
Di Sebuah Bangunan Pinggiran Kota Jakarta...
Perry berteriak kesakitan saat Nadya menekan sebuah titik dekat leher yang mampu membuat orang lumpuh. Arkananta yang berada di balik kaca bersama Ethan, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat adiknya yang cantik tapi menyeramkan kalau marah.
"Sekarang, ceritakan padaku, siapa saja yang kamu seret di kantor Blair and Blair. Jujur !" Nadya menatap wajah kesakitan Perry dari depan kaca.
"Bu... bukankah... Anda sudah... tahu... AAAARRRGGHHHH !" Perry berteriak saat Nadya menjambak rambut nya.
"Aku ingin mendengar dari mulut mu sendiri, Perry" desis Nadya sambil menghantam wajah Perry diatas meja. Darah segar keluar dari hidung Perry.
"Ambilkan es ! Aku benci lihat darah !" perintah Nadya dengan nada dingin.
Pengawal Ramadhan Securitas itu pun mengangguk. Semua orang di sana kecuali Arkananta, melongo melihat bagaimana Nadya mirip ratu es.
"Tuan Arka. Aku rasa nona Nadya itu Elsa dalam wujud nyata" ucap Ethan membuat Arkananta tertawa.
Nadya berdiri di belakang Perry dan wajah gadis itu semakin dingin sambil melihat Perry mengobati hidungnya.
Nadya Blair
"Berikan semua nama orang-orang yang terlibat atau malam ini juga aku kirim kamu ke penjara Nusakambangan!" ucap Nadya. "Atau kalau perlu, aku kirim ke ruang bawah tanah museum Fatahilah tanpa penerangan, hanya roti dan air sampai kamu membusuk disana?"
Perry menatap Nadya dengan wajah panik. Nusakambangan? Penjara paling mengerikan di Indonesia?!
"Oh apa Kalisosok? Atau Kerobokan? Atau, kamu aku gantung macam pinata di pohon beringin?"
"Jangan... Nona. Saya... akan berikan nama-nama yang terlibat..." ucap Perry.
Bekerja di Blair and Blair adalah idaman banyak pengacara muda tapi jika kamu melakukan kesalahan fatal, jangan harap kamu akan bisa lolos apalagi jika kamu terlibat dengan kejahatan yang dilakukan klien kamu.
__ADS_1
"Ethan ! Bawakan notes dan bolpoin !" pinta Nadya. "Aku ingin Perry menulis dengan tangan dan tulisannya sendiri !"
***
Dalam waktu dua hari, lima pegawai di Blair and Blair dibawa markas milik Ramadhan Securitas. Semuanya ditahan disana sementara Nadya dikawal Ethan, masuk ke dalam kantor yang dulu dibangun oleh opa buyutnya Stephen Blair.
Nadya melakukan rapat luar biasa dan membuka semua dosa dan aib para pegawainya hingga membuat semua orang mati kutu. Mereka yang kena mendapatkan hukuman jabatan dengan pemotongan gaji 50% tanpa bonus. Untuk mendapatkan gaji mereka seperti semula, harus membuktikan kinerja mereka dalam tiga bulan. Jika tidak, dipersilahkan untuk out dari kantor Blair and Blair.
Mereka yang mendapatkan hukuman jabatan hanya menunduk karena meskipun dipotong gaji, bekerja di Blair and Blair itu jauh lebih terjamin fasilitasnya dibandingkan tempat lain.
"Banyak orang yang lebih idealis dari kalian ingin bergabung dengan kami. Kalian tahu sendiri bagaimana sulitnya masuk kemari dan sudah masuk, kalian menyia-nyiakan semuanya. Saya tidak keberatan kalian keluar kalau memang sudah tidak betah." Mata hijau kecoklatan Nadya menatap tajam ke semua orang disana.
Para pengacara baik senior maupun junior tampak menunduk. Meskipun tidak semua melakukan kesalahan dan aib, tapi mendapat intimidasi dari pemilik kantor, tetap saja membuat semua orang keder. Apalagi mendengar Perry dikirim ke Nusakambangan oleh Nadya dengan dibantu Tante Normanya, jaksa penuntut umum yang dikenal bersih plus lima rekan mereka menghilang, hukuman pemotongan gaji 50% tanpa bonus masih lebih baik daripada dilempar ke kandang monster.
Pengacara masuk penjara, menjadi sasaran empuk baik para narapidana maupun oknum sipir, apalagi jika kamu pengacara kaya. Bisa menjadi mesin ATM.
