Love And Justice

Love And Justice
Pembunuhan Berantai


__ADS_3

Sebulan Usai Acara Gemintang dan Raj di Brussels


Usai menghadiri pesta pernikahan Gemintang dan Raj, Nadya dan Omar kembali dipisahkan dengan pekerjaan. Nadya dan Omar sudah bertemu dengan sekretaris Bayu O'Grady yang baru apalagi Bayu sempat berurusan kasus pembajakan dengan FBI. Mantan pegawai Jang Corp ingin membajak semua blue print alat-alat elektronik spionase hasil rancangan Bayu dan Jang Geun-moon. ( Baca My 100th Secretary ).


Nadya dan Omar juga bertemu dengan Ajeng Pratiwi, sekretaris Bayu saat mereka berdua bisa betemu kembali setelah Omar ada waktu kosong dan menghabiskan waktu di hari Minggu bersama Nadya.


***


Ruang Kerja tim Omar Zidane FBI Building Plaza Manhattan New York


"Delapan? Delapan wanita kulit hitam?" Omar menatap Tiffany.


"Yes Omar. Karena korban terpencar di semua borough State New York. Manhattan, Queens, Bronx, Brooklyn dan Staten Island. Tapi yang membuat NYPD red alert adalah, semua korban mendapatkan perlakuan yang sama."


Omar menoleh ke meja Maggie yang tampak ikut serius mendengarkan. "Serial killer ( pembunuhan berantai ), Mag ?"


"I think so ( Aku rasa demikian )" jawab Maggie dengan wajah serius.


"Karena ini sudah masuk lima borough, jadi masuk wilayah federal dan NYPD meminta bantuan kita" ucap chief Reid yang masuk ke ruangan itu.


"BAU sudah datang?" tanya Maggie.


"Perjalanan kemari dari Quantico."


"Siapa yang datang chief ?" tanya Billy Boyd.


"Teman kalian" senyum chief Reid.


Omar saling berpandangan ke semua orang. Pedro Pascal?


***


Satu jam kemudian...Ruang Meeting FBI


"Selamat siang semuanya. Ini aku bawakan camilan buatan istriku dan putriku yang jangan dilihat bentuknya ... Well kalian tahu kan Bia masih lima tahun" sapa Pedro sambil meletakkan kotak kardus berisikan risol mayonaise di atas meja meeting.


"Wow Pedro" senyum Maggie yang membuka tutup kotak itu. "Yang kecil pasti buatan Biana. Bagaimana kabar putri kecilmu?"


"Sangat keturunan McCloud. Bar-bar !" senyum Pedro sambil memeluk semua orang. "Miss you all!"


"Miss you too Pascal. So, siapa tim kamu?" tanya Omar usai berpelukan dengan Pedro.


"Perkenalkan ini Jessica Jeraue biasa dipanggil JJ, lalu ada Aisyah Tyler dan senior profiler Quantico, David Gideon." Pedro memperkenalkan timnya. JJ adalah wanita berusia 30 an berambut pirang dan bermata biru, Aisyah adalah wanita kulit hitam berusia 40 an dan David Gideon, pria keturunan Italia berusia 50an dengan rambut dan brewok yang sudah beruban.


"Senang bertemu dengan senior Quantico" ucap Omar dan timnya sambil menyalami mereka satu persatu.

__ADS_1


"Akhirnya ketemu dengan calon ipar Pedro" goda Aisyah membuat wajah Omar memerah.


"Oke, kita mulai saja. Tunggu biar Kelly Moran dan Ian Lee bergabung dengan kita" ucap Omar yang melihat dua tim IT FBI datang.


Setelah semuanya duduk Omar dan Billy Boyd menjelaskan kejadian serangkaian pembunuhan dengan modus melecehkan dan membunuh dengan cara mencekiknya.


"Hasil penyelidikan CSI, TKP yang ditinggalkan sangatlah bersih ! Bahkan DNA yang berada adalah milik korban sedangkan milik unsub, tidak ada satu titik pun" ucap Omar. Tadi dirinya sempat melakukan panggilan video dengan para detektif yang menangani kasus ini.


"Bagaimana dengan latar belakang korban? Apakah saling berkaitan satu dengan lain?" tanya David Gideon.


"Tidak ada. Rata-rata mereka adalah wanita pekerja, bukan wanita panggilan. Berasal dari neighborhood yang boleh dibilang bukan daerah merah. Mereka dibunuh di rumah mereka masing-masing" jawab Billy.


