Love And Justice

Love And Justice
Boyok


__ADS_3

Escape House milik Edward Blair dan Yuna Pratomo


Omar memilih membelah potongan kayu dengan Kampak di halaman belakang daripada dirinya harus ribut frontal dengan Nadya. Pria itu sudah membuka kaosnya, tidak memperdulikan hawa dingin musim gugur karena dirinya merasa panas.


"Omar..." panggil Nadya pelan.


Omar menghentikan acara membelah kayunya dan menatap istrinya yang tampak ingin menangis. "Kamu gegabah Nadya ! Kenapa kamu tidak membicarakan hal sepenting ini padaku ? Apa kamu tidak menganggap aku sebagai pasangan kamu ? Ya Allah Naaaadddd... Kamu sudah tidak sendirian, sudah ada suami... calon suami saat kamu memutuskan ini ! Apa kamu tidak memikirkan perasaan aku !" omel Omar kesal.


"Karena kamu pasti ingin segera punya anak tapi aku ingin kita berduaan dulu" ucap Nadya dengan nada bergetar.


"Nad... " Omar meletakkan Kampak di sebelah tumpukan kayu yang sudah dibelahnya. "Aku tidak akan semarah ini jika kamu membicarakan terlebih dahulu... Kalau alasan kamu masuk akal dan bisa dikompromikan, aku masih bisa terima..."


Mata hijau kecoklatan Nadya mulai memerah dan tampak sesal disana. Terbiasa menjadi alpha di gedung pengadilan dan anak manja yang menganggap semuanya bisa selesai, ternyata menjadi bumerang ke dirinya. Nadya melupakan bahwa sekarang dirinya tidak bisa memutuskan semuanya sendiri karena ada imam yang harus tahu dan teman berdiskusi.


"Maafkan aku..." Isak Nadya. "Aku melupakanmu..."


Omar menghela nafas panjang. "Kamu pakai KB apa?" Akhirnya Omar bertanya.


"Suntik tiga bulan. Aku sudah suntik awal bulan Agustus..."


"Berarti Oktober kamu suntik lagi?"


Nadya mengangguk.


"Kenapa milih suntik?"


"Aku orangnya pelupa soal minum obat jadi aku tidak mau pakai pil KB. Suntik cepat dan nggak perlu mikir..." jawab Nadya pelan.


"Jadi bulan Oktober kamu suntik terus nanti Januari kamu suntik lagi?"


Nadya mengangguk lagi. "Kan harusnya Maret aku suntik lagi kalau tidak mau hamil tapi aku tidak akan suntik lagi karena aku merasa sudah cukup enam bulan kita berduaan... Dan aku sudah siap hamil..."


Omar mengangguk. "Jadi kamu suntik KB bukan karena tidak mau punya anak?"


"Ya Allah Omar sayang, aku ingin punya anak sama kamu tapi aku juga ingin aku puas-puasin pacaran halal sama kamu enam bulan ini... Aku memang salah karena tidak berdiskusi dulu dengan kamu ... " Nadya menatap Omar dengan serius. "Kamu bisa menemani aku ke dokter obgyn kalau masih kurang percaya. Aku sudah bilang suntik hanya sampai Januari saja, setelah nya aku tidak akan KB lagi dan sudah siap menyambut anggota baru keluarga kita..."


Omar memejamkan matanya dan kemudian memeluk Nadya. "Lain kali, kamu diskusi dulu Nad. Jangan semuanya kamu buat keputusan sendiri. Buatlah aku terlibat dalam apa yang hendak kamu lakukan pada tubuhmu... Apalagi soal anak.."


Nadya membalas pelukan Omar tapi setelahnya...

__ADS_1


"Omaaarrr ! Kena keringat !" pekiknya sebal.


"Lho tadi malam juga sama-sama tukeran keringat..." cengir Omar.


"Issshhh bedaaaa!" sungut Nadya manja.


Omar mencium pucuk kepala Nadya. "Jangan diulangi lagi ya Nad. Kita sudah menikah, sudah bersatu tadi malam. Apapun kita harus saling bercerita dan berkomunikasi satu sama lain, mau hal yang bagus, jelek, Membagongkan atau malah Absurd. Oke?"


Nadya mengangguk lalu mencium bibir Omar. "Thank you sayang. Aku memang tidak salah pilih suami."


"Aku juga tapi terkadang aku kesal dengan sifat manja kamu..." gerutu Omar.


"Ya sudah, aku akan menjadi dewasa macam emak-emak... "


Omar bergidik. "Kok jadi nggak pas ya Nad?"


