Love And Justice

Love And Justice
Dihukum


__ADS_3

Ruang Kerja Nadya Blair


Omar menatap wajah cantik Nadya yang membuatnya tenang dan bisa melupakan pusing kepalanya akibat belum berhasil mendapatkan unsub pembunuh berantai itu.


"Nad... Miss you..."


"Ditto ( aku juga )" jawab Nadya sambil merangkul leher Omar. "Aku berat nggak?"


"Berat ! Memang berapa ton sih?" goda Omar usil.


Nadya mengeplak dahi Omar. "Enak saja berapa ton !"


Omar tertawa lalu mencium dagu Nadya yang kemudian gadis itu langsung mema*gut bibir Omar. Tanpa melepaskan ciumannya, Omar berjalan menuju sofa lalu duduk disana dan melanjutkan acara berciuman dengan posisi duduk.


suara pintu terbuka membuat keduanya menoleh.


"Astagaaaa nagaaaa ! Lagiiii!!! NADYA ! OMAAARRR!!!"


"Hai Daddy" cengir Nadya sedangkan Omar hanya bisa pasrah jika kali ini dirinya dihajar Travis Blair.


***


BUGH !


Omar hanya diam saja menerima tinju dari Travis yang sebenarnya ingin menjewer telinga putrinya tapi Travis sama dengan para pria keluarga Pratomo, paling pantang main tangan ke istri dan anak perempuan mereka. Jika hanya sekedar menepuk kepala pelan, mereka melakukannya dengan kasih sayang.


Berbeda dengan menjewer yang sudah termasuk child abuse jadi Travis menyerahkan jurus capit kepiting ke Rahajeng yang datang tadi bersama nya ke ruangan Nadya.


Dan itulah yang terjadi, Nadya mendapatkan jurus pencapitan kepiting versi emak-emak dari Rahajeng yang membuatnya meringis kesakitan.


"Moooommmm... Sakit... " rengek Nadya disertai air mata buayanya.


"Kamu pantas mendapatkan nya Nadya ! Ya ampun ! Dua kali ! Dua kali Daddy mergoki kamu !" bentak Rahajeng gemas. Tadi wanita Indonesia itu memang menyusul Travis usai menghadiri acara pameran di area Manhattan dan berencana mengajak Nadya makan malam bersama tapi malah kejutan yang diterima.


"Mas Nelson dua kali...."


"Masih bisa jawab kamu !" Rahajeng melotot ke arah putrinya yang sama saja dengan Bayu kelakuannya. Rahajeng mendapatkan cerita dari Gandari tadi saat pameran kalau Bayu kegep oleh Ibu mertuanya saat mencium dengan Ajeng di mansion Blair. Sekarang malah putrinya sendiri bersama kekasihnya?

__ADS_1


"In case kalau mommy mau tahu... Aduuuuhhhh!" Nadya meringis lagi karena mendapatkan cepitan pedas.


"Nadya nggak salah Mr Blair, Mrs Blair... Saya yang salah..." Omar menatap Travis dan Rahajeng bergantian karena tidak tega melihat gadisnya kena jewer.


"Nggak usah menutupi kesalahannya Nadya ! Omar, saya larang kamu bertemu dengan Nadya seminggu ini !" putus Travis.


"Daddy...."


"Kalau begitu jadi sebulan !"


Nadya melongo. "Seminggu!"


Travis menoleh ke arah putrinya yang bandel. "Seminggu! Tidak ada telepon, tidak ada ketemuan fisik !"


"Whaaaatttt?"


"Kalau gitu jadi sebu..."


"Oke Seminggu! Deal !" potong Nadya. Bisa merana kalau sebulan...


Omar dan Nadya saling berpandangan. Pisah lagi...


***


Pria itu pun membuka pintu apartemennya dan menutup nya dengan kaki panjangnya. Omar segera menuju kulkas dan mencari minuman dingin untuk mendinginkan hatinya yang kesal gara-gara acara kencannya yang terpaksa batal gara-gara kegep dua kali oleh Travis Blair.


Suara ponselnya membuat Omar menoleh dan tampak nama Billy Boyd disana.


"Yes Billy?"


"Sorry OZ mengganggu kencan mu. Ada korban Gregorius Lawrence. Di sebuah apartemen area Tribeca."


"Tapi itu kan dekat Chinatown" ucap Omar yang tidak habis pikir itu bukan area kulit hitam.


"Rupanya dia bekerja disana... Poor girl."


"Berikan alamatnya. Aku akan kesana."

__ADS_1


"Oke OZ. Bagaimana kencanmu dengan Nadya?" tanya Billy.


"Berantakan!"


"What's going on?" gelak Billy.


Omar keluar dari apartemennya tanpa melepaskan ponselnya dari telinganya. "Anggap saja kami kena banned dari Mr Travis."


Billy Boyd terdiam dan setelahnya tertawa terbahak-bahak. "Oh my OZ ! Mereka melihat kamu bersama Nadya?"


"Short of." Omar masuk ke dalam mobilnya.


"Oh poor guy..." gelak Billy.


"Just shut up!"


***


Nadya pun merasa gabut tidak bisa bertemu dan menelpon Omar di weekend karena takut mendapatkan hukuman sebulan dari ayahnya ditambah bulan depan dia harus ke Jakarta.


Sabar Nadya, sabaaarrr ...


Beruntung lima hari kerja dirinya mendapatkan banyak kasus dan klien jadi setidaknya tidak terlalu bingung. Nadya juga baru tahu kalau Bayu pun mengalami hal yang sama dengan Ajeng, sekretarisnya.


Sama-sama kena gep oleh orangtua. Nadya meringis mengingat Bayu juga sama terkena jurus capit kepiting melayang dan Ajeng diculik Gandari ... Ralat, disita !


Dan kini Nadya hendak mengunjungi Opa dan Omanya, Rhett dan Kaia O'Grady. Meskipun termasuk Oom Opa dan Tante Oma karena Kaia saudara sepupu dengan James Blair, opa kandung Nadya, tapi hubungan mereka sangat dekat. Apalagi James sudah meninggal jadi bagi Nadya dan Neslon, Kaia dan Rhett juga Aidan dan Thara adalah opa dan Oma mereka juga.


Nadya menyetir mobil Subaru Forester nya menuju apartemen Ajeng dan mereka akan pergi ke Staten Island bersama.


Siapa tahu Omar bisa menyusul... Kan sudah seminggu lewat dari masa hukuman ...


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2