Li Xiang Sang Abadi

Li Xiang Sang Abadi
65 -Serangan Roh Jahat


__ADS_3

Disaat kejadian sebelum penyusupan di sekte pedang langit, tempat berbeda. Xiao Xing Fu dan Bai Nuan keluar dari dalam restoran kedua yang mereka masuki setelah menghabiskan makanan. Wajah Bai Nuan kini menjadi lebih rileks setelah Xiao Xing Fu menyemangatinya dan membuatnya kembali optimis untuk mendapatkan bunga harapan. Hari kini sudah sore, namun mereka tidak berniat untuk beristirahat.


Xiao Xing Fu tersenyum, "Apa kau sudah merasa lebih baik?"


Bai Nuan mengangguk, "Terimakasih karena kau mau membantuku mendapatkan bunga itu."


"Ini demi Patriarch. Aku tidak mau bila seorang ayah dipisahkan dengan anaknya. Aku juga tidak mau bila seorang murid kehilangan gurunya."


"Apapun alasanmu, aku tetap harus berterimakasih."


"Ternyata kau bisa juga berterimakasih dan menghargai orang lain." Xiao Xing Fu tersenyum mengejek.


"Memangnya kau pikir aku orang yang tidak tahu diri?!" Ucap Bai Nuan yang tiba tiba menjadi kesal.


"Yah.. mungkin saja." Xiao Xing Fu berekspresi santai, tidak terganggu oleh ekspresi kesal yang ditunjukan Bai Nuan padanya.


"Lari!!"


"Roh jahat merasuki mereka!"


"Aarghh"


Xiao Xing Fu dan Bai Nuan melihat ke arah suara berasal. Beberapa orang nampak berlarian menjauh dari arah kiri keduanya. Mereka berlari dengan rasa takut.


Terlihat beberapa orang diantara orang orang itu yang mengamuk. Mereka menyerang orang orang di sekitarnya dengan brutal. Banyak yang terluka karena hal itu. Bahkan ada pula yang mati karena serangan yang mereka lakukan. Iris mata orang orang yang menyerang terlihat berwarna merah, menandakan bila mereka telah dirasuki oleh roh jahat. Karena orang dengan iris mata merah bisa menandakan 2 kemungkinan. Telah dirasuki roh jahat dan atau orang pengguna kultivasi iblis. Itupun bila orang tersebut sedang berkultivasi menyerap energi negatif di sekitarnya.


Orang orang yang merupakan kultivator datang ke tempat masalah berada setelah mendengar teriakan warga. "Kenapa mereka bisa muncul saat ini?!"


"Bukankah seharusnya mereka muncul saat malam? Tapi saat ini hari masih sore."


"Tidak ada waktu memikirkannya. Cepat lindungi para warga dan bunuh semua orang yang telah dirasuki!"


"Hah?! Kita tidak bisa membunuh mereka! Bagaimanapun mereka adalah warga desa ini!"


"Kita sadarkan saja mereka, buat mereka tidak sadarkan diri!"


"Baik!"


"Tapi.."


"Jangan banyak bicara."


Beberapa kultivator mengeluarkan senjata masing masing dan berlari mendekati orang orang yang sedang dirasuki. Sementara, sebagian lainnya menolong korban yang hampir dilukai oleh orang yang dirasuki.


"Kenapa bisa menjadi seperti ini?" Gumam Xiao Xing Fu. Ia memperhatikan apa yang terjadi sejak tadi. Setahunya, roh jahat muncul disaat malam hari. Bukan sore hari seperti ini. Terlebih warga di desa ini juga mengatakan bila roh jahat muncul saat malam hari di desa mereka, bukan sore hari.

__ADS_1


Alasan mengapa warga tidak juga keluar dan pindah dari desa mereka adalah karena mereka tidak ingin pergi dari tempat mereka. Mereka ingin mempertahankan tanah kelahiran mereka, tidak peduli apa yang terjadi di desa.


