Love And Justice

Love And Justice
No India Food


__ADS_3

Restoran Jepang di Hell's Kitchen New York


Akhirnya Nadya menurut permintaan Omar untuk makan malam di restauran Jepang padahal gadis itu sudah kebayang makanan India. Setelah semua pesanan datang, Nadya akhirnya bertanya pada Omar tentang alasan tidak mau makan di restauran India.


"Kamu tidak tahu apa yang aku lalui dua hari ini Nad..." ucap Omar sambil menyesap ocha dinginnya.


"Ya jelas aku tidak tahu karena kamu tidak cerita..." balas Nadya manyun karena bayangannya makan nasi kari ayam khas India tidak terpenuhi.


"Ada kasus. Pasangan kekasih ditemukan nyaris tewas di apartemennya oleh tetangganya dan dibawa ke rumah sakit. Yang pria tidak selamat, yang wanita masih dalam dikomakan sekarang."


"Diracun?" tebak Nadya.


Omar mengangguk. "Awalnya kasus ini diambil oleh NYPD tapi ternyata sang pria adalah seorang atase di kedutaan India jadi FBI mengambil alih karena ditakutkan ada hubungan diplomatik. Dan semakin kami menggali lebih dalam, semakin jauh dari yang namanya kasus pembunuhan diplomatik... Lebih cenderung crime of passion..."


"Mantan nya siapa nih? Yang laki atau yang perempuan? Tapi biasanya kalau pakai racun, secara statistik wanita paling sering menggunakan racun. Ditaruh dimana ?" tanya Nadya.


"Mantan si korban pria. Dan racunnya ditaruh di Kari ayam India" jawab Omar lesu membuat Nadya melongo dan menyadari alasan tunangannya menolak makan masakan India karena ada racun di kari ayam India.


"Dia pakai apa ? Sianida?" tanya Nadya akhirnya.


"Aconite."


"Hah? Apaan itu ?" Nadya mengambil ponselnya untuk membrowsing aconite. "Bunga? Tapi bagaimana..."


"Bukan sembarangan bunga Nadya. Ratunya tanaman beracun macam black mamba nya kelompok ular berbisa. Wolfsbane nama kerennya itu dari akarnya saja yang digiling hanya dengan 2 milligrams bubuk aconite, bye bye world."


"Alasannya?"


"Jadi korban pria si Vikhram sudah berpacaran sembilan tahun dengan Lakshmi hingga Lakshmi sempat hamil tapi digugurkan. Dan di tahun kesembilan, Vikhram meninggalkan Lakshmi karena terpincut dengan Priyanka. Mereka tinggal bersama di apartemen Vikhram hingga bertunangan dan sekarang... sebelumnya Priyanka hamil. Mendengar Priyanka hamil dan tidak disuruh gugurin oleh Vikhram, membuat Lakshmi gelap mata..."


"Tunggu Omar Sayang, Vikhram dan Lakshmi ini..."


"Satu tempat kerja di kedutaan besar India tapi dengan berbeda jabatan. Lakshmi adalah liaison antara pemerintah India dengan pemerintah Amerika Serikat. Secara jabatan, Lakshmi lebih tinggi..."


"Cewek bodoh ! Dia memiliki jabatan, ngapain dia beratin cowok yang hanya modal burung ?" umpat Nadya membuat Omar terkejut.


"Sayaanggg..."


"Pria itu nggak cuma dia ! Kalau memang si Lakshmi ini kuat dan pintar, dia akan mencari pria yang jauh lebih dari si Vikhram itu !"

__ADS_1


"Nad, namanya juga dia dendam. Dulu saat dia hamil, dia disuruh menggugurkan tapi kini wanita lain hamil, malah si pria malah senang. Ada trauma tersendiri bukan? Lakshmi pasti ingin memiliki anak bersama Vikhram tapi dia harus menghilangkan anak tidak berdosa itu. Jadi macam aku sudah berbuat dosa, kenapa tidak sekalian..." senyum Omar.


"Jadi kamu membenarkan?" tanya Nadya.


"Tidak membenarkan Nadya sayang, tapi aku sendiri tidak kasihan melihat Vikhram mati. Sembilan tahun bersama dan kamu meninggalkan begitu saja? Disaat dulu kamu hampir punya anak tapi kamu minta hilangkan? Aku rasa Vikhram lah yang paling egois disini ! Dia mau enaknya saja !"


