Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
26 -Keluar Hutan


__ADS_3

"Kau kenapa?" Ucap Li Xiang.


Xiao Xing Fu tidak menjawab. Ia seolah hanyut dalam pikirannya, hingga tidak mendengar apa yang diucapkan oleh gurunya.


"Apa dia takut dengan monster itu?" Batin Li Xiang. Ia menyentuh salah satu tangan muridnya dan sedikit menariknya hingga membuat Xiao Xing Fu menoleh ke arahnya dengan tatapan yang masih sama.


"Tidak perlu mengingatnya bila itu sangat menakutkan untukmu. Jika kau semakin mengingatnya, kau hanya akan semakin takut. Lagi pula, kau sudah ada di sini dan aku ada di sampingmu. Monster itu tidak akan mengikutimu. Jadi lupakan." Li Xiang tersenyum.


Xiao Xing Fu terdiam. Tatapannya kini menjadi lebih rileks, tidak takut seperti tadi. "Huft.. baiklah. Terimaka–"


"Hanya bercanda, hahahaha." Li Xiang tertawa puas.


Xiao Xing Fu melepaskan tangannya dari Li Xiang. Ia menjadi kesal ketika mendengar ucapan yang baru saja dikatakan Li Xiang. "Seharusnya aku tak percaya dengan perkataanmu! Kau tidak pernah serius!" Kesalnya.


"Hahaha," Li Xiang masih saja tertawa, "Salah siapa kau percaya dengan ucapanku tadi? Padahal aku tidak menyuruhmu untuk menanggapinya dengan serius, hahaha."


Xiao Xing Fu membuang muka kesal.


Li Xiang perlahan menghentikan tawanya. Ia menatap mangkuk yang pecah, "Sekarang kau mau menggantinya? Kau memecahkan barangku."


Xiao Xing Fu menatap mangkuk yang pecah, "Kau tahu sendiri, aku tidak memiliki uang. Bagaimana aku menggantinya?" Ucapnya dengan pelan.


Li Xiang nampak berpikir, "Jika suatu saat kau pergi dari sini nanti, maka kau harus membawaku. Sangat membosankan terus berada di tempat ini. Dengan begitu, kau sudah mengganti mangkukku yang pecah."


"Tidak mau!" Celetuk Xiao Xing Fu.


"Heee, kenapa? Itu permintaan yang sederhana untuk ganti rugimu pada mangkuk milikku." Ucap Li Xiang dengan ekspresi cemberut.


Xiao Xing Fu menunjuk mangkuk yang pecah, "Harga mangkukmu tidak seberapa dengan aku membawamu dari tempat ini. Dan lagi, kau akan terus bersamaku. Maka dengan itu, aku akan selalu mendapatkan masalah." Ketusnya.

__ADS_1


"Jahatnya.. Padahal aku saja belum melakukan sesuatu di luar sana bila nanti pergi bersamamu. Tapi kau sudah berpikiran buruk tentangku. Apa kau tidak bisa berpikiran baik saja tentangku?" Li Xiang bereskpresi sedih. "Aku ini anak yang baik, sering menabung dan tidak sombong. Tidak sepertimu yang jahil, tidak bisa diam dan menjengkelkan."


Xiao Xing Fu menjadi kesal, "Apa apaan tatapan tertindasmu itu! Dan lagi, siapa yang kau bilang menjengkelkan, hah?! Kau yang menjengkelkan!"


"Bahkan kau teriak teriak padaku hanya karena aku mengatakan kebenaran." Ucap Li Xiang yang seolah olah tertekan.


Xiao Xing Fu bereskpresi datar, "Kau menjengkelkan. Memang cocok bila kau memenangkan kompetisi orang paling menjengkelkan."


Li Xiang mengambil pecahan mangkuk, "Padahal harga mangkuk ini sangat mahal. Kau tidak akan bisa mengembalikannya."


"Itu hanya mangkuk dan mangkuk itu terlihat biasa saja. Tidak terlihat mahal." Ketus Xiao Xing Fu.


"Jika saja kau pergi ke pelelangan ataupun pameran seni, kau akan melihat benda ini dijual dengan harga mahal. Aku bahkan hanya bisa membeli 3 saja dari 5 yang tersedia di seluruh dunia ini." Li Xiang berucap dengan bangga.


"Aku tidak percaya. Tidak mungkin mangkuk seperti itu memiliki harga mahal. Mangkuk itu terlihat biasa, hanya memiliki corak bunga teratai di dalamnya. Banyak mangkuk dengan gambar seperti itu."


