
Area Shopping Mall 5th avenue New York
Nadya berjalan - jalan di area perbelanjaan yang berada di 5th avenue. Gadis itu memilih menggunakan Uber daripada menyetir mobilnya sendiri. Dia ingin bebas tanpa memikirkan soal parkiran dan kini dirinya berada di sebuah cafe ice cream. Nadya ingin menikmati kebebasan dirinya sebelum masuk kerja besok Senin.
Saat asyik menikmati ice creamnya, ponsel Nadya berbunyi dan gadis itu melihat siapa yang menelpon. Alisnya yang bagus tampak saling bertaut tapi dia tetap menggeser tombol hijau.
"Yes Shane?" sapa Nadya.
"Kamu dimana?" tanya Shane tanpa basa basi.
"Aku? Aku di mall Hamilton di 5th avenue. Kenapa Shane?"
"Lokasi? Maksud aku, kamu di toko mana?"
"Ice Cream Bellagio."
"Kamu tunggu aku di sana. Oke Nad?" Shane lalu mematikan panggilannya membuat Nadya hanya memajukan bibirnya.
"Ada apa sih Shane? Kenapa nggak balik ke Boston sih?" gerutu Nadya sebal.
Nadya lalu memasang airpods nya sambil menonton berita dari ponselnya yang memberitakan kasus pembunuhan ganda di Central Park. Pembawa acara juga memberitakan tentang kondisi putra kedua korban dalam keadaan baik dan selamat. Gadis itu menggelengkan kepalanya, merasa heran dengan orang-orang jahat yang dengan mudahnya membunuh dan seringnya dengan trigger yang receh, nyawa bisa melayang tanpa permisi.
***
Ruang Interogasi FBI Plaza Building Manhattan New York
"Bagaimana CIA bisa menghubungi Jenelle dan mengatakan bahwa Hayworth dan Cotton adalah pedagang senjata?!" tanya Omar penasaran.
"Setahu kami, sebagai agen Federal apalagi CIA, tingkat kerahasiaan suatu kasus sangat tinggi" sambung Billy yang bisa melihat bagaimana Jamie tipe country boy yang low educated.
"Jenelle memperlihatkan email dari agen CIA lengkap dengan kop surat. Nama agennya Cody Walters" jawab Jamie.
Omar menoleh ke arah agen IT Kelly Moran yang berada di balik kaca dua arah ruang interogasi dan memberikan kode agar pria itu mencari tahu tentang agen CIA yang disebutkan namanya oleh Jamie. ( Kelly Moran cowok ).
Kelly lalu pergi meninggalkan Tiffany dan Maggie yang mengikuti jalannya interogasi. Kedua wanita itu saling berpandangan.
"Apa kamu berpikir seperti aku, Mag?" tanya Tiffany.
"Jamie dan Jenelle terlibat, Tiff?" balas Maggie.
"Yup. Tapi bagaimana? Aku belum bisa menemukan link yang berkaitan.
***
"Omar, nama Cody Walters memang ada di jajaran agen CIA. Aku sudah mendapatkan nomor kontaknya dan sekarang sedang dihubungi oleh Reid." Suara Kelly terdengar di earpiece Omar yang masih berada di ruang interogasi.
__ADS_1
"Oke. So, Jamie. Apakah kamu yakin jika Hayworth dan Cotton memang pedagang senjata ilegal?" tanya Omar.
"Mana mungkin agen CIA itu berbohong bukan?" jawab Jamie dengan yakin.
Omar memberikan kode ke Maggie dan Tiffany untuk segera ke rumah Jenelle melalui kaca dua arah. Dua agen wanita itu pun bergegas menuju rumah Jenelle.
"Jamie, untuk sementara kamu kami tahan di tahanan. Bukan sebagai tersangka tapi sebagai saksi sementara. Okay?" ucap Billy Boyd.
"Apakah aku dalam bahaya karena aku yang melaporkan agen CIA itu?" tanya Jamie bingung.
"Bisa dikatakan begitu." Omar memberikan senyum menenangkan.
***
Ice Cream Bellagio Cafe
Shane tersenyum melihat Nadya duduk manis sambil melihat ponselnya. Pria Irlandia itu pun duduk di hadapan Nadya yang sedikit terkejut karena dirinya sedang serius menonton berita hari ini.
"Astagaaaa, kamu mengagetkan aku, Shane!" sungut Nadya sambil menepuk dadanya.