***
Nadya menatap kelima orang yang ditahan di ruang interogasi lebih besar sedikit dari ruang interogasi Perry. Di belakang Nadya, terdapat Ethan bersama empat anak buahnya plus deretan senjata macam-macam disana.
Nadya sudah memakai Tactical Gloves Military nya dan mulai menggerakkan tangannya hingga semua tulangnya berbunyi. Suara itu malah membuat kelima orang itu merinding padahal Nadya posisinya duduk di depan mereka tanpa melakukan apapun.
"So... "Nadya mengambil berkas kelima orang itu dan mulai membeberkan semua data mereka dari HRD. "Kalian semua terbukti membantu Perry dan masing-masing mendapatkan keuntungan Rp 2,5 Milyar. Apa kalian tahu Perry dapat berapa?" Mata Nadya menatap tajam ke arah lima mantan pegawai Blair and Blair Advocate itu.
"Se... sepuluh?" jawab salah satu dari mereka.
Nadya menggelengkan kepalanya. "20 Milyar Rupiah. Itu yang berupa uang. Belum dua jam Patek Philippe seharga total $300,000 serta sebuah mobil Porsche yang disimpan di rumah ibunya. Kalian hanya untuk 2,5 Milyar berani mempertaruhkan pekerjaan kalian padahal gaji kalian jauh dari kekurangan ! Delapan sampai sembilan digit belum bonus ! Apa ya masih kurang? Oh tentu saja masih kurang demi lifestyles kalian."
Kelima orang itu melongo karena Perry mendapatkan berlipat-lipat dibandingkan mereka. Kurang ajar !!
"Kamu, Terry... Okelah uang itu kamu pakai untuk membiayai pengobatan ibumu tapi hanya 500 juta. Sisanya kamu pakai untuk membeli tas Hermès dan perhiasan. Really? Ibumu itu sakit! Wanita yang melahirkan kamu ! Kamu itu perempuan !" Nadya menggelengkan kepala ke arah junior partner yang menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu, Sam, istri dan anakmu hanya kamu jatah 10 juta sebulan karena tinggal di kampung. Kamu tinggal bersama dengan selingkuhan kamu di apartemen mewah. Ckckck... Kualat kamu sama istri dan anakmu ! Aku sudah mengatakan semuanya tentangmu dan ini... " Nadya memberikan surat cerai ke Sam. "Tanda tangan sekarang juga dan semua asetmu akan kami serahkan pada istri dan anakmu !"
Sam menatap ke arah Nadya dengan amarah. "Saya tidak mau tanda tangan, nona Nadya !"
"Kenapa?"
"Karena saya tidak mencintai dia ! Dia jelek ! Dia menikah dengan saya karena dijodohkan !"
"Karena kamu tidak merawat istrimu ! Kamu hanya mau enaknya ! Kalau kamu tidak mencintainya, kenapa sampai punya anak satu? Buktinya barangmu bisa berdiri dan jadi anak ?" sindir Nadya. "Jadi istrimu kamu anggap Pela*cur yang kamu pakai lalu sudah ?"
Sam hanya diam. Nadya memberik kode ke Ethan yang membuat pria itu tersenyum smirk lalu berbalik untuk mengambil sesuatu.
"Apa kamu tidak ingat Sam, keluarga istrimu lah yang membiayai pendidikan pengacara kamu?! Dan balasannya seperti ini? Tanda tangan sekarang juga atau barangmu aku kebiri detik ini !" bentak Nadya sambil menerima pisau belati mirip punya Rambo yang diserahkan Ethan. "Dasar pria tidak tahu malu !"
Sam memucat melihat pisau besar itu diatas meja, begitu juga keempat orang lainnya. Dan mereka merasa menyesal sudah membuang kesempatan yang diberikan keluarga Blair untuk bekerja di perusahaan nya.
Dengan tangan gemetar, Sam menandatangani surat cerai itu lalu menyerahkan pada Nadya. Gadis itu tersenyum puas lalu menelpon seseorang.
"Septian, dia sudah tanda tangan. Langsung akusisi semua harta bergerak dan tidak bergerak milik Sam Setyo yang tidak setia itu untuk diserahkan ke mantan istrinya dan ayah mertuanya. Hitung semua disesuaikan dengan inflasi sekarang untuk membayar semua biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan pengacara Sam. Aku rasa lebih dari cukup untuk membayar semua rasa sakit hati dari pria celutak dan pengecut ini!" Nadya menatap tajam ke Sam. "Kalau aku tidak ingat masih ada banyak pekerjaan, aku sendiri yang memotong masa depannya !"
Sam semakin memucat.
Jangan pernah macam-macam dengan keluarga Blair ya !
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️