
Apartemen Keluarga Blair Di Central Park
Nelson dan Marisol yang datang sambil membawa makanan, terkejut melihat wajah Omar Zidane dengan plester dan sedikit membiru.
"What happened?" tanya Marisol ke pria berdarah Mesir itu.
"Ditonjok Nadya" sahut Rahajeng.
"Haaaiissshhh ! Kamu itu bisa nggak sih nggak bar-bar sama Omar? Kasihan dia jadi samsak dik..." tegur Nelson ke Nadya.
"Lha salah siapa main lihatin orang lagi setengah tidur !" balas Nadya manyun.
"Omar, kamu mau menuntut Nadya? Aku bersedia menjadi jaksa penuntut nya" goda Marisol sambil menghampiri Rahajeng. "Merry Christmas Tante. Ini hadiah natal yang sedikit terlambat karena Tante ke Tokyo." Jaksa cantik itu menyerahkan paper bag ke istri Travis Blair berupa tas dari brand favorit Rahajeng.
"Jangan komporin Omar, Mari !" hardik Nadya sebal.
Rahajeng dan Marisol saling tersenyum. "Terimakasih Mari. Merry Christmas juga buat kamu." Rahajeng memeluk Marisol dan mencium pipinya.
"Mari, kalau aku menuntut Nadya, kira-kira berapa lama hukumannya?" tanya Omar dengan wajah usil.
"Well, seumur hidup terikat sama kamu Omar" gelak Marisol membuat Nelson terbahak.
"Dik, aku nggak mau jadi pengacara mu lho ya" cengir Nelson.
"Biarin. Aku bisa mewakili diriku sendiri !" balas Nadya. "Tapi aku suka tuntutannya ..."
Marisol tersenyum lalu duduk bersama Rahajeng di sofa ruang tengah dengan Omar, Nadya dan Nelson.
"Oom Travis dimana Tante?" tanya Marisol yang tidak melihat Travis Blair.
"Ada telpon dari Jayde. Katanya ada masalah di perusahaan berlian milik Simon Weston."
"Opanya Inggrid?" tanya Nelson.
"Yup. Mommy belum tahu apa masalahnya tapi tampaknya pelik" jawab Rahajeng.
"Semoga bukan aneh-aneh." Nelson menatap semua orang. "Kalau Jayde sampai hubungi Daddy, pasti pelik."
"Tapi sepupu kamu itu memang macam ada magnetnya buat hal-hal berbau kriminal" komentar Marisol.
"Begitulah..." senyum Nelson.
"So, Nelson. Mommy mau tanya. Kalian berdua rencana kedepan bagaimana?" Rahajeng menatap Nelson dan Marisol.
"Yang jelas aku dan Mari serius Mom tapi tahu sendiri tahun depan sudah padat merayap yang mau nikah. Apalagi pasangan bucin yang sering KDRT tidak jelas" kekeh Nelson ke Omar dan Nadya yang duduk saling berpelukan. "Kalian mau menikah tahun depan kan? Habis siapa?"
__ADS_1
"Habis mas Bayu kayaknya. Soalnya katanya mas Bayu mau melamar Ajeng bulan Juni setelah Ajeng selesai kontrak" jawab Nadya.
"Are you sure Omar? Mau nikah sama adikku yang tukang mukul kamu?" goda Nelson.
"Mau gimana lagi, Nelson. Aku sudah kadung cinta sama Nadya..." senyum Omar sambil menatap Nadya yang sedang memandang dirinya. "Sampai kena tonjok pun aku masih sayang Nadya."
Nelson melengos sedangkan Marisol dan Rahajeng hanya tertawa melihat pasangan bucin tanpa lihat tempat.
"Makanya aku dan Omar cocok. Dia pasrah aku jotos, aku nistakan ... Memang harus begitu kalau mau masuk ke keluarga kita kan?" Nadya semakin erat memeluk Omar.
"Astagaaaa... Tapi Omar, Tante pesan sama kamu. Besok kalau sudah satu rumah dengan Nadya, jadilah kepala keluarga yang tegas. Kamu jangan terlalu memanjakan Nadya karena nanti bakalan semena-mena sama kamu."
"Moooommmm... Nggak lah..." rengek Nadya.
