Love And Justice

Love And Justice
Ada Kalanya Kamu Harus Melepaskan


__ADS_3

Peristiwa Chris Bradford menghajar tersangka pelaku pembunuhan dan muti*lasi istrinya, menjadi panjang urusannya. Kapten yang digadang-gadang akan menjadi komisaris suatu hari nanti, mendapatkan sidang kode etik di hadapan petinggi NYPD.


Chris menolak menggunakan pengacara dari NYPD dan memilih Steven Hamilton menjadi pengacaranya membuat sahabatnya itu geleng-geleng kepala.


"Ya ampun Chris, kamu itu biasanya lebih kalem dan terkontrol deh ! Tapi kalau aku jadi kamu, mungkin akan melakukan hal yang sama..." ucap Steven saat mereka menunggu sidang.


"Aku tidak tahan melihat b@jing@n itu meremehkan segala sesuatunya. Dia menganggap dirinya tidak bersalah dan merasa akan segera bebas. Kan kutu kadal !" umpat Chris.


"Seriously Chris. Memang kutu kadal macam apa?"


"Googling saja Steve..."


Steven Hamilton terbahak. "Kamu sudah ketularan kacaunya ipar dan mertua kamu."


"Kamu tahu Daddy Ezra bilang apa?"


"Apa?"


"Cincang, buang ke empang piranha Joey."


Steven Hamilton semakin terbahak.


***


Kantor Blair and Blair Advocate Manhattan New York


Nelson dan Travis menatap ke arah Nadya yang dipanggil sebagai saksi peristiwa di ruang interogasi. Istri Omar Zidane itu hanya memandang kakak dan Daddy nya bingung.


"Kalian kenapa?" tanya Nadya bingung.


"Kamu kan melihat Oom Chris menghajar si tersangka ke atas meja..."


"Aku nggak lihat. Aku berkedip mas jadi tersilap..."


"Nadyaaaaaa..." desis Travis gemas.


"Lho memang itu kenyataannya. Oom Chris cepat gerakkan, macam ninja. Jadi aku tak lihat lah..."


Travis dan Nelson hanya bisa melengos lalu meninggalkan ruang kerja Nadya.


"Kalian kenapa?" tanya Nadya bingung.


"Mbuh !" jawab Travis dan Nelson bersamaan.


Nadya menggaruk kepalanya. "Aneh deh !"


Tak lama ruangannya diketuk dan tampak Lt Sam Tutuola berada disana.

__ADS_1


"Oom Sam... Masuk Oom" senyum Nadya.


"Siang Nad. Sorry Oom ganggu."


"Oh nggak Oom. Silahkan duduk" ucap Nadya sambil berdiri dan mempersilahkan mantan partner Oomnya duduk. "Gimana Oom?" tanya Nadya usai Lt Sam Tutuola duduk di kursi depan meja kerja wanita itu.


"Chris sudah meminta agar kamu tidak perlu bersaksi dan menerima hukuman jabatan tidak mendapatkan gaji dua bulan. Meskipun sebenarnya para petinggi NYPD tahu kalau Chris emosi dan siapa sih yang tidak?"


"Ah Alhamdulillah kalau tidak perlu bersaksi karena asal Oom tahu, Daddy dan mas Nelson sudah khawatir saja aku harus maju karena aku berada di dalam sana meskipun aku bilang aku berkedip..."


Lt Sam Tutuola tertawa. "Kamu memang lucu, Nadya. Tapi aku senang kita bisa mengembalikan uang yang memang hak kedua anak-anak itu. Dan sang nenek juga sudah memasukkan ke dalam dana pendidikan mereka hingga kuliah."


"Oom mau minum apa?" tawar Nadya sambil berjalan menuju kulkas mini nya.


"Air mineral saja Nad. Oh Nad, terima kasih sudah mau pro Bono.


Nadya mengambilkan sebotol air mineral dan memberikan pada Sam Tutuola. "Oom, ada beberapa kasus yang harus dikecualikan harus berbayar atau tidak. Kami memang dikenal mahal tapi bukan berarti kami tidak memiliki hati nurani."


"Kalian memang keluarga baik. Sekali lagi, terimakasih Nadya atas segala bantuanmu" ucap Sam Tutuola.


"No problemo Oom."


***


Apartemen Omar Zidane dan Nadya Blair


"Nggak. Oom Chris langsung potong jalan bilang bersalah. Dan pentinggi NYPD pun hanya menjatuhkan hukuman tidak dapat gaji dua bulan. Mereka hanya memberikan hukuman itu karena selama ini Oom Chris kan polisi garis lurus. Baru kali ini saja dia muntab" jawab Nadya.


