
RS Bellevue New York
Omar Zidane dan Maggie hendak pergi ketika dokter Thomas St John datang dengan sedikit berlari ke arah kedua agen FBI itu.
"Agen Zidane!" panggil dokter forensik itu. "Aku sudah menemukan racunnya !"
Omar dan Maggie saling berpandangan. "Apa racun nya dokter?" tanya pria berdarah Mesir itu.
"Aconite" jawab Dokter Thomas St John itu tenang.
"Aconite?" seru Omar dan Maggie bersamaan.
"Bukan yang sudah diolah dengan bentuk kapsul, tapi yang masih mentah belum diekstrak. Hanya butuh beberapa miligram bisa membunuh seekor beruang Grizzly!"
Omar dan Maggie saling berpandangan. "Dimana cari aconite yang masih pure?"
"Karena mereka dari India, aku tahu bahwa ada tanaman aconite disana... Wolfsbane." Dokter Thomas memperlihatkan jenis tanaman itu di ponselnya ke Omar dan Maggie.
"Akhirnya dia bisa tenang juga" ucap Samuel saat keluar dari ruang rawat Priyanka Rao. "Bagaimana? Sudah ketemu dok racunnya?"
"Aconite" jawab ketiga orang disana membuat Samuel melongo.
"Aconite? Dapat dari mana? Bukannya di New York termasuk tanaman yang dilarang?" Samuel menatap ketiga orang di depannya.
"Itu yang harus kita selidiki, Sam" jawab Omar. "Thanks infonya dok." Pria jangkung itu menepuk bahu dokter Thomas. "Tapi kenapa Vikhram tewas sedangkan Priyanka selamat?"
"Biar nanti aku infokan saat dia sudah bangun OZ. Sekarang kamu cari tahu pelakunya..." ucapan Samuel terhenti saat telepon Maggie berbunyi.
"Excuse me. Halo Billy... Yaaa... Aconite... Aconite India? Kita harus menggali latar belakang keduanya... " Maggie menatap ketiga pria disana. "Ditemukan di kari ayam yang diambil Tiffany dari kulkas."
"Berarti memang dari restoran India itu ke apartemen Singh" ucap Omar.
"Oke Billy. Kita bertemu di JOC." Maggie mematikan panggilannya. "Kita harus kembali ke biro, Omar."
"Right. Terimakasih semuanya Sammy, dokter Thomas" pamit Omar.
"Akan aku kabari jika ada update, OZ" ucap Samuel.
"Thanks."
***
JOC ( Joint Operation Center ) FBI Plaza Building Manhattan New York
__ADS_1
"Oke Vikhram Singh, 35 tahun, seorang atase kedutaan India, bertunangan dengan Priyanka Rao, 26 tahun, arsitek dari kantor Arsitek Miller area West End." Chief Reid membaca data kedua korban di banyak layar monitor dinding ruang JOC. "Gali semua masa lalu mereka, aib mereka, catatan kriminal mereka ! I need all people ! Jika unsub berani meracuni mereka berdua, tidak berarti dia tidak akan melakukannya lagi !"
"Chief ! Aku menemukan aib!" ucap Ian Lee. "Vikhram Singh pernah berpacaran..." Teknisi komputer berdarah Korea itu menoleh ketika melihat keempat agen lapangan FBI datang ke ruang JOC dan menunggu sampai semua siap mendengarkan. "Aku lanjutkan. Vikhram Singh pernah berpacaran dengan salah satu rekan kerja nya bernama Lakshmi Cheema yang berlangsung hampir sembilan tahun."
"Oke. Lalu?"
"Berdasarkan dari postingan sosial media nya, Lakshmi berharap akan segera menikah tapi enam bulan lalu, Vikhram malah bertunangan dengan Priyanka Rao."
"Crime with passion" celetuk Tiffany.
"Apakah Lakshmi Cheema sering ke India?" tanya Omar Zidane.
"OZ, Lakshmi itu liaison ( penghubung ) antara kedutaan besar India dengan Amerika Serikat jadi yeah... Dia sering bolak balik New Delhi ke New York." Ian menatap Omar Zidane.
"Karena dia liaison kedutaan, pasti dia memiliki kekebalan diplomatik untuk membawa aconite dari India ke US. Ian, coba cek kapan terakhir Lakshmi Cheema ke India." Maggie menatap Ian yang sibuk dengan gadgetnya.
"Sebulan lalu."