"Hmph! Kenapa kau tidak percaya padaku? Harga mangkuk ini memang mahal." Li Xiang mendengus.


"Untuk mengganti mangkuk ini, maka kau harus membawaku dan mengajakku kemana pun kau pergi. Tidak ada bantahan!" Ucap Li Xiang.


"Terserah kau saja." Kesal Xiao Xing Fu. Walaupun ia terlihat kesal, namun sebenarmya ia merasa sedikit senang.


Hingga ia tiba tiba teringat dengan sesuatu, "Bagaimana dengan tes terakhir?"


"Oh, tes terakhirmu lulus. Yah.. aku salah bicara saat itu. Maksudku kau harus mendapatkan 5 monster tingkat tinggi dan 1 monster tingkat master. Tapi aku malah mengatakan 3 monster tingkat master. Jadi karena kau sudah membawa semuanya, kau lulus dari tes terakhir ini. Tidak perlu mencari 2 monster tingkat master lagi."


Xiao Xing Fu terkejut sekaligus kesal, "Kalau begitu untuk apa aku repot repot mencari 3 monster tingakat master bila seperti itu?! Menyebalkan! Lain kali katakan dengan benar!"


Li Xiang mengorek telinganya, "Walaupun kau sakit tetap saja bisa berisik ya.."

__ADS_1


***


Selama 1 bulan Xiao Xing Fu memulihkan kondisi tubuhnya yang melemah. Lalu setelah kondisinya sudah benar benar baik, ia bersama dengan gurunya pergi dari hutan Yuelong.


Keduanya saat ini berada tepat di depan hutan. "Hiks.. sampai jumpa semua! Kalian pasti akan merindukanku. Banyak waktu kita habiskan bersama. Lalu tiba tiba hari ini kita akan berpisah, hiks.. kalian pasti sedih.." Li Xiang saat ini sedang memeluk sebuah pohon. Air matanya terlihat sedikit keluar.


Xiao Xing Fu memutar bola matanya malas ketika melihat tingkah gurunya, "Tidak mungkin hutan ini akan merindukanmu. Lagi pula bila kau tidak ada, maka mereka akan senang. Tidak ada yang akan berisik lagi."


Li Xiang melirik Xiao Xing Fu. Ia menyeka sedikit air matanya, "Hiks.. jahatnya.."


"Kau seperti anak kecil saja! Bersikaplah seperti umurmu yang sekarang. Kau bukan anak kecil." Kesal Xiao Xing Fu.


Li Xiang memeluk pohon kembali, "Hiks.. kalian lihat? Muridku sendiri membentakku. Dia sangat kejam padaku. Hanya kalian yang baik padaku, hiks.."


Xiao Xing Fu berekspresi datar. Ia menatap Li Xiang dari jarak beberapa meter, "Bersikaplah seperti umurmu yang sekarang.." Gumamnya. "Ngomong ngomong, apa ini perasaanku saja atau memang benar jika tubuhnya tidak berubah? Dia juga tidak bertambah tinggi. Apa mungkin ini balasan terhadapnya karena selalu mengejekku kerdil?" Sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman.


"Hei, kerdil! Kita harus segera pergi." Teriak Xiao Xing Fu sambil menahan senyum.


Li Xiang melepaskan pelukannya. Ia menatap Xiao Xing Fu, "Kau memanggilku apa?"


"Kerdil." Ucap Xiao Xing Fu enteng.


Li Xiang langsung berjalan menghampiri Xiao Xing Fu dengan langkah berat. Ekspresinya terlihat kesal, "Jangan panggil aku kerdil! Karena aku tidak kerdil! Aku hanya belum tumbuh saja, jadi seperti ini!" Ucap Li Xiang saat berada di hadapan muridnya.


"Heh, tapi kenyataannya memang seperti itu. Mungkin ini adalah balasan karena kau selalu mengejekku kerdil." Ejek Xiao Xing Fu. "Seseorang yang mengejek orang lain kerdil, akan menjadi lebih kerdil dari pada orang yang diejek." Cibir Xiao Xing Fu.


"Kau.." Li Xiang menunjuk nunjuk wajah Xiao Xing Fu.


"Apa?" Xiao Xing Fu bereskpresi puas.

__ADS_1


"Kau yang kerdil, cebol!" Li Xiang menarik narik kedua pipi Xiao Xing Fu dengan kesal.


"Ahhh, sakit..!!"


__ADS_2