Love And Justice

Love And Justice
Lamaran... Lagi?


__ADS_3

Apartemen Keluarga Blair Di Central Park New York Keesokan Harinya


"Kamu kena gep lagi sama Daddy?" tanya Nelson saat mereka sarapan.


"Kegep lagi dipijat Omar, mas. Tapi pijatan nya memang enak... Aku curiga OZ pernah kursus memijat..." jawab Nadya cuek membuat Travis dan Rahajeng menatap tajam ke putri bungsu mereka yang serampangan itu.


"Oh Astagaaa... Dad, habis Bayu nikah sama Ajeng, suruh dua anak bucin ini nyusul menghadap penghulu. Ampun deh !" Nelson memegang pangkal hidungnya yang pening menghadapi adiknya yang semakin hari semakin amburadul.


"Daddy tunggu itikad Omar ke Daddy. Sampai detik ini, anak Mesir itu belum menghadap ke Daddy soal hubungannya dengan Nadya" ucap Travis judes. "Yang resmi !"


"Yeee... Kalau resmi kan butuh proses panjang Daddy ... Lamar di depan keluarga juga..." sahut Nadya cuek. Padahal aku sudah dilamar dengan cara Membagongkan....


"Nad, bilang sama Omar. Kapan dia siap, keluarga juga siap. Yang di New York saja yang datang. Gitu ya!" Rahajeng memandang wajah putrinya.


"Yes mommy."


***


Bristo Antara Gedung FBI dan Kantor Nadya


"Haaaaahhh? Lamaran resmi?" seru Omar Zidane ke Nadya saat mereka makan siang bersama.


"Iya. Maunya Daddy dan Mommy itu lamaran macam Arka dan Valentino gitu atau seperti mas Bayu besok ke Ajeng." Nadya menatap Omar sambil menyesap kopinya dengan santainya.


"Tapi Nadya... " Omar berbisik di depan wajah cantik gadisnya. "Aku sudah melamar kamu..."


"Tapi belum di depan kedua orang tua aku, Sphinx" balas Nadya sambil berbisik juga dan gadis itu mencium hidung Omar.


Omar tampak berpikir. Pernikahan Bayu seminggu lagi dan aku harus mempercepat cincin terbaru. Lamaran ya... Omar tersenyum dan memegang pipi Nadya. "Oke Nad. Tunggu tanggal mainnya."


Nadya menatap bingung. Tunggu tanggal mainnya?


***


Menjelang Hari Pernikahan Bayu - Ajeng , FBI Building Plaza Manhattan New York


"Semuanya kita tahu hubungan biro dengan keluarga klan Pratomo sangatlah baik. Dan kemarin secara resmi, Abiyasa O'Grady dan Kapten Chris Bradford meminta kita membantu pengamanan acara pernikahan Bayu O'Grady dengan Ajeng. Mereka meminta kita ikut dalam proses pengamanan ini karena Raja dan Ratu Belgia akan hadir menghadiri acara ini, begitu juga dengan relasi bisnis mereka dari seluruh penjuru dunia" ucap Chief Reid dalam acara briefing pagi.


"Bagaimana dengan Omar? Apa dia tidak masuk dalam tim?" goda Kelly Moran ke Omar yang hanya berdiri sambil bersedekap.


"Omar adalah tamu undangan tapi dia tetap menggunakan earpiece jadi bisa membaur dengan para tamu undangan. Salah satu keuntungan berpacaran dengan anggota keluarga klan Pratomo ya kan?" goda Chief Reid membuat Omar salah tingkah.


"Tampaknya sebentar lagi Omar yang akan menikah lebih dulu dari semua orang di ruang JOC ( Joint Operation Center )" celetuk Billy Boyd.

__ADS_1


"Well sudah sewajarnya Omar dan Nadya akan membawa hubungan mereka yang lebih serius. Kalian kan tahu sendiri bagaimana mereka sudah mengalami banyak hal di Hongkong" sahut Maggie yang ikut senang melihat partner dan seniornya sudah melewati fase patah hati berkepanjangan.


Maggie lah yang tahu bagaimana Omar sangat mencintai Leia dan saat patah hati karena Leia memilih Dante Mancini, Omar memilih menjadi workaholic hingga mereka bertemu dengan Nadya di Mexico. Sejujurnya Maggie tidak menyangka jika Omar dan Nadya bisa saling bucin mengingat pria jangkung itu termasuk introvert.


"Oke. Kita bicarakan parameter pengamanan." Chief Reid memulai acara pengamanan di acara pernikahan CEO PRC Group dan MB Enterprise di St Regis Hotel New York.


***


Acara Resepsi Pernikahan Bayu dan Ajeng


Omar datang bersama dengan sang ibu, Hasina Zidane, yang dijemput oleh putranya. Setibanya di pintu masuk ballroom, keduanya disambut Nadya yang malam itu mengenakan night dress warna merah dengan model lengan Sabrina.



