Love And Justice

Love And Justice
Omar Terharu


__ADS_3

Mesjid Istiqlal Jakarta, tiga hari menjelang pernikahan Gasendra dan Gemma


Nadya mengucapakan dua kalimah syahadat dengan khusyuk di depan imam besar mesjid Istiqlal, Ustadzah Aisyah serta keluarga besarnya. Travis, Rahajeng dan Nelson tampak terharu melihat bagaimana putri dan adik mereka sangat serius mengikuti semua prosesnya.


Usai resmi menjadi mualaf dan mendapatkan sertifikat bahwa Nadya resmi memeluk Islam, semua anggota keluarganya memeluk gadis cantik itu. Rasa haru dan bahagia menjadi satu disana dan ustadzah Aisyah bisa melihat bagaimana guyub nya keluarga Sultan itu.


Nadya tidak bisa membendung air matanya saat memeluk Travis dan Rahajeng yang membalas pelukan erat putrinya, begitu juga dengan Nelson yang memeluk adik satu-satunya yang sangat dia sayangi. Setelah nya, semua orang pun kembali ke mansion Giandra untuk makan siang.


***


Dubai UAE, Istana Al Jordan Acara Pernikahan Gasendra dan Gemma


Nadya tersenyum lebar saat melihat para law enforcement yang terlibat di Hongkong, sudah hadir ke istana Al Jordan termasuk Omar Zidane. Keduanya saling menatap penuh kerinduan setelah hampir dua bulan tidak bertemu namun Nadya berusaha cool dan menghampiri Katrin Jaeger yang datang bersama dua rekan kerjanya.


Kedua wanita itu saling berpelukan dan menanyakan kabar masing-masing sedangkan para pria disambut Ken Al Jordan dan Gabriel Luna. Setelah berbasa basi sebentar, Nadya menghampiri Omar dan langsung memeluk lengan pria itu.


"Miss you Nadya."


"Miss you too Omar." Keduanya saling berpandangan dan nyaris Omar mencium bibir Nadya kalau tidak ada gangguan.


"Aduuuuhhhh !" Omar memegang kepalanya yang kena keplak Nelson.


"Ingat situasi OZ !" hardik Nelson yang datang bersama Marisol Braga.


"Damn it Nelson ! Kamu pukul aku pakai apa?" tanya Omar sambil mengusap belakang kepalanya sedangkan Nadya dan Marisol sudah cekikikan melihat keduanya ribut.


"Buku Hukum Pidana" jawab Nelson cuek. Omar menatap judes ke calon kakak iparnya.


"Sudah, yuk masuk" ajak Nadya sambil menggandeng tangan Omar.


***


Acara pernikahan Gasendra dan Gemma berlangsung dengan lancar tanpa ada drama aneh - aneh. Selama acara, tangan Omar Zidane tidak lepas menggenggam tangan Nadya. Pasangan bucin jilid sekian seolah tidak mau lepas apalagi keduanya sudah melalui banyak hal saat berpisah.


Usai ijab, para anggota keluarga pun berkumpul dan Nadya menarik tangan Omar menuju ke sebuah gazebo lalu keduanya duduk disana.


"Manusia Sphinx, ada yang ingin aku ceritakan padamu..." Nadya menatap mata coklat Omar dengan serius.


"Apa itu Nad?" Omar merasakan jantungnya berdegup kencang. "Kamu tidak... Mau putus denganku kan Nad... Addduuuhhh !" Omar memekik saat Nadya memencet hidungnya yang mancung.


"Sembarangan kalau ngomong ! Aku hajar, tahu rasa kamu !" desis Nadya kesal. "Bukan itu Omaaarrr !" Nadya melepaskan jurus capit kepiting dari hidung Omar dan pria itu mengelus alat bernafas nya.


"Lalu apa Nad?" Omar menatap lembut ke Nadya.


Nadya mengambil ponselnya dan memperlihatkan video yang menunjukkan dirinya sudah mualaf. Omar memegang ponsel Nadya dengan tangan gemetar lalu menatap Nadya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Beneran? Serius?" tanya Omar dengan nada bergetar menahan haru.


Nadya mengangguk.


"Ya Allah Nadya..." Omar meletakkan ponsel Nadya dan memeluk erat gadis itu yang dibalas dengan sama eratnya. Keduanya menangis haru dan Omar mencium pelipis Nadya lama.


"Alhamdulillah..." bisik Omar.


