Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
50 -Seorang Gadis


__ADS_3

"Kau sudah menyimpan papan itu di luar 'kan?" Ucap Xiao Xing Fu saat pelayannya datang. Ia saat ini berada di dapur.


Pelayannya mengangguk, "Tapi sekarang masih ada satu pelanggan lagi, Tuan. Dia memesan sup daging dengan banyak wortel."


Xiao Xing Fu menghela nafas, "Kalau begitu usir saja dia. Aku sudah lelah dan kita juga sudah menutup restoran. Jika dia bukan pelanggan tetap, kau bisa mengusirnya. Untuk hari ini, aku tidak akan membuka restoran lagi. Aku sudah sangat lelah. Jadi, jika dia ingin tetap makan di sini, katakan saja untuk datang besok."


Pelayan itu tertegun beberapa saat, "Tapi Tuan.. dia sudah menunggu di depan. Kita tidak bisa mengusir pembeli begitu saja."


"Aku adalah Tuannya, jadi jangan memerintahku. Aku hanya ingin istirahat sekarang. Tidak ada lagi makanan."


Pelayan menundukkan kepala, "Baik Tuan. Saya akan mengatakannya dan mengusirnya dengan cara baik baik," setelah mengatakan itu, ia pergi.


Xiao Xing Fu langsung pergi menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya dan beristirahat.


"Maaf Nona, karena restoran sudah ditutup, Tuan tidak bisa membuat makanan lagi. Nona bisa kembali besok. Untuk hari ini, saya sungguh menyesal karena tidak bisa melayani Nona dengan baik." Ucap pelayan setelah dirinya menghampiri gadis yang masuk ke restoran terakhir kali. Ia membungkukkan tubuhnya.


Gadis itu mengerutkan kening, "Kenapa? Kalian tinggal membuatkanku satu porsi saja. Tidak akan lama."


"Maaf Nona, tapi Tuan tidak bisa melakukannya. Dia mengatakan pada saya bila dia tidak menerima pembeli lagi hari ini. Jadi, Nona bisa pergi sekarang."


Gadis itu berdiri, "Dimana pemilik restoran ini? Aku ingin berbicara dengannya!"


Pelayan sedikit terkejut, "Untuk apa Nona?"


"Antarkan aku padanya sekarang. Aku ingin berbicara dengannya! Dia pikir.. dia siapa bisa mengusirku begitu saja?" Ucap gadis itu dengan kesal. Padahal sebenarnya ia mengatakan ini agar dirinya bisa sedikit berkeliling restoran untuk bisa menemukan anak yang ditemuinya tadi. Ia ingin memastikan bila anak itu benar benar tidak menyakiti kucing yang tadi ia berikan padanya.


"Tidak bisa, Tuan sedang ingin beristirahat sekarang. Nona tidak bisa mengganggunya." Cegah pelayan.


"Antarkan aku sekarang padanya!" Gadis itu mengeluarkan sedikit aura kekuatannya pada pria di hadapannya ini.


Pelayan langsung sedikit takut. Karena bagaimanapun, ia hanyalah manusia biasa. Bukan kultivator. Jika ia terus mencegah gadis itu, mungkin dirinya akan dipukuli habis habisan. "B-baiklah Nona, mari ikut dengan saya."


Gadis itu mengangguk dan mengikuti pelayan dari belakang.


Awalnya pelayan menunjukkan ruangan kerja Xiao Xing Fu. Namun ia tidak menemukan pemuda itu di dalam sana. Jadi ia berniat pergi ke kamar Xiao Xing Fu. Namun ia melihat kamar di sebelahnya terbuka yang merupakan kamar Li Xiang. "Tuan?" Keduanya mulai mengintip dari luar untuk melihat apa yang ada di dalam.

__ADS_1


Keduanya melihat bila Xiao Xing Fu saat ini sedang memukul kepala Li Xiang hingga membuat remaja itu jatuh terduduk sambil mengelus kepalanya.


Melihat hal ini, gadis itu langsung masuk begitu saja. "Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau kasar pada anak kecil?!" Ia mencengkram pergelangan tangan Xiao Xing Fu dengan kuat.


Xiao Xing Fu terkejut dan langsung melihat ke sampingnya. "Siapa kau? Kenapa kau bisa masuk ke dalam sini?" Ia mengerutkan kening. "Apa yang kau lakukan? Dan lagi, lepaskan tanganku!"


Gadis itu menatap Xiao Xing Fu dengan marah, "Apa kau tidak tahu kesalahanmu?! Kau sudah memperlakukan anak kecil dengan kasar!"


Li Xiang mendongak ke atas kala mendengar suara gadis itu. Ia pun menarik kucing yang saat ini sedang makan ke pelukannya. Kucing kembali memberontak saat ia menyentuh tubuhnya. Namun walaupun begitu, Li Xiang tetap tidak mau melepaskannya. "Pertunjukan bagus. Sayang sekali bila dilewatkan." Batinnya.


Xiao Xing Fu mengerutkan kening, "Aku tidak bersikap kasar padanya. Dia melakukan hal yang salah. Jadi aku memukulnya. Bukankah itu wajar saja? Lagi pula, siapa kau? Tidak perlu ikut campur!"


Gadis yang ada di samping Xiao Xing Fu langsung melemparnya ke dinding, hingga membuat dinding kini menjadi retak karena hantaman tubuh Xiao Xing Fu.


Bagi gadis itu, Li Xiang terlihat seperti seorang anak biasa. Sementara Xiao Xing Fu adalah kultivator.


Xiao Xing Fu dengan cepat berdiri sambil memandang gadis di depannya dengan kesal, "Sebenarnya apa masalahmu denganku?! Aku tidak mengganggumu! Lalu kenapa kau menggangguku dan menyerangku seperti ini?!"


