
"Maafkan aku, kak Hao. Karenaku, kau harus terluka seperti ini." Ucap Bai Nuan sambil menundukkan kepala pertanda menyesal. Sekarang ini dirinya dan Lin Hao berada di ruang peristirahatan di sekte. Siapapun yang terluka bisa pergi ke tempat ini.
Lin Hao sudah memakai pakaian yang baru. Ia juga sudah diobati. Terdapat perban dibalik pakaiannya yang kini sudah rapi. Ia memegang salah satu pundak Bai Nuan, "Kau tidak salah apapun, adik Nuan. Ini semua kelalaianku. Jika aku tidak lengah tadi, mungkin aku tidak akan terluka dan membuatmu khawatir seperti ini." Ia tersenyum untuk membuat Bai Nuan kembali tenang.
Bai Nuan mengangkat kepalanya kembali, "Tidak, tetap saja ini salahku. Jika aku tidak membawa orang itu, maksudku kekasihku, kau tidak perlu bertarung dengannya dan mendapatkan luka seperti ini."
Tatapan Lin Hao melembut, "Aku tahu dia pasti bukan kekasihmu. Lagi pula, kau baru saja pergi beberapa hari dari sekte. Tidak mungkin secepat itu adik Nuan memutuskan untuk menjadikannya kekasih. Ini pasti karena pernikahan yang direncanakan guru. Jadi adik Nuan bersama dengan orang itu berpura pura menjadi sepasang kekasih. Aku mengenal dirimu dengan baik, adik Nuan."
Bai Nuan terdiam ketika mendengar ucapan Lin Hao, "Lalu kenapa kau tidak mengatakannya pada ayah tentang ini?"
"Aku hanya ingin tahu sejauh apa kekuatan orang yang dipilih adik Nuan untuk berpura pura menjadi kekasihmu. Itu saja." Lin Hao tersenyum.
Bai Nuan menundukkan kepalanya seakan tak mau melihat wajah Lin Hao.
"Em.. itu.. aku punya pertanyaan untukmu, adik Nuan." Ucap Lin Hao dengan sedikit ragu. "Apa adik Nuan mengenal anak itu? Anak dengan rambut putih itu."
Bai Nuan mengangkat kepalanya kembali ketika mendengar ucapan Lin Hao, "Ya.. aku mengenalnya. Dia adalah adik Xing Fu, namanya Xiao Ming. Memangnya ada apa, kak Hao?"
Lin Hao tersenyum, "Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya saja. Kalau begitu, apa kau memiliki informasi lain tentangnya? Misalnya saja identitasnya."
"Dia tinggal di restoran dengan kakaknya, Xing Fu. Lalu... aku tidak tahu. Aku baru sehari tinggal di tempatnya. Jadi aku tidak tahu tentangnya." Ucap Bai Nuan, "Memangnya ada apa, kak Hao?" ia bertanya kembali karena merasa Lin Hao tidak memberikan jawaban yang ia inginkan.
"Bagaimana sifatnya?" Bukannya menjawab, Lin Hao malah mengajukan pertanyaan lain. Ia dan Bai Nuan seperti kakak adik. Ia menganggap Bai Nuan seperti adiknya. Begitupun dengan Bai Nuan yang menganggapnya seperti kakak. Maka dari itu, mereka cukup dekat dan bahkan Lin Hao memanggil gadis itu dengan nama langsung walaupun tahu bila dia adalah anak patriarch. Mereka hanya berbeda 3 tahun.
"Sifatnya... dia kekanakan dan cengeng. Tapi dia anak yang baik. Dia juga ramah dan mudah berinteraksi dengan orang asing."
"Apa adik Nuan.. tidak merasakannya saat di lapangan tadi?"
Bai Nuan memiringkan kepalanya heran, "Merasakan apa?"
__ADS_1
"Aura kekuatan besar yang diperlihatkan anak tadi. Kau tidak merasakannya?"
Bai Nuan menggelengkan kepala, "Tidak mungkin dia memiliki kekuatan. Lagi pula, dia hanyalah anak biasa. Dia tidak belajar berkultivasi. Aku tak merasakan bila dia adalah kultivator."
Lin Hao terdiam, "Aku juga tidak merasakan adanya kekuatan dari dia setelah aku tidak merasakan aura menyeramkan yang dia tunjukan. Apakah artinya dia tadi tidak memperlihatkan auranya pada adik Nuan? Dan dia sering menyembunyikan kekuatannya sendiri?"
"Memangnya ada apa? Kenapa kak Hao menanyakan sesuatu tentang Ming'er?" Ucap Bai Nuan dengan penasaran.
Lin Hao tersadar dari lamunannya. Ia tersenyum tipis, "Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya saja. Karena dia tiba tiba datang dan menghancurkan kubah pelindung. Menurut adik Nuan, kenapa dia bisa melakukannya padahal kau mengatakan dia hanya anak biasa?"
Bai Nuan terdiam. Ia juga terpikirkan tentang itu, "Aku tidak tahu kenapa dia bisa melakukannya. Tapi aku yakin dia hanya anak biasa."
"Begitu."
Bai Nuan menatap Lin Hao kembali, "Aku harus melihat kondisi Xing Fu. Dia juga terluka akibat pertarungannya dengan orang orang di sini. Saat aku ingin mengobatinya, dia menolak. Jadi sepertinya aku harus melihat kondisinya. Karena bagaimanapun juga, dia terluka karenaku."
"Tidak masalah, aku akan mengatakannya." Bai Nuan tersenyum.
"Terimakasih."