"Bimbing aku ya Omar. Bantu aku untuk tetap Istiqomah..." pinta Nadya dengan sedikit terisak.


"Aku akan membimbing mu dan mengajari mu... Bukankah itu kewajiban aku jika menjadi imam mu?"


Nadya melepaskan pelukannya dan memandang Omar sambil memegang wajahnya. "Aku tidak salah pilih calon suami. Terima kasih cicitnya Cleopatra..."


Omar tertawa dalam tangis mendengar ucapan kacau tunangannya. "Kamu itu lho... "


"Apa?" Mata hijau kecoklatan Nadya mengerjap-ngerjap jenaka.


"Menggemaskan..." Omar lalu mencium bibir Nadya lembut.


***


Nadya dan Omar berjalan sambil bergandengan tangan menuju meja makan panjang yang berisikan banyak makanan prasmanan untuk acara makan siang usai ijab.


"Alhamdulillah... Sudah ayem" jawab Omar sambil menatap lembut ke Nadya.


"Oh my, kalian itu ya. Memang pasangan bucin garis keras !" gelak Ajeng.


"Memang kamu sama mas Bayu nggak?" tanya Nadya.


"Honestly, sedang dalam proses dari akunya..." jawab Ajeng.


"Jeng, bucin itu seru lho..." goda Nadya.


"Bucin macam kalian memang seru. Bucin versi mas Bayu itu dengan bonus kemodusan yang haqiqi. Segala sesuatu itu harus bisa dijadikan modus, sekecil apapun" gerutu Ajeng.


"Kalau kamu nggak dimodusin, nggak seru Jeng" ucap Bayu yang memeluk pinggang Ajeng dari belakang.


"Mulai... Mulai... No touchy touchy lah mas" omel Ajeng manyun.


Bayu terbahak lalu mencium pipi Ajeng dari belakang. "Kamu memang gemesin!"


"Ternyata pria itu kalau sudah ketemu pawangnya yang cocok bakalan berubah jadi Gaban ya" gumam Nadya.


"Maksudnya gimana Nad?" tanya Omar.

__ADS_1


"Mas Bayu tuh contohnya. Bisa - bisanya jadi cowok bucin ke Ajeng. Padahal dulu - dulu kalau sama cewek, kecuali keluarga sendiri, beeeuuuuu kalah kutub es ! Serius lho Jeng, mas Bayu itu super kaku soal cewek. Agak melunak setelah Gemma jadi sekretarisnya terus ke DeeDee juga lunak soalnya DeeDee orangnya kalem dan pendiam. Eh sama kamu langsung gedubrakan..." kekeh Nadya.


"Aku juga bucin sama kamu Nadya" senyum Omar sambil mencium pucuk kepala Nadya.


"Kalau kita mah cocok, Omar. Lha Mas Bayu dan Ajeng.... Butuh proses..."


"Nadya, semuanya juga butuh proses... Memangnya harus langsung instant?" kekeh Omar.


"Ah iya macam kamu ya. Butuh waktu lama buat sembuhkan patah hati..." goda Nadya membuat Omar cemberut.


"Tapi obat patah hati ku seperti ini... Tentu saja membuat aku sembuh total dan jatuh cinta setiap saat, setiap detik denganmu Nad..." Omar menatap serius ke Nadya dan gadis itu langsung mencium bibir pria jangkung itu.


"Oh Astagaaa... Nadyaaaaaa!" gerutu Bayu sedangkan Ajeng tampak terhanyut dengan pasangan di hadapannya.


"Ya Ampun, mereka sangat romantis ya mas ?" ucap Ajeng.


"Kita juga bisa romantis" sahut Bayu sambil tersenyum menggoda.


"Nggak usah sok saingan kenapa sih mas ?" hardik Ajeng sebal ke arah Bayu.


"Oh kalian kapan akan meresmikan?" tanya Ajeng ke Omar dan Nadya usai keduanya berciuman.


"Habis kalian. Bukannya kalian hendak menikah bulan Juni?" Nadya menatap Bayu.


"Insyaallah... Setelah Ajeng selesai kontrak lah..." jawab Bayu.


"Nanti malam balapan lagi kan mas?" tanya Nadya.


"Palingan. Kenapa? Kalian mau balapan juga?" Bayu memandang pasangan bucin itu.


"Mungkin..." jawab Nadya mengambang.


"Balapan? Balapan apa?" tanya Ajeng bingung.


"Kamu akan lihat nanti Jeng" senyum Omar Zidane.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2