Love And Justice

Love And Justice
Akhirnya...


__ADS_3

Sel Tahanan Gedung Pengadilan Hongkong


Nadya menunduk setelah Omar tersenyum ke arahnya karena sel mereka posisi sedikit menyerong tapi saling berhadapan. Ya ampun jantungku ...


Omar bersikap cool setelah Ken mengajak nya berbicara dan Nadya pun mempersiapkan diri untuk beristirahat. Chisato dan Katrin melihat sikap keduanya, hanya tersenyum karena tahu bagaimana cara Omar melindungi Nadya karena sang agen FBI jatuh cinta dengan pengacara muda itu.


"Apakah kalian akan segera menikah?" tanya Chisato ke Nadya.


"Belum tahu. Kami masih memiliki banyak perbedaan, Chisato. Kami sedang masa penjajakan" senyum Nadya.


"Kalian sangat cocok satu sama lain Nadya. Omar sangat melindungi kamu dan kamu membuatnya selalu tersenyum. Kamu tahu, kami pernah bertemu di sebuah acara pertemuan para agen federal dan Omar adalah salah satu agen yang dikenal paling kaku dan dingin. Tapi sekarang dia berbeda dan kamu yang merubahnya" senyum Katrin Jaeger.


Nadya hanya mengangguk dan mulai merebahkan tubuhnya sambil menyelimuti kakinya dengan selimut yang diberikan oleh Nelson. Benar-benar definisi pindah kemping! Hanya bedanya ini kemping di penjara... Perlahan Nadya mulai terlelap dan mereka semua pun mulai tidur. Suara dengkuran dan posisi tidur tidak nyaman, tidak membuat keluarga Sultan itu merasa risih sebab mereka semua sudah tahu resikonya.


***


Kamar Mandi Wanita Gedung Pengadilan Hongkong


Nadya, Chisato dan Katrin dengan pengawasan pegawai pengadilan, menyelesaikan acara mandi pagi mereka. Setelah rapi, mereka mendapatkan kiriman roti, bakpao dan air minerel dari Sky Chen untuk sarapan mereka.


Para pria yang sudah mandi dengan sistem mandi kilat asalkan kena gebyur air pun tampak segar. Nadya memperhatikan para sepupu prianya mulai keluar brewoknya karena memang mereka dilarang menggunakan alat cukur.


Kok malah semakin tampak bad boy semua?! - batin Nadya sambil memakan bakpaonya.


"Nad!" panggil Luke.


"Iya bang?" jawab Nadya.


"Kalian di blok wanita satu sel kan?"


"Iya bang. Aku, Chisato dan Katrin satu sel."


Luke tampak lega karena baik adik, anak buah dan kenalan agen federal nya dalam satu sel jadi aman. Bagaimana pun Luke sebagai kakak tertua punya tanggung jawab ke para wanita yang ikut terlibat meskipun dia tahu kalau ketiganya dikenal tangguh dan pemberani.


"Kalian berhati-hati ya" ucap Bayu.


"Iya mas" jawab Nadya.


***

__ADS_1


Sidang pun terus berlanjut dan Nadya melihat bagaimana sepupunya Sadawira sangat sangat vampir karena wajahnya yang dingin dan tidak ada ampun berdebat dengan jaksa penuntut umum. Selama persidangan itu, Omar tidak pernah melepaskan genggaman tangannya ke tangan Nadya seolah ingin menenangkan dan simbol bahwa pria tinggi itu akan selalu melindungi gadis itu.


Hingga sidang kelima, generasi keenam melihat kedatangan Benjiro Smith dan Jang Geun-moon beserta Marisol Braga, membuat mereka bertanya - tanya. Aib apa lagi yang mereka dapatkan?


Travis Blair hanya meminta ke hakim ketua mendeportasi semua orang yang terlibat dan masuk daftar blacklist dilarang ke Hongkong sampai batas waktu tidak ditentukan.


Terjadi perdebatan antara Nelson dan jaksa penuntut umum apalagi pihak pengacara bisa membuka semua aib yang melatar belakangi kenapa Triad Wong tidak mendapatkan hukuman. Nadya dan semua orang di dalam ruang persidangan melongo saat tahu jika Jenderal Miu adalah partner g@y salah satu Wong bersaudara.


