
Pondok Kabur Edward Blair dan Yuna Pratomo
"Naaaadddd... Memangnya perutku macam roti sobek di bakery? Terus semua isiannya kamu sebut?" Omar menatap geli dan gemas ke istrinya.
"Habis ... Kebayangnya itu..." ucap Nadya sambil mencoba melepaskan ikat pinggang Omar. "So, perlu mandi nggak?"
"Memangnya aku sudah bau ?"
"Nope. Masih bau Giorgio Armani..." jawab Nadya sambil membuka kancing celana Omar dan mulai menurunkannya yang memperlihatkan boxer hitam milik suaminya yang sudah ada sesuatu berdiri tegak. "Lhooo... kok sudah berdiri?" komentar Nadya sambil mengelus pelan membuat Omar menggeram.
"Nad, apakah kamu yakin kamu belum pernah melakukannya?" tanya Omar yang bingung melihat istrinya sangat berani dan super agresif.
"Well, mana dulu yang ingin kamu pegang?" balas Nadya semakin mendekati Omar sambil menempelkan d@d@nya ke d@d@ suaminya.
Omar memeluk Nadya dan melepaskan kaitan br@nya yang menampakkan milik istrinya. Omar sudah tahu punya Nadya berukuran lumayan tapi tidak menduga saat melihat nya sendiri, membuat semua adrenalin nya memuncak hingga ke ubun-ubun.
Pria itu merasa tidak tahan lalu Melu*mat bibir Nadya dengan rakus yang dibalas oleh istrinya. Omar sudah tidak bisa mengkondisikan tangannya begitu juga dengan Nadya. Hingga Omar meletakkan tubuh istrinya diatas tempat tidur dan mulai mengabsen setiap inci tubuh Nadya yang terlihat gemetar akibat sensasi yang dibuat oleh suaminya.
Omar melepaskan kain terakhir milik Nadya dan juga boxernya hingga keduanya polos tanpa sehelai benang pun. Omar menciumi tubuh Nadya hingga ke miliknya membuat Nadya mende*sah merasakan suaminya bermain disana.
Merasa milik istrinya sudah siap, Omar pun dengan pelan memasukkan miliknya ke milik Nadya. Gadis itu terkesiap saat merasakan adanya benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya. Perlahan Omar menggerakkan pinggulnya berusaha menembus penghalang disana hingga akhirnya Nadya menjerit saat pertahanannya dibobol.
__ADS_1
"Addduuuhhh... " desis Nadya.
"Maaf, sakit yaaa..." Omar mengehentikan gerakannya, membuat Nadya harus terbiasa dulu dengan miliknya yang berada di dalam.
"Dikit tapi kamu jangan berhenti !" perintah Nadya membuat Omar mulai bergerak lagi dan istrinya mengeluarkan suara-suara yang seksih. Nadya menarik tangan Omar untuk memegang d@d@nya dan tentu saja suaminya dengan senang hati memainkannya.
Nadya melengkungkan punggungnya saat mendapatkan klim@ks yang pertama.
"Mau istirahat dulu?" tanya Omar melihat peluh di tubuh dan dahi Nadya.
"No, punyamu belum keluar kan?" jawab Nadya. "Coba gaya lain !"
***
Nadya dan Omar terlentang di atas tempat tidur sembari mengatur nafas mereka. Keduanya tampak takjub dan puas satu sama lain.
"Berapa lama kamu bisa berdiri lagi?" tanya Nadya.
"Kenapa?" balas Omar sambil menoleh ke arah istrinya yang tampak berseri wajahnya.
"Aku ingin mencoba di shower... " Nadya lalu berdiri dan berjalan dengan sedikit tertatih menuju kamar mandi tanpa memperdulikan tubuhnya yang polos tapi sudah ada jejak disana hasil karya Omar.
__ADS_1
"Nad, yakin kamu sudah nggak papa? Bukannya masih perih?" tanya Omar sambil berdiri dari tempat tidur menyusul istrinya.
"Kepalang tanggung ! Mumpung aku masih on the mood !" jawab Nadya cuek membuat Omar geleng-geleng kepala.
Ya nasib punya istri hot ya begini ini...
Omar pun masuk ke dalam kamar mandi dan Nadya mendapatkan apa yang sudah dia bayangkan saat sebelum menikah. Omar semakin semangat saat mendengar suara istrinya saat mendapatkan puncaknya. Dan Nadya pun akhirnya meminta gendong Omar usai mandi karena sudah terlalu terforsir tenaganya.
Dan malam itu Omar mendengar dengkuran halus Nadya yang kelelahan namun wajahnya tampak puas. Omar memeluk erat Nadya dan mencium ceruk lehernya.
"Love you Nadya ... Istriku yang hot dan seksih..."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1