
FBI Building Plaza Manhattan New York
Omar Zidane sedang membuat laporan ketika ada laporan bahwa truk berisikan bahan peledak, dicuri saat hendak masuk New York dari New Jersey. Chief Reid langsung tampak panik dan mengerahkan semua agen untuk mencari truk itu.
"Dikirim dari NJ ( New Jersey ) buat kemana?" tanya Omar.
"Buat ke Brooklyn Navy Yard" jawab Billy Boyd.
"Omar, kamu dan Billy berkoordinasi dengan agen NCIS Jane Tennant dan Jessica Knight. Kelly dan Ian, kalian berkoordinasi dengan Dione, ahli IT NCIS untuk melacak truk itu." Chief Reid memberikan maklumat ke dua agen nya.
***
Pintu Tol Exit New Jersey to New York
Omar dan Billy tiba di TKP dan bertemu dengan dua agen NCIS yang langsung terbang menggunakan helikopter Navy dari Baltimore.
"Agen Tennant, agen Knight" sapa Omar ke kedua agen wanita itu.
"Agen Zidane, Agen Boyd. Akhirnya kita bertemu dalam situasi tidak nyaman ya" sapa Agen Jane Tennant, ibu dua anak remaja.
"Bagaimana bisa terjadi di siang bolong dan jalan ramai?" gumam Agen Jessica Knight.
"Orang jaman sekarang mulai berani, agen Knight" komentar Billy Boyd.
"OZ ! Truknya terlihat! Di daerah Queens !" seru Maggie melalui earpiece Omar dan Billy.
"Kita ke Queens !" Omar pun bergegas masuk ke dalam mobil bersama dengan Billy. Agen Tennant dan Agen Knight masuk ke dalam mobil mereka sendiri yang disediakan Kantor Angkatan Laut di Fort Hamilton Brooklyn.
Dua mobil itu langsung bergegas pergi meninggalkan tim CSI gabungan FBI dan NCIS menyelidiki barang bukti dan dua pengemudi itu sudah dibawa ke ruang interogasi FBI karena tidak ada kantor NCIS di New York.
***
"Bagaimana lalu lintas ?" tanya Billy sambil mengawasi iPadnya.
"Lancar. Usahakan secepat mungkin tiba disana!" ucap Chief Reid.
Omar menginjak gas dalam dan bergegas menuju lokasi tempat truk itu ditinggalkan dan dalam waktu lima belas menit, Omar dan Billy tiba di lokasi bersama dengan agen Tennant dan agen Knight.
Maggie dan Tiffany tiba beberapa saat kemudian lalu berkoordinasi dengan semua agen lapangan untuk mencari pelakunya yang sudah diketahui namanya merupakan seorang mahasiswa art dari Kampus Art and Music New York yang berlokasi di Queens. Dan sekarang truk itu berada di dekat gedung musik.
Dia membenci kampusnya karena mendapatkan Bullyan dan ingin semua orang mati disana. Omar mengaktifkan body cam nya dan membuka pintu truk itu sedangkan para agen lainnya mencari unsub di sekitar kampus.
"Oh my God..." ucap Billy Boyd setelah melihat bahan peledak itu sudah dipasang dan waktunya tinggal lima menit lagi.
"Astaghfirullah..." Omar langsung mengambil tang dari saku tas kecil yang dipakainya.
__ADS_1
"Omar, unsub terlihat sedang berjalan menuju halte bus. Kita akan mengejarnya !" ucap Maggie.
"Go ! Aku akan melumpuhkan b*m ini !"
"Omar ! Tunggu penjinak b*m ! Mereka tiba lima menit lagi !" seru Reid.
"Kita tidak punya lima menit Chief !" teriak Omar.
"Aku akan membantumu OZ !" ucap Billy. Keduanya melihat susunan kabel dan melihat kabel pemicunya yang bewarna pelangi.
"Apakah unsub bagian lagibete qu ?" tanya Omar ke Reid di markas.
"Iya. Dia bilang dia Queer" jawab Kelly.
