
Beberapa hari kemudian, akhirnya kondisi Xiao Xing Fu sudah membaik dibandingkan dengan saat dirinya baru sadar dari pingsan. Namun selama beberapa hari itu, ia tidak melihat Li Xiang. Yah, walaupun dia memang selalu ada di dalam kamarnya dan tidak pergi kemanapun karena kondisi, tapi seharusnya Li Xiang menjenguk dan menemuinya.
Karena hal itupun, Xiao Xing Fu berniat untuk mencari Li Xiang sendiri. Ia jadi merasa sedikit khawatir dengan gurunya. Setiap ia bertanya pada Lin Hao, pemuda itu selalu menjawab bahwa dia tidak melihat Li Xiang. "Sebenarnya dia kemana akhir akhir ini? Setelah menyelesaikan semua masalah itu, dia menghilang." Batinnya.
Saat Xiao Xing Fu melewati kamar Patriarch, ia mendengar suara gaduh di dalam, "Hm?" Karena penasaran, Xiao Xing Fu memutuskan untuk masuk setelah mengetuk pintu.
"Akhirnya ayah bangun, hiks.. aku khawatir jika sesuatu yang buruk.. terjadi padamu, hiks.." Bai Nuan saat ini memeluk ayahnya yang terbaring lemah di atas tempat tidur. Pria itu tersenyum saat melihat kehadiran putrinya.
"Guru.. aku senang kau baik baik saja.." Lin Hao menghapus air matanya yang sedikit keluar. Ia juga merasa sangat senang saat ini. Setelah berhari hari, akhirnya Bai Wei bangun.
"Anda sudah bangun, Patriarch? Syukurlah.. sepertinya kondisimu membaik." Xiao Xing Fu sedikit masuk ke ruangan, ia tersenyum.
Bai Nuan melepaskan pelukannya dan melirik ke belakang, "Xing Fu.. terimakasih karena sudah membantuku saat itu. Maaf aku belum sempat menjengukmu. Bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Ah, tidak apa. Lagi pula, kurasa lukaku tidak terlalu parah dan juga, lukaku sembuh dengan lebih cepat. Jadi tidak perlu meminta maaf. Aku pun belum menjengukmu semenjak kejadian itu, maaf."
"Aku juga minta maaf. Sepertinya saat itu dalam sesaat aku dikendalikan oleh iblis. Maaf bila aku melukaimu. Aku tidak sadar melakukannya," Bai Nuan menundukkan kepala.
"Aku baik baik saja. Patriarch, bagaimana keadaanmu?" Xiao Xing Fu berjalan mendekat.
"Aku.. baik baik saja. Hanya masih sedikit lelah," Bai Wei tersenyum. Ia melirik ke segala arah, "Tapi.. dimana dia?"
"Ah! Maksudmu Ming'er? Em.." Xiao Xing Fu sedikit bingung untuk mengatakannya, "Beberapa hari ini aku tidak melihatnya. Senior Lin pun begitu. Jadi aku tidak tahu dimana dia sekarang."
"Begitu.." Bai Wei mengalihkan perhatiannya pada Lin Hao, "Berapa lama aku tidak sadarkan diri?"
"Sudah beberapa hari, tidak sampai seminggu. Mungkin 5 hari, guru." Jawab Lin Hao.
"Ternyata cukup lama," gumam Bai Wei. "Hao'er, bagaimana caramu meningkatkan kekuatan secepat itu dalam 5 hari? Kekuatanmu meningkat."
Xiao Xing Fu dan Bai Nuan melirik Lin Hao bersamaan. Kenapa mereka baru menyadarinya saat ini? Kekuatan Lin Hao memang meningkat. Seperti yang dikatakan Bai Wei.
"Kekuatanmu sekarang setara denganku?!" Ucap Xiao Xing Fu terkejut.
Lin Hao menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tertawa canggung, "Ahaha.. aku juga tidak tahu. Tiba tiba saja kekuatanku bertambah dalam waktu satu malam saja. Padahal aku tidak melakukan apapun."
