
Kini hari sudah sangat malam. Karena selalu terganggu dengan kedatangan monster, Xiao Xing Fu belum mendapatkan tempat yang bagus untuk ia beristirahat.
"Hah.. Aku sangat lelah.." Lirih Xiao Xing Fu sambil berjalan menuju sebuah gua. Untuk malam ini ia lebih memilih tidur di dalam gua. Karena jika ia tidur di pohon, terkadang ia selalu jatuh dan hal ini membuatnya terbangun dari tidur.
Setelah sampai, Xiao Xing Fu memperhatikan keadaan sekitar untuk mengetahui apakah di dalam gua terdapat monster atau tidak. Namun sebelum Xiao Xing Fu masuk ke dalam gua, tiba tiba ia merasakan hawa kehadiran yang kuat. Sesuatu yang memiliki kekuatan besar.
"A-ada apa ini.. a-aku tidak bisa.. bergerak." Batin Xiao Xing Fu terkejut. Ia melihat ke dalam gua. Sesuatu keluar dari dalam sana.
Xiao Xing Fu semakin terkejut ketika melihat seekor monster kalajengking yang berukuran besar keluar dari dalam gua. Warna kulit yang dimilikinya berbeda dengan kalajengking biasanya. Karena ia memiliki warna kulit emas. Kulitnya terlihat sangat kuat dan seakan takkan bisa dihancurkan oleh apapun. Ujung ekornya nampak berwarna hitam pekat, berbeda dengan anggota tubuhnya yang lain. Ia memiliki 4 pasang kaki yang juga sama kuatnya dengan kulit tubuhnya.
"Aku harus segera pergi. Aku harus pergi." Batin Xiao Xing Fu sambil menggertakan gigi, "Ayolah! Cepat pergi dari sini! Kenapa aku hanya diam?! Kenapa aku tidak bisa bergerak?!" Gerutunya dalam hati.
"Ayo bergeraklah! Aku harus menjauh dari monster ini. Firasatku tidak enak tentangnya! Aakhhh, ayolah!" Xiao Xing Fu berusaha bergerak. Namun ia seakan tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali saat dihadapkan pada monster kalajengking.
"Manusia.. hm.. sudah lama sekali aku tak melihatnya."
Xiao Xing Fu terkejut ketika mendengar suara. "Suara siapa itu? Apa ada seseorang di tempat ini? Tapi kurasa tidak ada. Lalu tadi.. apa mungkin.. monster ini.."
"Kau berani juga datang ke kawasanku."
"Tidak salah lagi! Ini suara monster itu!" Batin Xiao Xing Fu.
"Kau tak mau bicara? Atau kau tidak bisa berbicara di depanku?" Ucap kalajengking. "Hmph! Manusia lemah sepertimu beraninya menampakan diri di hadapanku. Apa kau ingin aku memakanmu?" Ucapnya dengan suara mengerikan.
Monster monster dijarak yang cukup jauh dari gua berlari menjauhi tempat itu. Mereka seakan merasakan adanya bahaya hanya dengan merasakan aura yang ada di sekitar mereka.
"Aku harus segera pergi. Tapi aku tidak bisa menggerakan tubuhku. Bagaimana ini?!" Xiao Xing Fu menjadi panik. Ia tidak mau mati di tempat seperti ini. Ia harus segera pergi. Ia tidak mungkin bisa menghadapi monster di hadapannya ini. Jadi lebih baik pergi.
__ADS_1
"Hahaha, kau takut?" Suara kalajengking terdengar mengejek. "Manusia lemah sepertimu memang sudah sepantasnya takut padaku yang Agung ini." Angkuhnya.
"L-lepaskan.." Ucap Xiao Xing Fu dengan kesulitan. Keringat terlihat di keningnya. Ia merasa takut saat ini. Monster di hadapannya sangat mengerikan. Aura di sekitarnya juga menyeramkan. Xiao Xing Fu ingin segera lari dari sini. Ia tidak kuat menghadapinya. Bahkan hanya dengan auranya saja, ia sudah sangat kesulitan seperti ini. Seperti ada benda berat yang ada di pundaknya, hingga membuatnya kini harus berlutut secara paksa.
"Lepaskan? Heh, kau sudah masuk ke dalam kawasanku tanpa izin. Lalu kau mengatakan ingin dilepaskan? Jangan mimpi! Kau akan menjadi santapan malamku. Sudah lama juga aku tidak memakan manusia yang datang ke tempat ini." Ucap kalajengking dengan nada sinis. "Aku ingin mencoba dagingmu. Tapi sayangnya aku sudah kenyang."
Xiao Xing Fu berusaha untuk berdiri. Namun kakinya tidak kuat menopang benda berat di pundaknya. Jadi ia hanya bisa berlutut di depan monster kalajengking. Mungkin aura yang dirasakannya saat ini masihlah setengah dari aura yang dimiliki kalajengking itu. Ia yakin bila kalajengking itu pasti monster tingkat kaisar yang hanya ada 5 di dunia.
