Love And Justice

Love And Justice
Lack of Empathy


__ADS_3

Ruang Interogasi FBI Plaza Building Manhattan


Omar hanya menatap datar dari layar monitor di balik ruang interogasi, membiarkan Maggie dan Tiffany yang melakukan tugasnya untuk menginterogasi Lakshmi Cheema.


"OZ, ada yang mencarimu" panggil Kelly Moran ke Omar yang sedang duduk bersama Billy Boyd.


"Siapa?"


"Dokter Samuel Prasetyo."


Omar pun berdiri dan berjalan mengikuti Kelly menuju ruang pertemuan. Pria jangkung itu bisa melihat wajah Samuel tampak sedikit mendung.


"Sammy, ada apa datang jauh-jauh dari Bellevue kemari?" tanya Omar sambil menutup pintunya.


"Aku hanya ingin memberi tahukan kalau Priyanka Rao, kami komakan dulu..." jawab Samuel, suami Blaze Bianchi.


"Dikomakan? Bukankah sempat membaik tadi?" Omar menatap calon iparnya bingung.


"Rupanya setelah dia keguguran, dan kami tidak tahu kalau dia hamil, Priyanka Rao mengalami serangan hebat dan untuk mengobati nya, kami harus menggunakan cara drastis seperti itu. Racunnya belum semuanya keluar, Omar. Sekalian dia memulihkan kembali kondisinya karena lebih memudahkan pengobatannya setelah mengalami histeris tadi" papar Samuel. "Bagaimana dengan pelakunya? Sudah tertangkap?"


"Sudah. Rupanya mantan kekasih Vikhram Singh yang sudah sembilan tahun pacaran, terus ditinggal begitu saja padahal sampai sempat hamil tapi disuruh digugurkan..." jawab Omar.


Samuel menghela nafas panjang. "Astaghfirullah..."


"Sammy, bagaimana Priyanka bisa lolos dari maut?"


"Saat tadi sempat bangun sebelum kami tahu dia keguguran, dia mengatakan hanya makan sedikit kari karena perutnya mual mencium bau nya. Hanya dua sendok makan saja langsung dimuntahkan. Tapi, racun aconite memang kuat, janinnya yang jadi korban..."


Omar mengusap dagunya yang berbrewok dengan gusar. Dirinya sampai tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Priyanka ke depannya. Jika mentalnya kuat, dia akan bisa move on tapi tidak, bukan tidak mungkin akan mengalami depresi.


"Aku rasa semua ini bermula dari Vikhram, Omar. Sebagai pria, dia hanya mau cari enaknya tanpa berpikir bahwa hal itu akan menyakiti Lakshmi."


Omar memandang Samuel dengan tatapan bingung. "Kamu membenarkan apa yang dilakukan Lakshmi, Sam?"


"Membenarkan, tidak tapi semua itu ada hukum sebab akibat, Omar. Kita memang tidak tahu kenapa Lakshmi dan Vikhram berpisah tapi jangan pernah membuat seorang wanita marah karena mereka akan bisa jauh lebih sadis membalasnya. Lakshmi memberikan racun itu ke Vikhram tanpa perduli siapapun yang ikut memakannya, akan mati. Karena baginya, yang penting Vikhram tidak bersama dengan wanita manapun. Dari situ kamu bisa menilai bagaimana kadar ketidakempatian Lakshmi yang sudah disakiti sedemikian rupa. Macam membangunkan macan tidur."


Omar mengangguk. "Terkadang kita bisa melihat alasannya tapi tidak membenarkan tindakannya. Kenapa tidak mencari pria lain yang jauh lebih baik dari Vikhram?"


"Atau macam kamu ya Omar. Butuh waktu lama untuk bisa move on dari patah hati sama Leia?" goda Samuel membuat Omar cemberut.

__ADS_1


"Brengseeekkk kau Sammy ! Aku kira kamu akan berbeda dari pria - pria lainnya di klan Pratomo,tapi ternyata sama saja !" umpat Omar.


"Hei, aku sudah terkontaminasi lama" gelak Samuel.


***


Ruang Chief Reid


"Jadi kalian menuntut pembunuhan Vikhram Singh dan janin yang belum lahir meskipun baru delapan Minggu dan percobaan pembunuhan ke Priyanka Rao?" tanya Chief Reid ke Omar dan Maggie.


"Yes Chief. Semua bukti dari rumah sakit Bellevue serta analisis dari tim forensik dan CSI, sudah membuktikan bahwa terdapat racun aconite di dalam kari yang diantar ke apartemen Vikhram Singh" jawab Maggie.


"Tapi bagaimana dari restauran India itu bisa dimasukkan racun aconite?" tanya Chief Reid.


