Love And Justice

Love And Justice
Kecuekan Nadya


__ADS_3

Apartemen Omar dan Nadya dua bulan kemudian


"Nad..." panggil Omar saat melihat istrinya sibuk mencuci piring usai makan malam.


"Ya suamiku..." jawab Nadya.


"Besok malam Minggu kita ke rumah ibuku ya?"


Nadya mengelap tangannya usai memasukkan semua piring dan gelas ke dalam mesin pencuci piring. "Ke Umi Hasina? Ayolah !"


Omar tersenyum. "Bawa buah tangan apa ya Nad?"


"Umi sukanya apa?" Nadya lalu duduk di kursi makan sebelah Omar. "Aku pesankan di RR's Meal."


"Umi suka semua kok" jawab Omar.


"Ya sudah, nanti aku pesankan yang enak-enak." Nadya langsung pindah duduk di pangkuan Omar membuat pria itu menatap bingung.


"Kamu kenapa minta dipangku?" tanya Omar.


"Meja makan sudah bersih. Meja dapur sudah bersih... Kita belum pernah melakukan disini..." ucap Nadya dengan nada menggoda.


"Seriously? Disini ? Di dapur? Yakin?" Omar tersenyum melihat wajah meshum Nadya. Entah kenapa dirinya jadi ikutan kelakuan istrinya yang memang selalu semangat melakukan hubungan suami istri meskipun tidak setiap hari tapi rutin.


"Kayaknya seru deh. Di sofa udah, kamar dan kamar mandi sering, dapur belum... " ucap Nadya sambil membuka kancing piyamanya dan memperlihatkan belahan d@d@nya yang ukurannya membuat Omar blingsatan.


"Kamu itu ..." ucap Omar dengan nada berat dan nafas mulai berantakan.


"Apa?" Nadya menurunkan piyamanya pelan-pelan menunjukkan tubuh atasnya yang polos dan menantang.


"Damn it Nadya !"


Nadya tertawa karena suaminya tidak bisa menahan diri dan akhirnya mereka melakukannya di meja makan dan meja dapur.


***


Ruang Kerja Nadya di Kantor Blair and Blair Advocate


Nadya sedang menyelesaikan penutup untuk kasus yang sedang ditangani nya ketika suara ponselnya berbunyi dan tampak nama Chris Bradford disana.


"Assalamualaikum Oom Chris. Ada apa?" sapa Nadya.


"Wa'alaikum salam. Nad, bisa kamu ke kantor Oom sekarang ? Ada kasus tapi Pro Bono."


"Kasus apa Oom?"


"Kamu kesini dulu saja biar Oom jelaskan situasinya. Kamu sibuk nggak?"

__ADS_1


"Sedikit lagi aku selesaikan penutup untuk dilaporkan, sekitar setengah jam lagi aku kesana."


"Oke. Oom tunggu ya."


***


Ruang Kerja Captain Chris Bradford di Precinct Manhattan


Nadya datang ke kantor Oomnya setengah jam kemudian sesuai dengan janjinya dan Chris pun tersenyum saat melihat keponakannya datang. Nadya pun menyapa dua detektif yang hadir di ruangan Chris. Letnan Sam Tutuola dan detektif Carissi menyapa pengacara cantik itu.


"Nadya, Oom sangat berterima kasih kamu mau datang. Oom tidak tahu harus meminta tolong sama siapa lagi" ucap Chris.


"Memangnya ada kasus apa Oom?" tanya Nadya sambil duduk di kursi depan meja Chris.


"Nad, kamu mendengar kasus mutilasi seorang wanita?" tanya Sam Tutuola.


"Yang korbannya seorang guru SMP dan pemilik toko buku? Gimana Oom Sam?"


"Tenyata semua sudah dialihkan namanya ke suaminya dan suaminya yang membunuhnya lalu memu*tilasi tubuh istrinya."


Nadya terkesiap. "Lalu Nadya harus bantu apa? Belain dia ? Ogah !"


"Bukan Nad, kamu mewakili kedua anak korban. Ibu korban ingin semuanya menjadi milik anak-anak korban apalagi ayah mereka terbukti sebagai pelakunya. Bukankah bisa gugur kepemilikan dan uang asuransinya?" Letnan Sam Tutuola menatap penuh harap ke Nadya.


"Apakah ibu dan dua anak korban ada di sini?"


"Mereka di apartemen mereka. Dan kamu kalau mau lihat toko nya dan TKP nya juga bisa untuk membandingkan dan bahan argumen kamu."


***


Rasanya Nadya ingin dirinya sendiri yang memu*tilasi suami kurang ajar itu ! Dia baru mengetahui bahwa pria itu adalah suami kedua korban. Suami korban yang pertama meninggal karena kecelakaan kerja dan si istri mendapatkan uang asuransi yang disimpannya untuk biaya pendidikan anak-anaknya.


Dua tahun menjanda, korban menikah lagi dengan pria ini tapi tidak mau membawa dua anak dari pernikahan pertama. Sempat ribut, akhirnya korban mengalah dan menitipkan dua anaknya ke ibunya ( sang nenek ).