Bahkan foto-foto tidak senonoh mereka pun dibuka semua oleh Travis Blair membuat Chisato menunduk dan Nadya menyembunyikan wajahnya di balik punggung Omar Zidane.


"Astaghfirullah..." hanya itu yang bisa diucapkan Omar saat tahu mengapa bertahun-tahun mereka tidak bisa menangkap Triad Wong meskipun bukti semua ada.


( Baca Jayde dan Wira Stories )


***


Penjara Federal Hongkong Blok Wanita


Nadya, Chisato dan Katrin terbangun ketika mendengar suara ribut-ribut para sipir wanita. Bahkan suara teriakan dan tembakan terdengar membuat ketiga wanita itu saling berpandangan dengan perasaan cemas.


"Apa yang terjadi?" tanya Chisato.


"Apa maksudmu Katrin?" tanya Nadya yang panik memikirkan semua kakak-kakaknya dan Omar Zidane.


"Karena di persidangan terbuka semua kebobrokan pihak HKSS dan kepolisian Hongkong, mereka pun ingin menghabisi kita."


Wajah Chisato dan Nadya langsung memucat. Apalagi terdengar suara tembakan tadi .. Tuhanku, apa yang terjadi?! Jangan sampai ada yang terluka! Nadya dan Chisato sama-sama melihat ke arah pintu sel. Ketiganya bersiap-siap jika mereka pun akan diserang.


Namun hingga pagi menjelang, tidak ada yang terjadi di blok wanita membuat ketiga wanita itu semakin cemas dengan kondisi blok pria.


"Apakah mereka baik-baik saja?" Chisato menatap Nadya dan Katrin Jaeger.


"Aku harap mereka baik-baik saja ..." gumam Katrin.


Nadya hanya diam. Tuhanku, jangan sampai ada korban jiwa... Tolong.


***


Gedung Pengadilan Hongkong

__ADS_1


Nadya melihat Omar bersama Ken yang tampak baik - baik saja saat mereka semua kembali menjalani persidangan. Gadis itu mengabsen wajah semua sepupu prianya dan bersyukur mereka semua selamat. Jika tidak mengingat kondisinya, ingin rasanya Nadya menghambur ke semua sepupu nya dan memeluk mereka satu persatu lalu memukul mereka karena sudah membuatnya cemas tingkat tembok China.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Nadya sambil berjalan masuk ke dalam ruang sidang beriringan dengan Ken dan Omar


"Maksudmu apakah Omar tidak apa-apa Nad? Addduuuhhh!" goda Ken yang mendapatkan pukulan dari gadis cantik itu.


"Kami baik-baik saja Nadya" jawab Omar.


"Apa yang terjadi?" tanya Nadya yang bingung melihat semua sepupu prianya tampak bahagia. Tunggu, wajah-wajah mereka seperti ini kalau habis menghajar orang. Apakah semalam mereka menghajar orang?


"Biasa, pada tidak terima kita buka aib jadi semalam pada kirim partner olahraga. Cuma aku dan Omar tidak boleh ikutan karena satu, tanganku hanya untuk mengobati bukan menghajar. Kedua, Omar masih terluka jadi dilarang mas Sendra gelut. Dan kita berdua hanya bisa menonton tanpa popcorn sayangnya" papar Ken.


Nadya hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Berapa orang?"


"Kamu akan tahu sendiri nanti."


***


Hakim ketua dan Jaksa Penuntut Umum melongo melihat bahwa para generasi keenam memiliki bukti-bukti perkelahian semalam. Nadya baru tahu jika Damian membawa kamera CCTV sebesar kancing berjumlah lumayan banyak jadi saat kejadian, Damian sudah menempelkannya hingga mereka terekam semua.


Nadya juga melihat bagaimana Gasendra dan Damian meminta Ken dan Omar tetap di dalam sel, melarang mereka ikutan berkelahi.


"Lumayan kita olahraga ya semalam" kekeh Bayu membuat sepupunya tersenyum.


Setelah cukup alot perdebatan akhirnya diputuskan bahwa semua orang yang terlibat harus sudah keluar Hongkong malam ini maksimal pukul 23.59. Tentu saja semua orang bernafas lega dan mengucapkan hamdalah serta puji syukur.


Nadya sendiri tanpa sadar menangis bahagia. "Akhirnya kita pulang OZ" bisik gadis itu.


"Yup. Kita pulang, Nadya" balas Omar sambil mencium pelipis Nadya.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2