
×LUKA×
PART 10
"Laksh, ada apa Nak? Mengapa kau murung?" tanya Anna cemas.
"Tadi aku bertemu dengan Ragini bu"
Anna mendekati Laksh dan duduk disampingnya.
"Lalu? Apa dia memarahimu? Hingga kau jadi murung seperti ini?"
Laksh hanya menggelengkan kepalanya.
"Ragini, dia masih mencintaiku bu. Dia masih mau menerimaku kembali"
"Lalu apa lagi yg kau pikirkan Nak?"
"Satya"
"Kenapa dengan Satya?"
"Dia tak mau Ragini dekat pria manapun selain Rohit, dia tidak mau mempunyai ayah selain Rohit. Padahal aku ayah kandungnya sendiri" ucap Laksh lirih.
Anna hanya memeluk tubuh Laksh.
"Ibu dia sangat keras kepala dan egois sama sepertiku bu"
Anna hanya mengangguk.
"Berikan dia sedikit waktu untuk menerimamu Laksh"
Laksh hanya mengangguk.
"Ibu, secepatnya aku akan segera menikahi Ragini. Setelah Satya bisa menerimaku"
Anna hanya mengangguk.
***
"Tidak Ragini.. Kakak tak akan pernah mengijinkan kau berhubungan lagi dengannya. Kakak tak sudi. Dia sudah menyakiti hatimu Ragini, kenapa kau tak pernah kapok" teriak Yuvi.
Ragini hanya terdiam dan merenung.
"Kakak ku mohon, Laksh.. Dia sudah berubah Kak"
Yuvi menatap Ragini, memegang pipi Ragini dengan kedua tangannya.
"Tatap mata kakak, ingat ini Ragini jika kau kembali berhubungan dengan Laksh kau akan melihat jasad kakakmu mati di hadapanmu, Ragini" teriak Yuvi.
Muktha yg baru datang menjatuhkan nampannya. Dia terkejut mendengar perkataan Yuvi.
Muktha langsung menghampiri Yuvi dan memegang tangannya.
"Kau bicara apa suamiku? Apa maksudmu"
Yuvi tak menghiraukan ucapan Muktha. Yuvi menarik tangan Ragini dan meletakkannya di atas kepala Yuvi.
"Bersumpahlah Ragini, jika kau kembali bersatu dengan Laksh kau akan melihat jasadku mati di hadapanmu"
Ragini tak kuasa menahan tangisnya. Dia sangat gelisah, dia diantara dua pilihannya yg sangat menyulitkannya. Di satu sisi di amat mencintai Laksh di sisi lain dia juga sangat menyayangi kakaknya, karena bagaimanapun kakaknya lah yg telah merawat dan membesarkannya penuh dengan kasih sayang.
"Kenapa ibu hanya diam? Bersumpahlah ibu. Aku juga sangat tak menyukai paman yg tadi itu" teriak Satya yg tiba-tiba datang.
Dia langsung memeluk pinggang Ragini.
"Ibu bersumpahlah, apa ibu mau lihat paman Yuvi meninggal?"
Astaga anak sekecil ini mengerti perkataan orang dewasa. Ragini benar-benar terkejut tak menyangka jika perkembangan Satya sangatlah cepat.
Ragini hanya menangis dan mengangguk.
__ADS_1
Yuvi tersenyum, dia melepaskan tangan Ragini dan memeluk adiknya itu.
"Percayalah, semua yg aku lakukan demi kebaikanmu"
Ragini hanya terdiam dan terus menangis.
Yuvi menarik lengan Muktha dan membawanya pergi.
Satya memeluk tubuh Ragini.
"Terimakasih ibu, lagi pula Satya sangat tak menyukai paman itu. Paman itu bukan seperti pria yg baik. Pria yg baik adalah paman Yuvi dan ayahku, ayah Rohit" ucapnya.
Ragini hanya terdiam.
"Ibu, Satya pergi dulu mau main bersama Priya"
Ragini hanya mengangguk. Satya berlari meninggalkan Ragini.
Ragini menjatuhkan dirinya di lantai, dia meratapi nasib cintanya. Baru saja dia ingin memulai awal yg baru dengan Laksh. Kini dia harus menerima kenyataan pahit jika Kak Yuvi dan Satya menolak kehadiran Laksh.
Ragini benar-benar hancur, di hanya bisa terus menangis.
***
×LUKA×
PART 11
Ragini merebahkan tubuhnya di kasur, dia memeluk gulingnya dan menangis. Dia benar-benar tak menyangka jika jalan yg harus Ragini dan Laksh sangatlah sulit. Yuvi masih membenci Laksh karena dulu Laksh meninggalkan Ragini dan tak mau untuk bertanggung jawab. Sementara Satya dia langsung membenci Laksh, padahal Laksh adalah ayah kandungnya sendiri.
Perasaannya kepada Laksh tak pernah luntur. Bahkan dia selalu menanti Laksh agar secepatnya kembali ke pelukannya. Namun saat kini Laksh telah kembali, kenyataan pahit harus menghampirinya kembali. Entah bagaimana nanti akhir kisah cintanya dan Laksh.
Telpon Ragini berdering, dia langsung mengambilnya.
"Hallo" ucapnya dengan masih terisak.
"Kau kenapa sayang?" tanya Laksh khawatir.
Ragini mengatur nafasnya, dia merasakan sesak di dadanya saat mendengar suara Laksh.
"Ibbuuuuu" teriak Satya.
