
"Fu'er, jika kau kalah melawan muridku, Hao'er. Maka kau harus pergi dari sini dan putriku akan kunikahkan dengan Hao'er." Ucap Patriarch pedang langit, Bai Wei. Ia saat ini berada di lapangan latih tanding.
Di lapangan latih tanding memiliki tempat yang berbeda dari lapangan latihan. Karena tempatnya yang lebih luas dan di sekitar tempat ini pun terdapat beberapa kursi yang terbentuk seperti tangga yang terbuat dari tanah. Selain itu, tempat ini juga memiliki pelindung yang mengurung orang yang bertarung di lapangan sehingga serangan yang mereka timbulkan tidak akan menyasar ke tempat lain.
Seperti saat ini, ada beberapa orang yang menonton dari luar lapangan. Xiao Xing Fu dan Bai Wei pun berada di dalam kubah pelindung transparan. Sementara, Bai Nuan duduk di kursi penonton.
"Baik. Akan kulakukan sebaik mungkin." Ucap Xiao Xing Fu.
Bai Wei menganggu dan tersenyum, "Semangat yang bagus. Tapi jangan meremehkan muridku. Walaupun kau memang sangat kuat dan hebat karena bisa mencapai tingkat jenderal bintang 5 di umurmu yang sekarang, tapi muridku tidak akan mudah kalah."
Xiao Xing Fu mengangguk, "Aku mengerti."
Tak lama setelah itu, seseorang masuk ke dalam kubah pelindung lewat celah yang terlihat setinggi orang dewasa. Ia memiliki wajah tampan dengan rambut berwarna hitam dan mata berwarna hitam. Ia tersenyum ramah. Tidak ada tatapan merendahkan ataupun meremehkan lawan. Baginya, semua lawan tetap sama. Mereka harus ia waspadai. Jadi ia tidak pernah memandang remeh setiap lawannya karena itu akan membuatnya lengah.
"Namaku Lin Hao, salam kenal."
Xiao Xing Fu bisa merasakan bila Lin Hao memiliki tingkatan kultivasi di bawahnya, jenderal bintang 1. Sangat jauh dengannya yang mana dirinya sudah ada di tingkat jenderal bintang 5. Walaupun sebagian besar kekuatannya memang berasal dari Li Xiang saat dulu. "Bukankah dia salah satu dari orang yang membawaku kemari? Ternyata dia." Batinnya. "Namaku Xiao Xing Fu, salam kenal."
Bai Wei yang berdiri diantara keduanya tersenyum tipis, "Baiklah, aku akan mengatakan peraturan pertandingan ini. Pertama, tidak boleh saling membunuh. Kedua, dilarang menggunakan senjata tambahan. Kalian hanya boleh menggunakan satu senjata yang kalian keluarkan saat ini. Dilarang menggunakan racun. Lalu terakhir, jika salah satu dari kalian menyerah atau pingsan, maka pertandingan dihentikan dan dia akan kalah. Orang yang menang akan kuizinkan menikah dengan putriku, Nuan'er dan menjadi patriarch menggantikanku."
Xiao Xing Fu terkejut saat mendengar kalimat terakhir Bai Wei. Bai Nuan tidak mengatakan apapun tentang ini padanya. Apa mungkin gadis itu tidak mengetahuinya? Sama sepertinya?
"Kenapa Anda sampai ingin menyerahkan posisi patriarch pada salah satu diantara kami?"
"Ini sudah aku perhitungkan." Jawab Bai Wei singkat. Ia mundur dan keluar dari dalam kubah pelindung, "Kalian bisa mulai dari sekarang."
Tak lama, celah yang ada pada kubah pelindung tertutup, membuat keduanya tidak bisa keluar dari dalam.
"Apa kau sudah tahu tentang ini?" Ucap Xiao Xing Fu dengan pelan. Orang orang yang berada di luar pelindung tidak akan bisa mendengar suara mereka. Maka dari itu, Bai Nuan yang berada di luar pun tak bisa mendengar ucapan patriarch tadi.
Lin Hao tersenyum lirih, "Ya, aku sudah tahu. Maka dari itu, aku akan memenangkan pertarungan ini demi bisa menjadi patriarch untuk menggantikan posisi guru."