"Lakshmi datang ke restauran lalu membuat pesanan kari ayam tersebut. Pada saat hendak dikirimkan dan pemuda yang bersiap pergi mengantar, Lakshmi meminta ijin untuk memberikan bawang goreng di atas kari tersebut karena suaminya sangat suka tanpa pemuda itu tahu sudah dicampur aconite" jawab Omar.


"Karena bentuknya bawang goreng?"


"Yes Chief. Jadi tidak ada kecurigaan. Beside, banyak sekarang orang suka bawang goreng jadi pemuda itu tidak curiga. Apalagi Lakshmi yang memesannya di restauran itu dan mengatakan untuk suaminya..."


"Ditambah yang Lakshmi masukkan adalah bawang goreng, bukan bubuk yang mencurigakan jadi pemuda serta di restauran itu tidak menyediakan bawang goreng" tambah Maggie.


"Manajer restauran juga mengenali mereka berdua, Lakshmi dan Vikhram, sering makan di sana dan memang tampak seperti suami istri jadi tidak curiga jika Lakshmi menambahkan bawang goreng di makanan yang dipesannya" sambung Omar.


"Apakah kasus ini akan dilimpahkan FBI atau NYPD, Chief?" tanya Maggie.


"Karena tidak ada unsur diplomatik dan murni persoalan pribadi, maka awalnya akan dilimpahkan ke NYPD lagi karena mereka yang menyelidiki awal mengira berhubungan dengan jabatan Vikhram Singh, maka dilimpahkan ke FBI. Tapi melihat kalian sangat gigih mencari tahu dan aku tahu bagaimana, tetap kita yang akan maju ke pengadilan" jawab Chief Reid.


"Sebenarnya juga berhubungan dengan diplomatik dan federal, Sir. Lakshmi Cheema membawa tanaman wolfsbane tanpa ijin ke tanah Amerika Serikat untuk digunakan sebagai alat pembunuhan. Jadi sudah tepat kiranya jika kita yang membawanya ke pengadilan." Maggie menatap serius ke Bossnya.


"Exactly... Omar, aku tahu kamu akan menikah awal September jadi aku minta kamu segera ajukan cuti mulai sekarang agar tidak diributkan kasus yang tidak ada hentinya."


"Tapi Chief, sekarang baru tanggal 21 Agustus... Saya menikah nanti tanggal 2 September..."


"Ajukan cuti seminggu sebelumnya dan seminggu sesudah menikah. Aku lihat kamu masih ada banyak jatah cuti" potong Chief Reid.


"Chief, saya akan ajukan cuti tiga hari sebelum menikah. Kami tidak ada acara heboh macam pesta pernikahan Bayu O'Grady jadi hanya pesta simpel, sederhana dan yang penting sah."


"Oke, tiga hari sebelum tanggal 2 September dan jika ada kasus saat itu, jangan kamu gubris ! Biarkan rekan-rekan mu yang menghandle daripada kamu nanti salah ucap saat pernikahan." Chief Reid tersenyum jahil membuat Omar melongo.

__ADS_1


"Chief, anda ingin membuat saya jadi bahan olok-olok ipar-ipar saya yang minus akhlak?" Omar menyipitkan matanya dengan wajah judes, sedangkan Maggie sudah tertawa kecil melihat partnernya manyun.


"Yaaaa tidak macam Bayu O'Grady tapi setidaknya ada kejadian yang gimana gitu..." goda Chief Reid.


"Seriously Chief !"


Chief Reid terbahak. "Oke kalian berdua, buat laporan dan segara masukan dakwaan ke jaksa penuntut umum."


Omar Zidane dan Maggie pun keluar dari ruang kerja Chief Reid.


***


Kantor Blair and Blair Advocate Manhattan


Nadya sedang berjalan menuju mobilnya ketika melihat sosok yang sangat dikenalnya, bersandar di kap mobil Subaru miliknya. Wajah gadis itu tampak ceria ketika pria itu menoleh dan tersenyum padanya.


"Hai Manusia Sphinx..."


"Hello Princess... " Omar langsung memeluk dan mencium bibir Nadya lembut. "Kita makan malam?" ajaknya usai berciuman.


"Yuk. Aku sudah lapar."


"Kamu mau makan apa?"


"Masakan India !" seru Nadya membuat Omar langsung lemas.


"Nadya, please. Jangan masakan India malam ini."


"Why ?" Nadya menatap Omar dengan tatapan bingung sambil memberikan kunci mobilnya.


"Yang lain tidak apa-apa, asalkan jangan India atau pun kari apapun !" ucap Omar final.


Nadya mengernyitkan dahinya. Masa Omar hamil?


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2