"Walaupun begitu, aku takkan melepaskanmu begitu saja. Kau akan bertarung denganku." Ucap monster kalajengking. "Yah.. walaupun akhirnya aku yang akan memenangkan pertarungan ini." Ucapnya sombong. Ia dengan segera menarik kembali aura mengerikan yang ia arahkan pada Xiao Xing Fu.
Xiao Xing Fu mengatur nafasnya. Sejanak tadi ia merasa sedikit sesak nafas karena aura yang diperlihatkan monster itu. Namun kini ia sudah tidak merasakannya. Beban berat di pundaknya juga sudah menghilang.
Xiao Xing Fu berdiri perlahan. Tangannya terkepal dan sedikit bergetar. Ia merasa takut. Benar benar takut. Ia seperti sedang berhadapan dengan kawanan serigala yang menyerang desanya, disaat dirinya yang saat itu sangatlah lemah dan penakut. Benar benar tak berdaya saat dihadapkan pada monster kuat.
"L-lepaskan.. aku.." Lirih Xuao Xing Fu dengan kepala tertunduk.
Xiao Xing Fu menelan ludahnya. Walaupun aura yang diarahkan padanya tadi sudah hilang, namun ia masih merasa kesulitan untuk bergerak karena rasa takut. "Sial! Kenapa aku harus bertemu dengan monster mengerikan seperti dia?!" Batinnya.
"Nah, manusia. Ayo lawan aku. Jangan hanya diam dan menunggu kematianmu saja, karena itu tidak akan menghiburku." Ucap kalajengking.
Xiao Xing Fu dengan perlahan menatap kalajengking besar di depannya. "L-lepaskan.."
Perasaan kalajengking yang awalnya senang karena akhirnya Xiao Xing Fu mau menatapnya, kini berubah menjadi marah, "Lepaskan.. lepaskan.. lepaskan! Apa hanya itu yang bisa kau katakan?! Apa kau tidak bisa mengatakan hal lainnya?! Sangat tidak menyenangkan! Kau sangat membosankan!"
Jlebb
Karena kesal dengan ucapan yang selalu dikatakan Xiao Xing Fu, ekor milik kalajengking menembus perut anak itu begitu saja. Bahkan Xiao Xing Fu tak melakukan perlawanan apapun, karena serangannya yang begitu mendadak dan cepat.
__ADS_1
"Uhukk.." Xiao Xing Fu terbatuk darah. Tubuhnya perlahan jatuh berlutut setelah kalajengking menarik ekornya kembali dari tubuhnya.
"Sangat payah dan membosankan. Kau bahkan tak menghindarinya sama sekali. Sebaiknya aku langsung membunuhmu saja. Kau tidak menyenangkan." Ucap kalajengking dengan marah. Ia kembali mengeluarkan aura menakutkannya dan mengarahkannya pada Xiao Xing Fu.
"Uhuk.." Kondisi anak itu semakin tidak baik saat aura menakutkan milik kalajengking mengarah padanya. Ia memegangi perutnya yang kini terluka.
"Kenapa.. kenapa aku hanya diam saja?!" Batin Xiao Xing Fu yang merasa kesal dengan dirinya sendiri. "Uhuk.."
"Yah.. tapi kau juga akan mati sebentar lagi hanya dengan racunku. Jika dalam waktu 3 jam kau tidak mendapatkan penawar racun, maka kau akan mati." Ucap kalajengking dengan nada sinis. "Tapi bila aku menambahkan racun pada tubuhmu, maka kau akan mati dalam waktu 1 setengah jam lagi."
Ekor kalajengking kini terangkat ke atas dan berniat menusuk Xiao Xing Fu kembali.
Whuuss
Kwaaaak Kwaaaak
Ekor kalajengking terhenti saat sengatnya hampir mengenai tubuh Xiao Xing Fu. Ia melihat ke atas. Seekor burung gagak hitam terbang di depannya. Mata gagak yang berwarna merah menatap tajam dirinya.
"K-kau.." Kalajengking tiba tiba menjadi takut saat merasakan aura kuat yang dipancarkan oleh burung gagak. Bahkan aura yang dipancarkan dirinya kalah dengan burung gagak itu. Ia dengan segera mundur dan masuk ke dalam gua nya kembali.
Kwaaaaak Kwaaaaak
Xiao Xing Fu pingsan bersamaan dengan masuknya kalajengking tadi. Ini akibat dari racun yang didapatkannya.
Burung gagak hitam yang muncul adalah hurung gagak hitam yang sama dengan burung yang cukup sering mengikuti Xiao Xing Fu. Ia menatap anak di bawahnya itu dan kembali bersuara.
Kwaaaaak Kwaaaaak
__ADS_1