Omar dan Billy bersiap memotong dua kabel yang menjadi pemicu ledakan. "Bersamaan Billy." Keringat dingin mengucur di kening Omar.
"Ready OZ !" ucap Billy. "1...2...3 !"
Kedua agen FBI itu memotong kabel peledak itu bersamaan dan timer disana pun berhenti di detik ke 44.
Omar dan Billy segera mundur dari truk itu bertepatan dengan datangnya tim penjinak b*m.
"Ya Allah ... Astaghfirullah Al Adzim..." Omar langsung terduduk karena kakinya seperti jelly saking lemasnya.
"Kamu tahu OZ, untuk sesaat... aku ingin bilang, it's been an honor working with you ( suatu kehormatan bisa bekerja denganmu )" ucap Billy. "Tapi aku harus yakin karena aku dan kamu belum menikah. Apalagi Nadya begitu bucinnya dengan mu. Bagaimana kalau..."
"Stop Billy. Biarkan aku bernafas dengan tenang..."
"Suspect down ! Suspect down !" ucap Tiffany. "Agen Knight berhasil menangkap nya !"
Omar dan Billy menghembuskan nafas lega lalu keduanya saling bertos dengan kepalan tangan.
"Agen Zidane, agen Boyd. Sudah kami amankan lebih lanjut dan setelahnya bisa dikembalikan ke Navy" lapor Kepala tim penjinak b*m.
"Thanks Kapten" ucap Omar dan Billy Boyd bersamaan.
"Bagaimana kalian bisa tahu sumbu ledaknya?" tanya Kapten itu.
"Pedro Pascal pernah bilang cari lah kabel paling aneh karena biasanya para pelaku memasang nya sebagai warna favorit" jawab Omar Zidane.
"Agen Pascal memang ahlinya. Anyway, aku sangat bersyukur kalian berdua selamat." Kapten itu bersalaman dengan Omar dan Billy.
***
FBI Building Plaza Manhattan New York
__ADS_1
Omar tidak ikut acara interogasi pelaku dan memilih untuk menuju rooftop untuk menelpon Nadya. Dirinya membutuhkan wajah gadis nya setelah dia hampir mati tadi.
Tak lama wajah cantik Nadya muncul di layar ponsel Omar dan gadis itu tersenyum lembut membuat hati Omar semakin membaik.
"Hai manusia Sphinx..." sapa Nadya yang tampaknya sedang sarapan. "Mau soto Betawi?"
"Sayang, kenapa kamu pakai baju macam olah raga?"
"Karena aku habis berolahraga, Omar sayang. Kamu bagaimana hari ini?" Nadya menatap kekasihnya.
"Aku... hampir mati ..."
"What happened?"
"Ada seorang anak idiot hendak meledakkan kampusnya dan ... aku menjinakkan peledaknya..."
"Oh my God Omar... " Nadya tampak panik. "I'm so glad kamu tidak apa-apa... "
"Well aku keras kepala tidak mau kamu tinggal bersama Shane atau Phoenix sedangkan aku menjadi arwah penasaran dan gentayangan..." jawab Omar sambil tersenyum sedangkan Nadya terbahak.
"Aku tinggal pinjam alat komunikasi hantu ke Tante Freya supaya kita bisa saling berkomunikasi" cengir Nadya.
"Bagaimana Jakarta?"
"Panas tapi aku senang... Bisa menyelesaikan permasalahan disini dan sebelum mas Sendra menikah atau mas Eagle menikah, insyaallah aku sudah mualaf Omar..." senyum Nadya.
Omar menatap wajah cantik Nadya dan tanpa sadar matanya berkaca-kaca. "Nad... I miss you so much..."
"I miss you too. Bersabarlah ya sayang. Kita akan bertemu di Dubai. Oke?"
Rasanya Omar ingin memeluk Nadya saat ini juga tapi mendengar gadisnya berkata seperti itu, bagaikan oase di kemumetan dan semua hal-hal buruk yang tadi dia dapatkan.
"Love you Nadya... Always."
"Me too."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1