Love And Justice

Love And Justice
Berpisah


__ADS_3

Mansion Giandra Jakarta Seminggu Kemudian...


"Nadyaaaaaa!"


Nadya terbangun saat suara Arum membuatnya hilang mimpinya makan kebab buatan Omar.


"Hah? Apa ... Ada apa? Gempa bumi?" Nadya tergagap saat membuka matanya.


"Nadya, ayo bangun. Belajar sholat subuh." Arum menepuk paha Nadya.


"Hah? Nanti Oma... sejam lagi..." Nadya menaikkan selimut nya.


PLAK !


"Bangun Nadya ! Nanti kamu tidak boleh nikah sama Omar !" hardik Arum gemas sambil memukul ****@* Nadya.


Nadya membuka matanya. "Gak jadi nikah sama Omar?"


"Gimana?"


Nadya terduduk. "Haaaaahhh ! Kok gitu Omaaaa..."


"Makanya Oma bilang kamu serius nggak ?" Arum menatap geli ke cucunya yang bule tapi kelakuan naudzubillah receh nya.


"Serius Oma. Demi bersama Sphinx..." Nadya pun bangun dan berjalan memeluk lengan Arum.


"Astaghfirullah... kenapa dipanggil Sphinx sih" kekeh Arum geli.


"Kan dia keturunan Mesir Oma. Sphinx kan di Mesir."


Arum menggelengkan kepalanya. "Ampun deh..."


***


FBI Building Plaza Manhattan New York


Omar menatap layar monitor untuk mencari unsub kasus perk*sa@n berantai yang terjadi di bar area New York.


"Damn it Nadya ... Aku kangen !" gumam Omar.


"Masih belum bisa mendapatkan pelakunya OZ?" tanya Maggie.

__ADS_1


"Belum Mag. Korban merasa tidak sadar karena dibius dan hasil visum, tidak ditemukan zat adiktif atau roovie atau obat apapun yang kita tahu."


"Coba kita lihat. Mereka menemukan jejak korban keluar dari bar bersama terus hilang sejam dan ini terlihat di parkiran mobilnya."


Maggie mengangguk. "Kita harus masuk ke bar Omar. Tampaknya sumbernya disana."


"Korbannya harus kita cari di setiap bar di New York... " Omar menatap Maggie.


"Kita cari di NYPD. Apalagi salah satu korbannya adalah salah satu anggota Kita."


Omar dan Maggie mendapatkan kasus perk**Saan berantai dan ternyata salah satu korbannya adalah agen FBI akhirnya pihak FBI mengambil alih kasus ini.


***


Mansion Giandra Jakarta


Nadya menatap cara bacaan sholat yang menurut nya belibet lebih parah dari bahasa Perancis.


Ustadzah Aisyah tersenyum melihat gadis cantik berambut coklat terang dengan kerudung itu tampak kebingungan cara bacanya.


"Maaf ustadzah... Kenapa bahasa Arab lebih sulit dari bahasa Perancis... " Nadya menatap lemas ke Ustadzah Aisyah.


"Sebenarnya lebih sulit bahasa Perancis, mbak Nadya. Kalau sudah terbiasa belajar bahasa Perancis yang sulit, pasti bisa belajar" senyum wanita paruh baya itu.


"Mari mbak Nadya. Kita belajar yang paling dasar dulu... Surah Al Fatihah..."


"Bismillahirrahmanirrahim..." senyum Nadya.


"Good mbak. Sudah bagus pelafalannya..."


***


New York City


Omar dan Maggie mendatangi bar tempat agen FBI itu mendapatkan musibah. Mereka bertanya kepada bartender yang disana dan mengaku kalau Rita, agen FBI itu memang datang kesana dan bertemu dengan pria yang ditemuinya di kolom jodoh online.


"Iya benar. Wanita ini datang kemari saat itu bersama seorang pria" jawab Bartender itu.


"Apakah ada hal yang aneh atau bagaimana?" tanya Omar.


"Nope. Mereka tampak having fun."

__ADS_1


"Siapa yang membayar minumannya?" tanya Maggie.


"Pria itu."


"Cash atau pakai kartu kredit?" tanya Omar.


"Cash."


Omar dan Maggie saling berpandangan karena dengan membayar cash akan sulit terdeteksi atas nama.


"Kita harus cari korban lain Mag." Omar berbisik ke arah Maggie.


"Aku akan hubungi detektif SVU yang mengurus kasus yang sama" jawab Maggie.


***


Mansion Giandra Jakarta


Nadya membungkuk kan tubuhnya diatas sajadah karena bacaan sholatnya masih berantakan.


"Hadddeeehh... salah banyak..." keluh Nadya.


"Sabar mbak Nadya. Pelan-pelan ya... " Ustadzah Aisyah tersenyum melihat gadis cantik itu tampak manyun.


"Haaaaahhh... susaaaahhh... Semangat Nadya..." gumam Nadya.


"Mbak Nadya bisa kok. Ustadzah yakin kalau mbak Nadya mampu. Insyaallah jika niat baik dan tekun, dimudahkan."


Nadya menatap ustadzah Aisyah. "Begitu ya?"


"Mbak Nadya, kan baru dua hari belajar tapi lafalnya sudah bagus jadi ke depannya akan lebih memudahkan belajar."


Nadya mengangguk. "Insyaallah Ustadzah..."


"Alhamdulillah..."


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2