Love And Justice

Love And Justice
Nadya dan Inggrid


__ADS_3

FBI Building Plaza Manhattan New York


"Damn it!" umpat Omar Zidane saat mendengar laporan dari Luke kalau Jayde dan Sadawira hilang di Jurong Singapore.


Tak lama ponselnya berbunyi. "Yes Isobel?"


"Kamu datang ke ruangan saya sekarang, OZ."


"Baik."


***


Nadya yang sedang berada di London untuk membantu proses pengalihan gedung untuk perluasan RR's Meal bersama dengan tim pengacara Blair and Blair London, mendapatkan telepon dari Luke untuk menemui seorang wanita bernama Inggrid Pascale.


"Siapa itu Inggrid Pascale, bang?" tanya Nadya yang bingung mendengar nama asing dan harus menjemput nya di bandara Manchester karena dia dalam situasi berbahaya.


"Sahabatnya Jayde. Dialah salah satu kunci dari kasus ini Nad."


"Apakah ada fotonya?" tanya Nadya.


Tak lama sebuah foto gadis cantik berambut pirang dan bermata biru kehijauan muncul di ponsel Nadya. "Oke bang. Aku akan bawa pesawat ke Manchester."


"Thanks Nadya."


***


Manchester International Airport


Nadya berjalan mencari Inggrid karena apa yang dia lakukan dengan Jayde adalah hal yang berbahaya dan bukan tidak mungkin Triad Wong sudah mengetahui siapa Inggrid Pascale.


Gadis itu melihat Inggrid sedang duduk dengan wajah tegang meskipun berusaha tenang. Tapi siapapun tahu bagaimana perasaanmu jika sahabat mu hilang.


"Inggrid Pascale?" sapa Nadya. "Nadya Blair." Putri bungsu Travis Blair itu mengulurkan tangannya ke arah Inggrid.


Gadis itu menatap ke arah Nadya dengan tatapan curiga tapi tetap menerima uluran tangan Nadya.


"Ya saya Inggrid Pascale. Nadya Blair?"


"Ya. Saya sepupunya Jayde dan ini kartu nama saya." Nadya menyerahkan kartu namanya. "Kalau masih tidak percaya..." Gadis itu mengambil iPadnya dan menunjukkan foto-foto saat pernikahan Arkananta dan Arabella serta Valentino dan Katya. Tampak disana Nadya berfoto bersama dengan Jayde.


"Ada apa anda datang kemari, Nadya?" tanya Inggrid bingung.


"Kebetulan tadi pagi saya berada di London dan bang Luke... eh Luke Bianchi meminta untuk menjemput anda untuk dibawa terbang ke Singapura."


"Tapi bagaimana anda tahu kalau saya Inggrid Pascale?"


Nadya tertawa. "Jayde pernah menunjukkan foto sahabatnya dan itu anda. Dengar nona Pascale..."


"Inggrid."

__ADS_1


"Oke kita panggil nama depan saja karena tampaknya kita sepantaran. Jayde menghilang bersama Wira dan kamu bilang tahu hubungannya?"


Inggrid mengangguk.


"Lebih aman kamu bersama aku. Sebab, aku tidak yakin kamu akan aman sepanjang perjalanan ke Singapura jika memakai pesawat komersial." Nadya menarik tangan Inggrid.


"Tunggu, kita naik apa ke Singapura?" tanya Inggrid bingung.


"Pesawat ku."


***


Perjalanan Menuju Singapura.


"So, sudah berapa lama bersahabat dengan vampir satu itu?" tanya Nadya sambil memberikan segelas teh.


"Vampir?" kekeh Inggrid. "Tapi memang Jayde pantas kok jadi vampir, dingin banget."


"Dia dan Wira sama-sama cocok untuk jadi vampir saking dinginnya" senyum Nadya.


"Padahal Jayde dengan aku tidak begitu dingin lho" ucap Inggrid.


"Karena Jayde nyaman denganmu Inggrid. Dengar, para pria di keluarga aku rata-rata dingin dengan orang lain dan asing tapi jika sudah nyaman, mereka akan hangat. So, persiapkan saja jika kamu bertemu dengan keluarga besar kami karena bakalan rusuh!"


Inggrid tertawa. "Aku selalu dapat cerita dari Jayde tentang kalian bahkan menonton hasil video dari CCTV atau pun rekaman keluarga kalau ada acara keluarga. Dan yang paling rusuh waktu Arkananta menikah dan memperlihatkan bagaimana ayahnya berteriak saat di hutan..."


