Love And Justice

Love And Justice
Pertengkaran Pertama


__ADS_3

Escape House milik Edward Blair dan Yuna Pratomo


Nadya terbangun akibat bau kopi dan masakan yang tercium dari hidungnya. Wanita itu melihat tubuhnya diselimuti menutupi kepolosan nya. Nadya merenggangkan kedua tangannya untuk menggeliatkan tubuhnya tapi setelah nya dia berteriak.


"Aduuuuhhhh duh... Duh... Ya Allah badanku remuk Kabeh !" keluh Nadya yang mulai merasakan pegal di bagian pinggang hingga tubuh ke bawah. "Kamu juga sih Nad... Sok kepo, main forsir dan sekarang makan mata pencaharian kau !"


Nadya bangun dari tempat tidur dan mengernyitkan dahinya. "Astagaaaa demi semua tujuh bola dragon, gini amat ya rasanya dipera*wani..." omelnya sambil mengambil baju dari tas duffle bag nya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Omar Zidane yang sudah selesai menyiapkan sarapan kesiangan aka Brunch, naik ke atas dan melihat istrinya tidak ada. Omar mendengar suara gemericik air di kamar mandi lalu memperhatikan seprai yang sudah berantakan dan juga ada bercak darah disana.


Pria jangkung yang hanya mengenakan kaos dan celana pendek memilih melepaskan seprai serta sarung bantal semuanya. Omar menemukan seprai bersih di dalam lemari lalu memasangkan kain bewarna abu-abu bersih ke kasur.


Setengah jam kemudian Nadya keluar dengan rambut basah dan wajah manyun bertepatan dengan Omar selesai memasangkan seprai dan sarung bantal baru.


"Nad? Kamu tidak apa-apa?" tanya Omar.


"Sakit semuaaaaa" rengek Nadya mendrama. "Bagaimana bisa sih kamu tetap segar sedangkan aku remuk redam begini? Padahal pinggulmu juga bergerak tapi kok kamu bisa tetap semangat?"


"Kamu kurang olahraga mungkin Nad... Addduuuhhh!" Omar mengaduh karena Nadya menendang betisnya. "Nad, KDRT ! KDRT !"


"Bodo amat !" balas istrinya yang turun pelan-pelan ke lantai bawah meninggalkan Omar yang tertawa geli dengan sikap berantakan Nadya.


"Suamikuuuu !!!" teriak Nadya dari lantai satu. "Kamu masak apa ini?"


Omar menghela nafas panjang. Astaghfirullah... bakalan ramai deh rumah tangga aku...

__ADS_1


"Omelette gosong sayaanggg..."


"This food is ridiculous ( makanannya Membagongkan ) ! Kamu bisa masak nggak sih?" teriak Nadya lagi membuat Omar turun ke lantai satu.


"Maaf sayang, aku melamun tadi. Melamun kegiatan kita semalam sayang..." bela Omar saat melihat Nadya bersedekap judes. "Aku buatkan yang lain..."


"Nggak usah ! Sandwich saja sudah cukup... Ayo makan. Aku lapaaarrr..." Nadya langsung duduk dan menenggak susu coklatnya. Omar memberikan mangkok dan Nadya menuangkan cereal plus susu putih ke dalamnya.


Omar melihat bagaimana istrinya makan dengan lahap baik sandwich dan cerealnya. Pria itu lalu berdiri dan menyiapkan mashed potatoes dan daging burger dengan gravy yang dibuatnya tadi, membuat Nadya berbinar-binar.


"Setidaknya ini better dari Omelette salah asuhan" komentar Nadya sambil memakan burger itu.



"Omelette salah asuhan?" ulang Omar. "Apa?"


"Astaghfirullah Nadya, iya aku yang salah dalam membuat Omelette nya tapi jangan cari istilah aneh-aneh dong..."


"Lho aku kan mengatakan apa adanya suamiku sayang... " cengir Nadya membuat Omar menggelengkan kepalanya.


Omar hanya tersenyum kecut karena baru kali ini dia membuat Omelette yang berubah menjadi bencana arang gara-gara teringat pergu*mulannya dengan Nadya semalam. Omar pun tidak heran jika dalam waktu enam bulan, Nadya pasti segera hamil jika mereka terlalu rajin melakukan olah raga malam.


Membayangkan Nadya hamil dengan sikap Absurd nya, membuat Omar senyum-senyum sendiri karena sudah pasti acara hamil bakalan menjadi kekacauan yang haqiqi diantara mereka berdua.


"Omar, kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" Nadya menatap horor ke suaminya. "Kamu kesambet ? Duh opa Edward, Oma Yuna... Mbok ya jangan buat suamiku jadi macam orang gila senyum-senyum sendiri begini dong..."

__ADS_1


"Hah? Siapa yang kesambet ?" tanya Omar tersadar dari lamunannya.


"Alhamdulillah sudah kembali menjadi waras ... Kamu kenapa senyum-senyum sendiri Omar?" tanya Nadya penasaran.


"Membayangkan kamu hamil ... Pasti bakalan ramai dan rusuh..." kekeh Omar membuat Nadya melongo.


"Hamil? Baru juga semalam kamu memerawani aku, kok sudah mikirin aku hamil ? Mbok ya sabar dong Omar ! Aku masih ingin enak-enak sama kamu dulu !" gerutu Nadya.


"Hah ? Maksudnya?" Perasaan Omar terasa tidak enak.


"Sebelum kita menikah, aku memang sudah persiapan menunda punya anak dulu paling tidak sekitar enam bulan Omar. Aku ingin menikmati berduaan bersama kamu dulu, soalnya kalau punya anak, pasti akan tersita waktu buat kita..."


Omar Zidane menatap Nadya dengan wajah yang tidak dapat dibaca oleh pengacara cantik itu. Tak lama pria itu berdiri dan memilih pergi meninggalkan Nadya ke halaman belakang. Nadya hanya melongo melihat wajah Omar yang tampak menahan amarah.


"Omar, kamu mau kemana ?" panggil Nadya.


"Aku butuh udara segar !" Omar membuka pintu belakang pondok lalu membanting nya membuat Nadya terlonjak.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2