Love And Justice

Love And Justice
What The ...


__ADS_3

Ruang IT Gedung FBI Plaza Building Manhattan New York


Kelly dan partnernya yang sama-sama tim IT, Ian Lee yang berdarah Asia itu memeriksa isi laptop milik Jenelle Potter.



Kiri Kelly Moran, Kanan Ian Lee


"Kita lihat apa yang ada di dalam laptop ini." Kelly mulai membongkar semua isi laptop itu.


Omar Zidane dan Billy Boyd pun menghampiri kedua agen yang bertugas di bidang IT. "Kemana Maggie dan Tiff?" tanya Omar.


"Mandi!" jawab Kelly dan Ian bersamaan sambil menatap layar monitor.


"Mandi?" tanya Billy bingung. "Mereka habis kecemplung got?"


"No, Boyd. Saat datang, mereka sangat bau! Dan ketika aku bertanya, mereka kompak bilang 'Don't Ask ( ga usah tanya )! ' dengan wajah judes" jawab Ian cuek.


Omar dan Billy saling berpandangan. Mereka pada kenapa? Bukankah hanya ke rumah keluarga Potter?


"Lho kamu mencari tahu tentang keluarga Potter?" tanya Omar melihat salah satu layar monitor yang menunjukkan latar belakang keluarga Potter.


"Yup. Maggie yang minta. Guess who yang punya banyak senjata api terdaftar atas namanya?" Kelly menatap Omar.


"Jenelle Potter?"


"No OZ, Mr Donald Potter! Dia memiliki tigapuluh senjata api yang terdaftar dengan namanya. Betsy sang istri memiliki dua senjata api dan Jenelle ada satu. Aku pertaruhkan makan siangku pasti diantara senjata disana, ada yang cocok dengan peluru yang didapatkan dari tubuh Billy dan Billie Jean." Kelly tampak yakin membuat Omar, Ian dan Billy Boyd mengangguk.


"Omar!"


Omar dan Billy mendongak melihat agen yang memeriksa kediaman Billy Hayworth dan Billie Jean Cotton. "Bagaimana Nina?"


Wanita bernama Nina itu datang dengan banyak barang bukti. "Aku menemukan ini." Nina menunjukkan satu bundel kertas yang disimpan rapi. "Jenelle adalah pembuly".

__ADS_1


"Apa maksudmu Nina?" tanya Omar sambil mengambil sarung tangan agar tidak mengenai barang bukti.


"Baca saja" jawab Nina.


Omar dan Billy membaca satu bendel kertas hasil print out yang merupakan bukti bagaimana Jenelle membuly Billie Jean dan menyebarkannya ke semua platform sosial media. Billie Jean menyimpannya dan membuatnya sebagai barang bukti.


"Nina, coba hubungi NYPD apakah ada laporan perbuatan tidak menyenangkan dari Billie Jean Cotton soal bullying dari Jenelle Potter" perintah Omar. "Aku rasa, tuduhan duo Billy sebagai pedagang senjata itu tidak masuk akal."


"Aku yang memeriksa kediaman Billy bersama dengan tim CSI, hanya menemukan satu senjata api jenis revolver yang jelas pelurunya tidak sama dengan peluru yang dipakai di pembunuhan. Revolver kaliber 22mm sedangkan peluru yang dipakai utnuk membunuh kaliber 9mm" jawab Nina.


"Omar!"


Semua orang disana menoleh dan tampak Chief Reid, pengganti Isobel de Garza datang bersama dengan seorang pria berwajah dingin.


"Perkenalkan ini agen CIA Cody Walters. Apakah kalian sudah menemukan bukti email dari agen Walters ke Jenelle Potter?" tanya Chief Reid.


"Ini sedang kami buka. Bingo!" Kelly menguploadnya di layar lebar ruang IT FBI email dari Cody Walters.


Agen CIA itu pun mendekati layar lebar itu. "Siapa impostor yang menjadi aku?"


"Kita sama-sama agen federal. Apa iya, aku atau kalian akan menulis email dengan tata bahasa seperti itu?" Cody menunjukkan beberapa grammar dan misspelling ( salah eja ) di beberapa surat. "Lagipula aku terlalu sibuk untuk mengirimkan email remeh begini. Dan, ini bukan style cara aku menulis." Cody berbalik dan menatap semua orang. "Buat apa aku buang-buang waktu untuk melakukan kontak dengan orang yang aku tidak kenal langsung mengatakan tentang tersangka?"


"Cek IP address nya email itu berasal darimana, Ian" perintah Chief Reid.


"Kediaman Potter." Ian menatap semua orang.


"Jenelle mengirimkan email dari agen Walters untuk meyakinkan bahwa Billy Hayworth dan Billie Jean Cotton adalah pedagang senjata dan pembully. Lalu dia memberikan email itu ke Jammie lalu Jammie yang cemburu segera membunuh pasangan itu..." Omar tampak tegang setelah mengucapkan teorinya.


"Oh my God! Maksud mu Jenelle adalah agen Walters dan dia tidak suka melihat kebahagiaan mantan kekasihnya lalu membuat pacarnya sekarang membunuh mereka?' Mata coklat Nina tampak terbelalak. "I don't know Omar. Ini plot twist yang cerdas atau idiot karena membawa nama agen federal asli dan masih aktif!"


"Aku sedang membuat timeline kapan 'email dari anda', agen Walters, mulai dikirimkan Jenelle" ucap Kelly.


"Jangan lupakan Ayah Jenelle yang kami rasa juga ikut terlibat!" sahut Tiffany dan Maggie yang sudah tampak segar setelah mandi usai mereka terasa jijik dari rumah keluarga Potter.

__ADS_1


"Oke. Kalian hubungi Hakim untuk meminta surat penggeledahan rumah keluarga Potter serta bawa semua mereka kemari!" perintah Chief Reid.


***


Ice Cream Bellagio Cafe


Nadya menatap Shane yang sedang menikmati ice cream nya.


"Kamu benar Nad. Diberi rum jauh lebih enak!" senyum Shane.


"Yup." Nadya melirik ke arah ponselnya. Kenapa si manusia Sphinx itu belum menghubungi aku sih?


"Zidane belum menghubungi kamu?" tanya Shane yang melihat wajah manyun Nadya.


"Paling dia masih sibuk mengurusi kasusnya" jawab Nadya sambil minum air putihnya.


"Apa yang membuat kamu tertarik pada Zidane?" tanya Shane yang merasa fisiknya tidak berbeda jauh dengan agen FBI itu.


"He's the best man that I ever know ( dia adalah pria terbaik yang pernah aku kenal ). Diluar keluarga aku tentunya. Kami sudah mengalami semua hal bersama, Shane. Jika tidak ada Omar, aku sudah pasti bakalan stress berat dipenjara" jawab Nadya lugas. "Omar lah yang selalu mensupport aku dan membuat aku bisa kuat menghadapi pahitnya dipenjara."


Shane tersenyum paham. "Ternyata cinta kalian begitu dalam. Aku tidak bisa menemukan celah apapun Diantara kalian berdua."


"Sorry Shane. Tapi jika aku sudah memutuskan untuk bersama siapa, sudah pasti aku akan memegang ucapan aku." Nadya tersenyum manis.


Shane mengehela nafas panjang. "Aku tunggu undangan pernikahan kalian."


"Absolutely!" jawab Nadya dengan mata berbinar-binar.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2