"Kita juga harus membantu," Ucap Bai Nuan. Ia segera pergi lebih dahulu, meninggalkan Xiao Xing Fu.


Melihat itu, ia menghela nafas dan langsung pergi mengikuti Bai Nuan. "Kenapa dia tidak menungguku? Dia langsung pergi begitu saja!"


Puluhan orang yang telah dirasuki roh jahat bergerak menyerang orang orang di sekitar. Para kultivator di tempat ini tidak diperbolehkan membunuh mereka, maka dari itu, ini membuat mereka sedikit kesulitan.


"Nona, awas!" Seorang pemuda menahan serangan salah satu orang dengan menggunakan pedangnya.


Bai Nuan terhenti dan melihat punggung pemuda itu. Ia merasa tak asing dengan suaranya, begitupun dengan pakaiannya.


Sreeett


Pemuda itu menebas satu kaki orang yang telah dirasuki hingga membuatnya terjatuh dan sulit berdiri. Ia pun menghadap Bai Nuan, "Nona, kau baik baik saja?"


Bai Nuan sedikit terkejut saat tahu orang yang menolongnya. Ternyata dia adalah Shao Gang. Orang yang ia temui di restoran. Ia tak menyangka bila pemuda itu akan menolongnya dari serangan dadakan tadi.


"Kau baik baik saja, Nona?" Ucapnya.


"Terimakasih," setelah mengatakan itu, Bai Nuan langsung pergi begitu saja. Ia tidak mau bersama Shao Gang lebih lama.


Xiao Xing Fu ikut menyusul di belakang. Ia sedikit melirik ke belakang, "Aneh."


Shao Gang dengan cepat memberikan tendangan putaran bawah saat beberapa orang yang telah dirasuki hendak menyerang. Orang orang itupun terjatuh. Setelah melihat itu, ia pergi ke tempat lain dan membantu warga menjauh dari pertarungan. Ia seolah menjadi Shao Gang yang berbeda, dibandingkan Shao Gang yang ditemui Xiao Xing Fu dan Bai Nuan tadi.


"Kita buat saja mereka tidak sadarkan diri. Karena jika mereka bangun nanti, maka mereka pasti akan kembali normal. Cegah juga orang orang yang melukai diri mereka sendiri saat dirasuki." Jawab Bai Nuan. Ia memukul perut salah satu orang dan memberikan tendangan kuat hingga orang itu terlempar beberapa meter.


Xiao Xing Fu memutar tubuhnya, memberikan tendangan bawah terhadap lawan. Sebelum lawannya terjatuh ke tanah, ia memberikan pukulan kuat padanya hingga membuatnya seketika pingsan.


Selain keduanya, banyak kultivator lain membantu mengalahkan orang orang yang dirasuki. Mereka dengan cepat mengatasi semuanya, walaupun beberapa mendapatkan luka. Karena sebagian dari warga itu bukan dirasuki oleh roh jahat biasa. Mereka dirasuki oleh roh pendendam yang mana dia memiliki kemampuan yang cukup hebat.


"Hah.. hah.." Bai Nuan mengatur nafasnya yang sedikit tidak beraturan. Ia juga melawan orang yang dirasuki roh pendendam. Ini pertama kali untuknya. Karena ia biasanya melawan orang yang dirasuki roh jahat biasa.


"Aneh sekali. Kenapa beberapa diantara mereka dirasuki oleh roh pendendam? Aku sudah bertarung di sini.. dan tidak pernah menemukannya. Kenapa tiba tiba sekarang?" Ucap salah satu kultivator dengan nafas terengah engah. Satu kakinya terluka dan hal ini membuatnya kesulitan berdiri.


"Saudara baik baik saja?" Shao Gang membantu kultivator itu berdiri.


"Aku baik baik saja, terimakasih."


Xiao Xing Fu menghampiri Bai Nuan, "Heh, kenapa kau sudah lelah seperti itu? Baru saja bertarung sebentar, kau sudah lelah. Payah," ejek Xiao Xing Fu.


