Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
40 -Kakek


__ADS_3

"A-apa maksudmu?"


Li Xiang menepuk wajahnya dan menghela nafas. Ia pun menendang lipatan lutut Xiao Lei dengan kesal, hingga hampir membuat pria tua itu terjatuh. "Kenapa kau mengatakannya tiba tiba seperti itu?! Dasar bodoh! Pikiranmu sama saja dengan otakmu yang dulu. Ceroboh, tanpa pikir panjang. Aku tidak mengerti bagaimana bisa sekte besar itu dipimpin olehmu saat ini."


Xiao Xing Fu menatap gurunya dengan bingung. Ia tidak mengerti sama sekali dengan apa yang terjadi saat ini.


"Katakan siapa nama ayahmu." Ucap Li Xiang sambil menatap Xiao Xing Fu.


Xiao Xing Fu mengerutkan kening bingung, "Kenapa?"


"Katakan saja."


"Xiao Shen."


Xiao Lei langsung tersenyum senang, "Berarti kau benar benar cucuku. Jian sudah mengatakannya padaku, kau mencari kakekmu, Fu'er. Dan aku adalah kakekmu." Ia mengeluarkan sebuah token dari dalam cincin ruangnya. "Dia memberikanku ini. Jian mengatakan bila ini milik ayahmu dan ini diberikan padamu. Lalu kau menitipkannya pada Jian."


Xiao Xing Fu terkejut ketika melihat token yang dipegang Xiao Lei. Ia langsung mengambilnya dari tangan pria tua itu. "Siapa yang sudah memberikan paman ini?"


"Jian." Xiao Lei menunjuk Li Xiang.


Xiao Xing Fu menatap Li Xiang, "Jian..?" Gumamnya.


Li Xiang tersenyum lebar hingga memperlihatkan giginya. "Ya, apa yang dikatakannya benar. Pak tua ini adalah kakekmu. Dia Xiao Lei, patriarch sekte giok bulan. Perkenalkan dirimu pada kakekmu, muridku."


Xiao Xing Fu menatap Xiao Lei yang tersenyum padanya. Pria tua di depannya memang memiliki wajah mirip dengan ayahnya. Ia pun menjadi canggung. Ia tidak berfikir bila akan bertemu dengan ayah dari ayahnya secepat ini. Apalagi identitasnya yang sebagai seorang Patriarch. "K-kakek, aku Xiao Xing Fu. Salam.. kenal." Ia tersenyum canggung.


Xiao Lei tersenyum senang. Ia mengelus kepala Xiao Xing Fu dengan gemas, "Ya, panggil aku kakek." Ia menurunkan tangannya dan beralih memegang satu pundak Xiao Xing Fu, "Karena Fu'er sudah bertemu kakek, bagaimana jika Fu'er ikut saja denganku? Kita akan kembali ke sekteku, giok bulan. Di sana aku akan merawatmu dan mengajarimu banyak hal."


"Heh, tidak bisa seperti itu. Aku adalah gurunya. Kau tidak bisa–"


Ucapan Li Xiang terpotong oleh ucapan Xiao Xing Fu. Anak itu sudah bergerak mundur, sedikit menjauh dari Xiao Lei hingga membuat tangan Xiao Lei yang ada di pundaknya terlepas. "Maaf, tapi aku tidak bisa ikut dengan kakek. Dan aku juga tidak mau ikut dengan seseorang yang baru saja kutemui, walaupun kau adalah kakekku. Karena selama ini, orang yang merawatku adalah guruku. Aku tidak bisa pergi begitu saja. Masih ada banyak pengetahuan yang belum dia ajarkan padaku."


Xiao Lei tampak sedih dan tidak terima, "Tapi kau bisa belajar di sekteku, Fu'er. Aku yang akan mengajarimu langsung dan akan ada banyak jurus yang akan aku ajarkan padamu. Aku akan membuatmu menjadi lebih kuat lagi, Fu'er. Jadi ikutlah denganku. Sebagai kakekmu, aku tidak bisa melepaskan tanggung jawabku darimu begitu saja. Kau adalah tanggung jawab kakek, Fu'er."


