Bai Nuan di depan kamar Patriarch. Ia pun membuka pintunya karena sejak tadi seseorang mengetuk pintu. "Ah, Tetua Ling?" Ia tersenyum ramah pada tamu yang berada di luar. "Apa Anda kemari untuk menemui guru?"
Orang yang dipanggil tetua Ling oleh Lin Hao pun tersenyum. Ia terlihat berumur 50an tahun. Namun sebenarnya umurnya lebih dari itu. Rambutnya berwarna biru tua dengan manik mata berwarna jingga. "Ah, ya. Aku kemari untuk menemuinya. Sudah beberapa minggu ini aku tak menemuinya."
"Kalau begitu, maaf. Sepertinya Anda tidak bisa menemui guru untuk hari ini. Karena sekarang guru sedang kedatangan tamu." Ucap Lin Hao dengan perasaan tidak enak, "Aku harus mencegah Tetua Ling menemui guru. Karena bila dia menemui guru disaat kondisi guru seperti ini, maka mungkin dia akan mengatakannya pada Tetua lain. Walaupun dia adalah orang terdekat guru yang mungkin takkan mengatakan kondisi guru pada yang lain, aku tetap saja harus menyembunyikan hal ini darinya."
"Ah, begitu? Memangnya siapa tamu Patriarch? Apakah dia orang yang sangat penting dengan kedudukan tinggi?" Tanya Tetua Ling. "Karena biasanya, Patriarch jarang menerima tamu."
"I-iya.."
"Baiklah kalau begitu. Mungkin aku akan mengunjunginya lain kali saja. Titipkan salamku padanya," Tetua Ling berbalik dan berjalan menjauh dari kediaman Patriarch.
Lin Hao sedikit membungkukkan tubuhnya, "Maaf sekali lagi.. Akan saya sampaikan salam Anda pada guru."
Setelah mengetahui bila Tetua Ling sudah tidak terlihat, Lin Hao pun menghela nafas. "Huft.. hampir saja."
"Em.. ternyata ada sebuah buku yang membahas seseorang bernama Li Xiang?" Batin Lin Hao secara tiba tiba. "Padahal aku hanya asal saja mengatakannya saat tadi pada Ming. Tapi ternyata memang benar benar ada? Mungkin aku akan ke perpustakaan sekarang untuk mencarinya."
__ADS_1
Lin Hao segera masuk ke dalam untuk mengatakan bila ia akan pergi ke perpustakaan pada Bai Nuan dan Xiao Xing Fu. Ia juga berpesan agar kedua orang itu tidak membiarkan satu orang pun masuk untuk menemui Patriarch. Setelahnya, ia pergi keluar kediaman untuk pergi ke perpustakan pusat yang letaknya berada di pusat sekte, dekat dengan ruang peristirahatan.
***
"Jika apa yang kau katakan benar, maka aku akan segera menahan Tetua Ling." Ucap Bai Wei, "Terlebih kau sudah mendapatkan bukti bila dia sudah bekerja sama dengan sekte racun. Jadi tidak akan sulit menahannya."
"Dia saat ini mungkin belum mendengar tentang lenyapnya sekte racun. Jadi dia pasti tidak akan keluar dari sekte untuk melarikan diri." Li Xiang tersenyum bangga.
"Eh? Hah? Apa? Sekte racun lenyap? Apa maksudmu?" Kaget Bai Wei.
"Entahlah," Li Xiang mengangkat kedua bahunya, "Aku sudah melenyapkan semua orang orang sekte itu satu hari yang lalu. Mungkin beritanya akan mulai tersebar kemari, mengingat letak sekte ini 'tidak terlalu jauh' bagiku dari sekte itu."
"Mn.." Bai Wei terlihat berpikir. Mungkin ia memikirkan tentang sekte racun saat ini, "Oh ya, aku lupa menanyakan sesuatu. Apa yang kau lakukan pada Nuan'er untuk mengeluarkan roh jahat tingkat tinggi dari tubuhnya?"
"Eh? Ternyata kau sudah mendengar tentang mereka. Yah, saat itu aju hanya melakukannya sedikit berbeda dari biasanya. Itu saja." Ucap Li Xiang santai.
"Ah, aku tidak tau bagaimana ' sedikit berbeda dari biasanya' yang kau maksud. Tapi terimakasih karena sudah mau menolong putriku. Selain itu, kau juga sudah menolongku, membuatkanku pil, menyembuhkan Nuan'er dan mengatakan informasi tentang seseorang yang berhubungan dengan racun itu. Jadi kurasa hadiah 5 karung teh krisan tidak sebanding dengan apa yang kau lakukan. Apa kau ingin hal lainnya? Aku akan berusaha untuk mengabulkannya." Bai Wei tersenyum.