"Aconite? Zat itu yang ada di hasil racun Vikhram Singh dan Priyanka Rao, OZ?" tanya Chief Reid.
"Yes Chief. Dan pasti ada pemicunya..." Suara ponsel Omar berbunyi dan pria itu mengangkatnya. "Yes Sammy?" Pria jangkung itu menatap semua orang di ruang JOC. "Oke, thanks infonya." Omar memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya. "Priyanka Rao hamil delapan Minggu dan janinnya tidak selamat."
"Aku rasa itu pemicunya. Lakshmi mungkin bisa menerima Vikhram memilih Priyanka Rao tapi hamil, tidak dia biarkan. Lakshmi, ingin menjadi nyonya Vikhram Singh karena sudah lama berhubungan. Kita tidak tahu apa yang terjadi hingga mereka berpisah, tapi jelas berita itu membuatnya berang" ucap Chief Reid. "Kalian, bawa Lakshmi Cheema kemari dan aku akan menelpon kedutaan besar India untuk memberikan ijin mewawancarai salah satu pegawainya."
"Karena Nina, kari India memiliki rasa dan bau yang tajam hingga bisa menyamarkan rasa pahit racun aconite. Apalagi jika Lakshmi memberikan dalam bentuk masih pure macam tanaman wolfsbane, semakin tidak terasa" jawab Omar yang sudah membaca tentang tanaman itu di sepanjang perjalanan menuju kantor dari rumah sakit.
"Ini bentuknya aconite India" ucap Kelly Moran yang memperlihatkan di layar televisi. "Cantik tapi dibilang ratunya racun semua tanaman. Butuh 2 miligram saja bisa membunuh manusia dan kita tidak tahu berapa banyak yang dimasukkan ke dalam kari itu."
"Sepertinya kita pernah ada kasus seperti ini kan? Entah di FBI atau NYPD" celetuk Billy Boyd.
"Sepertinya." Tiffany menatap partner nya.
"Alamat rumah Lakshmi, Ian" pinta Omar.
"On it ke dalam ponsel masing-masing."
***
Rumah Lakshmi Cheema
Omar dan Maggie mengetuk pintu apartemen Lakshmi, tapi tidak ada jawaban.
"Ian, apakah Lakshmi di kedutaan?" tanya Omar melalui earpiece nya.
__ADS_1
"Dia tidak ada di kantornya. Kata Chief Reid, ijin tidak enak badan..." jawab Ian.
"Guys, Lakshmi berada di JFK Airport, dalam perjalanan menuju New Delhi!" seru Kelly. "Namanya ada di manifest penerbangan kesana memakai Indian Air."
Omar dan Maggie saling berpandangan. "Kita ke JFK sekarang !"
***
JFK Airport New York
Keempat agen FBI itu bergegas memasuki bandara dan mencari gate penerbangan Indian Air ke New Delhi.
"Gate berapa Ian ?" tanya Billy.
"Gate 12 !"
Keempatnya bergegas menuju gate 12 dan bertepatan saat penumpang terakhir hendak masuk garbarata menuju pintu pesawat. Petugas ground bandara hanya bisa membiarkan keempat agen yang memakai jaket dan kevlar FBI itu memberikan pengenal mereka.
Keempatnya pun masuk ke dalam pesawat dan membagi tim. Billy dan Tiffany ke penumpang kelas ekonomi, Omar dan Maggie ke penumpang kelas bisnis.
Omar melihat Lakshmi Cheema sedang duduk meminum champagne di kursi bisnis bagian depan dekat jendela.
"I found her ( aku menemukannya )" ucap Omar di earpiece nya dan Maggie pun mengikuti partnernya.
Wanita itu tampak tenang bahkan terlihat hendak berlibur jika diperhatikan dari outfitnya.
"Laksmi Cheema, bisa ikut dengan kami? FBI" ucap Omar Zidane sambil menatap dingin ke wanita India itu.
"Untuk apa?" jawab Lakshmi acuh.
"Stand up ( berdiri ) ! Lakshmi Cheema, anda ditangkap dengan tuduhan pembunuhan Vikhram Singh dan percobaan pembunuhan Priyanka Rao serta pembunuhan janin yang dikandung Priyanka" jawab Omar sedangkan Maggie langsung menarik Lakshmi dan memborgol tangan wanita itu di belakang.
"Jadi that b1tch keguguran? Baguslah !" kekeh Lakshmi sambil dibawa pergi Maggie keluar pesawat.
Omar hanya mengehela nafas panjang. Oh boy...
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️