Nadya tergelak. "Dan Oom Bima bersembunyi di belakang aku!"


"Yes."


"Pasti disana sangatlah hilarious ya Nad?" senyum Inggrid.


"Very! Oom Bima akhirnya ketahuan kalau seorang penakut" kekeh Nadya.


"Oh my God keluarga kalian itu..."


"No rusuh no life plus menistakan satu sama lain itu wajib tanpa perduli berapa usia mu dan generasimu." ucap Nadya yakin.


Inggrid menggelengkan kepalanya. "Benar-benar deh!"


"Jika suatu saat akhirnya kamu bergabung di keluarga aku, bersiaplah dengan kekacauan di dalamnya ... in a good way ( dalam hal yang baik )." Nadya mengangguk dengan serius.


***


Bandara Changi Singapura


Pesawat yang disewa Nadya mendarat di hangar yang sudah di siapkan oleh Luke Bianchi dan tampak disana dua pesawat milik Giandra New York dan Emir Dubai sudah tiba disana.


Sayangnya saat Nadya dan Inggrid mendarat, para pria sudah berangkat ke apartemen Sadawira.

__ADS_1


"Waduh kita ditinggal!" sungut Nadya yang menyeret kopernya setelah mereka keluar dari imigrasi.


"So, naik taksi?" tanya Inggrid.


"Naik taksi lah!" senyum Nadya. "Tapi sebelum itu, kita beli kopi dulu." Gadis itu lalu berbelok ke Starbucks. Inggrid hanya tertawa melihat gadis sebayanya main belok.


***


Apartemen Sadawira di Singapura


Luke mendengar suara ketukan di depan pintu apartemen Sadawira dan membukanya. Tampak rombongan New York dan Dubai berdiri di depan pintu.


"Ya Allah beneran kalian pada datang..." gerutu Luke sambil masuk ke dalam apartemen diikuti oleh para saudaranya.


"Lha? Rombongan pada datang..." celetuk Shinichi yang melihat Nadya datang bersama dengan seorang gadis cantik berambut pirang dan bermata biru. "Nadya juga?"


"Hai boys!" sapa Nadya sambil menyambut para sepupunya dengan mencium pipi mereka hingga gadis itu mencium pipi Omar membuat pria berdarah Mesir itu terkejut.


"Nad..." bisik Omar.


"Kebablasan... harusnya berhenti di kamu ya acara cium pipinya" senyum Nadya sambil menepuk pipi Omar.


Omar memegang tangan Nadya. "I'm so glad you came safe ( Aku lega kamu tiba dengan selamat )."


Nadya hanya tersenyum lalu melepaskan tangan Omar. "Boys, aku perkenalkan Inggrid Pascale, sahabat Jayde. Inggrid, aku perkenalkan pria-pria belum mandi ini. Luke Bianchi, Shinichi Park, Hidetoshi Shinoda, Radeva Dewanata, Damian Blair sepupuku kandung, Ken Al Jordan, Gabriel Luna yang hendak menikah bulan depan, Gasendra Schumacher, Pedro Pascal dan Omar Zidane agen FBI."


"Senang bertemu dengan anda semua, saya Inggrid Pascale, sahabat Jayde sejak kuliah. Saya adalah pemilik Bank Manchester Flower. Tentu anda pernah mendengar nama keluarga Weston ?"


"Pengusaha berlian itu? Yang dari Wales dan sekarang tinggal di Aberdeen Skotlandia?" tanya Damian.


"Yes. Simon Weston adalah kakek saya. Dan beliau memberikan bank itu untuk saya kelola agar saya tidak menjadi agen MI6 seperti Daddy."


Semua orang itu melongo. "Tunggu, apakah nama ayah anda Jacques Pascale? Agen yang tewas bersama tiga agen FBI internasional saat mengejar pelaku pengeboman stadiun di Belfast?" tanya Omar Zidane.


"Oui. Ayah saya memang orang Perancis tapi sudah menjadi warga negara Inggris sejak lahir. Dan itulah yang membuat kakek saya tidak setuju saat menikahi mommy. Anyway, kenapa saya menjadi cerita tentang saya..." Inggrid tersenyum. "Baik, kita lanjutkan ke bisnis atau kopi dulu?"


( Cerita Jayde dan Wira ada ceritanya sendiri )



***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


***


__ADS_2