Shane tersenyum ke gadis cantik yang membuatnya jatuh cinta tapi ternyata sangat... sangat dan sangat bertepuk sebelah tangan. Shane melihat bagaimana Nadya dan Omar tampak saling mencintai dengan tatapan, sentuhan dan bahasa tubuhnya.
"Aku sengaja mencari mu karena aku hendak berpamitan kembali ke Boston." Shane menatap lembut ke Nadya.
"Oh? Kapan berangkat ke Boston?" tanya Nadya berusaha untuk tidak terlihat senang.
"Neopolitan dengan sedikit rum. Well, just two drops" jawab Nadya cuek.
Shane tersenyum. "Harusnya kamu mencoba beer O'Grady."
"Tenang saja Shane, selalu ada di kulkas rumah. Kata Daddy dan mas Nelson, beer hitam dari O'Grady jauh lebih enak dari beer hitam lainnya."
"Kamu tidak suka beer?" tanya Shane.
"Aku lebih tipikal ke red wine dan air mineral" senyum Nadya.
"Aku pesan ice cream dulu."
***
Kediaman keluarga Jenelle Potter di pinggiran Queens.
Tiffany dan Maggie mendatangi rumah keluarga Potter di area pinggiran Queens. Kedua agen itu tampak terkejut melihat dengan adanya senjata api di meja kopi, meja makan dan kursi goyang.
Maggie hanya bisa menghela nafas panjang melihat bagaimana senjata-senjata itu bisa sembarangan tergeletak dimana-mana. Tiffany sendiri hanya berharap tidak berlama-lama disana karena rumah itu sangat berantakan dan bau.
__ADS_1
Oh my God ! Aku seperti masuk ke kandang sapi !
"Maaf tapi ada apa kalian kemari?" tanya Jenelle yang menemui mereka berdua bersama dengan ibunya Betsy.
"Kami ingin tahu, apakah benar agen CIA bernama Cody Walters menghubungi anda, Miss Potter?" tanya Tiffany yang merasakan dirinya agak sulit bernafas karena baunya rumah itu.
"Iya. Kami bertemu di sosial media dan menjadi teman baik. Dan ternyata dia sedang mengawasi Billy Hayworth dan Billie Jean Cotton yang sudah masuk daftar CIA sebagai pedagang senjata api ilegal" jawab Jenelle yakin.
Tiffany dan Maggie saling berpandangan.
"Bisakah kamu memberikan laptop kamu sebagai bukti bahwa agen Cody memang menghubungi kamu?" tanya Tiffany.
"Kenapa? Kalian tidak percaya?" tanya Betsy tidak senang.
"Bukan begitu, saat ini kami sedang bekerja sama dengan CIA guna menyelidiki kasus pembunuhan ganda. Dan kemungkinan berhubungan dengan kecurigaan bahwa kedua korban menjadi korban pembunuhan pelanggan yang tidak suka" senyum Maggie.
Jenelle dan Betsy saling berpandangan. Akhirnya Jenelle memberikan laptop nya. "Aku sangat bersedih atas kematian Billy tapi itu kan karena ulah mereka sendiri!"
Maggie yang sedang memegang laptop Jenelle, menatap gadis yang usianya sebaya dengannya tapi entah apanya yang membuat Maggie merasa gadis itu mencurigakan. Apanya tapi aku merasa dia tahu banyak...
"Laptop kamu akan kami kembalikan usai penyelidikan selesai. Nanti akan ada agen yang memberikan surat keterangan tentang inventaris barang bukti untuk kejahatan federal." Maggie dan Tiffany pun pamit.
Sesampainya di mobil, kedua gadis itu langsung menyalakan AC dan menyemprotkan parfum ke seluruh tubuh mereka.
"Ya Tuhan ! Mereka itu mandi tidak sih?" umpat Tiffany sambil menyetir mobil untuk kembali ke markas FBI.
"Tampaknya aku harus mandi sampai kantor!" balas Maggie. "Dan aku butuh beer dingin untuk menenangkan hatiku!"
"Mag..."
"Yes?"
"Kemana Mr Potter? Aku melihat ada foto mereka bertiga tapi tidak ada di rumah." Tiffany melirik ke Maggie.
Maggie langsung menelpon Kelly Moran. "Kelly, tolong kamu selidiki lebih dalam keluarga Potter. Aku curiga mereka terlibat tapi bagaimana, aku masih belum tahu."
Tiffany langsung menginjak gas untuk segera kembali ke kantor karena tidak sabar untuk membongkar laptop Jenelle.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️