"Kenapa? Kenapa kau ingin menggantikan posisinya?"
"Aku tidak bisa memberitahukannya pada orang asing sepertimu dan aku juga tidak akan membiarkan adik Nuan bersama dengan orang yang salah. Maka dari itu, aku akan memulainya." Lin Hao menarik pedang yang ada di pinggangnya dan berlari ke arah Xiao Xing Fu yang berjarak belasan meter darinya.
__ADS_1
"Kau tidak ingin bicara ya? Baiklah," Xiao Xing Fu ikut mengeluarkan pedangnya dan berlari ke arah Lin Hao.
Keduanya bergerak dengan sangat cepat dan membuat dedebuan beterbangan kemana mana. Mereka saling mengadukan pedang masing masing untuk melukai satu sama lain.
Setelah beberapa menit beradu pedang, Lin Hao melompat mundur. Ia pun mengarahkan satu tangannya pada Xiao Xing Fu, "Akar pengikat." Seketika, akar akar keluar dari dalam tanah dan bergerak cepat ke arah Xiao Xing Fu yang berlari menuju Lin Hao.
Xiao Xing Fu memotong akar akar yang bergerak ke arahnya dan menghindari akar akar itu. Namun, mereka tidak pernah ada habisnya, "Cih."
Xiao Xing Fu menancapkan pedangnya ke permukaan tanah, "Lautan api."
Api api muncul dari dalam tanah dan membakar akar akar yang bergerak ke arahnya. Api api itu cukup besar hingga bisa membakar akar hampir secara bersamaan.
Lin Hao melompat mundur untuk menghindar dari kobaran api yang membakar akar miliknya. "Kau ternyata memiliki elemen api. Jika seperti ini, maka aku tidak akan bisa mengalahkanmu dengan jurus tanamanku."
Xiao Xing Fu tersenyum saat mendengar ucapan Lin Hao. Bukankah bila seperti ini, dirinya bisa memenangkan pertandingan dengan cepat tanpa masalah? Maka ini akan mudah. Terlebih Lin Hao memiliki tingkat kultivasi di bawahnya.
"Tapi bukan berarti aku akan menyerah dan mengaku kalah padamu." Lanjut Lin Hao. Ia tiba tiba menghilang dari balik kobaran api.
Xiao Xing Fu yang berada di balik kobaran api lainnya sama sekali tidak mengetahui bila Lin Hao sudah menghilang. Namun ia menjadi waspada saat mendengar ucapan Lin Hao tadi.
Ia merasakan adanya bahaya dari arah belakang. Maka dari itu, ia langsung melompat tinggi sambil berbalik menatap ke arah sumber bahaya. Di sana ia melihat Lin Hao dengan pedang di tangannya yang sedikit ternodai darah.
"Kesempatanku." Lin Hao mengulurkan tangannya ke arah Xiao Xing Fu yang masih berada di udara. "Tanaman pengikat."
Seketika, muncul tanaman dengan banyak daun keluar dari tanah bergerak ke atas dan menarik kaki Xiao Xing Fu hingga pemuda itu terjatuh ke permukaan.
Dedebuan beterbangan ke segala arah dan hal ini membuat pandangan Lin Hao sedikit tertutupi. Namun tak lama setelah dedebuan menghilang, Lin Hao dapat melihat Xiao Xing Fu berdiri di depannya dengan kedua tangan terikat oleh akar yang keluar dari bawah tanah.
"Jangan terlalu sombong hanya karena kekuatanmu." Ucap Lin Hao dengan datar.
Xiao Xing Fu menarik senyum sinis, "Heh, kau juga jangan berpikir bila akar seperti ini dapat menghentikanku." Kedua tangannya mulai diselimuti oleh api hingga hal ini membuat akar yang mengikatnya terbakar menjadi debu. Ia pun terbebas dari benda itu. "Masih ada yang akan kutunjukan padamu."
"Phoenix api terbentuklah." Setelah mengatakan itu, tiba tiba muncul api di atas telapak tangan Xiao Xing Fu yang saat ini sudah tidak terlapisi oleh api. Api itu seakan menggulung seperti ombak dan membentuk sesuatu.
