Love And Justice

Love And Justice
Kode Nelson dan Marisol


__ADS_3

Apartemen Keluarga Blair Di Central Park New York


Nadya terbangun dan melihat sekelilingnya dirinya berada dimana. Lho kok sampai ke kamarku? Semalam itu... Nadya berusaha mengingat. Aku ketiduran pas duduk bersebelahan dengan Omar. Nadya memegang kepalanya. Apa Omar yang menggendong aku kemari?


Nadya pun bangun dan melihat sepatu nya sudah rapi dekat dengan meja riasnya. Yang copot sepatu aku siapa? Masa Omar? Nadya memilih untuk mandi dan bersiap ke kantor.


***


"Ande - ande lumut udah bangun" goda Rahajeng.


"Pagi mommy" sapa Nadya sambil mencium pipi Rahajeng. "Tadi malam yang bawa aku ke kamar siapa?"


"Aku yang gendong kamu, Dik. Apa kamu berharap OZ yang gendong kamu?" ucap Nelson yang sudah rapi dengan suitnya karena harus menghadiri sidang awal hari ini.


"Isshhh bukan gitu mas. Aku kan cuma bertanya." Nadya memajukan bibir nya tanda sebal.


"Eh sudah. Malah ribut. Kalian berangkat pagi kan? Nadya, kamu ikut mas mu tho? Ini mommy bawakan bekal buat kalian berdua." Rahajeng sudah menyiapkan dua paper bag yang berisikan kotak bekal.


"Mas, aku nebeng ya. Soalnya mobilku masih di Dojo." Nadya menatap kakak nya.


"Oke. Nanti suruh saja paralegal kamu yang junior dikasih tugas ambil mobilmu" ucap Nelson.


"Oke."


***


Gedung Pengadilan Manhattan New York


Nelson datang bersama dengan terdakwa putra Senator Robert yang bernama Benedict Robert. Melihat gayanya yang tengil seolah tidak ada beban dengan hasil perbuatannya, membuat Nelson harus menahan emosinya.


Dasar sosiopath! - batin Nelson.


Sidang preliminary ( pendahuluan ) dilaksanakan untuk mendengarkan tuntutan jaksa dan pembelaan dari pengacara di depan hakim tanpa ada 12 juri disana agar tidak terjadi opini awal. 12 Juri baru dihadirkan pada saat masuk sidang pengadilan utama.


Marisol Braga yang sudah siap, melirik ke arah Nelson yang memasang wajah datar. Marisol tahu sebenarnya dalam hati kecil pria itu, dia tidak mau membela Benedict Robert karena kejahatannya yang diluar batas nilai kemanusiaan.

__ADS_1


Gadis berdarah Spanyol itu mulai melakukan pembukaan di depan hakim dan panitera pengadilan. Nelson mendengarkan dengan serius semua ucapan Marisol yang selalu runtut dan terstruktur hingga orang bisa membayangkan kronologis peristiwa itu.


Diakui oleh Nelson, gadis itu memang mencuri hatinya karena kecerdasannya. Nelson memiliki standard tinggi untuk memilih pasangannya dan baginya cewek cerdas dan pintar itu seksih. Nelson bukan pecinta cewek yang berdada besar, blonde dan genit. Bagi dia, kadar kecerdasan seseorang itu dinilai dari awal dia diajak berbicara. Dan Dimata Nelson, Marisol adalah wanita idamannya.


Sudah beberapa kali Marisol dan Nelson melakukan makan malam bersama hanya saja Marisol masih belum menerima Nelson sebagai kekasihnya karena gadis itu fokus dengan karier nya. Nelson sendiri juga tidak memaksa tapi juga tidak mau melepaskan Marisol karena dia sudah cocok dengan gadis itu.


Sebuah memo yang diberikan oleh Benedict, membuat Nelson mendelik.


Bebaskan aku dengan alasan Insanity ( gila ). Aku ingin mengejar jaksa cantik itu.