Nadya Blair


"Selamat datang Tante Hasina" sapa Nadya sambil mencium punggung tangan ibu Omar itu.


Hasina tampak terharu melihat gadis cantik yang tampak seksih itu tetap melakukan adab ke dirinya.


"Duh Nadya, kamu cantik banget!" puji Hasina sambil mencium pipi calon menantunya.


"Kalau aku nggak cantik, nanti putra Tante nggak mau..." kerling Nadya jenaka membuat Hasina tertawa. Omar hanya melengos mendengar ucapan gadisnya dan tetap memandang sekelilingnya dengan waspada.


Di dalam ballroom, Nadya memperkenalkan Hasina ke para anggota keluarganya yang senior. Meskipun awalnya Hasina sedikit minder tapi sikap terbuka dan ramah keluarga Nadya, membuat wanita berdarah Mesir itu menjadi nyaman lama-lama.


"Nadya dan Omar itu seperti perangko kalau sudah ketemu" ucap Rina Reeves, ibu Valentino dan Juliet. "Waktu acara di Jakarta, New York, mereka memang sangat dekat."


"Apalagi di Hongkong" celetuk Mariana Schumacher. "Sendra cerita mereka berdua saling mendukung satu sama lain."


Hasina Zidane hanya bisa terkejut karena di hadapannya adalah istri Emir Dubai dan istri pengusaha terkenal di Indonesia, tapi bisa dengan santainya bercerita tanpa beban.


"Bu Hasina jangan khawatir, meskipun kami kesannya susah digapai tapi aslinya seperti ini. Santai banget" kekeh Rina sambil menepuk tangan Hasina lembut.


"Duh, saya sudah khawatir saat Omar cerita berpacaran dengan Nadya yang saya tahu keluarga nya seperti apa..." ucap Hasina.


"Kami semua suka Omar. Jadi jangan khawatir" senyum Mariana.


Hasina mengucap kan Alhamdulillah karena putranya tidak salah memilih pasangan hidup apalagi Nadya juga humble dan bukan tipikal gadis keluarga kaya yang tidak tahu manner.


***


"Mau acara lempar bunga?" tanya Nadya yang sedang mengobrol dengan Maggie, ditarik oleh sepupunya Raine.

__ADS_1


"Iya. Mbak Ajeng sudah siap-siap itu !" Raine menarik tangan Nadya. "Ayo Maggie, kamu kan juga masih jomblo!" Putri Alaric Blair itu pun menarik tangan agen FBI yang masih fase bingung.


Akhirnya acara lempar buket bunga pun hendak dilaksanakan dan Ajeng sudah bersiap untuk melemparkan ke belakang. Istri Bayu O'Grady itu menengok ke belakang dan terkejut melihat banyaknya para kaum jomblowati disana.


"Sudah siap ladies?" tanya Ajeng.


"SIAP !!!"


"Oke. 1...2...3 !" Ajeng melemparkan buket bunganya dan menjadi ajang rebutan yang heboh hingga akhirnya buket itu berada di pelukan Nadya.


Gadis itu tampak bingung dan memandang sekelilingnya. "Lho aku yang dapat?"


"Yeeeeaaaahhhh Nadya dan Omar selanjutnya!!!" seru semua keluarga Nadya terutama generasi keenam yang tahu bagaimana bucinnya pasangan itu.


Omar melongo melihat gadisnya berdiri disana sambil memegang buket bunga. Setelah menarik nafas panjang, Omar pun berjalan menghampiri Nadya yang menatapnya dengan pipi memerah.


Di depan Nadya dan semua tamu undangan, Omar lalu on bended knee sambil mengambil sebuah kotak beludru dari dalam saku jasnya.


"Omar... Kamu ngapain?" tanya Nadya bingung.


"Nadya Aurora Blair... Will you marry me... Again?" Omar membuka kotak itu dan memperlihatkan cincin berlian yang lebih cantik dari cincin sederhana sebelumnya.


"Omaaarrr... " bisik Nadya gugup tapi tidak semua anggota keluarganya yang berteriak heboh.


"AGAAAAIIIINNN?" teriak semua orang. Wajah Travis dan Rahajeng yang awalnya terkejut, berubah menjadi marah karena dua bocah bucin itu menyimpan rahasia sedangkan Hasina Zidane menutup mulutnya saking terkejutnya.


"Of course i marry you Sphinx !" senyum Nadya dan Omar mengambil cincin itu lalu memasangkan di jari manis Nadya yang ada cincin sederhananya. Omar lalu berdiri dan mencium bibir Nadya lembut membuat semua orang di sana merasa baper.


"Aaaawww... " ucap semua orang.


Usai mencium Nadya, terdengar suara Travis Blair.


"Zidane ! A Word !"


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2