"Tidak mungkin! Dia membentuk phoenix dengan api?!" Kaget beberapa penonton.
__ADS_1
Lin Hao pun ikut terkejut ketika melihat apa yang dilakukan Xiao Xing Fu, "Itu phoenix?! Tapi kenapa ukurannya kecil sekali? Itu seperti burung pipit."
"Eh?" Xiao Xing Fu melihat telapak tangannya dan melihat seekor phoenix kecil sebesar burung pipit terbang di atas telapak tangannya. "Kecil sekali. Ini bahkan tidak sampai 1/10 besarnya yang asli dari jurus ini. Sepertinya aku harus lebih banyak berlatih membuatnya."
"Hahaha, apa yang bisa dilakukan burung kecil seperti itu?" Ejek salah satu penonton. Namun suaranya tidak akan bisa terdengar ke dalam kubah pelindung. Walau begitu, Xiao Xing Fu melihat beberapa tatapan mengejek diarahkan padanya.
"Hmph!" Xiao Xing Fu mendengus kesal ketika melihat beberapa pasang mata yang menatapnya dengan ejekan. Ia pun mengulurkan tangannya ke depan dan memerintahkan burung phoenix untuk terbang ke arah Lin Hao.
Melihat itu, Lin Hao segera membuat tembok yang terbuat dari akar akar pohon yang keluar dari dalam tanah untuk menghentikan serangan kecil Xiao Xing Fu.
Duarrr
Namun ternyata salah. Serangan berukuran kecil itu ternyata bisa menghancurkan akar dalam sekali serang, bukan hanya membakar. Tapi meledak hingga menghancurkan akar menjadi debu. Bahkan burung api itu meledak saat mengenai Lin Hao hingga membuat pemuda itu terpental dan terhempas ke dinding pembatas dari pelindung.
Bukan hanya itu, pelindung yang seharusnya memiliki ketahanan yang kuat berubah menjadi sedikit retak saat terkena tabrakan tubuh Lin Hao.
Xiao Xing Fu sendiri jatuh berlutut setelah melakukan serangan. Nafasnya sedikit tidak beraturan. "Ini seperti mempelajari jurus petir saat itu. Aku belum pandai mengontrolnya hingga menguras banyak Qi ku dengan hasil kecil."
Bai Wei terkejut ketika melihat dinding penghalang itu menjadi sedikit retak. Ia pun segera masuk ke dalam dan melihat keadaan kedua pemuda di dalamnya.
Bai Nuan nampak khawatir dengan keadaan Lin Hao. Karena bagaimanapun, ia sudah menganggap pemuda itu seperti kakaknya. "Semoga kak Hao baik baik saja." Gumamnya.
Bai Wei menghampiri muridnya yang tergeletak di dekat penghalang dengan keadaan luka bakar di banyak bagian tubuhnya. "Shhh.."
"Kau baik baik saja, Hao'er? Bagaimana keadaanmu?" Ucap Bai Wei sambil membantu Lin Hao berdiri.
"Aku.. baik baik saja.. guru." Ucap Lin Hao dengan sedikit terengah engah. Karena pakaian atasnya terbakar, lukanya kini bisa terlihat dengan jelas.
"Bagaimana bisa kau mengatakan ini baik baik saja?" Ucap Bai Wei dengan khawatir.
Lin Hao tersenyum tipis, "Dia adalah orang yang hebat, guru."
Tidak lama setelah ucapan itu keluar dari mulut Lin Hao, kubah pelindung tiba tiba pecah setelah dihantam sesuatu dari atas dan jatuh tepat di tengah tengah lapangan. Dedebuan kini beterbangan kemana mana dan menghalangi pandangan semua orang.
"Tidak ada yang boleh menyakitinya tanpa seizinku."
__ADS_1
Suara itu terdengar dari balik kepulan debu. Semua orang melihat ke sumber suara. Karena kubah pelindung sudah hancur, maka mereka bisa mendengar suara yang berada di dalam lapangan.
Saat dedebuan menghilang, mereka kini bisa melihat seorang remaja laki laki yang berdiri di dekat Xiao Xing Fu.