Nadya langsung minta gendong ala koala ke suaminya. "I'm sorry suamiku. Tolong, tegur aku jika salah, bimbing aku menjadi istrimu yang baik..."


Omar tersenyum. "Aku suka kamu mengakui kalau kamu salah Nad ... Jika aku salah, tolong kamu tegur juga ya."


"Absolutely. Aku tidak mau kita tidur dengan kondisi masih marahan... Nggak enak tahu !"


"Nanti aku tidak bisa memeluk tubuhmu yang sintal itu" kekeh Omar. "Rugi bandar !"


Omar berjalan sambil mengendong Nadya menuju lantai dua. "Apakah ada maksud dan modus terselubung, Mrs Zidane?"


"Menurutmu bagaimana Mr Zidane?" goda Nadya.


"Saya suka dengan maksud dan modus anda, Mrs Zidane."


***


Usai makan malam ...


"Jadi sebenarnya keluarga kamu tidak ada hubungan darah dengan keluarga Pratomo?" tanya Omar ke Nadya sambil tiduran di sofa depan perapian.


"Nggak ada. Opa buyut Stephen Blair itu hanya adik opa buyut Edward Blair tapi jadi sahabat dengan anggota keluarga Pratomo macam opa Mike Cahill, Opa Alexander, Oma Alexandra, Opa Akira, Opa Ryu, Opa Rey, Oma Vivienne... Apalagi Opa Stephen pengacara jadi keluarga Pratomo banyak yang pakai jasanya. Seiring waktu malah sudah dianggap bagian keluarga besar Pratomo..."


"Jadi yang turunan langsung Edward Blair?"

__ADS_1


"Mas Bayu, Radeva, Raveena, Mas Damian, Radhi dan Raine. Mereka keturunan langsung Opa Edward Blair dan Ogan Abimanyu Giandra."


"Kok Ogan Abimanyu?" tanya Omar sambil melihat foto-foto silsilah keluarga Nadya dari generasi kedua.


"Waktu Oma Kaia lahir, Ogan Abi dan Opa Edward ribut macam Oom Hoshi dan Oom Bima soal panggilan opa. Akhirnya dicari jalan tengah dengan panggilan berbeda, jadilah Ogan Abi dari kata opa ganteng dan necan Dara dari Nenek cantik."


Omar melihat pasangan Abimanyu Giandra dan Adara Utari di iPad Nadya. "Tapi memang Ogan mu ganteng kok Nad..."


"Memang tapi kata Oma Kaia dan almarhum opa James, julidnya minta ampun kalau sama Opa Edward. Macam mereka itu benci tapi sayang, atau pasangan suami istri yang sudah menikah lama..." Nadya memperlihatkan video saat Kaia berulang tahun yang ke lima dan tampak Abi dan Edward ribut foto bersama dengan cucu mereka.


"Astaghfirullah..." kekeh Omar.


"Waktu Ogan Abi meninggal dunia, Opa Edward sempat drop karena kehilangan partner ribut. Begitu juga waktu opa Stephen meninggal duluan... Opa Edward juga shock. Tak lama Opa Edward dan Oma Yuna menyusul dengan kecelakaan mengenaskan..." Nadya tampak termenung mengingat cerita dari para opa dan omanya yang terlibat di kejadian itu. ( Baca My Rey ).


"Tapi yang jelas, justice is served kan Nad. Aku tahu tentang kasus itu sampai Oma Kaia harus berhubungan dengan kepolisian Irlandia bukan?"


Nadya mengangguk.


"Keluarga kamu memang aduhai deh Nad..."


"Makanya kalau kamu bertanya apakah kami takut jika gegeran, jelas tidak ! Bagi kami, gegeran itu macam mood booster " kekeh Nadya.


Omar meletakkan iPad Nadya diatas meja kopi dan memeluk istrinya erat. "Jika kamu merasa takut, itu wajar kok Nad..."


Nadya membalas pelukan Omar. "Kamu tahu, aku mengalami ketakutan yang paling traumatis adalah saat kita di Hong Kong. Jujur kalau tidak ada kamu, tidak ada saudara - saudaraku, aku bisa gila disana..."


Omar semakin mengeratkan pelukannya. "Apa kamu juga tidak tahu saat kamu dipindah, aku sudah panik?"


Nadya mencium dagu Omar yang dipenuhi brewok disana. "Sekali lagi maafkan aku Omar."


"Sudah aku maafkan. Sekarang kita tidur... Aku baru merasa boyokku pegal..."


Nadya tertawa.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2