
"Dia sangat lama sekali." Gumam Xiao Xing Fu. Ia sudah sejak tadi menunggu di luar penginapan. Di sampingnya terdapat penjaga penginapan yang baru. Orang itu lebih ramah dan baik daripada penjaga sebelumnya.
"Apa temanmu belum juga kembali?" Ucap penjaga.
Xiao Xing Fu tersenyum kecut, "Belum. Dia sangat lama."
"Sangat mengerikan. Aku melihatnya sendiri, kedua tangan dan satu kakinya terpotong dan satu kakinya yang lain tertancap pedang. Selain itu, mulutnya sobek. Aku sampai tidak bisa berkedip saat melihatnya."
"Siapa yang bisa melakukan pembunuhan semengerikan itu? Apa di sini ada kultivator aliran hitam?"
"Entahlah, kultivator yang kebetulan berada di sini berniat menyelidikinya. Mereka mengatakan bila dia kemungkinan mati saat malam."
Xiao Xing Fu langsung melirik ke arah dua orang warga yang melewatinya. "Permisi. Maaf mengganggu. Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian tadi. Apa sudah terjadi pembunuhan di sini?"
Kedua warga yang berada di dekat Xiao Xing Fu langsung berhenti. Mereka membalikkan tubuhnya dan menatap Xiao Xing Fu. "Em... ya. Dia ditemukan di dalam rumah. Tempatnya tidak jauh dari sini. Kau hanya perlu lurus dan belok ke kanan, lalu di sana kau akan menemukan kerumunan kultivator. Mereka ingin menyelidikinya untuk memastikan bila orang yang melakukannya bukan dari kultivator aliran hitam."
"A-ah, begitu.. terimakasih informasinya. Maaf sudah mengganggu." Xiao Xing Fu tersenyum.
Kedua warga itu langsung pergi.
Xiao Xing Fu menatap penjaga penginapan, "A-ah, aku ingin pergi ke tempat yang dikatakan mereka. Jika temanku keluar dan mencariku, katakan bila aku akan segera kembali. Kau akan mudah mengenalinya, karena dia memiliki rambut berwarna putih dan mata emas. Bisa tolong bantu aku mengatakan itu padanya?"
Penjaga mengangguk ketika mendengar ucapan Xiao Xing Fu, "Aku akan mengatakannya. Tapi apa kau akan baik baik saja, adik kecil? Kau sudah mendengarnya tadi, bagaimana kondisi korban." Ucapnya ragu.
Xiao Xing Fu tersenyum, "Aku tahu. Tapi jangan mencemaskanku. Aku akan baik baik saja. Tolong sampaikan ucapanku tadi pada temanku, ya?"
"Baiklah jika kau mengatakan seperti itu. Berhati hatilah." Ucap Penjaga.
Xiao Xing Fu mengangguk. Ia pun langsung pergi.
Setelah sampai di tempat yang dikatakan oleh kedua warga tadi, Xiao Xing Fu menemukan beberapa kultivator yang berada di dalam sebuah rumah yang tidak ditutup. Ia segera masuk ke dalam begitu saja.
"Heh, anak kecil, kenapa kau masuk ke dalam?" Ucap salah satu kultivator.
__ADS_1
Xiao Xing Fu tersenyum canggung, "Aku hanya ingin melihat mayat yang dikatakan oleh orang orang. Aku penasaran."
"Pemandangan itu lebih baik tidak dilihat oleh anak sepertimu." Kultivator itu melihat Xiao Xing Fu dari atas sampai bawah, "Kau seorang kultivator. Kekuatanmu sepertinya berada di atasku." Ucapnya setelah mengamati.
"Jadi, apa sekarang aku boleh melihatnya? Hanya sebentar saja.. setelah itu aku akan pergi."
"Haish.. kau memaksa sekali. Terserah kau saja. Tapi sebaiknya kau tidak melihatnya terlalu lama."
Xiao Xing Fu mengangguk. Ia pun semakin masuk ke dalam dan akhirnya ia bisa melihat korban dari pembunuhan yang terjadi saat malam. "Dia.." Matanya membulat terkejut ketika melihat wajah dari mayat itu. Dia adalah penjaga kemarin yang dipecat. Mayatnya tampak mengerikan, seperti apa yang dikatakan warga.
Mulutnya sobek, kedua tangannya terpotong, begitupun satu kakinya. Sementara kaki satunya lagi tertancap oleh pedang yang ditancapkan sampai menembus lantai. Banyak darah yang berceceran di sekitarnya. Terlebih di bagian potongan tubuhnya. Sangat mengerikan.
Xiao Xing Fu menutup mulutnya. Ia merasa ingin muntah dan tidak kuat melihatnya. "Siapapun orang yang melakukannya, dia sangat kejam." Ia segera keluar dari dalam rumah.
"Kau sudah keluar? Apa kau tidak tahan melihatnya?" Ucap kultivator yang ditemui Xiao Xing Fu tadi.