"Syukurlah... Kalau kamu jadi saksi, yang ada kamu adu mulut sama nereka..." komentar Omar yang hapal bagaimana istrinya kalau sudah punya argumen dan merasa benar.


"Ah suamiku, kok tahu sih?" kerling Nadya.


"Tahu lah Nad. Aku sama kamu itu sudah lama hubungannya jadi sudah hapal lah karakter kamu yang hajar bleh kalau merasa benar..." senyum Omar ke arah istrinya yang cantik.


"So, karena hari ini hari membicarakan pekerjaan. Bagaimana denganmu?" tanya Nadya.


"Well, aku dan Billy sedang mengusut kematian seorang model asal Italia. Overdosis. Dan aku rasa kekasihnya adalah pelakunya."


"Kalau overdosis, dianggap bunuh diri dong OZ..."


"Masalahnya, gadis itu sudah bersih sejak lima bulan lalu dan hasil autopsi menyatakan bahwa kandungan heroin dalam tubuhnya baru ada saat kematiannya. Jadi ada yang sengaja membuatnya over dosis bukan?"


Nadya mengangguk. "Lalu siapa kekasihnya?"


"Anak perdana menteri Italia. Dia sudah kembali ke Roma dengan pesawat pribadi dan memiliki kekebalan diplomatik... Damn it ! Kami tidak punya kekuasaan menangkap nya."


"Apa kamu membutuhkan bantuan bang Dante atau bang Tomat atau Alessandro?"

__ADS_1


"Tidak usah Nadya. Sedang diurus FBI di luar negeri dan mereka akan terbang ke Roma untuk mencari petunjuk yang bisa menghukum pria itu."


"Sayangnya korban adalah warga negara Italia jadi kalian tidak memiliki kuasa untuk menyelidiki lebih lanjut... tapi kejadiannya di New York kan?"


"Di New York tapi di kedutaan Italia. Mau bilang apa? FBI dipanggil karena pihak koroner merasa curiga."


Nadya menghela nafas panjang. "Kalian tidak bisa berbuat apapun karena terjadi di daerah kekuasaan nya."


"Exactly. FBI overseas hanya bisa melaporkan kejadian ini di polizia Italia dan semuanya terserah mereka. Tapi mengingat pelakunya anak siapa, aku meragukan dia bisa dituntut hukum..." Omar hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Aku merasa gemas sekali karena aku tidak bisa mengatakan pada kedua orangtuanya bahwa akan menangkap pelakunya."


Nadya memegang tangan Omar. "Sayang, let it go. Kamu percaya hukum sebab akibat bukan? Percaya padaku, pasti akan ada balasannya. Doa ibu yang tersakiti karena putrinya meninggal tidak wajar, pasti akan didengar Allah."


Omar tersenyum ke arah istrinya. "Kamu benar Nadya. Terkadang tidak semua penjahat bisa kita tangkap."


"Yup. Masih banyak orang yang perlu kita selamatkan, suamiku. Dan masih ada orang yang menunggu keadilan dari kita."


***


Hari berganti dan sekarang Nadya akhirnya berbahagia karena dirinya dinyatakan hamil. Tentu saja Omar menjadi pria yang paling berbahagia karena istrinya memang membuktikan ucapannya sudah tidak memakai KB. Meskipun harus menunggu cukup lama, tapi akhirnya mereka akan mendapatkan tambahan anggota keluarga.


Dan malam ini Omar merasa pusing dengan permintaan Nadya yang ingin menonton film action dan akhirnya demi bumil yang ngidam, agen FBI itu pun pulang cepat untuk nonton bioskop.


Keluarga Blair memang sedang menantikan kehadiran cucu dan cicit karena Ajeng, istri Bayu O'Grady, sedang hamil juga.


Omar dan Nadya sudah berada di dalam bioskop lengkap dengan pop corn. Ketika mereka sedang asyik nonton, keduanya mendengar nada getar ponsel istrinya. Nadya mengambil dan membaca pesan disana membuat ibu hamil itu menepuk jidatnya.


"Ada apa Nadya ?" tanya Omar sambil berbisik.


"Baca saja sendiri..." Nadya menyerahkan ponselnya dan Omar membacanya.


"Astaghfirullah..."


📩 Ajeng O'Grady : Nadya, bisakah kamu ke kantor polisi ? Aku butuh pengacara untuk menuntut mas Bayu soal pencurian Oreo...


"Seriously?" gumam Omar. "Kita ke kantor polisi?"


"Nggak usah ! Biar diselesaikan sama berdua. Dasar pasangan Absurd !" umpat Nadya kesal.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa gaeeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2