"Unsub sangat berani !" gumam JJ.


"Aku rasa dia kulit hitam" ucap Aisyah. "Meskipun statistik orang kulit hitam hanya 4% dari populasi kulit putih pelaku pembunuhan berantai, tapi aku yakin unsub adalah satu di 4% itu. Alasannya adalah korban semua kulit hitam dan biasanya wanita kulit hitam lebih nyaman jika bersama orang yang sama ras nya."


"Dia penyendiri, memiliki kemarahan yang besar dalam dirinya sebab mencekik adalah salah satu crime of passion, sangat pribadi dan menunjukkan dominasinya. Aku rasa unsub memiliki dendam dengan wanita di dekat nya... Ibunya? Neneknya?" JJ menatap semua orang.


"Kelly, tolong cari para pelaku kejahatan sek***ual yang bebas dan terdaftar di NYPD. Kulit hitam yang penting" pinta Omar.


"Sure OZ ." Kelly lalu mencari lewat laptop nya


"Apakah kalian bisa memperkirakan fisiknya?" tanya Ian Lee.


"Aku yakin dia good looking karena sebagai wanita kulit hitam, sama dengan Aisyah dan rata-rata ras kami, kita suka pria berbadan besar" ucap Tiffany.


Layar lebar ruang meeting menunjukkan banyak pelaku kejahatan yang terdaftar namun para profiler FBI merasa ada yang kurang.


"Berapa dari semua unsub itu yang memiliki mobil dan pekerjaan?" tanya David Gideon.


"30 orang."


"Yang tidak memiliki pekerjaan tapi punya mobil?"


"20 orang."


"Yang tidak memiliki keduanya?"


"Lima orang " jawab Kelly.


David Gideon menatap salah satu dari lima gambar yang diberikan Kelly. "Siapa dia?"


"Gregorius Lawrence, mantan US Navy, diberhentikan secara hormat karena terlibat kasus perampokan saat bertugas di Hawaii." Kelly menatap semua orang. "Divorce dan istrinya... ralat mantan istrinya pernah mengajukan permohonan peringatan berjarak karena dia tidak suka gaya bercinta Lawrence yang cenderung kasar. Dan dia dalam posisi pembebasan bersyarat tujuh bulan lalu setelah dituduh melakukan pelecehan di dalam metro subway."


"Pasti ada yang memicu dirinya menjadi meledak" gumam Tiffany.

__ADS_1


Suara ponsel Omar berbunyi. "Yes?" Pria berdarah Mesir itu memandang semua orang di ruang meeting.


"Bagaimana OZ ?" tanya Maggie.


"Dari laboratorium NYPD. Mereka menemukan satu set sidik jari yang belum sempat dihapus dan cocok dengan milik Gregorius Lawrence. He's the unsub ( Dia pelakunya )!" ucap Omar.


"Kelly! Alamat Lawrence terbaru ?" pinta David.


"Sudah dikirim ke ponsel kalian masing-masing!" jawab Kelly.


Semua langsung bergegas mencari sang pelaku meninggalkan Ian dan Kelly di luar meeting.


***


Apartemen Gregorius Lawrence di Bronx


"FBI ! Federal Agent !" teriak Omar dengan menodongkan Glocknya setelah pengawas apartemen membuka pintu. Semua agen langsung masuk dan mencari Gregorius Lawrence.


"Clear ( Aman )!" ucap Billy yang memeriksa kamar tidur.


"Clear !" seru Tiffany dari dapur.


"All Clear OZ !" balas Maggie dari kamar mandi.


"Damn it ! Dia kabur OZ !" umpat Pedro Pascal sembari memasukkan SIG nya.


"Kelly, dia kabur ! Apa kamu ada alamat lain? Atau pengawasnya punya secara dia dalam pembebasan bersyarat tujuh bulan ini karena melakukan pelecehan di metro." Omar menghubungi Kelly dari earpiece nya.


"Ini aku berikan alamat petugas pengawas nya."


"Thanks Kelly." Omar mengusap wajahnya. Damn it !


***


Note.


Kasus yang ditangani Omar Zidane dan tim adalah kasus nyata dari kasus pembunuhan di North Carolina tahun 1994 dengan pelaku bernama Henry Louis Wallace yang memakan korban 11 orang wanita kulit hitam. Wallace adalah pria kulit hitam.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2