"Ah, baiklah jika kau memaksa. Aku memang memiliki satu permintaan yang menjadikan alasan sebenarnya dari aku membantumu," Li Xiang tersenyum kekanakan.
Li Xiang menatap pria itu, "Aku hanya ingin dukunganmu."
Bai Wei memiringkan kepala dan berekspresi heran, "Dukunganku? Dukungan apa?"
"Jika suatu hari Xing Fu membutuhkan bantuan dan aku tidak ada di sampingnya, aku ingin kau membantunya. Jika dia membutuhkan tempat untuk kembali, aku ingin kau menjadi salah satu tempat yang bisa dijadikan tempatnya untuk kembali. Lalu bila banyak orang menolak kehadirannya ataupun pendapatnya, aku ingin kau selalu mendukungnya. Aku juga ingin kau melindunginya bila aku tidak ada." Li Xiang tersenyum, "Apa kau bisa melakukannya?"
Bai Wei tertegun sejenak, "Aku bisa melakukannya. Tapi kenapa kau tiba tiba mengatakan itu?"
Li Xiang nampak berpikir, "Entahlah, aku hanya ingin mengatakannya saja."
"Mn... aku bisa melakukannya. Biar bagaimanapun, kau sudah banyak membantuku."
"Baiklah. Hanya itu yang ingin kukatakan padamu. Jaga kertas kontrak itu dan racun yang kuberikan padamu. Karena itu bisa menjadi bukti untuk bisa menangkapnya dan sebaiknya kau segera menyelesaikannya. Mulai dari sini, aku tidak akan ikut campur lagi."
__ADS_1
Bersamaan dengan selesainya ucapan Li Xiang, ruangan yang awalnya kedap suara kini menjadi seperti biasa kembali. "Sampai jumpa. semoga kau cepat sembuh."
Bai Wei mengangguk, "Baik, terimakasih atas bantuanmu."
Li Xiang membuka pintu kamar dan keluar dari dalam sana. "Eh? Kalian di sini? Lalu kemana Hao?"
"Kak Hao pergi ke perpustakaan." Ucap Bai Nuan.
"Kau sudah selesai berbicara dengan Patriarch?" Ucap Xiao Xing Fu.
"Tentu sjaa sudah. Ah iya, besok pagi kau harus bersiap siap, Xing Fu." Ucap Li Xiang sambil tertawa cengengesan.
"Untuk apa? Kita akan pergi kemana?" Heran Xiao Xing Fu.
"Turuti saja ucapanku. Baiklah, sampai jumpa." Li Xiang berjalan pergi. Ia berucap kembali saat berpapasang dengan Xiao Xing Fu, "Aku senang kau sudah baik baik saja."
Xiao Xing Fu tertegun. Ia melirik ke belakang, menatap kepergian Li Xiang.
"Hoams.. aku mengantuk sekali. Lebih baik aku tidur. Jangan ada yang menggangguku," Li Xiang merentangkan kedua kepalan tangan ke atas sambil menguap.
Saat sampai di kamarnya, Li Xiang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia memeluk bantalnya dengan erat, "Hah.. lelah sekali~"
"Apa kau melakukan 'hal itu' untuk melampiaskan amarahmu?"
Li Xiang menutup mata, seolah tak mendengarkan suara yang ada di dalam kepalanya.
"Kenapa kau terus mengacuhkanku semenjak bertemu dengan roh itu? Apa kau marah padaku setelah mengingat kejadian lama dan melampiaskannya pada sekte racun sebagai alasan membantu pemimpin sekte di sini?"
"Hah.. apa kau masih belum mengerti juga?" Ucap Li Xiang.
"..."
"Kau pikir aku akan mengungkit ungkit masa lalu itu lagi? Lalu marah padamu karena kejadian di masa lalu? Ingat ini baik baik, aku tidak peduli pada masa lalu seperti itu. Aku juga tidak peduli dengan masa lalu lainnya yang sudah kualami. Hari hari itu sudah terlewati dan orang orang itu sudah mati. Untuk apa aku peduli?" Ucap Li Xiang datar. "Yang kulakukan hanyalah membantunya dengan tujuan mendapat dukungan darinya saja."
__ADS_1
"..."