Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
62 -Sekte Pedang Langit


__ADS_3

💝My Birthday💕


"A-ada apa? A-apa kau mencariku?"


Li Xiang memiringkan kepala masih dengan senyum serta mata tertutup, "Kenapa kau terlihat gugup seperti itu saat melihatku? Apa ini karena kejadian kemarin?" Ia mulai membuka matanya perlahan. "Ketika aku membuat kerusuhan di sekte ini?" Ia tiba tiba merubah ekspresinya menjadi sedih.


"A-ada apa dengannya? Kukira dia akan melakukan sesuatu karena kejadian kemarin. Dan lagi, kenapa dia berekspresi seperti itu?! Padahal sepertinya kemarin dia terlihat marah karena pertarungan itu." Batin Lin Hao. "T-tidak, kau tidak salah. Ini termasuk salahku juga karena sudah menyakiti kakakmu."


Li Xiang menunjuk dirinya sendiri, "Kau tahu aku adik orang yang kau lawan kemarin?"


Lin Hao mengangguk, "A-aku tahu dari adik Nuan. Dia mengatakan bila kau adalah adik Xing Fu."


Li Xiang tersenyum kekanakan, "Kalau begitu aku tidak perlu memperkenalkan diri lagi jika seperti itu."


Lin Hao terdiam masih dengan ekspresi canggung. Ia tidak tahu bagaimana cara untuk merespon Li Xiang. Ia juga masih belum tahu apakah Li Xiang adalah orang yang sama dengan orang yang selalu ia impikan. Karena bagaimanapun wajah remaja itu sama dengan yang ada di dalam mimpinya. Namun Bai Nuan mengatakan bila namanya adalah Xiao Ming. Dia tidak memiliki marga Li.


"Aku minta maaf karena sudah membuatmu termasuk yang lainnya takut." Li Xiang menundukkan kepalanya.


Lin Hao terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan remaja itu. Ia tidak menyangka bila Li Xiang akan meminta maaf.


"Tapi aku melakukan itu sebagai peringatan." Li Xiang mengangkat kepalanya kembali dengan ekspresi datar, "Agar kalian tidak melukainya tanpa izin dariku lagi. Jika salah satu diantara kalian masih ada yang berani menyakitinya tanpa izinku, maka kalian akan mati di tanganku."


Lin Hao terdiam dengan ucapan Li Xiang. Bukankah artinya saat ini remaja itu sedang mengancam? Jika saja Li Xiang tidak menunjukkan auranya saat itu, ia akan menganggap ucapan yang dikatakan remaja itu sebagai candaan.


"Apa kau mengerti?"


Lin Hao menelan ludahnya sendiri, "A-aku mengerti."


"Kalau begitu, ayo!" Li Xiang langsung menggandeng tangan Lin Hao secara tiba tiba hingga membuat pemuda itu merinding. Ia membayangkan bila Li Xiang akan mematahkan tangannya.


"Kenapa?" Li Xiang melirik Lin Hao yang hanya diam membeku di tempat saat ia akan menarik tangannya.


"K-kau tidak akan mematahkan.. l-lenganku 'kan?"


Li Xiang tertawa seolah apa yang dikatakan Lin Hao adalah sesuatu yang lucu, "Kau aneh. Aku hanya mengajakmu untuk berjalan jalan di sekte, tapi kau berpikir aku akan mematahkan lenganmu? Hahaha, memangnya semenyeramkan apa aku di matamu?"


Lin Hao tidak menjawab ucapan Li Xiang. "Dia benar benar takkan mematahkannya 'kan?"


"Ajak aku berkeliling. Sekarang aku adalah tamu di sekte ini. Kau harus memperlakukanku dengan baik dan menunjukan tempat tempat di sekte ini." Ucap Li Xiang dengan semangat.


"B-begitu, baiklah. Pertama aku akan mengajakmu ke tempat tinggal murid murid."


"Baiklah, ayo!"

__ADS_1


***


Di sisi lain, Xiao Xing Fu dan Bai Nuan telah sampai di daerah hutan. Tempat ini cukup aman, karena tidak terdapat monster di dalamnya.


"Apa kau tidak mengatakan pada Ming'er akan ikut pergi denganku?" Ucap Bai Nuan disela keheningan.


"Tidak."


Bai Nuan melirik Xiao Xing Fu, "Kau tidak mengatakan apapun padanya? Bagaimana bila dia menangis nanti karena kau tiba tiba pergi? Lalu karena itu, dia sampai tidak ingin makan hingga akhirnya sakit, bagaimana? Kau tidak khawatir padanya?"


Xiao Xing Fu mengangkat kedua bahunya, "Dia tidak akan sampai menangis seperti apa yang kau katakan. Bahkan sampai tidak makan, mungkin. Tidak perlu mengkhawatirkannya. Dia selalu baik baik saja. Lebih baik kita fokus saja untuk mendapatkan bunga harapan."


"Baiklah."


"Apa kau tahu dimana tempat yang memiliki kuil di dekat sini?"


"Tidak ada kuil di sini. Ini hanya hutan." Ucap Bai Nuan dengan datar.


"Aish, maksudku di dekat tempat ini apakah ada desa atau kota? Apa di sana ada kuil?"


"Aku tidak tahu."


"Kau memng payah dan tidak bisa diandalkan." Gumam Xiao Xing Fu.