Benar-benar red flag ( pertanda ) bahwa pria ini tidak baik. Suami kedua korban adalah seorang pecandu alkohol yang bekerja di kantor pemerintah dan entah bagaimana, dia bisa membuat asuransi atas nama istrinya senilai $1 juta dan dia seorang yang akan menjadi benificary nya bukan kedua anak korban.


Nadya tadi melihat bagaimana perbedaan rumah si nenek dan korban. Rumah neneknya tampak sederhana tanpa ada barang mewah tapi di rumah korban terdapat Playstation terbaru dan banyak barang mahal.


Nadya juga mempelajari bahwa akta kepemilikan toko buku dan tanah nya sudah dialihnamakan ke suami keduanya. Usai menemui keluarga korban, Nadya lalu menuju ke kantor asuransi bersama dengan Sam Tutuola dan meminta agar pencairan uang asuransi ditunda dan menunggu keputusan pengadilan.


Pengacara cantik itu menghubungi Marisol Braga untuk membantu menahan semua pergerakan keuangan korban apalagi toko buku itu sudah dimasukkan ke daftar properti yang dijual. Selama tiga hari ini, Nadya disibukkan dengan pemindahan legalisasi semua aset korban untuk diberikan ke kedua anak korban termasuk uang asuransi ayah mereka yang sudah dipindahkan ke nama ayah tiri mereka.


***


"Lima juta dollar ?" seru Detektif Carissi yang melihat hasil penyelidikan Nadya dan Sam Tutuola selama hampir lima hari ini.


"Yup. Uang asuransi korban dan suami pertama senilai $2 juta dan $3 juta harga toko dan tanahnya" jawab Sam Tutuola.

__ADS_1


"Dia harus menandatangani surat pelimpahan aset yang atas namanya ke kedua anak korban. Aku sudah resmi menjadi pengacara mereka Oom dan surat penunjukkan sudah ada tanda tangannya ibu korban." Nadya menunjukkan surat yang sudah ditandatangani dengan duty stamp ( meterai ) disana.


"Oke. Ambil dari tahanan di Rikers, bawa kemari dan paksa dia untuk menandatangani." Chris menatap Detektif Carissi dan Lt. Sam Tutuola.


***


Ruang Interogasi NYPD Precinct Manhattan


Akhirnya Nadya bertemu langsung dengan pelaku pembunuhan istrinya dan memu*tilasi nya. Berlagak mengatakan istrinya tewas karena menjadi korban kejahatan, pria itu sampai sempat menerima surat kematian untuk memperoleh bukti agar bisa menarik uang asuransi istrinya.


Wajah pria itu tampak kurang ajar saat melihat Nadya masuk ke ruangan itu bersama Chris Bradford dan Lt. Sam Tutuola. Pengacara si pelaku tampak terkejut melihat Nadya yang menjadi pengacara kedua anak korban. Karena masih di bawah umur, maka sang nenek yang menjadi wali nya.


"Mr Ryder, saya tidak akan basa basi. Tanda tangani semua yang saya berikan tanda post it dan anda akan menjadi orang baik sekali seumur hidup" ucap Nadya dingin.


"Tanda tanga apa ini nona manis?" goda pria itu mengacuhkan cincin kawin di jari Nadya.


"Pengalihan semua keuangan anda untuk dua anak istri anda, wanita yang anda bunuh dengan keji. Sebab anda tidak berhak mendapatkan nya" ucap Nadya.


"Aku tidak mau tanda tangan ! Enak saja ! Aku keluar penjara nanti tidak punya uang !"


"Kamu tidak akan pernah keluar penjara! Karena kamu akan dituntut pengadilan New York hukuman maksimal, hukuman mati !" ucap Chris Bradford dingin. "Uang mu tidak akan dibawa mati !"


"Aku pasti bebas ! Kalian tidak akan bisa menuntut aku !" ucap Ryder sombong.


"Semua bukti mengarah ke kamu! Tanda tangani sekarang juga !" ucap Chris Bradford dengan nada sedikit naik satu oktaf.


Sam Tutuola memberikan kode agar kamera di ruang interogasi dimatikan dan Nadya melihat kamera pun mati.


"Kalau aku tidak mau menandatangani, kamu mau apa, Cops ?"


Chris berjalan di belakangnya dan langsung menjambak rambut Ryder dan menghantam wajah pria itu ke meja besi ruang interogasi. Darah segar keluar dari hidung pria tersebut.


"Tanda tangani sekarang juga atau aku buat kamu seperti istrimu... " bisik Chris dengan wajah menyeramkan.


"Blair, kamu lihat kan Kapten Bradford menghajar klienku !" protes pengacara Ryder.


"Aku berkedip tadi jadi tersilap" jawab Nadya cuek.


Ryder masih berusaha melawan tapi tengkuknya ditahan oleh Chris. "Tanda tangani sekarang !"


Akhirnya Ryder menandatangani surat pengalihan kepemilikan tanah toko dan asuransi.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2