__ADS_1
Bai Wei memandang muridnya dengan ekspresi heran, "Tidak mungkin kekuatan bertambah secara tiba tiba. Pasti ada penyebabnya. Sebelum kekuatanmu bertambah, apa yang terjadi?"
"Itu.." Lin Hao berpikir sejenak. Ia bingung, apa ia harus mengatakan yang sejujurnya atau berbohong?
"Ehm.. saat itu.. Ming sepertinya menggumamkan sesuatu dan menyentuh tubuhku. Lalu, banyak kekuatan mengalir di dalam tubuh dan masuk ke dalam dantianku. Setelah merasakan rasa sakit yang cukup lama, aku tidak lagi merasakan sakit yang sempat kurasakan. Setelah kejadian itu kekuatanku bertambah," jelas Lin Hao. "Aku juga tidak tau apa yang terjadi."
Xiao Xing Fu mengerutkan kening. Dari cerita Lin Hao, ia merasa familiar dengan itu. Ia mengingat bila Li Xiang pun melakukan hal yang sama padanya dulu. Setelah kejadian itu, kekuatannya pun bertambah.
"Ming.. melakukan itu?" Bai Wei mengerutkan kening. Ia hanya tau bila nama Li Xiang adalah Xiao Ming. Namun setahunya juga Li Xiang adalah guru Xiao Xing Fu. Lalu bagaimana nama kedua marga mereka sama? Ia sudah memikirkannya sejak awal. Namun ia tidak berani menanyakannya pada Li Xiang. "Fu'er, apa kau mengetahui sesuatu?"
"Eh? Aku?" Xiao Xing Fu menunjuk dirinya sendiri. Ia pun mendapat anggukan dari Bai Wei. "Aku.. tidak tau apapun tentang itu. Karena aku belum pernah menanyakannya lagi tentang hal ini pada dia."
Braakkk
"Eh? Sepertinya aku mendengar sesuatu.." semua orang yang berada di dalam ruangan Patriarch melihat kearah pintu yang terbuka. "Patriarch, aku akan mengeceknya." Ucap Xiao Xing Fu. Ia pun berjalan keluar dari ruangan.
"Guru, aku akan menemani Xing Fu."
Bai Wei mengangguk, memperbolehkan Lin Hao.
"Seperti suara benturan kayu." Gumam Bai Nuan.
Suara berasal dari dalam kamar Li Xiang. Maka dari itu, Xiao Xing Fu dan Lin Hao membuka kamar itu. Dilihatnya seorang remaja keluar dari bawah tempat tidur sambil mendecih kesakitan. "Sshh.. sakit.."
"G–Ming'er?!" Xiao Xing Fu terkejut. Begitupun dengan Lin Hao. Anak yang mereka cari cari ternyata ada di dalam kamarnya.
Akhirnya, Li Xiang sepenuhnya keluar dari tempat tidur dengan merangkak keluar, "Duh... seharusnya aku menyimpan kertas teleportasi itu di atas tempat tidur, bukannya di bawah tempat tidur. Jika saja aku menyimpannya di atas tempat tidur, kepalaku tidak akan terbentur seperti ini," ia mengusap kepalanya yang terasa sakit.
"Dari mana saja kau selama beberapa hari ini?" Ucap Xiao Xing Fu. "Kenapa kau tidak menemuiku?"
Li Xiang perlahan berdiri. Ia sedikit mendongak ke atas untuk bisa melihat wajah Xiao Xing Fu, "Hah~ kau merindukanku ya?" Ia tersenyum percaya diri sambil memainkan poni depannya.
Xiao Xing Fu bereksresi datar, "Tentu saja tidak mungkin. Aku hanya bertanya, kemana kau selama ini?"
"Hoho~ kau bertanya. Berarti kau merindukanku. Pasti rasanya sangat kesepian saat aku tidak ada. Benar 'kan?" Li Xiang melipat tangan di dada, "Hah~ kau ini memang tak bisa jika tidak bersama denganku sebentar saja. Terus saja menempel seperti itik yang mengikuti induknya."