"Kau masih bertanya? Kau sudah melukai anak itu. Aku tidak bisa tinggal diam melihatmu menyiksanya!"


"Aku tidak menyiksanya. Kau tidak tahu apapun dan langsung menyerang! Jangan asal menuduhku!" Ucap Xiao Xing Fu.


Mata Li Xiang berkaca kaca, "Dia berbohong! Dia selalu menyiksaku dengan kejam. Padahal aku adalah adiknya."


Gadis itu menatap Xiao Xing Fu dengan tajam, "Dia mengakuinya. Kau bahkan adalah kakaknya. Tapi kau menyiksanya. Apa kau masih memiliki hati?! Kau melukai adikmu sendiri!"


"Aku tidak–"


Xiao Xing Fu tidak sempat mengatakan ucapannya, gadis itu sudah melakukan serangan padanya. Pukulan dan tendangan ia hindari dari gadis itu. Namun beberapa benda di dalam kamar kini menjadi rusak.


Li Xiang sendiri langsung naik ke atas tempat tidur dan duduk dengan tenang di sana. "Tanpa membayar, aku sudah mendapatkan tontonan gratis seperti ini." Ia tersenyum.


"Tuan Muda." Pelayan memanggil dari luar ruangan. Ia merasa bila keributan seperti ini tidak baik. Karena kedua orang itu, ruangan kamar kini menjadi berantakan dan banyak barang yang rusak.


Li Xiang melirik pada pelayan dan tersenyum hingga menampakkan giginya. Ia mengacungkan satu jempol.

__ADS_1


"Pria brengs*k!" Gadis itu langsung memukul perut Xiao Xing Fu kembali hingga tubuh pemuda itu menghantam dinding dengan keras, membuat tembok yang tadi hanya retak kini menjadi berlubang.


"Uhuk.." Xiao Xing Fu terbatuk sambil memegangi perutnya.


"Kakak, jangan terus memukul kakakku seperti itu. Dia sampai terluka." Ucap Li Xiang. Ia turun dari tempat tidur dan menghampiri Xiao Xing Fu, masih dengan kucing yang ada di gendongannya.


"Aku yang salah. Aku sudah mengambil uang tabungan kakakku tanpa izin tadi. Jadi dia marah seperti ini padaku." Ucap Li Xiang sedih.


Gadis itu yang awalnya akan kembali menyerang berhenti saat mendengar ucapan Li Xiang. Bila seperti itu, berarti memang Li Xiang yang salah. Apalagi, ia tadi hanya melihat Xiao Xing Fu memukul kepala Li Xiang, tidak lebih. Itupun tidak membuat kepala Li Xiang terluka.


Xiao Xing Fu berdiri perlahan sambil memegangi perutnya. Ia kurang suka menyerang perempuan. Maka dari itu, ia hanya menghindar tanpa melawan. "Kau sudah mendengar penjelasannya bukan?! Kau sudah masuk ke dalam tempat ini tanpa izin dariku dan kau langsung menyerangku tanpa alasan yang jelas! Apa kau sudah tahu apa salahmu?! Semua barang barang di tempatku juga kini menjadi berantakan dan rusak! Kau harus menggantinya!"


Gadis itu menggigit bibirnya, "Ini hanya salah paham. Lagi pula, kau juga salah. Karena kau tidak mengatakan padaku dengan jelas apa yang terjadi!" Ucapnya kesal.


"Bagaimana aku bisa mengatakannya?! Kau terus menyerangku tanpa mau mendengarkan penjelasan apapun dariku! Sekarang minta maaf padaku dan ganti semua kerusakan ini!"


Gadis itu mengambil uang dari dalam cincin ruang miliknya dan langsung melemparkan kantung kecil yang berisi uang koin emas pada Xiao Xing Fu. "Aku minta maaf! Sudah!" Ucapnya tak ikhlas. Ia langsung pergi dengan cepat dari tempat itu.


"H-hei! Tunggu!" Xiao Xing Fu melemparkan kantung kecil itu ke atas tempat tidur dan langsung berlari mengejar gadis tadi.


***


"Pria brengs*k! Padahal dia yang salah! Dan lagi, tadi itu hanyalah kesalah pahaman!" Gumam gadis itu. Saat dirinya sampai di luar restoran, tiba tiba seseorang sedikit menarik lengannya dan mengambil cincin ruang yang dipakai di jarinya dengan cepat.


Ia terkejut ketika menyadari cincinnya baru saja diambil. Bagaimana bisa ia tidak menyadarinya?!


"Pencuri!" Saat hendak berlari mengejar, pergelangan tangannya langsung dicengkram seseorang dari belakang.


"Kau belum mengatakan maaf dengan benar padaku! Jangan pergi begitu saja! Kau menghindar dari masalah yang sudah kau buat sendiri!" Ucap Xiao Xing Fu yang sudah berada di sana.


Gadis itu memberontak untuk lepas. Namun, Xiao Xing Fu tidak melepaskan tangannya. "Lepaskan aku! Aku harus mengejar pencuri yang sudah mengambil barangku!"


"Kau hanya membuat alasan agar tidak perlu meminta maaf padaku!" Xiao Xing Fu nampak tidak peduli dengan apa yang dikatakan gadis itu padanya.


Gadis itu menjadi kesal. Ia berbalik menatap Xiao Xing Fu, "Dia sudah lari sekarang! Ini semua salahmu! Gara gara kau, dia berhasil membawa cincin ruang milikku! Padahal di sana, ada token milikku dan semua barang barangku yang lain! Kau memang pria brengs*k!" Ia menginjak kaki Xiao Xing Fu dengan keras karena kesal.

__ADS_1


__ADS_2