
Li Xiang berada di depan penjual daging mentah sambil membawa kucing yang kemarin ia tangkap. "Kau lihat? Aku membelikanmu banyak daging. Kau harus banyak makan agar kau tidak kurus seperti ini." Ia menyodorkan wadah daging pada kucingnya.
Meoww
Kucing itu tampak senang. Ia awalnya memang takut dengan Li Xiang. Namun setelah seharian sejak kemarin bersama dengan remaja itu, ia kini tahu bila Li Xiang orang yang cukup baik.
Li Xiang segera pergi dari depan penjual daging. Namun langkahnya tiba tiba terhenti. Ia melihat ke sekitar, "Salah satu dari anak itu ada di sini?" Gumamnya.
***
Saat siang hari, ketika restoran tutup, Xiao Xing Fu pergi ke depan kamar yang awalnya menjadi miliknya.
Tokk Tokk Tokk
"Buka!" Ucap Xiao Xing Fu. Namun, walaupun ia sudah mengatakan agar Bai Nuan membuka pintunya, gadis itu tetap tidak membukakannya pintu. "Apa kau tidak mendengarku? Buka pintunya sekarang!"
"Ada apa? Kau ingin membahas tentang makanan pagi tadi? Huft.. lupakan. Lagi pula, aku hanya memakannya sekali saja. Jangan meributkan hal tidak penting seperti itu." Ucap Bai Nuan dari dalam.
Mendengar hal itu, membuat Xiao Xing Fu menjadi kesal, "Apa yang kau lakukan tadi hampir membuat restoran ini akan dicap tidak baik! Apa kau tidak mengerti kesalahanmu? Kau seharusnya meminta maaf!"
"Baiklah, maaf. Sudah."
TOK TOK TOK
Xiao Xing Fu semakin mengeraskan suara ketukannya, "Buka sekarang juga dan katakan maaf dengan benar!"
Ceklekk
Pintu segera dibuka, memperlihatkan wajah Bai Nuan yang nampak kesal. "Jangan berisik! Kau menggangguku!"
"Kau sudah tinggal di tempatku dengan gratis dan kau bisa mendapatkan makanan tanpa membayar. Lalu pagi tadi aku sudah memberimu uang. Maka dari itu, jangan mengacauan restoranku jika kau masih ingin tinggal di sini. Dan lagi, sebaiknya kau membantuku di restoran untuk melayani pembeli setelah ini!"
Setelah mengatakan itu, Xiao Xing Fu pergi dari hadapan Bai Nuan. "Jika kau tidak mau membantu, maka aku akan mengusirmu saat ini juga. Tidak peduli apa yang kau katakan!"
Bai Nuan mendecih, "Jika dia benar benar mengusirku, lalu aku harus tinggal dimana? Aku tidak mau kembali ke rumah. Uangku sudah dicuri. Aku tidak memiliki apapun." Batinnya. "Aku hanya bisa menuruti ucapannya agar dia tidak mengusirku."
"Baiklah, aku akan membantu!"
Xiao Xing Fu berhenti dan melirik ke belakang, "Baguslah bila seperti itu."
__ADS_1
Akhirnya, restoran kembali buka setelah Xiao Xing Fu dan Cao Fang beristirahat. Pembeli mulai berdatangan. Di saat siang seperti ini, sering banyak orang yang datang ke restorannya. Bai Nuan pun membantu seperti apa yang sudah dikatakannya.
"Nona cantik, sebaiknya tidak perlu menjadi pelayan di restoran seperti ini. Jika Nona mau menikah denganku, maka aku akan memberikan semua yang Nona inginkan." Seorang pembeli bertubuh gemuk nampak tersenyum pada Bai Nuan yang berdiri di sampingnya. "Bermainlah denganku malam ini."
Bai Nuan berekspresi datar. Ia terkadang sering mendengar orang orang mengatakan itu padanya. Banyak pria yang menyukainya karena wajahnya yang cantik. Banyak juga pria yang selalu menggodanya.
Saat pria bertubuh gemuk itu baru saja menyentuh lengannya, Bai Nuan langsung memukul wajahnya hingga kursi pria itu jatuh bersama dengan orangnya. "Dasar pria brengs*k! Mati saja kau!"
"Ada apa itu?"
"Nona cantik itu hebat."
Para pembeli langsung mengalihkan perhatian mereka pada Bai Nuan kala mendengar suara berisik.
Cao Fang yang kebetulan baru saja mengantarkan makanan langsung menghampiri Bai Nuan. "Ada apa ini, Nona?"
"Kurang ajar!" Pria bertubuh gemuk itu perlahan berdiri. Kursi yang terjatuh tadi kini menjadi rusak. Ia menatap Bai Nuan marah, "Pelayan tidak tahu diri! Aku sudah menawarimu sesuatu yang bagus. Kau sudah kurang ajar karena menolakku dan memukulku!" Ia melayangkan pukulan pada Bai Nuan.
Hap!
Bai Nuan menahan tangan pria itu dengan begitu mudahnya. Tatapannya menjadi marah, "Kau ingin memukulku, hm? Kau pikir, kau bisa melakukannya?!" Setelah mengatakannya, ia menendang perut pria itu hingga membuatnya terdorong ke belakang dan menabrak tembok di belakangnya hingga retak.