Xiao Xing Fu menurunkan tangannya dan berhenti sambil menatap kultivator itu, "Kondisinya sangat mengerikan. Aku tidak bisa melihatnya lebih lama."
Xiao Xing Fu terdiam ketika mendengar ucapan kultivator itu. "Apa senior akan ikut mencari pelakunya seperti orang lain yang ada di sini?"
"Ya, begitulah.. Karena aku juga penasaran siapa yang melakukan ini. Jadi lebih baik aku juga ikut mencaritahu."
Xiao Xing Fu mulai mengobrol dengan kultivator itu di halaman depan rumah. Ia menanyakan beberapa hal mengenai kultivator. Karena sejujurnya ia memang tidak mengetahui apapun soal ini.
Di tempat lain, Li Xiang baru saja keluar dari dalam penginapan bersama dengan Xiao Lei. Keduanya sudah memberikan kunci penginapan pada resepsionis. Awalnya Xiao Lei akan menginap di tempat ini. Namun ia tidak jadi melakukannya dan lebih memilih untuk ikut bersama Li Xiang, sekaligus ia ingin melihat Xiao Xing Fu.
"Kenapa dia tidak ada di sini? Padahal aku sudah menyuruhnya untuk menunggu di luar. Tapi kenapa dia tidak ada?" Ucap Li Xiang sambil memperhatikan sekitar.
"Um.. itu.. adik kecil, apa kau sedang mencari temanmu?" Ucap penjaga dengan ragu.
Li Xiang menatap penjaga baru itu dari atas hingga ke bawah, "Hm.. aku mencari muridku."
Penjaga itu menjadi heran. "Murid? Kau sudah memiliki murid? Apa yang kau ajarkan?"
__ADS_1
"Tentu saja aku memilikinya. Apa kau melihatnya? Aku menyuruhnya untuk menungguku di luar. Tapi dia tidak ada."
"Mungkin yang dia maksud adalah anak tadi. Lagi pula, anak itu mengatakan bila temannya memiliki rambut putih dan mata emas. Jarang sekali ada orang yang memiliki rambut dan warna mata seperti itu. Tidak salah lagi, pasti dia." Batin penjaga. "Tapi kenapa dia mengatakan murid? Sementara anak tadi mengatakan teman."
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Ucap Li Xiang.
Penjaga yang berdiri di depan Li Xiang tersadar dari lamunanya. "A-ah, tidak ada." Ia tersenyum canggung.
"Baiklah, kutanyakan sekali lagi padamu. Apa kau melihat muridku?"
"Y-ya, tadi dia mengatakan akan pergi ke tempat pembunuhan berada. Lalu aku dimintai tolong agar mengatakannya padamu."
Li Xiang mengerutkan kening, "Pembunuhan? Memangnya ada pembunuhan di sini? Untuk apa dia ke tempat seperti itu? Lalu dimana tempatnya?"
Penjaga itu menunjuk ke arah dimana warga yang tadi juga menunjukkannya pada Xiao Xing Fu. "Di sana. Kau pasti bisa menemukannya. Karena dikatakan di sana berkumpul beberapa kultivator."
Setelah mendengar itu, Li Xuang langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Xiao Lei mendecakan lidah. "Terimakasih informasinya." Ia pun mengikuti Li Xiang.
Akhirnya keduanya sampai di tempat yang dikatakan. Mereka melihat Xiao Xing Fu sedang mengobrol dengan seorang kultivator. "Astaga.. kukira kau akan menghilang. Jika saja kau menghilang, aku akan kerepotan membuat pengumuman untuk menemukanmu." Ucap Li Xiang sambil menghampiri Xiao Xing Fu.
Baik Xiao Xing Fu maupun kultivator yang bersamanya sama sama menoleh ke arah Li Xiang. "Ck! Aku bukan anak kecil yang menghilang lalu harus langsung dicari!" Kesal Xiao Xing Fu.
Mata Xiao Lei menjadi berkaca kaca saat melihat Xiao Xing Fu. Terlebih wajahnya yang begitu mirip dengan anaknya, membuatnya menjadi sangat rindu. Ia langsung menghampiri Xiao Xing Fu dan memeluknya, "Fu'er.."
Xiao Xing Fu terkejut karena dirinya tiba tiba dipeluk oleh seseorang tak dikenal. Ia langsung memaksa lepas dari cengkraman pria tua itu tanpa melihat bagaimana wajahnya. "Jangan tiba tiba memelukku! Aku tidak mengenalmu!"
Xiao Lei langsung melepaskan pelukannya. Ia memandang Xiao Xing Fu sendu.
Xiao Xing Fu terkejut saat melihat wajah dari orang yang memeluknya. "Paman.. bukankah paman yang tadi bersama dengan guru?"
Xiao Lei mengangguk, "Fu'er.. aku adalah kakekmu."
"..." Xiao Xing Fu tidak berekspresi saat mendengarnya. Namun beberapa saat setelahnya, "A-apa maksudmu?"
__ADS_1