Love And Justice

Love And Justice
Nggak Romantis


__ADS_3

Apartemen Omar Zidane


Nadya terbangun setelah merasakan cukup lama tidurnya dan melihat Omar juga terlelap beralaskan kepala sofa. Nadya tersenyum lalu mengangkat tangannya dan mata hijau kecoklatan melotot sempurna melihat ada cincin bertahta berlian imut di jari manisnya.



Nadya menatap tidak percaya kalau pria berdarah Mesir itu berani menyematkan cincin itu tanpa sepengetahuan dirinya. Nadya melihat kearah Omar yang tidur dengan sedikit terbuka mulutnya.


Perlahan Nadya bangun dan duduk di pangkuan Omar membuat pria itu terbangun.


"Nad... Sudah bangun...?" sapa Omar masih belum menyatu.


"Ini apa?" tanya Nadya sambil menunjukkan cincin di jari manisnya.


"Cincin."


"Aku tahu ini cincin Omar ! Kapan kamu pasang?"


"Pas kamu tidur..."


"Kenapa kamu tidak bilang saat aku masih melek?"


"Aku ingin sesuatu yang berbeda ... Addduuuhhh!" Omar memegang bahunya yang dipukul Nadya.


"Kamu itu romantis sedikit kenapa sih?" hardik Nadya kesal. "Kan aku jadi..." Tiba-tiba Nadya menangis membuat Omar kelabakan.


"Nad... Nad... Jangan nangis. Aku minta maaf ... Sengaja aku pasang karena... aku takut kamu tidak suka ... melihat cincin nya sangat sederhana..." Omar mengusap bahu Nadya.


"Aku kan nggak minta berlian Segede Gaban !" isak Nadya.


"Hah? Apa itu Segede Gaban?" Omar menatap Nadya bingung.

__ADS_1


"Ulangi !"


"Apanya?"


"Lamar yang benar Omaaarrr !" bentak Nadya kesal dengan pria berbrewok itu.


"Oh... " Omar tersenyum. "Nadya Blair, will you marry me ?" Mata coklat Omar menatap penuh cinta ke mata hijau kecoklatan Nadya.


"Of course lah !" Nadya langsung mencium Omar lembut dan tak lama Keduanya berciuman panas. Omar menidurkan Nadya diatas sofa dan tangan Nadya merangkul leher pria itu.


"Kamu tadi nangis beneran nggak?" tanya Omar saat mereka berdua mengambil nafas.


"Nggak lah ! Kan biar kamu merasa bersalah..." jawab Nadya cuek.


Omar tertawa lalu membenarkan posisinya menjadi duduk sedangkan Nadya masih tiduran diatas sofa.


"Kok kamu bisa pas carinya? Bagaimana kamu tahu ukuran jariku?" Nadya menatap Omar bingung.


"Ehem... Kamu bisa menuntutku nanti tapi aku tahu karena aku mencuri salah satu cincinmu.... Bukan yang emas, yang perak..." Omar langsung menutupi wajahnya saat Nadya memukul dirinya dengan bantal. "Naaaadddd !"


Omar tertawa terbahak-bahak lalu menangkap bantal yang dipegang Nadya lalu membuangnya sembarangan. "Apakah nona pengacara hendak menuntut agen federal ini?" Omar menatap mata Nadya yang hanya berjarak beberapa sentimeter.


"Tampaknya aku segera membuat surat tuntutan atas pencurian dan perbuatan tidak menyenangkan..." jawab Nadya dalam tapi Omar bisa mendengar suara gadisnya yang sangat seksih.


"Apakah hukumannya counselor?" senyum Omar sambil mendekati bibir Nadya.


"Penjara seumur hidup... bersama pengacara yang menuntut nya..." jawab Nadya yang langsung ditutup bibirnya dengan bibir Omar.


***


Omar dan Nadya tiduran di sofa sembari berpelukan dengan pakaian lengkap. Meskipun keduanya sama-sama tergoda tapi baik Omar dan Nadya berusaha berpikiran waras.

__ADS_1


Keduanya tidak mau kepercayaan yang diberikan Travis dan Nelson, mereka langgar apalagi Omar sangat anti merusak anak gadis pengacara terkenal itu.


"Kamu kesini naik apa?" tanya Omar sambil mengelus bahu Nadya.


"Taksi."


"Aku antarkan pulang." Omar mencium pucuk kepala Nadya.


"Sebulan tanpamu, sphinx..."


Omar tertawa. "Astaghfirullah... kamu memang macam keluarga mu kalau manggil orang seenaknya."


"Hei, kami itu manggil orang sesuai dengan kondisi orang itu, OZ." Nadya menatap Omar lembut. "OZ, kita menikah sederhana saja ya? Aku tidak suka banyak orang. Ingin yang private."


Omar membalas tatapan Nadya. "Aku juga tidak suka banyak orang. Tapi kalau hanya keluarga aku dan keluarga mu serta para rekan-rekan di FBI aku, tampaknya juga sudah satu blok..."


Nadya tertawa. Gadis itu mengeratkan pelukannya di dada bidang Omar. "Aku tidak tahu kenapa bisa jatuh cinta pada keturunan Cleopatra ini."


"Apalagi aku Nad. Aku tidak menyangka akan jatuh cinta lagi setelah patah hati yang cukup lama... Mungkin benar kata orang. Jodoh mu pasti akan datang di saat yang tepat dengan orang yang tepat juga..." Omar menyingkirkan rambut Nadya ke belakang telinganya. "Dan aku tidak menduga akan mendapatkan pasangan yang secantik kamu..."


Nadya tersenyum. "Aku ke Jakarta dulu Omar. Doakan agar aku bisa lancar mempelajari semua keyakinan kamu..."


"Nad, jika kamu belum bisa membacanya dengan benar, jangan kamu jadikan beban. Yang penting adalah niat dan pelajaran yang paling dasar dulu. Lainnya akan bisa dipelajari sambil jalan ... " ucap Omar sambil menatap Nadya lembut. "Biarkan begini dulu Nad, sebelum kamu pergi. Biarkan aku merekam wajahmu dulu supaya menjadi sumber mood booster aku."


Nadya membalas tatapan Omar dengan penuh cinta. "Ditto Omar."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2