Li Xiang berekspresi sombong, "Kau lihat? Dia lebih memilihku. Kau tiba tiba datang dan langsung ingin mengambilnya. Itu tidak sopan."

__ADS_1


Xiao Lei menatap Li Xiang kesal, "Tapi kau mengatakan akan membiarkannya bersamaku jika aku membayar semua informasi itu dan aku sudah membayarnya bersama dengan hutangku dulu padamu."


Xiao Xing Fu mengerutkan kening, "Informasi apa?"


"Informasi keberadaanmu yang merupakan cucuku, Fu'er." Xiao Lei menatap Xiao Xing Fu.


Xiao Xing Fu langsung menatap gurunya dengan tajam. Ia seakan kesal dan tidak terima. "Jangan jadikan aku sebagai benda! Kau sama saja menjualku!"


Li Xiang tersenyum canggung, "Hehehe, bukan itu maksudku. Aku tadi hanya mengatakan jika dia membayar informasi itu, maka aku akan membuatnya menemuimu. Hanya itu. Informasi yang kuberikan juga tidak banyak. Hehehe, ayolah.. jangan menatapku seakan kau ingin memangsaku. Aku akan membagi hasilnya denganmu."


Xiao Xing Fu membuang muka kesal, "Aku belum memaafkanmu dan kau sudah membuatku kesal lagi!" Ia mengepalkan tangannya dan langsung memukul wajah Li Xiang hingga remaja itu terjatuh.


Bruukk


"Sshh.. sakit.. kau tega sekali padaku.." Li Xiang menatap Xiao Xing Fu dengan raut memelas. "Bagaimana jika hidungku bengkok, kau mau menggantikannya?"


"Cih, ganti saja dengan belalai gajah agar hidungmu panjang!" Ketus Xiao Xing Fu.


Li Xiang cemberut, "Kau tega sekali.."


Li Xiang mengulurkan tangannya pada Xiao Xing Fu, "Bantu aku berdiri."


"Berdiri saja sendiri. Kau memiliki kaki dan tangan. Gunakan saja itu." Ketus Xiao Xing Fu.


"Tapi aku tidak bisa berdiri sendiri." Li Xiang memelas.


"Apa perlu aku memotong kakimu terlebih dahulu agar kau benar benar tidak bisa berdiri sendiri?!"


"E-eh, jangan.. baik, baik.. aku akan berdiri sendiri." Li Xiang perlahan berdiri. "Jangan terus kasar seperti itu padaku."


"Fu'er, kumohon kembali bersamaku. Aku akan menyesal jika sesuatu yang buruk terjadi padamu saat bersama Jian." Xiao Lei menatap cucunya.


Xiao Xing Fu kembali menatap Xiao Lei. Ia merasa tidak enak saat melihat pria tua itu memelas padanya dan seakan berharap. "Aku senang karena bisa bertemu dengan kakek. Tapi aku tidak bisa ikut dengan kakek, maafkan aku.."


Xiao Lei menghela nafas mendengar ucapan Xiao Xing Fu. Ia tidak mau memaksa Xiao Xing Fu. Tapi ia juga tidak mau kehilangan cucunya. "Kalau begitu, aku akan ikut denganmu selama 1 bulan, Fu'er. Jika selama itu Jian tidak melindungimu dengan baik, maka aku akan membawamu pulang bersamaku. Bagaimana?" Ucapnya penuh harap.

__ADS_1


Xiao Xing Fu menjadi ragu. Pasalnya, Li Xiang bukan melindunginya. Malah sebaliknya, gurunya itu selalu membuatnya terluka. Bukan hanya saat latihan, tapi saat ia bertarung dengan gurunya beberapa waktu lalu. Bahkan tangannya yang saat itu patah masih belum sembuh dan kini satu tangannya itu masih diperban.