Bai Nuan menggertakkan giginya, "Diam!"


Xiao Xing Fu melirik ke belakang, "Apa kau juga berpikir bila dia itu aneh? Orang yang memperkenalkan dirinya sebagai Shao Gang." Bisiknya secara tiba tiba.

__ADS_1


Bai Nuan ikut melirik ke belakang, "Aku tidak merasakan ada hal yang aneh darinya."


"Apa kau tidak menyadari sifatnya? Tadi dia menggodamu saat di restoran. Tapi sekarang, dia bersikap seolah tidak mengenalmu. Dia juga tidak terlihat seperti pria yang suka bermain wanita seperti tadi."


"Em... kau ada benarnya."


Xiao Xing Fu mengangguk angguk.


"Bodoh! Tidak perlu memikirkan hal tidak penting seperti itu!" Bai Nuan memukul kepala Xiao Xing Fu.


Hari kini telah berubah menjadi malam. Langit yang awalnya sedikit tersinari oleh cahaya matahari menjadi gelap.


***


Disaat yang sama, setelah Li Xiang membunuh para penyusup tanpa sisa, ia masuk ke dalam kediaman Patriarch untuk masuk ke kamarnya dan mencuci tangannya yang sedikit berlumuran darah. Ia masih memakai kain hitam panjang yang menutupi matanya.


"Hah.. merepotkan. Orang orang lemah seperti itu ingin membunuh Wei. Apa orang yang mengirim mereka tidak memiliki otak?" Gumamnya. Saat dirinya hampir sampai di kamarnya, seseorang sudah menunggu tepat di depan pintu kamar.


"Hao.." Li Xiang sudah tahu dengan kehadiran Lin Hao yang ada di dekat kamarnya sejak berada di ruang tamu. Namun ia tetap saja ingin masuk ke kamarnya.


"Ming? Ada apa dengan tanganmu?" Ucap Lin Hao dengan raut khawatir. Ia berjalan mendekati Li Xiang.


"Ah, ini? Aku tadi ingin menangkap kelinci. Tapi tanpa sengaja aku menabrak ranting pohon dan mata kananku tertusuk ranting. Untuk menghapus darahnya, aku menggunakan tanganku. Jadi seperti ini."


"Tertusuk? Apa matamu baik baik saja? Bagaimana bila aku memeriksanya? Mungkin saja lukamu sangat serius."


Li Xiang menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu. Ini pasti akan segera sembuh hanya dalam waktu 1 hari. Jadi tidak perlu khawatir. Lagi pula, aku adalah alkemis hebat. Aku bisa membuat berbagai macam pil yang bagus. Jangan lupakan itu."


Lin Hao menghela nafas pelan, "Baiklah, tapi pastikan bila kau benar benar baik baik saja."


Li Xiang mengacungkan jempolnya dengan senyum kekanakan. "Tentu saja!"


"Kau baru saja terluka, tapi kau terlihat santai sekali. Apa matamu yang tertusuk tidak sakit?" Heran Lin Hao.


"Aku sudah terbiasa dengan rasa sakit. Jadi aku tidak merasakannya untuk sekarang. Oh ya! Aku akan memberikanmu satu pekerjaan yang bisa kau lakukan untuk membantu gurumu itu." Ucap Li Xiang dengan senyum lebar.


Mata Lin Hao sedikit terbuka lebih lebar kala mendengar ucapan Li Xiang, "Apa itu?"


"Kau bisa membantu memperlambat kematian Wei. Tapi jika kau melakukannya, maka ada kemungkinan kau akan mati."


"Mati? Kenapa? Memangnya apa yang bisa kulakukan? Apapun itu! Katakan saja padaku. Aku akan melakukannya, walaupun aku harus mati karenanya."


"Jawaban yang bodoh."


"Apa katamu?" Lin Hao menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Kau bodoh." Ketus Li Xiang.


__ADS_2