Love And Justice

Love And Justice
CIA?


__ADS_3

Gedung FBI Plaza Manhattan New York


Omar masih mencari unsub via CCTV bersama dengan Kelly, bagian IT. Mereka mencoba mencari orang-orang yang sekiranya dicurigai namun tampaknya nihil karena semua orang tampak tidak terlihat bersalah.


"Brengseeekkk!" umpat Omar sambil memegang matanya yang pedas karena terlalu lama di depan layar monitor.


"OZ, bagaimana dengan latar belakang Billy Hayworth dan Bille Jean Cotton?" tanya Kelly.


"Memang kenapa?! Apakah ada sesuatu?" tanya Omar yang memang menyerahkan semua penyelidikan latar belakang kedua korban berkebetulan bernama sama Billy meskipun beda tulisannya, kepada Billy Boyd dan Tiffany, sedangkan Maggie bertugas memeriksa TKP secara menyeluruh. FBI mengambil alih karena pembunuhan terjadi dekat dengan gedung FBI.


"Ada mantan pacar yang tidak suka dengan pasangan itu" ucap Billy Boyd yang baru datang membuat Omar menoleh.


"Apa yang kalian dapat?" tanya Omar.


"Billy Hayworth punya mantan pacar bernama Jenelle Potter dan ketika mereka putus, Hayworth bertemu dengan Cotton dan keduanya jatuh cinta hingga hidup bersama. Jenelle tidak terima lalu membuat war di Facebook, TikTok, Instagram, Snapchat hingga membuat banyak teman kedua Billy itu percaya jika Cotton adalah pembuly dan perebut Hayworth padahal saat Hayworth bertemu dengan Cotton, dia sudah putus setahun dengan Potter." Billy Boyd membaca hasil penyelidikannya.


"Aku mencurigai Jenelle di balik semua ini Billy" gumam Omar.


"Kami pun" jawab Tiffany. "Ngomong-ngomong Jenelle memiliki pacar bernama Jamie dan aku serta Billy sudah memintanya datang kemari nanti jam sepuluh."


"Apakah dia akan datang?" tanya Kelly.


"Harus datang karena aku sudah menempatkan agen di rumahnya" jawab Billy Boyd.


"Entah kenapa, instingku mengatakan Jenelle terlibat tapi bagaimana..." Omar memegang dagunya.


"Tapi dia memiliki alibi kuat OZ. Dia berada di bar dengan puluhan orang di sana dari jam delapan malam dan Jenelle tidak keluar hingga pukul empat pagi jam bar tutup! Sedangkan Hayworth dan Cotton ditembak pada pukul 12 malam." Tiffany menatap Omar bingung.


"Kita lihat saja apa yang keluar dari mulut Jamie nanti." Omar menatap ketiga orang disana. "Sebaiknya kita sempatkan tidur barang sejam dua jam agar nanti kita bisa menginterogasi dengan pikiran segar."

__ADS_1


***


Apartemen Keluarga Blair Di Central Park New York


Nadya masih menjadi kaum rebahan setelah semalam dirinya melembur pekerjaannya sebelum kembali ke kantor pada hari Senin. Gadis itu mengambil ponselnya dan melihat pesan disana.


Aku tidur sebentar Nadya. Kasus ini sangat menyebalkan!


Nadya tersenyum membaca pesan dari Omar namun dirinya memilih untuk tidak membalas pesan dari pria berdarah Mesir itu.


"Biarkan Omar bekerja dulu." Nadya merenggang kan tubuhnya. "Enaknya kemana ya?"


Nadya pun bangun lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi membersihkan diri. Setelahnya dia keluar dengan outfit hendak pergi membuat ibunya menatap bingung.


"Kamu mau kemana?" tanya Rahajeng yang tinggal sendirian di rumah sebab Travis dan Nelson sudah berangkat kerja.


"Jalan-jalan. Boleh kan mom?" tanya Nadya sambil duduk di kursi makan lalu mengambil roti panggang dan mengolesnya dengan peanut butter yang dikasih misis.


"Paling lah. Sudah lama nggak kasih uang ke mallnya Oom Ezra" seringai Nadya.


"Oom kamu makin kaya nanti" kekeh Rahajeng. "Harusnya kamu mendapatkan kartu diskon seumur hidup!"


"Namanya emak-emak itu pasti minta diskon" gelak Nadya. "Vibenya dapat mom."


"Kamu tuh!"


***


Ruang Interogasi Gedung Plaza FBI Manhattan

__ADS_1


Omar dan Billy Boyd Maraton menayai Jamie yang merupakan kekasih Jenelle Potter sekarang. Kedua agen FBI itu berusaha membuat pertahanan diri Jamie tapi pria berusia tigapuluh an akhir itu tampak kekeuh dengan semua keterangan nya.


"Aku tidak tahu menahu soal kematian kedua Billy itu" ucap Jamie tegas.


Omar mengusap wajahnya karena kesal hampir dua jam mereka menanyai Jamie tapi tidak menghasilkan apa-apa.


"Apakah aku boleh pergi?" tanya Jamie setelah Omar dan Billy Boyd tidak bisa mengaitkan pria itu dengan Jenelle hingga kematian pasangan yang baru saja dikaruniai anak laki-laki yang berusia enam bulan.


"Ya, kamu boleh pergi" jawab Omar.


Jamie pun berdiri hendak keluar ruang interogasi namun pria itu berbalik ke arah Omar dan Billy Boyd duduk. "Apakah ada CIA terlibat?"


Omar dan Billy tampak terkejut. "CIA ?"


"Iya, bukankah dua Billy itu adalah pemasok senjata yang diawasi CIA?"


"Kamu tahu dari mana jika Hayworth diawasi oleh CIA ?" tanya Omar yang mulai mencoba menarik benang merah dari peristiwa pembunuhan ganda.


"Jenelle. Dia yang mendapatkan Email dari salah satu anggota CIA bernama Cody."


Omar Zidane menatap Billy Boyd dan Jamie bergantian. "So, Jamie, ceritakan bagaimana CIA menghubungi Jenelle." Omar meminta Jamie kembali duduk.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Kasus yang ditangani Omar Zidane adalah cerita nyata yang terjadi di sebuah kota kecil di Amerika Serikat.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2