Love And Justice

Love And Justice
Tertangkap


__ADS_3

FBI Building Plaza Manhattan New York


Omar tersenyum sambil membawa tas makanan bewarna pink dan berjalan keluar dari lift menuju ruang visual dan terkejut semua orang tampak bersiap-siap pergi.


"What's going on ( ada apa )?" tanya Omar bingung.


"Gregorius Lawrence tertangkap di Queens. Dia berusaha mengajak pergi seorang gadis tapi barista di Starbucks mengenali Gregorius dan berusaha menahannya" jawab Billy Boyd. "NYPD sudah menangkap nya."


"Di hari terang begini?" Omar meletakkan tas dari Nadya diatas meja Kelly Moran yang melongo.


"OZ?" tanya Kelly bingung.


"Titip dulu ! Jangan kamu apa-apain!" ujar Omar sambil mengambil pistol di laci mejanya lalu berlari menuju lift.


Kelly menoleh ke arah Ian Lee. "Kok bau makanan?"


"Pink. Pasti dari Nadya Blair" senyum Ian Lee.


Kelly hanya mengedikkan bahunya dan mulai melihat rekaman CCTV dari Starbucks di Queens.


***


Precinct Queens New York


Empat mobil FBI berhenti di Queens Precinct dan Omar bersama Pedro Pascal menemui kapten disana. Setelah berdiskusi, akhirnya diputuskan Gregorius Lawrence dibawa dengan mobil tahanan dengan penjagaan super ketat.


Billy Boyd dan David Gideon mengawasi proses pemindahan Gregorius Lawrence. Kapten Queens pun ikut serta dalam iring-iringan.


Untuk pertama kalinya, semua orang melihat Gregorius Lawrence yang memiliki tubuh tinggi besar seperti seorang pemain American Football. Omar dan Billy mengira tingginya sekitar 188 cm, meskipun lebih pendek dari Omar yang 196 cm tapi pria itu tahu, bahwa dia sendiri belum tentu bisa menjatuhkan tubuh besar itu.


Gregorius Lawrence mengenakan baju orange dengan borgol dobel di pergelangan tangannya yang menyambung rantai hingga kedua kakinya hingga kesulitan untuk berjalan.


"Bagaimana para barista itu bisa tenang menghubungi polisi dan satunya mengajak bicara Lawrence?" tanya Omar ke Kapten Queens.

__ADS_1


"Rupanya barista itu adalah mahasiswa magister psikologi klinis yang sedang bekerja paruh waktu untuk mendapatkan tambahan uang."


"Dia pantas masuk profiler FBI" senyum JJ.


"Aku akan menemui mereka" ucap Aisyah Tyler. "Dua barista itu."


Kapten Queens mengangguk.


Gregorius Lawrence pun masuk mobil tahanan dengan kawalan para agen dengan persenjataan lengkap termasuk Taser gun.


"Omar, siap untuk menginterogasi?" tanya David Gideon.


"It will be an honor ( akan menjadi kehormatan bagi saya )."


***


Ruang Interogasi FBI Plaza Building Manhattan New York satu jam kemudian


David Gideon dan Omar Zidane menatap wajah Gregorius Lawrence yang tampak dingin. Bahkan saat dibacakan Miranda Rights, dia tampak santai saja.


"Aku minta agen perempuan. Tidak mau kalian !" ucap Gregorius Lawrence.


David dan Omar saling berpandangan. "Kenapa?"


"Karena aku tidak suka dengan kalian ! Pria Italia dan pria Arab... Kalian rasis !" ucap Gregorius. "Agen wanita, kulit hitam!"


"Dan sekarang siapa yang rasis ?" balas Omar pedas.


David Gideon menepuk bahu Omar. "Kita keluar. Panggil Tiff dan Tyler."


Omar keluar dengan wajah masam ke arah Gregorius Lawrence yang tersenyum smirk. Rasanya Omar ingin menembakkan peluru ke tengah - tengah pangkal hidung pembunuh berantai itu.


"I want to shot him ( aku ingin menembaknya )!" desis Omar kesal.

__ADS_1


"Sabar Omar. Biar aku dan Aisyah handle." Tiffany menepuk bahu Omar.


Aisyah dan Tiffany pun masuk sedangkan Omar dan David melihat dari ruang pengamatan Interogasi.


"Halo Greg, boleh aku memanggilmu seperti itu? Aku agen Aisyah dan ini..."


"Agen Tiffany" jawab Tiffany.


"Agen Tiffany. Lehermu tampak seksih... Aku suka...." senyum Gregorius membuat semua orang di ruang sebelah merinding.


"Oh my God !" ucap Maggie. Billy Boyd yang merupakan partner Tiffany, tampak mengeras rahangnya.


"Aku cekik sendiri lehernya !" desis Billy Boyd geram.


Tiffany menoleh ke arah kaca dua arah dan memberikan kode bahwa dia cool.


"So Greg, bagaimana jika kita berbicara tentang Miss Smith, wanita yang hendak kamu ajak kencan tadi di Starbucks."


"She's beautiful dengan leher yang indah."


"Apakah kamu suka mencekik wanita?" tanya Tiffany.


"Berhubungan s3k5 dengan mencekik itu sangat membuatku bergairah..."


Aisyah dan Tiffany saling berpandangan.


Oh boy, bakalan lama interogasi ini.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2