***


"Ternyata tempat tinggal murid sangat besar. Banyak juga kamar di sana. Lalu kau tinggal dimana?" Ucap Li Xiang saat ia dan Lin Hao telah sampai di tempat tinggal murid murid. Lebih tepatnya di depan tempat itu.


"Aku tinggal di kediaman Patriarch." Jawab Lin Hao.


"Hee? Tapi kau tidak ke sana kemarin. Lalu kau berada dimana saat malam? Tidak mungkin kau menjadi gelandangan mendadak." Celetuk Li Xiang.


"Tentu saja tidak. Aku beristirahat di rumah peristirahatan."


Li Xiang memegangi dagunya, "Maksudmu kau tinggal diantara mayat mayat yang telah dikubur?" Ucapnya dengan polos.


Lin Hao menghela nafas, "Tidak. Rumah peristirahatan adalah tempat dimana setiap murid bisa mengunjunginya bila terluka. Di sana terdapat tabib yang akan memeriksa keadaan murid itu, lalu memberinya pil agar dia cepat sembuh. Lalu bila lukanya cukup serius, dia akan diperintahkan agar tinggal di rumah peristirahatan."


Li Xiang mengangguk, "Begitu."


"Bukankah dia adalah orang yang sedang dibicarakan?" Kini bisik bisik terdengar diantara para murid yang berlalu lalang di sekitar.


"Kenapa dia bersama dengan senior Lin?"

__ADS_1


"Apa yang dilakukannya? Kenapa dia masih di sini?"


"Shuutt, jangan membicarakannya. Jika dia mendengar ini, maka kita akan tamat. Dia sangat menyeramkan. Aku merasakannya sendiri kemarin, dia mengeluarkan aura yang mencekam."


"Ya, sebaiknya kita tidak perlu mendekatinya. Dia berbahaya."


"Apa yang berbahaya? Dia hanya anak anak." Seorang pemuda yang nampak berumur 25 tahun berjalan mendekati Li Xiang dan berdiri di depannya tanpa rasa takut. Ia sedikit membungkukkan tubuhnya untuk mensejajarkan tingginya dengan Li Xiang.


"Hey, apa yang kau lakukan?!"


"Kau ingin mati?! Jangan membuat masalah dengannya!"


Pemuda di hadapan Li Xiang memandang remaja itu dari atas sampai bawah tanpa mempedulikan ucapan ucapan yang keluar dari murid lain. Sementara, Lin Hao tampak cemas. Ia takut bila Li Xiang akan melakukan sesuatu pada seniornya.


Li Xiang tersenyum lebar dengan gigi putih yang ia perlihatkan. Ia melambaikan tangan, "Hai.. salam kenal."


Pemuda itu kembali berdiri tegak dengan kepala sedikit miring, "Tidak ada yang aneh denganmu. Lalu kenapa orang orang itu sangat takut? Aku juga mendengar bila kau sudah membuat kekacauan pada pertarungan kemarin dengan menghancurkan kubah pelindung yang berada di lapangan latih tanding dan juga sudah mengintimidasi semua orang yang ada di sana."


Li Xiang berekspresi polos dengan mata sedikit berair seolah sedih, "Maafkan aku kakak senior.. Aku memang sudah membuat kekacauan di sekte kemarin. Tapi aku tidak mengintimidasi siapapun. Kau lihat aku. Apa aku terlihat begitu menakutkan di matamu?"


Pemuda itu menggelengkan kepala ketika mendengar apa yang dikatakan Li Xiang. "Tidak sama sekali. Kau tidak menakutkan. Aku juga bahkan tidak merasakan bila kau seorang kultivator."


"Senior benar. Tapi aku merasakannya sendiri kemarin." Bisik salah satu murid.


"Entahlah, tapi sebaiknya kita tidak mendekatinya."


"Sepertinya Patriarch mengizinkannya tinggal di sini."


"Ah, lupakan saja. Kita harus segera pergi. Waktu belajar akan segera dimulai. Jika kita terlambat, maka kita akan berakhir di balai hukuman."


"Benar juga. Aku hampir melupakannya. Cepat, cepat. Kita harus pergi sekarang."


Murid murid yang tadi ada di dekat Li Xiang dan membicarakannya mulai pergi. Begitupun dengan pemuda yang tepat ada di depan Li Xiang. "Tunggu aku!"


Li Xiang hanya memperhatikan kepergian mereka. Ia pun meliirk Lin Hao, "Mereka mengatakan tentang belajar. Apa kau tidak ikut?"


Lin Hao menggelengkan kepala, "Aku hanya belajar dengan bimbingan guru Bai."


Li Xiang mengangguk angguk. Ia pun langsung menarik tangan Li Hao secara tiba tiba, "Kalau begitu, ayo kita lihat tempat lain!" Ucapnya dengan semangat.


###


Hi! akhir akhir ini author kadang suka ga ada waktu buat bikin novel karena tugas sama sekolah dan juga author sering males ataupun habis ide atau karena ga bisa menuliskan ide yang udah author buat dengan kata. Tapi author ingin novel ini tamat, ga hiatus seperti kebanyakan novel yang author buat😁Jadi author akan usahakan agar novel ini ga hiatus. Mungkin dimulai dari sekarang novel ga akan update tiap hari, maaf🙏

__ADS_1


__ADS_2