"Cih, kau bahkan tak bisa menahan satu serangan dariku saja!"
"Apa yang terjadi di sini?" Xiao Xing Fu tiba tiba saja datang. Setelah mendengar keributan tadi, ia langsung pergi kemari untuk mengeceknya.
"T-tuan!" Cao Fang terkejut.
Xiao Xing Fu menatap ke arah Bai Nuan yang membelakanginya. Gadis itu melirik padanya dengan tatapan yang masih kesal. Ia pun melihat ke arah depan Bai Nuan dan melihat seorang pembeli langganannya jatuh terduduk di sana dengan pipi lebam. Ia kembali menatap Bai Nuan, "Apa kau yang melakukan semua ini?"
Bai Nuan berbalik, "Ya, aku yang melakukannya."
"Kenapa kau melakukan ini? Dia adalah pembeli di sini! Kau harus memperlakukannya dengan baik!" Kesal Xiao Xing Fu.
"Aku hanya membela diri! Dia mencoba menyentuhku dengan tatapannya yang menjijikan, seakan aku adalah wanita rendahan yang bisa didapatkan olehnya dengan mudah! Kau pikir, aku hanya akan diam setelah melihatnya?!"
Xiao Xing Fu melirik Cao Fang, seolah menanyakan kebenaran dari ucapan Bai Nuan.
Cao Fang menggelengkan kepala, "Saya tidak tahu, Tuan."
__ADS_1
Pria bertubuh gemuk itu kembali berdiri sambil memandang Xiao Xing Fu seolah ingin melakukan protes, "Apa apaan dia itu?! Dia tidak sopan padaku! Dan sekarang, dia memfitnahku!"
"Aku mengatakan kebenaran! Aku tidak berbohong!" Ucap Bai Nuan membela diri.
"Aku tidak tahu siapa yang benar. Tapi saat aku mendengar seseorang merendahkan pelayan di restoranku, maka dia harus pergi dari sini." Ucap Xiao Xing Fu dingin.
"Apa?! Aku adalah anak dari wali kota! Aku, Yan Fai! Kau mengusirku?!" Ucap Yan Fai dengan marah.
"Aku tahu. Tapi sifatmu tidak sama dengan ayahmu sama sekali. Sekarang pergi dari restoranku." Xiao Xing Fu menatap Yan Fai dengan dingin.
"K–" Yan Fai tak bisa berkata kata ketika melihat tatapan Xiao Xing Fu yang begitu menusuk padanya. "Cih, aku akan kembali dan memberitahukan ini pada ayahku agar kau diusir dari kota!" Ia langsung pergi begitu saja.
"T-tuan? Bagaimana ini? Anda baru saja mengusir Tuan Muda Yan. Bagaimana bila dia memberitahukannya pada Wali Kota untuk mengusir kita?" Ucap Cao Fang dengan khawatir.
"Tidak akan." Xiao Xing Fu mengahampiri Bai Nuan yang sejak tadi terdiam.
"Mungkin seharusnya aku tidak menempatkanmu di depan. Lebih baik kau membantuku di belakang saja." Ucap Xiao Xing Fu.
Bai Nuan menatap Xiao Xing Fu. Ia berpikir mengapa hanya Xiao Xing Fu yang tampak tidak tertarik dengannya? Padahal banyak pria yang seumuran dengannya ataupun berada di atasnya sering menatapnya dengan kagum dan rasa suka. Orang orang menyukai wajahnya yang cantik. Bahkan Cao Fang kagum dengan kecantikannya jika dilihat dari tatapan yang diberikan pemuda itu padanya. "Apa dia menyimpang dan menyukai laki laki?" Batinnya.
Xiao Xing Fu mengerutkan kening saat melihat Bai Nuan yang hanya diam menatapnya, "Ada apa? Cepat ikut aku ke belakang."
Bai Nuan tersadar dari lamunannya, "Iya."
"Sepertinya dia pemilik restoran ini. Aku baru melihatnya. Ternyata dia sangat tampan."
"Aku juga baru melihatnya. Pelayan tadi mengatakannya Tuan. Berarti dia memang pemilik restoran ini."
"Sangat tampan~"
"Tolong bereskan semua kekacauan ini, Fang." Ucap Xiao Xing Fu.
"Baik Tuan, akan saya rapikan semuanya." Cao Fang menghampiri kursi yang telah rusak dan berniat mengambilnya untuk disimpan di gudang dan akan mengambil kursi baru. Namun sebelum ia melakukan niatnya, beberapa orang masuk ke dalam restoran.
"Nona Bai!"
Bai Nuan melihat ke arah suara dengan terkejut. "K-kalian.."
"Syukurlah kami cepat menemukan Nona."
__ADS_1
Pengunjung restoran kini menatap ke arah orang orang yang baru saja masuk. Orang orang itu memiliki pakaian yang sama dan terlihat seperti berasal dari sebuah sekte. Di pinggang mereka pun terdapat pedang.
Xiao Xing Fu mengerutkan kening sambil memandang ketiga orang itu, "Nona Bai? Apa maksud kalian adalah dia?" Ia menunjuk Bai Nuan.