***
Setelah merasa sedikit lebih baik, Li Xiang pergi kembali ke ruang tamu untuk menemui Bai Wei. Ia memandang pria yang duduk di depannya dengan datar. "Apa kau sekarang sudah puas menyakiti muridku?"
"Itu.. maafkan aku. Aku tidak berniat melukainya. Aku hanya ingin mengetes kemampuannya saja." Ucap Bai Wei.
"Cih, orang orangmu membawanya tanpa izin padaku. Kalian membawanya begitu saja."
"Aku minta maaf sekali lagi. Aku melakukannya karena Nuan'er mengatakan dia adalah kekasihnya. Jadi aku harus mengetesnya terlebih dahulu apakah dia pantas atau tidak bila menjadi pasangan putriku. Jika dia berhasil memenangkan pertandingan yang kubuat, maka aku mengizinkannya untuk menikah dengan putriku dan menjadi Patriarch."
__ADS_1
"Jangan memutuskan seenaknya. Dia muridku. Dan lagi, dia baru saja berumur 18 tahun. Usianya belum cukup matang untuk menikah." Ketus Li Xiang. "Selain itu, dia tidak memiliki banyak pengalaman bertarung dengan manusia. Dia masih belum mengenal luas dunia ini. Maka dari itu dia terkadang cukup sombong karena memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi dari pada anak seumurannya."
"Aku tahu. Putriku juga baru berumur 17 tahun. Tapi aku ingin segera menikahkannya. Fu'er memiliki kekuatan yang cukup besar. Kemampuannya bertarung saat melawan puluhan murid di sekteku pun cukup hebat dan cepat. Dia juga sudah mengalahkan Hao'er. Lalu dia juga adalah kekasih putriku. Dia sudah cukup pantas untuk bersanding dengan Nuan'er."
Li Xiang memincingkan matanya ke arah Bai Wei. Ia nampak tidak setuju. "Jika kau memiliki masalah, maka selesaikan saja sendiri. Jangan membawa muridku masuk ke dalam masalahmu. Dia tidak memiliki hubungan sama sekali denganmu. Pasti ada alasan kenapa kau sangat ingin putrimu segera menikah 'kan? Apa ini karena racun di tubuhmu?"
Bai Wei sedikit terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan Li Xiang. "Apa.. maksudmu?"
"Tidak perlu mengelak. Aku tahu bagaimana kondisimu. Kau memiliki racun di tubuhmu yang bisa membuatmu mati dalam waktu dekat.
Orang yang memenangkan pertarungan akan membuatnya menjadi Patriarch dan menikah dengan putrimu. Pertarungan ini antara muridmu dengan muridku yang mana putrimu mengaku bila Xing Fu adalah kekasihnya. Kau memberikan putrimu kesempatan untuk memilih pendampingnya dengan syarat bila Xing Fu harus memenangkan pertarungan.
Padahal awalnya kau hanya ingin putrimu menikah dengan murid pribadimu, seperti apa yang kau katakan tadi padaku bila kau berencana menikahkan putrimu dengan muridmu. Namun saat kau tahu bila putrimu memiliki kekasih, maka kau ingin menguji kemampuannya. Kau memberinya kesempatan karena kau berpikir putrimu menyukai Xing Fu.
Biar kutebak, jika kau hanya memiliki satu anak yaitu Nuan, maka seharusnya bila kau mati maka yang menggantikan posisimu adalah dia. Tapi kenapa kau malah ingin menikahkannya dan membuat orang yang menikahinya menjadi Patriarch? Bila kau tidak mempercayai kemampuan putrimu, seharusnya kau langsung menunjuk orang lain. Mungkin seperti muridmu atau tetua untuk menjadi Patriarch menggantikannu. Dengan begitu, kau tidak perlu membuat putrimu menikah dengan cepat. Kecuali kau melakukan semua ini karena adanya kemungkinan konflik internal yang akan muncul."
Bai Wei terkejut ketika mendengar penjelasan yang dikatakan Li Xiang.
Li Xiang tersenyum ketika melihat reaksi Bai Wei. "Ada dua kemungkinan. Pertama, kau ingin putrimu cepat menikah karena kau ingin melihat cucumu sebelum kau mati. Lalu untuk gelar Patriarch pada pasangan putrimu, itu hanya sebagai bonus." Ia tersenyum kekanakan.
Bai Wei yang tadi sempat tegang menjadi lega. "Seharusnya aku menyadarinya. Biar bagaimanapun dia hanyalah anak kecil. Dia tidak mungkin bisa menebak apa yang terjadi dengan tepat. Dia hanya sedang bermain main, sama seperti kebanyakan anak lainnya yang suka bermain. Jadi dia hanya mengatakan sesuatu dengan asal saja." Batinnya.
Li Xiang menarik senyum miring, "Lalu kemungkinan kedua, jika putrimu menjadi Patriarch menggantikanmu, mungkin para tetua akan melakukan sesuatu. Mungkin saja mereka tidak akan menyetujuinya dengan alasan bila anakmu adalah perempuan. Itu bisa saja menjadikannya konflik internal. Para tetua itu akan memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk mereka menjadi Patriarch selanjutnya atau bahkan kemungkinan mereka akan memberontak."
Bai Wei terkejut ketika mendengar ucapan Li Xiang. Ucapan yang dikatakan anak itu sangat tepat.
###
Entah kenapa author merasa aneh waktu ketik kata 'kekasih'😅mungkin karena biasanya kata itu ada kalau ada genre romantisnya. Sementara author ga pernah buat genre roman😅
__ADS_1