Love And Justice

Love And Justice
Salahnya Tidur


__ADS_3

Apartemen Omar Zidane


"Heeekkkk..." Nadya bersendawa cukup keras membuat Omar Zidane terkejut.


"Astaghfirullah... Nadya ! Cantik-cantik kok begitu sih..."


"Biar kamu tahu aku aslinya gimana, Omar sayang." Nadya tersenyum sambil menepuk pipi Omar.


"Nadya sayang, ternyata kamu penuh kejutan." Omar tersenyum menatap gadisnya.


"Omar sayang, aku ingin berbicara serius." Mata hijau kecoklatan Nadya menatap Omar.


"Apa itu Nad." Entah mengapa Omar merasa bahwa dirinya akan berpisah dengan Nadya.


"Aku ke Jakarta... Lusa."


Omar merasa lemas. Akhirnya hari itu datang juga.


"Apakah kamu yakin?"


Nadya mengangguk. "Kamu besok sudah masuk kerja dan aku harus menyelesaikan semua pekerjaan. Jadi kita tidak bisa bertemu, makanya aku sengaja datang kemari."


"Kamu berangkat pagi-pagi ke Jakarta nya?"


Nadya mengangguk.


"Sendirian?"


"No, bersama Daddy dan mas Nelson. Dengar Omar, kita cuma berpisah sebulan..."

__ADS_1


"Sebulan? " seru Omar dengan nada panik.


"Sebulan sayang, soalnya kata Oma Gendhis, supaya lebih mantap lagi aku mempelajari keyakinan kamu dan keluarga besarku..."


Omar hanya menatap nanar. "Sebulan Nad... Oh my God. Lamaaaa..."


"Sayang, kan kita sama-sama sibuk. Dengar, pekerjaan kita itu akan membuat hari menjadi cepat. Apa kamu ingat bagaimana Alessandro dan Sakura harus setahun berpisah, endingnya mereka akan menikah besok."


Omar tampak tercenung. "Nadya, kamu adalah sumber mood booster aku."


"Kamu kira aku nggak? Kamu dan aku adalah pasangan yang saling Bucin satu sama lain. Aku kalau sedang pusing menghadapi klien, selalu teringat kamu. Membayangkan kita berantem unfaedah, acara menikmati hari..."


Omar mencium bibir Nadya sedikit panas. Nadya buru-buru melepaskan ciuman Omar.


"OZ ! Aku habis bersendawa !" protes Nadya.


"So?"


Omar tertawa kecil. "Entah kenapa aku bisa tergila-gila padamu, Nad."


"Karena aku cantik? Oh ya jelas dong Omar. Kalau aku tidak cantik, mana mungkin kamu tergila-gila padaku..." Nadya tersenyum menggoda ke arah Omar Zidane.


Omar menarik tubuh Nadya dan mendudukkannya diatas pangkuannya. "I'm gonna miss you Nadya."


"I'm gonna miss you too OZ..." Nadya mencium bibir Omar.


***


Omar menatap Nadya yang sedang terlelap di sofa. Usai acara berciuman di kursi makan, Nadya mengajak Omar untuk menonton pertandingan basket di tv.

__ADS_1


Omar heboh dengan pertandingan tapi Nadya malah terlelap akibat kekenyangan membuat pria jangkung itu tertawa kecil.


"Perasaan yang ngajak nonton kamu, malah kamunya yang ditonton tv..." kekeh Omar melihat wajah Nadya yang terlelap nyenyak diatas pahanya.


Omar mengelus rambut coklat tebal dan panjang milik Nadya. "Jangan kamu potong pendek, ya Nad. Aku suka dengan rambutmu..."


Nadya sedikit bergumam tidak jelas. Omar masih betah menatap wajah cantik itu dan sekarang pipi mulus Nadya yang menjadi sasaran jarinya.


"Aku tidak tahu kebaikan apa yang sudah aku perbuat mendapatkan cinta gadis secantik kamu Nad. Kamu dari keluarga terpandang... Meskipun kelakuan bobrok luar biasa kalau berkumpul..." Omar tertawa geli jika mengingat saat-saat dirinya bersama dengan keluarga besar Nadya. "Aku hanya anak imigran dari Mesir yang kebetulan berhasil menjadi agen FBI. Gajiku tidak seberapa Nad dibandingkan dengan pendapatan kamu dan kekayaan keluarga mu..."


Omar menghela nafas panjang. "Aku tahu kamu pasti akan bilang 'Aku tidak peduli gajimu seberapa yang penting kita tetap bersama. Lagipula uangku banyak toh kita tidak akan beli pulau'..." Omar tertawa kecil saat mengingat kata-kata Nadya saat dirinya mengatakan gajinya hanya 1/10 dari pendapatan Nadya tiap bulan.


Semua orang tahu untuk berkonsultasi dengan Travis Blair saja perjam, pengacara kondang itu memasang tarif $10,000 untuk klien high class, $5,000 untuk klien businessman dan $2,500 untuk klien law enforcement.


Itu Travis. Nelson sendiri sudah berani pasang tarif $3,500 per jam dan Nadya di angka $1500 per jam. Per Jam ! Bayangkan jika dalam satu bulan Nadya mendapatkan klien sepuluh saja yang konsultasi, sama saja gaji aku sebulan rata-rata. Dan itu perhitungannya per jam. Kalau lebih, ada biaya tambahan. Belum jika berhasil membuat kliennya terlepas dari jerat hukum.


Omar menghembuskan nafasnya. Benar kata Alexis. Barang siapa yang berani mendekati anak gadis keluarga Pratomo, tidak hanya modal cinta dan sayang saja tapi modal nekad ! Omar mengusap brewoknya. Aku adalah pria berketurunan Mesir yang super nekad mencintai anak gadis seorang pengacara terkenal.


Pria itu meletakkan tangannya di perut Nadya. "Semoga kamu tidak kecewa denganku Nad, yang hanya seorang Spesial Agen FBI dengan gaji yang tidak sebanding dengan pendapatan kamu tapi akan aku pastikan Nad. Aku akan selalu bersamamu, melindungi kamu, mencintaimu, menyayangimu dan menghormati mu. Kamu bisa memegang ucapanku, Nadya. Percayalah padaku..."


Omar mengambil jari manis Nadya dan memasangkan cincin sederhana yang sudah dia persiapkan di dalam saku celananya. "Salahnya kamu tidur Nad" kekeh Omar sambil mencium jari Nadya yang sudah terpasang cincin berlian imut itu.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2