
Li Xiang mengusap usap matanya dengan tangan. "Mataku perih sekali.." Ucapnya dengan sedih. "Ini semua karenamu. Kenapa kau melemparkan ayam bakar itu?"
Xiao Xing Fu berekspresi kesal, "Kau masih bertanya kenapa?! Pikirkan saja sendiri!" Ia dengan kesal langsung mengambil ayam lainnya yang sudah matang dan menggigit daging dengan kasar. Ia tampak tak mempedulikan Li Xiang yang kesakitan.
Setelah merasa matanya menjadi lebih baik, Li Xiang menatap Xiao Xing Fu dengan cemberut. "Kau tidak mau meminta maaf padaku?"
"Untuk apa? Kau yang seharusnya meminta maaf padaku. Jangan berpikir bila hanya dengan ayam bakar ini aku akan memaafkanmu." Ketus Xiao Xing Fu.
"Tapi kau mengatakan bila kau sudah memaafkanku. Lalu kenapa sekarang kau mengatakan belum memaafkanku?" Li Xiang menggelembungkan pipinya.
"Aku tidak mengatakan bila aku sudah memaafkanmu. Aku hanya mengatakan bila aku akan memikirkannya. Dan aku putuskan tidak akan memaafkanmu!"
"Aku sudah memberikan ayam bakar untukmu. Bahkan ayam yang seharusnya menjadi bagianku. Jangan seperti itu. Ayolah.." Bujuk Li Xiang.
"Tidak akan!" Kesal Xiao Xing Fu.
Bibir Li Xiang melengkung ke atas, "Kau licik."
Xiao Xing Fu mendengus, "Aku tidak peduli."
***
Li Xiang dan Xiao Xing Fu akhirnya melanjutkan perjalanan untuk pergi ke desa atau kota terdekat. Tujuan mereka tentu masih sama. Yaitu mencari orang yang membantai orang orang desa Yunxu, seperti yang menjadi tujuan Xiao Xing Fu sejak awal.
"Kau baik baik saja?" Ucap Li Xiang saat memperhatikan Xiao Xing Fu.
Xiao Xing Fu menjawab tanpa menatap Li Xiang, "Aku baik baik saja."
"Wajahmu pucat sekali, seperti kehabisan darah saja." Ledek Li Xiang.
"Cih, memangnya semua ini salah siapa?! Kau yang memulainya." Xiao Xing Fu berhenti berjalan. Keringat terlihat di pelipisnya. Ia bukan hanya lelah, namun ia juga merasa pusing.
"Heee, jangan menyalahkanku. Aku tidak melakukan apapun. Tubuhmu saja yang terlalu lemah. Hanya bertarung sebentar denganku saja kau langsung sakit dan demam." Li Xiang ikut berhenti.
"Kita berhenti di sini saja dulu." Nafas Xiao Xing Fu tidak beraturan.
"Sekarang sudah siang dan di tempat ini tidak ada tempat untuk berteduh. Semua hanya hamparan padang pasir saja. Di sini panas, kau tidak akan bisa beristirahat di tempat seperti ini. Apalagi kau sedang demam." Ketus Li Xiang.
__ADS_1
"Aku tidak kuat lagi." Xiao Xing Fu berlutut di tanah. Ia terlihat benar benar tidak kuat untuk berjalan.
"Hah.. kau sangat lemah sekali. Ayolah, berdiri. Kita harus pergi dari sini."
"Aku tidak kuat lagi untuk berjalan. Biarkan aku istirahat di sini." Xiao Xing Fu melirik Li Xiang.
Li Xiang berdecak. Ia pun berjalan mendekati Xiao Xing Fu dan berjongkok membelakanginya. "Cepatlah naik. Aku akan membawamu pergi dari sini."
Xiao Xing Fu terkejut, "Tidak mau!" Celetuknya.
"Hah? Kenapa tidak? Cepatlah. Aku ingin segera pergi dari sini. Tempat ini panas. Tidak ada tempat berteduh sama sekali. Jangan keras kepala!" Kesal Li Xiang.
"Kau pikir dengan melakukan ini, aku akan memaafkanmu?" Ketus Xiao Xing Fu.
"Jangan keras kepala. Cepat naik saja!" Kesal Li Xiang.
"Cih!" Akhirnya Xiao Xing Fu mau naik ke atas punggung Li Xiang, walaupun dengan terpaksa. Ia malas mendengar gurunya yang cerewet.
Li Xiang berdiri setelah menggendong muridnya di punggungnya. Ia mulai berjalan, "Kau berat sekali. Apa karena makan terlalu banyak tadi pagi, berat badanmu jadi bertambah? Sepertinya ini alasan kenapa kau mudah lelah, padahal hanya berjalan sebentar. Cobalah untuk mengurangi makanmu nanti, agar kau tidak menjadi gemuk seperti bab*."
Xiao Xing Fu dengan kesal langsung memukul kepala Li Xiang. Ia tidak peduli bila Li Xiang adalah gurunya sekalipun, "Berisik! Jangan memprotes! Dan jangan mengatakan aku seperti bab*! Kau menjengkelkan!"
"Coba saja jika kau melakukannya, aku akan memasukkanmu ke dalam gunung berapi agar kau menjadi abu!" Kesal Xiao Xing Fu.
Mata Li Xiang tiba tiba berbinar, "Kau cerdas sekali! Aku belum pernah mencobanya. Bagaimana bila aku melompat ke dalam gunung berapi? Seharusnya itu bisa membantuku mati. Karena kau membantuku mendapatkan ide, aku akan mengajakmu juga untuk melompat ke sana! Jadi kita bisa mati bersama!" Ucapnya semangat.