__ADS_1
Baru saja bertemu, remaja itu sudah membuat Xiao Xing Fu kesal, "Kau'lah itik itu!" Ia memukul kepala Li Xiang dengan kesal.
Sementara, remaja itu mengelus kepalanya, "Uhuhu.. sakitnya.. kau jahat sekali pada anak kecil sepertiku."
"Sepertinya lebih baik kau menghilang saja seperti kemarin kemarin." Ucap Xiao Xing Fu dengan kesal. "Kau selalu membuatku kesal."
"Huh, bukan aku yang membuatmu kesal. Tapi kau memang emosian padaku. Aku hanya mengatakan ini, itu, kau langsung kesal. Padahal aku tidak melakukan apapun padamu." Li Xiang mendengus.
"Selama beberapa hari kau berada dimana, Ming? Aku mencarimu setiap hari di sekitar kediaman ini dan tempat tempat lain di sekte. Aku juga sudah menanyakan keberadaanmu pada murid sekte. Tapi mereka tidak tau dan tidak melihatmu selama beberapa hari itu. Kau berada dimana?" Ucap Lin Hao yang tiba tiba bersuara.
Li Xiang melirik Lin Hao, "Heh, ternyata bukan hanya dia yang rindu padaku, ya? Kau juga rindu padaku? Ah~ pesonaku memang selalu membuat keributan kecil seperti ini," ia tersenyum percaya diri.
"Apa kau tidak berpikir bila kau terlalu percaya diri sampai sampai kau menjadi orang menyebalkan?" Ucap Xiao Xing Fu dengan datar.
"Jangan iri padaku seperti itu hanya karena tidak ada yang merindukanmu." Li Xiang mengangguk angguk.
"Ming, aku serius. Kau dimana selama itu? Aku mencarimu untuk meminta penjelasan darimu." Ucap Lin Hao. "Kau mengatakan akan menjelaskannya padaku bila aku merawat Xing Fu, 'kan?"
Li Xiang memandang Lin Hao yang terlihat serius.
Xiao Xing Fu menatap Lin Hao dan Li Xiang bergantian, "Hah? Apa maksud kalian? Memangnya kau akan menjelaskan apa, Ming'er?"
"Ah, bukan apa apa. Hanya hal kecil yang tidak dia mengerti. Aku akan menjelaskannya. Tapi sebaiknya kita cari tempat yang tenang dulu. Di sini ada nyamuk. Kepalaku terus berdengung mendengar suaranya." Li Xiang melirik Xiao Xing Fu.
Lin Hao mengangguk, "Bagaimana bila di ruanganku saja?"
"Hm.. bagus. Kalau begitu ayo," Li Xiang hendak keluar dari dalam ruangan. Namun, Xiao Xing Fu mencengkram pergelangan tangannya. "Kau belum mengatakan dimana kau selama beberapa hari ini."
"Iya, iya, aku akan mengatakannya nanti. Kau ini berisik sekali. Telingaku penuh dengan suaramu tau!" Li Xiang melepaskan cengkraman muridnya dan langsung keluar bersama dengan Lin Hao.
"Aku ikut!"
"Tidak, kau diam saja di sana. Ini masalah orang dewasa," Li Xiang berucap dengan kepala sedikit masuk ke kamar saat tubuhnya berada di luar ruangan.
"Hah? Umurku dengan senior Lin hanya berbeda 2 tahun, dan aku juga sudah besar!" Kesal Xiao Xing Fu.
__ADS_1
"Lalalala, aku tak dengar, aku tak dengar, sepertinya ada lalat masuk ke telingaku. Sampai jumpa," Li Xiang menarik pintu kamar dan menutupnya, meninggalkan Xiao Xing Fu di dalam sendirian.
Xiao Xing Fu hanya diam dengan raut kesal, "Sebenarnya apa yang akan mereka bicarakan?"