"Omar, tidak semua pria seperti kamu, atau saudara - saudara pria ku lainnya ... kecuali bobroknya, yang mereka semua dididik gentleman. Semua itu tergantung bagaimana kelompok bermain dan iman kamu. Tidak semua orang seperti keluarga aku yang selalu berhati-hati dalam berhubungan... Well kecuali kita yang kepergok bolak balik... Tapi kamu pria yang bertanggung jawab, Omar. Dan karena itulah aku mempercayaimu..." Nadya memegang pipi Omar Zidane. "Terkadang kita selalu dikejutkan bagaimana nyawa seseorang itu sangatlah murah... Bahkan ada orang yang rela membunuh hanya demi $20 bukan?"


"Kamu benar Nadya. Kita memang tidak tahu bagaimana kehidupan Vikhram dan Lakshmi dalam rentang waktu sembilan tahun itu karena yang kita tahu kehidupan Vikhram saat ini berdama Priyanka. Kehidupan sebelum nya kita hanya tahu di permukaan dan salah satu pemicunya."


Nadya mengangguk dan mulai memakan sushinya. "Omar... "


"Ya sayangku?"


"Apakah kita akan seperti ini setelah menikah?" tanya Nadya.


"Seperti apa sayangku?" Omar menatap gadis cantik di hadapannya.


"Membicarakan dan berdiskusi tentang kasus dan pekerjaan..."


"Apakah kamu keberatan akan hal itu?" tanya Omar.


"Bagaimana... " Nadya membenarkan posisi duduknya. "Jika kita membuat perjanjian."


"Dalam satu Minggu, hanya tiga kali kita berbicara soal pekerjaan, Senin Rabu dan Kamis. Hari lain, dilarang ! Barang siapa yang melanggar, akan mendapatkan hukuman. Bagaimana?" Nadya mengerjap-ngerjap kan matanya ke Omar.


"Sayang, aku tahu kamu pengacara dan terbiasa melakukan perjanjian tapi apakah ini perlu?" Mata coklat Omar menatap geli ke calon istrinya itu.


"Sangat perlu Omar. Terkadang kita tidak ingin mendengarkan situasi yang membuat kita teringat hal-hal yang menyebalkan... Bagaimana sayang?" Nadya mencium bibir Omar sekilas.


"Well if you say so. Aku rasa tidak terlalu jelek perjanjiannya... Lalu bagaimana dengan hukuman bagi yang melanggarnya?"


"Hukumannya ditentukan pada hari - hari itu lah dan setiap hukuman pasti berbeda. Bagaimana?" Nadya tersenyum manis.


"Iya deh sayangku. Aku ikut saja ... "


Nadya memegang wajah Omar dan mencium bibirnya lembut. "Aku suka calon suami penurut..."


"Hanya dalam keadaan tertentu Nadya. Secara susunan rumah tangga, aku tetap kepala keluarga lho Nadya..." senyum Omar.

__ADS_1


"I know ... " jawab gadis itu.


***


Omar sedang berjalan bersama dengan Nadya menuju mobil milik gadis itu, ketika suara ponselnya berbunyi dan pria itu pun mengangkat nya.


"Yes Nina..." Wajah Omar langsung berubah menjadi gusar dan membuat Nadya tampak concern serta cemas. "Aku akan segera kesana." Omar mematikan ponselnya dan menatap Nadya dengan wajah pucat.


"Apa yang terjadi Omar?"


"Priyanka Rao... akhirnya meninggal dan Lakshmi Cheema... bunuh diri di selnya... " Omar lalu memeluk Nadya erat dan gadisnya pun memeluk erat pria berdarah Mesir itu.


"Astaghfirullah... " ucap Omar berulang kali.


"Sayang, ini sudah takdir dan kita tidak bisa berbuat apa-apa..." ucap Nadya.


"Seharusnya... Aku hanya bisa mengatakan seharusnya tapi semuanya sudah terjadi..."


Nadya hanya mengelus punggung Omar pelan dan baru kali ini dirinya melihat tunangannya sangat emosional dalam menangani kasus yang ini.


"Kamu tidak apa-apa Omar?"


Omar lalu melepaskan pelukannya dari Nadya. "Mungkin karena aku dan kamu mau menikah, jadi aku sedikit emosional dan over thinking..."


"Darling, kita akan baik-baik saja asalkan kamu tidak membuat aib macam mas Bayu" cengir Nadya.


"Kamu tahu, boss ku Chief Reid ingin ada aib saat kita menikah... Seriously !" sungut Omar.


"What ?" Nadya tertawa. "Kita kemana ini?"


"Kantor FBI dulu baru kita ke City Morgue ( kamar mayat kota ) tempat keduanya diautopsi."


Nadya mengangguk dan masuk ke dalam mobil bersama Omar.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2