Ragini langsung menoleh, Satya memeluk erat Ragini.
"Ingat yah ibu.. Ibu tak boleh berhubungan dengan paman yg tadi siang, aku benar-benar sangat tak menyukainya"
Tanpa sengaja ucapan Satya terdengar oleh Laksh. Laksh merasakan hatinya amat sakit. Buah hatinya menolaknya secara terang-terangan.
Ragini hanya terdiam.
"Ibu.. Jika paman rela kehilangan nyawanya jika ibu bersama paman itu, maka aku juga akan ikut mati saja dengan paman jika ibu bersamanya" ucap Satya dengan sangat polos.
Laksh merasakan hatinya di tikam berkali-kali dengan belati.
Laksh tak sanggup mendengarnya lagi, dia mematikan ponselnya.
Laksh menjatuhkan tubuhnya dan bersandar di dinding kamarnya.
"Apakah ini karma yg harus aku terima Dewa? Anakku dia secara terang-terangan menolakku" ucapnya lirih.
Tak terasa airmata lolos terjatuh dari pelupuk matanya.
Dia menatap lirih gelang yg bertuliskan "RAGLAK".
"Aku sangat mencintaimu Ragini, entah mengapa Dewa saat ini mempermainkan takdir kita"
***
Ragini merebahkan tubuhnya dengan memeluk jagoan kecilnya itu. Matanya masih belum terpejam, dia masih memikirkan hubungannya dengan Laksh yg terasa sangat rumit. Ragini memperhatikan raut wajah putranya itu yg sangat mewarisi wajah ayahnya. Semuanya terasa mirip. Bahkan sifat mereka pun sama.
"Karena kau, ibu bertahan Nak. Karena dengan melihat wajahmu ibu seperti melihat cinta ibu"
__ADS_1
Ragini mengambil ponselnya, dia menatap foto Laksh dengan lirih.
"Aku sangat mencintaimu, Laksh" lirihnya.
***
"Kenapa kau lakukan itu kepada Ragini, Yuvi? Kau taukan jika selama ini Ragini menunggu Laksh, kenapa kau bersikap seperti itu? Ragini sangat mencintai Laksh, kenapa kau tega memisahkan dua hati yg saling mencintai itu?"
Yuvi hanya terdiam tak menjawab, dia masih terus membaca korannya. Muktha geram, dia menarik koran yg di baca Yuvi dan membantingnya.
"Apa-apaan kau ini Muktha? Kau sudah berani membantah suamimu?" teriak Yuvi.
Muktha hanya menatap Yuvi dengan kesal.
"Aku tak menyangka jika dirimu tega memisahkan dua hati yg saling mencintai"
"Kau tak mengenal Laksh, Muktha. Pria itu bukanlah pria yg baik. Aku tak mau adikku dia sakiti lagi"
"Setiap orang mempunyai kesempatan kedua, buktinya dia sekarang sangat menyayangi Ragini. Aku merasakan itu"
"Berhenti bicara omong kosong mengenai hal ini, aku mau tidur. Aku capek! Lelah!"
Yuvi merebahkan tubuhnya di ranjang memeluk anaknya, Priya. Untung saja Priya sudah terlelap hingga dia tak mendengar apa yg sedang orang tuanya ributkan.
***
"Kau mau kemana Nak?" tanya Anna.
"Menemui Satya bu" jawab Laksh singkat.
Laksh langsung melangkah cepat dan melajukan mobilnya.
Laksh menatap dengan konsentrasi penuh ke jalanan, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.
Saat dia tiba di depan rumah Ragini, dia melihat kakaknya Ragini telah pergi duluan. Matanya berbinar saat dia melihat Ragini dan Satya masuk ke dalam mobil. Laksh melajukan mobilnya mengikuti mobil Ragini.
Ragini menatap dari kaca spion jika ada seseorang yg mengikutinya. Dia langsung melajukan mobilnya dengan cepat.
Perhatian Ragini teralihkan saat dia mendengar ada pesan masuk, dia langsung membukanya.
"Tolong tepikan dahulu mobilmu, aku ada di belakang mobilmu"
Ragini mengerem mobilnya dan menepikan di jalanan.
"Ibu ada apa?" tanya Satya bingung.
Laksh turun dari mobilnya, dia langsung membuka mobil Ragini, dia menggedong tubuh Satya dan memeluknya erat.
Laksh meneteskan airmatanya yg sudah tak terbendung, begitupun dengan Ragini dia sangat tersentuh melihat Laksh dan Satya.
Entah mengapa Satya tak menolak saat di peluk oleh Laksh.
'Kenapa aku merasa nyaman saat di peluk paman ini ya' batin Satya.
Laksh mengelus rambut anaknya dan mengecupnya.
"Ayah sangat merindukanmu Nak" ucapnya lirih.
Satya terkejut, dia langsung mendorong tubuh Laksh.
"Hentikan paman, jangan berani memanggil dirimu dengan sebutan ayah, karena kau bukan ayahku" teriak Satya.
Laksh hanya terdiam, Satya menarik tubuh Ragini pergi menjauh dari Laksh.
"Ibu ayo.. Nanti Satya akan terlambat"
Ragini melirik Laksh, dia mengedipkan matanya. Laksh hanya menganggukkan kepalanya.
Laksh menatap kepergian Ragini dan Satya dengan lirih.
"Andai kau tau Nak, jika ayah sangat menyayangimu" gumamnya.
__ADS_1
Next or Stop??
Please komwell ya 😄😄