Li Xiang menjadi kesal saat mendengar ucapan Xiao Lei, "Kau pikir aku tidak bisa melindunginya?"


"Aku tau kau pasti bisa melindunginya. Tapi aku tidak yakin. Wajahmu sangat tidak meyakinkan." Ucap Xiao Lei datar.


Li Xiang mengerutkan kening, "Kenapa kalian kakek dan cucu sama saja?! Selalu mengatakan bila wajahku tidak meyakinkan! Memangnya wajahku terlihat meragukan di mata kalian?!"


"Iya, itu kau tau." Jawab Xiao Xing Fu dan Xiao Lei bersamaan.


Li Xiang mengepalkan tangannya, "Apa kalian ingin kupukul?!"


Xiao Xing Fu langsung menginjak kaki Li Xiang, "Kau tidak sopan sekali pada kakekku! Dia lebih tua darimu!"


Li Xiang meringis, "Kenapa ucapan dan tindakanmu selalu berbeda? Kau mengatakan agar aku sopan pada orang yang lebih tua. Padahal kau sendiri tidak sopan padaku."


Xiao Xing Fu mendengus tanpa menjawab ucapan gurunya.


"Bagaimana Fu'er? Jika kau tidak mau, maka aku akan terus mengikutimu sampai kau mau kuajak pulang." Ucap Xiao Lei.


"Hah.., itu pasti sangat merepotkan." Ucap Li Xiang. "Baiklah, aku terima. Selama 1 bulan ini kau boleh ikut. Jika saat dalam satu bulan itu dia sampai sekarat, maka aku akan memperbolehkanmu membawanya pulang. Tapi sekali kau membawanya karena aku kalah, maka kau jangan pernah menunjukkan wajahmu di hadapanku lagi, Lei. Lalu jika muridku ikut denganmu, maka kau harus menjaganya dengan baik. Karena dia murid yang manja." Ia melirik Xiao Xing Fu yang kesal.


"Apa maksudmu aku manja?!"


Li Xiang mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi santai. "Entahlah.." Ia kembali menatap Xiao Lei. "Lalu bila selama sebulan itu dia tidak sampai sekarat, maka kau harus kembali ke sektemu tanpa membawanya dan juga, kau harus memberikan 500 koin emas padaku karena kalah taruhan."


Xiao Lei berpikir sejenak. Ia pun mengangguk setelah memutuskan, "Baiklah."


"Kenapa aku dijadikan sebagai taruhan?! Dan juga, aku belum mengatakan bila aku setuju!" Kesal Xiao Xing Fu.


Kultivator yang sejak tadi ada bersama ketiga orang itu hanya diam. Ia seolah seperti angin lalu bagi mereka. "Ekhem.. Patriarch." Ia menatap Xiao Lei.


Xiao Lei langsung menatap ke arah suara. Ia melihat kultivator pria yang nampak berumur sekitar 20 tahunan itu dari atas sampai bawah. Terlihat bila pakaiannya adalah seragam dari sektenya. Ia berkedip beberapa kali.


Kultivator yang ditatap oleh Xiao Lei tersenyum canggung, "Um.. Patriarch ternyata ada di sini. Tadi.. sebenarnya ada apa? Dan saya dengar Patriarch melakukan taruhan. Bukankah Patriarch melarang semua murid termasuk tetua melakukan taruhan apapun? Lalu tadi Patriarch.."

__ADS_1


Xiao Lei tersenyum canggung. Sepertinya kultivator dari sektenya mendengar semua pembicaraan. Hal ini membuatnya sedikit malu. Apalagi tindakannya dilihat oleh orang dari sektenya. Padahal semua orang orang di sekte melihatnya sebagai orang yang dingin dan kurang ekspresif. Terlebih tindakannya tadi baru saja melanggar aturan yang ia buat sendiri di sekte. Apa jadinya bila semua orang orang di sekte tau mengenai hal ini? Padahal ia dikenal juga dengan orang yang tegas dalam menghadapi orang orang yang melanggar aturan.


__ADS_2