"Mati saja sendiri!" Xiao Xing Fu memukul kepala Li Xiang kembali. Seharusnya ia tidak mengatakannya tadi. Ia jadi menyesal karena sudah mengatakannya. Bagaimana jika Li Xiang benar benar mati? Apa yang akan terjadi padanya?
"Jangan terus memukulku! Apa kau ingin aku menjatuhkanmu dari atas tebing?!" Li Xiang kembali kesal.
"Awas saja jika kau melakukannya!"
Setelah berjalan hampir seharian, akhirnya Li Xiang dan Xiao Xing Fu menemukan sebuah kota sebelum hari mulai malam. Li Xiang menurunkan Xiao Xing Fu dari atas punggungnya. Ia pun langsung duduk bersila di tengah jalan. "Hah... aku lelah sekali. Seharian membawamu ternyata berat juga." Keluhnya.
"Jangan duduk di tengah jalan! Kau menghalangi orang lain!" Ucap Xiao Xing Fu dengan kesal. Dirinya dan gurunya saat ini diperhatikan oleh beberapa orang. Mereka tampak tidak suka saat melihat keduanya.
"Aku tidak mau.. aku sudah lelah.. sekarang biarkan aku istirahat sebentar di sini." Setelah mengatakan itu, Li Xiang malah berbaring di tengah jalan.
__ADS_1
"Dia siapa?"
"Entahlah. Apa mungkin dia pengemis?"
"Cih, pengemis tidak tahu malu. Dia menghalangi jalan saja!"
Xiao Xing Fu menjadi sedikit malu ketika mendengar ucapan orang orang. Mereka sepertinya risih dengan apa yang dilakukan gurunya. "Jangan tidur di sini! Ini jalan umum! Kau mengganggu orang yang lewat!" Xiao Xing Fu menarik tangan Li Xiang dan menyeret tubuhnya, walaupun tubuh gurunya lumayan berat untuk ia tarik.
"Aduh.. aduh.. kepalaku jadi sakit." Keluh Li Xiang. Ia hanya bisa pasrah ditarik oleh Xiao Xing Fu, karena ia malas untuk berdiri saat ini.
"Salahmu sendiri, karena tidur di tengah jalan!" Bentak Xiao Xing Fu. Ia terus menarik Li Xiang tanpa mempedulikan rintihan gurunya. Ia juga tidak peduli dengan tatapan banyak orang yang mengarah padanya.
Setelah beberapa menit, Xiao Xing Fu berhenti menarik Li Xiang. Ia melepaskan tangan gurunya saat sampai di depan sebuah penginapan sederhana. "Kita harus pesan tempat sekarang." Ia melirik Li Xiang yang kini memiliki banyak benjolan di kepalanya.
"Kepalaku pusing, rasanya aku ingin muntah." Li Xiang berdiri dengan oleng. Pakaian dan rambutnya sangat berantakan, hingga ia terlihat seperti pengemis jalanan.
"Bhuufftt.. Hahaha, kau jadi sangat mirip dengan gelandangan." Ledek Xiao Xing Fu.
Li Xiang menutup mulutnya dengan tangan. Ia merasa bisa muntah kapan saja. "Jangan meledekku! Kau jahat sekali menarikku tanpa perasaan! Kepalaku jadi sakit karenamu!" Kesalnya.
"Salahmu sendiri karena tidur di tengah jalan!" Ketus Xiao Xing Fu. "Sekarang cepat, kita harus segera memesan kamar sebelum malam tiba."
"Jangan memerintahku. Kau pikir aku ini siapa? Pelayanmu?" Li Xiang mendengus kesal. Kini ia merasa tidak begitu pusing lagi.
"Jangan banyak bicara. Sekarang ayo masuk!" Xiao Xing Fu menarik tangan Li Xiang dengan cepat, lalu memasuki pintu penginapan. Namun baru saja keduanya masuk, penjaga yang berada di dalam menahan mereka untuk masuk lebih dalam.
"Gelandangan seperti kalian dilarang masuk. Tidak ada tempat gratis untuk kalian!" Ketus penjaga. "Sebaiknya kalian segera pergi dari tempat ini, sebelum aku mengusir kalian!"
"Kau menyebut pria tampan sepertiku gelandangan, yang benar saja?! Apa kau tidak memiliki mata, hah?!" Kesal Li Xiang.
"Cih, hanya gelandangan tapi sombong!" Penjaga tampak marah.
"Cih, kau sendiri hanya penjaga lemah. Kau hanya diam di depan pintu tanpa melakukan apapun, seperti anjing yang menunggu Tuannya pulang!" Ketus Li Xiang.
Xiao Xing Fu menahan tawa ketika mendengar ucapan Li Xiang. Ia tidak menyangka bila Li Xiang akan mengatakan itu, walaupun ia tahu bila Li Xiang memang menjengkelkan.
"Beraninya kau menghinaku! Sebelum bicara, berkaca'lah pada dirimu sendiri!" Marah penjaga.
__ADS_1
"Seharusnya aku yang mengatakan itu. Berkaca'lah pada dirimu sendiri. Apa kau pantas mengusir tamu ini?" Ucap Li Xiang sombong. Penampilannya saat ini memang begitu berantakan seperti pengemis. Jadi wajar saja bila dirinya dikatai pengemis dan untuk Xiao Xing Fu, karena dirinya bersama dengan Li Xiang, maka orang lain pun berpikir bila dirinya pengemis.