"Nggak lah... Nggak lah .... Coba, selama Omar sama kamu sudah berapa kali terluka? Kecuali saat dia tugas...."
"Di Brazil nggak ! Cuma nyaris aku lempar keluar pesawat sama mas Lisus gara-gara mereka berdua ribut unfaedah ... " gumam Nadya.
"Di Hongkong? Disini? Di ruang kerja kamu?" Rahajeng melotot ke arah putrinya yang tampak cuek bebek.
"Lha itu kan memang resiko, mommy... "
"Hadddeeehh..." Nelson memegang pangkal hidungnya, gemas dengan adiknya yang cantik tapi sering amburadul kalau ngomong. Marisol hanya mengelus punggung kekasihnya yang tampak gemas dengan adik satu-satunya.
"Iya mommy. Dua Tahun depan juga pasti sudah mengantri. Shinichi juga katanya mau menikah dengan Kedasih karena kontraknya dengan JAXA berakhir saat itu karena tidak boleh ada suami istri satu gedung padahal Shinichi dan Kedasih dikontrak bersama" jawab Nelson.
"Punya keluarga besar dan sebaya itu memang rusuh ya Son. Apalagi kalau sudah punya pasangan dan harus antri giliran menikah..." kekeh Marisol.
"Welcome to our big family" senyum Nelson sambil mencium pelipis Marisol.
***
Malam Harinya usai Nelson mengantarkan pulang Marisol dan Omar pulang setelah mereka semua makan malam di apartemen keluarga Blair
"Pencucian uang?" seru Nadya dan Nelson bersamaan. "Bagaimana Simon Weston kecolongan Dad?"
"Karena paman Inggrid, sulung nya Simon, Stephan, sangat percaya dengan akuntannya, Bryce Stevenson yang membantu ada pihak lain untuk mencuri uang Weston Diamond Ltd."
"Berapa nominal yang kita bicarakan Dad?" tanya Nelson.
"So far, Jayde dan Taufan baru menemukan £35 juta dan itu masih diselidiki karena Daddy dan Oom Taufan yakin bakalan lebih dari itu."
Nadya dan Nelson saling berpandangan. "Daddy butuh kita?"
"No, Daddy akan pergi bersama dengan Steven karena ini high priority klien."
__ADS_1
Nelson dan Nadya mengangguk. Beda kelas.
***
31 Desember
Omar menjemput Nadya untuk mengajak berjalan jalan di jalanan kota Manhattan sembari menikmati acara kembang api dan atraksi di Central Park. Nelson sendiri memilih di rumah bersama dengan Marisol dan Travis serta Rahajeng.
Dan kini pasangan itu berjalan di seputaran fifth avenue. Omar dan Nadya berjalan sambil bergandengan tangan dengan wajah sumringah. Apalagi pipi Nadya memerah saat hawa musim dingin menyentuh wajahnya.
"Dingin Nad?" tanya Omar.
"Nggak lah. Kan ada kamu." Nadya semakin mengeratkan pelukannya.
"Kamu itu ternyata kalau menggoda, menggemaskan."
"Hei, dari dulu kan aku memang menggemaskan." Nadya mencium pipi Omar yang menunduk.
"Nadya, terimakasih. Karena berkat kamu, tingkat stress di pekerjaan aku bisa berkurang karena tahu ada gadis cantik yang selalu mendukung aku dengan segala kekacauan rusuh."
"Kita berdua sama-sama bekerja di bidang pekerjaan yang tingkat stressnya sangat tinggi Omar. Dan jika kita memiliki pasangan yang saling mendukung satu sama lain dengan perasaan cinta, aku rasa kita bisa menghadapi semuanya."
"Aamiin. Aku suka pemikiran kamu, Nadya sayang. Tetaplah kita seperti ini hingga akhir hayat."
Nadya menatap Omar dengan rasa haru. "Aku suka dengan ucapan mu. Love you so much my FBI agent."
Omar memeluk Nadya. "Love you too my lawyer."
Keduanya berciuman saat sepuluh detik sebelum tahun berganti.
"3...2... 1... Happy New Year .... "
Omar dan Nadya saling berpandangan. "Happy New Year, sayang."
Keduanya pun saling berciuman lagi seperti banyak pasangan lainnya yang berada di area Central Park, taman terluas yang ada di kota New York.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1