Nelson menoleh kearah Benedict yang tersenyum jahat. You're fu***** bast@rd! Tidak akan aku biarkan kamu bebas! Rasanya Nelson ingin membunuh pria di hadapannya. Aku akan buat kamu mampoos!


"Mr Blair, pembelaan anda" panggil Hakim.


"Yes your honor." Nelson pun berdiri dan memberikan pembelaan bahwa kliennya mengalami penyakit bipolar dan schizophrenia. Disaat kejadian itu, Benedict Robert belum meminum obatnya selama tiga hari membuat kondisinya tidak bisa berpikir dengan jernih.


Marisol menatap datar ke Nelson dan tampak mata coklat gadis itu sedikit terkejut dalam waktu sepersekian detik. Nelson, permainan apa yang kamu lakukan? Benedict tidak gila, dia memang psychopath dan Sociopath!


"Jadi yang mulia, jika saat itu Mr Robert meminum obatnya, kejadian memilukan itu tidak akan terjadi" ucap Nelson dalam penutup nya.


Nelson pun kembali ke mejanya sambil menatap Marisol yang melihat kode dari mata hijau pria itu. Convict him. Maks! Gadis itu paham dengan arti tatapan Nelson. Secara sadar tapi dibuat implisit, Nelson memberikan jalan kepada Marisol untuk membangun dakwaannya guna nantinya meyakinkan para juri untuk mengabaikan alasan kejiwaan dengan alpa meminum obat bipolar dan schizophrenia.


Marisol menatap lurus ke arah hakim untuk menunggu keputusan apakah kasus ini akan maju ke sidang utama atau tidak. Wajah Nelson tetap datar saat hakim memutuskan untuk jadwal sidang utama, Senin depan. Yes!


"Apakah aku akan bebas?" bisik Benedict usai hakim turun dari podium.


"Akan aku usahakan." Aku usahakan kamu dihukum suntik mati.


***


Kantor Blair and Blair Advocate Office Manhattan New York


"Biar aku ambil mobilmu, Nad" tawar Phoenix Hamilton. "Mana kunci mobilmu?"


Nadya menatap Phoenix bingung. "P, kamu kan bukan pengawal aku."

__ADS_1


"Sudah, aku ambilkan. Di Dojo kan?"


"Iya sih..." jawab Nadya sambil memberikan kunci mobilnya.


"Oke. Aku ambil sekarang." Phoenix pun hendak membuka pintu ruang kerja Nadya.


"Memang kamu mau naik apa?" tanya Nadya.


"Uber lah. See you Nad..." Suara Phoenix menghilang ketika melihat sosok yang paling dia benci, berdiri menjulang disana. "Agen Zidane."


"Mr Hamilton. Phoenix. Kamu mau kemana?" tanya Omar Zidane sambil meminggirkan tubuhnya guna memberikan kesempatan Phoenix lewat.


"Ambil mobil Nadya. Permisi." Phoenix pun keluar dari ruang kerja Nadya meninggalkan Omar Zidane yang tampak bingung.


"Ada apa dengan Phoenix, Nad?" tanya Omar sambil mendekati meja kerja Nadya.


"Biasa. Moody anaknya. Apa hal kamu datang kemari Omar?" tanya Nadya dengan sedikit gugup. Brengseeekkk. Jantungku berdegup kencang hanya melihat pria satu ini.


"Hanya ingin menemui mu dan mengatakan bahwa aku bukan pangeran Cinderella karena tugas aku melepaskan sepatu bukan memasangkan sepatu." Omar tersenyum ke wajah cantik itu.


Nadya melongo.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Selamat hari raya Idul Fitri, bagi semua para readersku yang merayakan, mohon maaf lahir batin.


Salam dan doa bagi keluarga tercinta.


🙏🙏🙏


Mohon maaf jika ada salah kata, salah ketik, typo dan ceritanya membuat kalian para pecinta klan Pratomo gemas, senang, ngakak, sedih, sebal, pengen ikut gelut dan lain sebagainya... Semoga tidak bosan. Klan Pratomo hanya ada di Noveltoon, tidak ada di OF lain. Tertanda Author Gesrek dan Gabut.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2